Monday, April 2, 2018

√ Agama Yahudi

Pengertian Agama Yahudi


Agama Yahudi, Yahudiah (Yudaisme) ialah kepercayaan yang unik untuk orang/bangsa Yahudi (penduduk negara Israel maupun orang Yahudi yang bermukim di luar negeri). Inti kepercayaan penganut agama Yahudi ialah wujudnya Tuhan yang Maha Esa, pencipta dunia yang menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan di Mesir, menurunkan undang-undang Tuhan (Torah) kepada mereka, dan menentukan mereka sebagai cahaya kepada insan sedunia.




  • Kitab agama Yahudi menuliskan Tuhan telah membuat perjanjian dengan Abraham bahwa dia, dan cucu-cicitnya akan diberi rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan. Perjanjian ini kemudian diulangi oleh Ishak dan Yakub. Dan lantaran Ishak, dan Yakub menurunkan bangsa Yahudi, maka mereka meyakini bahwa merekalah bangsa yang terpilih.




  • Penganut Yahudi dipilih untuk melaksanakan tugas-tugas, dan tanggung jawab khusus, menyerupai mewujudkan masyarakat yang adil, dan makmur, dan beriman kepada Tuhan. Sebagai balasannya, mereka akan mendapatkan cinta serta proteksi Tuhan. Tuhan kemudian menganugerahkan mereka Sepuluh Perintah Allah melalui pemimpin mereka, Musa.




  • Sinagoga merupakan sentra masyarakat serta keagamaan yang utama dalam agama Yahudi, dan Rabi adalah sebutan bagi mereka yang pakar dalam hal-hal keagamaan.




 


Etimologi


Kata Yahudi diambil berdasarkan salah satu marga dari dua belas leluhur Suku Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda (adalah anak lelaki keempat Yakub dan Lea, dan pendiri suku Yehuda, salah satu suku Israel, menurut Kitab Kejadian dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama Alkitab Kristen).


Pada akibatnya keseluruh bangsa Israel, tanpa memandang warga negara atau tanah airnya, disebut juga sebagai orang-orang Yahudi, dan begitupula dengan keseluruh penganut ajarannya disebut dengan nama yang sama pula.


Istilah yahudi diambil dari keturunan Yakub, Yakub mempunyai empat istri yaitu Lea, Rahel, Zilpa, dan Bilha. Dari Lea, Yakub mempunyai anak Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, dan Zebulon.


Dari Rahel, Yakub mempunyai anak Yusuf, dan Benyamin. dari Zilpa, Yakub mempunyai anak Gad, dan Asyer sedangkan dari Bilha, Yakub mempunyai anak Naftali, dan Dan. nah, dari salah satu anak Yakub dari istri Lea itulah yang berjulukan Yehuda, istilah Yahudi dinisbahkan.


 


 ialah kepercayaan yang unik untuk orang √ Agama Yahudi

Bintang Daud (Ibrani: Magen David) ialah simbol agama Yahudi. Suber foto: Wikimedia Commons


 


Hari Raya dalam Agama Yahudi


Hari Raya Yahudi (bahasa InggrisJewish holidays, atau Festival Yahudibahasa InggrisJewish festivals) ialah waktu-waktu tertentu yang dirayakan atau diperingati dengan cara khusus oleh orang Yahudi untuk memperingati suatu insiden penting dalam sejarah, terutama berdasarkan perintah kitab sucinya, Tanakh atau Kitab Turat, sepanjang tahun.[Note 1] Ada tiga sumber utama pelaksanaan hari-hari raya ini yaitu:



  • Mitzvot, Mitzvah atau “perintah” Kitab Suci,

  • Mandat rabbinik, dan

  • Sejarah negara Israel modern


 


1. Hari Persiapan (Sabat)


Hari sebelum hari Sabat, yaitu hari Jumat hingga tenggelamnya matahari pada hari Sabtu, orang-orang Yahudi pada hari itu mempersiapkan diri untuk memasuki hari Sabat.


Sabat (שבת, Shabbat) ialah hari raya umat Yahudi yang dimaknai sebagai hari kebebasan dari pekerjaan, sebagaimana Tuhan beristirahat pada hari ke-7 dalam penciptaan. Sabat mengingatkan insan akan kemampuannya untuk beristirahat. Orang Yahudi merayakan hari Sabat setiap hari Sabtu, dengan perhitungan hari yang dimulai dari tenggelamnya matahari pada hari Jumat hingga tenggelamnya matahari pada hari Sabtu.


Penganut agama Yahudi membersihkan rumah mereka sebagai persiapan untuk menyambut hari Sabat. Selain itu, mereka juga menyiapkan makanan-makanan yang lebih baik dibanding biasanya.


Selama masa ini, setiap orang dihentikan untuk melaksanakan 39 jenis kegiatan. Karena menyalakan api dan memasak termasuk dari kegiatan-kegiatan tersebut, maka kaum Yahudi memasak masakan mereka satu hari sebelumnya.


Selain Sabat yang berlangsung setiap hari Sabtu tersebut, ada juga yang disebut dengan Tahun Sabat yang berlangsung selama tujuh tahun sekali.


Pada tahun ini, segala tumbuhan yang ada di ladang sanggup dinikmati oleh setiap orang (tidak terbatas oleh pemiliknya saja). Segala hasil panen yang didapat pada tahu ini juga dihentikan untuk diperjualbelikan. Selain itu, pada tamat tahun, segala hutang-hutang yang dimiliki oleh seseorang dianggap telah lunas.


 


2. Hari Raya Paskah


Festival Pesakh umat Yahudi, atau Paskah Yahudi adalah perayaan yang dirayakan pada hari ke-14 dalam bulan yang disebut Nisan (Imamat 23:4Bilangan 9:3-5Bilangan 28:16), bulan pertama kalender Ibrani selama delapan hari. Festival ini berakhir pada hari ke-21 Nisan di Israel, dan hari ke-22 Nisan di luar Israel dan dirayakan untuk memperingati keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Selama seminggu itu hanya roti yang tidak beragi (bahasa Inggrisunleavened bread) yang boleh dimakan, sehingga hari-hari itu juga disebut Hari Raya Roti Tidak Beragi


Terdapat 3 mitzvah yang biasanya dihubungkan dengan peringatan ini, yaitu:



  • Memakan matzoh, atau roti tidak beragi.

  • Larangan memakan kuliner apapun yang mengandung ragi pada hari raya ini.

  • Penyampaian kembali peristiwa Keluaran (Mitzrayim).


Di zaman dahulu (dan bahkan hingga kini di antara orang Samaria, ada insiden keempat yang dilakukan yaitu: persembahan kurban anak domba pada malam tanggal 14 Nisan (juga dikenal sebagai Aviv) dan memakan kurban Paskah pada malam itu. Perintah untuk mengisahkan kembali insiden pembebasan ini dilakukan melalui sebuah upacara komunal yang disebut seder, yang dirayakan pada dua malam pertama dari hari raya ini (di Israel, hanya pada malam pertama).


Kebiasaan lainnya yang terkait dengan Paskah Yahudi ini ialah memakan sejenis tumbuhan pahit dan makanan-makanan lain yang khas untuk makan malam seder. Sementara ada banyak alasan diberikan untuk memakan matzoh, Kitab Keluaran menjelaskan bahwa hal ini memperingati roti yang dimakan bangsa Israel pada insiden Keluaran: lantaran tergesa-gesa meninggalkan Mesir, mereka tidak mempunyai waktu untuk menunggu gabungan rotinya naik.


 


3. Hari Raya Pentahbisan (Hanukkah)


Festival Pentahbisan, disebut juga dengan Festival Kenisah (Hanukkah) atau Penahbisan Bait Allah dirayakan di Yerusalem pada tanggal 25 Kislew (sekitar bulan Desember) selama 8 hari. Perayaan ini dimaksudkan untuk memperingati penyucian kembali Bait Allah pada tanggal 25 Kislew 165 SM oleh kelompok Makabe setelah sebelumnya dinajiskan oleh Antiokhos IV Epiphanes 3 tahun sebelumnya (tepatnya tanggal 25 Kislew 168 SM). Hanukkah dirayakan bersamaan dengan masa Adven atau bahkan dengan hari raya Natal sehingga sering disebut secara keliru sebagai “Natal Yahudi”. Pesta ini dirayakan sebagai peringatan Yudas Makabe yang menyucikan dan membangun kembali Kenisah yang sudah dirusak oleh orang-orang bukan-Yahudi, termasuk orang Yunani dari dinasti Antiokhus.


Dalam perayaan ini, umat Yahudi berarakan sambil membawa tongkat berhiaskan daun palem, mempersembahkan kurban, dan bernyanyi dengan iringan alat musik.


 


4. Hari Raya Roti Tak Beragi (Hag Hammassot)


Festival Roti tak Beragi (Hag Hammassot) ialah penggalan perayaan demam isu semi Yahudi yang berlangsung antara tanggal 15 hingga 21 Nisan. Selama masa ini, orang Yahudi memakan roti tanpa ragi untuk mengingatkan mereka bagaimana mereka tidak mempunyai waktu untuk mengembangkan roti mereka dalam persiapan mereka meninggalkan Mesir.


 


5. Festival Menuai


Festival Menuai atau Menyabit Gandum (kemungkinan dirayakan bertepatan dengan perayaan Roti Tak Beragi) dihubungkan dengan masa menuai tanaman. Hari raya ini dijadikan patokan penghitungan hari raya tujuh ahad panen.[4] Malam berikutnya, yang disebut dengan seder kedua, dirayakanlah Hari Pertama Omer (lag ba omer = seikat jelai) dengan membawa seikat jelai ke Bait Allah untuk dipersembahkan.


Inilah yang menjadi awal hari Pentakosta, alasannya ialah keesokan harnya ialah hari kelima puluh, yakni pameran menuai gandum pada hari kelima puluh.


 


6. Shavuot atau Hari ke-Lima Puluh Setelah Peshakh


Shavuot merupakan pesta panen gandum pada hari kelima puluh semenjak hari Sabat pertama sehabis paskah. Perayaan ini juga disebut sebagai perayaan tujuh pekan karena panen gandum dilakukan pada ahad ketujuh sehabis menanamnya pada demam isu semi. Perayaan ini dirayakan dengan perjamuan tertulis pada Kitab Talmud dan mengunjungi Yerusalem. Perjamuan yang diadakan tersebut disediakan bagi semua orang Kitab Taurat ke-Tiga.


Selain pesta panen, Pentakosta juga diperingati sebagai hari turunnya Sepuluh Perintah Tuhan (Hukum Taurat). Dengan demikian, perayaan ini juga dimaknai sebagai perayaan sejarah keselamatan.


Perayaan ini sanggup berlangsung selama dua hari dan menjadi epilog masa raya Paskah.


 


7. Hari-Hari Raya Besar (High Holy Days)


Hari-Hari Raya Besar (atau juga disebut “Days of Awe”) ialah sebuah rangkaian pameran yang berlangsung selama sepuluh hari yang dimulai pada tanggal 1 Tisyri. Rangkaian pameran ini dimulai oleh Rosh Hashanah dan ditutup oleh Yom Kippur.


Pada rangkaian pameran ini, semua orang diminta untuk mengenakan baju yang sederhana untuk memperlihatkan kerendahan hati mereka kepada Allah. Bahkan, pada hari Yom Kippur, mereka tidak mengenakan kulit dan embel-embel sama sekali.


Pada masa ini, kaum Yahudi menghabiskan sebagian besar waktu mereka pada siang hari di Sinagogue atau Shul.


1. Festival Tahun Baru Rakyat (Rosh Hashanah)




 ialah kepercayaan yang unik untuk orang √ Agama Yahudi




Sebuah Shofar, serunai yang ditiup pada perayaan tahun gres Yahudi.





Secara etimologis, Rosh Hashanah berarti “permulaan tahun”. Hari raya ini ialah pembuka pameran hari-hari raya besar. Hari raya ini juga seringkali disebut sebagai Yom Teruah (Hari Meniup Shofar), Yom Hazikarom (Hari Mengingat), Yom Hadim (Hari Penghakiman), atau Ianim Nora’im (Hari Pertobatan Sepuluh Hari).


Hari raya ini ialah hari raya terpenting dalam hari raya Yahudi. Perayaan ini juga ialah perayaan tahun gres yang paling meriah dan penuh khidmat dibandingkan dengan perayaan tahun gres yang lainnya. Selain memperingati mengenai hari penciptaan alam raya, pada hari ini juga diperingati hari kiamat. Hari raya ini dilangsungkan selama 2 hari.


Pada perayaan ini, Terompet yang disebut shofar ditiup sepanjang hari di sinagogue sebagai tanda perayaan. Selain itu, ada makna-makna lain dari ditiupnya shofarpada hari itu :



  • Tuhan dinobatkan sebagai raja pada hari itu;

  • Pembuka masa sepuluh hari penyesalan dan pertobatan;

  • Taurat diberikan di Gunung Sinai dengan iringan shofar Para Malaikat (Melekh);

  • Para nabi membandingkan isu mereka dengan tiupan shofar;

  • Para serdadu yang menghancurkan Bait Tuhan membunyikan shofar;

  • Mengingat kurban domba sebagai pengganti kurban Ishak;

  • Mengingat Amos 3:6;

  • Hari Tuhan ialah hari peniupan shofar Zefanya 1:14-16;

  • Shofar besar merupakan masa Nabi Elia ( Elia haNavi) Yesaya 27:13;

  • Shofar akan dibunyikan pada hari Penghakiman.


2. Festival Pendamaian (Yom Kippur)




 ialah kepercayaan yang unik untuk orang √ Agama Yahudi




Lukisan dengan tema Yom Kippur dibuat oleh Maurycy Gottlieb (1878)





Hari raya ini diperingati setiap tanggal 10 Tisyri dan kepentingannya disejajarkan dengan Sabat, bahkan disebut juga Sabat dari segala Sabat. Hari ini juga dianggap sebagai hari yang paling kudus dalam setahun, sekaligus epilog pameran tahun gres Yahudi. Seluruh perayaan dipusatkan di sinagoge dan para petugas mengenakan jubah putih (kitel) dan umat diwajibkan untuk menjaga keheningan.[7] Pada perayaan Yom Kippur, sebagai puncak dari pameran hari-hari raya besar, umat Yahudi dituntut untuk melakukan puasa dan melaksanakan doa-doa secara terus-menerus hingga tengah malam. Perhiasan-perhiasan tidak boleh digunakan pada masa ini, setidaknya di dalam Sinagoge.


2 hal terpenting dalam perayaan ini ialah 2 ekor lembu (atau kambing) yang dikebiri



  • Lembu pertama digunakan sebagai kurban penghapus dosa dan lembu lainnya digunakan sebagai kurban bakaran dan dipilih “tugasnya” dengan cara diundi terlebih dahulu. Lembu yang jatuh menjadi kurban bakaran disembelih, kemudian darahnya dilumurkan ke atas penutup tabut perjanjian. Penyembelihan ini dilakukan oleh Imam Besar dan para Imam dari suku Lewi.

  • Lembu kedua tidak disembelih, melainkan dicerca, dihina, dan dikutuki oleh seluruh umat Israel sebelum dilepaskan oleh seseorang yang sudah dipilih. Hal ini melambangkan diangkutnya seluruh dosa umat Israel ke padang pasir.


Berikut ini ialah hal-hal yang perlu dilakukan selama hari raya ini :



  • Berfokus pada pertobatan diri sendiri.

  • Memperbanyak amal dan melaksanakan perbuatan baik.

  • Membaca kisah-kisah yang menginspirasikan untuk bertobat.

  • Sebaiknya tidak memakai banyak waktu untuk belajar mussar, walaupun dianjurkan untuk mempelajarinya setiap hari.

  • Mempelajari mengenai doa-doa untuk memahami maknanya.

  • Pengakuan dosa tidak dilakukan hanya untuk dosa-dosa besar, namun juga dosa-dosa kecil dan bahkan kelakuan-kelakuan yang tidak kita yakin apakah itu dosa ataukah tidak.

  • Menuliskan komitmen mereka untuk satu tahun ke depan dan melihat apakah mereka sudah melaksanakan apa yang mereka komitmenkan selama setahun.


 


8. Festival Pondok Daun (Sukkot)




 ialah kepercayaan yang unik untuk orang √ Agama Yahudi




Foto sebuah sukkah.





Hari Raya Pondok Daun (Ibrani: סוכות or סֻכּוֹת, sukkōt) atau perayaan tabernakel adalah sebuah hari raya Yahudi yang merupakan perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober. Perayaan ini dimulai 5 hari sehabis perayaan Yom Kippur. Pada perayaan pengumpulan hasil panen anggur ini, orang mengenang zaman pengembaraan dalam padang belantara Imamat 23:33-44. Perayaan hari raya ini bersifat gembira.


Setiap pria Yahudi membangun sebuah pondok (sukkah) berdinding tiga dan mempunyai atap yang terbuat dari ranting palem dan dedaunan. Pondok-pondok tersebut disiapkan untuk menyambut tujuh tamu mistis, yaitu AbrahamIshakYakubMusaHarunYusuf, dan Daud yang dipercaya akan tiba ke pondok yang dibentuk itu selama pameran tersebut berlangsung.


Tema utama dari perayaan ini ialah untuk menyambut musim dingin. Setiap pagi, para Imam membawa air dari mata air Siloam dan menyiramkannya sebagai pemujaan di atas altar.


Pada hari terakhir, sehabis para imam mengitari altar sebanyak tujuh kali, mereka berdoa untuk datangnya hujan di demam isu dingin. Pada setiap malam, 4 obordinyalakan.


Dua hari pertama dianggap sebagai hari libur, dan banyak kegiatan dilarang. Pada hari kedelapan, perayaan ini ditutup dengan Hari Kedelapan Persekutuan Khidmat (Shemini azeret). Pada hari ini, orang tidak bekerja dan hanya berdoa bagi datangnya hujan.


 


9. Festival Sukacita Taurat (Simchat Torah)


Perayaan “Sukacita Taurat” (atau Simchat Torah) ini ialah perayaan tamat pembacaan Kitab Taurat selama satu tahun lingkaran liturgi. Bagi umat Yahudi yang berada di Israel, hari raya ini diadakan bersamaan dengan Hari Kedelapan Persekutuan Khidmat (shemini azeret), namun bagi orang Yahudi diaspora, perayaan ini dirayakan sehari setelah shemini azeret.


Pada perayaan ini, “Sang Mempelai Taurat” (hatan Torah) dan “Sang Mempelai Kitab Kejadian” (hatan Beresyit) – gelar bagi orang yang membacakan kalimat tamat (sekaligus kalimat pembuka) Kitab Taurat – dielu-elukan menyerupai seorang raja.


 


10. Festival Kenisah (Hanukah)




 ialah kepercayaan yang unik untuk orang √ Agama Yahudi




Sebuah Menorah.





Festival Kenisah (Hanukah) atau juga sering disebut Penahbisan Bait Tuhan dirayakan di Yerusalem pada tanggal 25 Kislew selama 8 hari. Perayaan ini dirayakan bersamaan dengan masa Adven atau bahkan dengan hari raya Natal sehingga sering disebut secara keliru sebagai Natal Yahudi. Pesta ini dirayakan sebagai peringatan Yudas Makabe yang menyucikan dan membangun kembali Kenisah yang sudah dirusak oleh lawan mereka.


Dalam perayaan ini, umat berarakan sambil membawa tongkat berhiaskan daun palem, mempersembahkan kurban, dan bernyanyi dengan iringan alat musik. Perayaan ini dilaksanakan di rumah masing-masing keluarga.


Di rumah-rumah maupun di Sinagoge, ada Menorah (lilin dengan delapan lengan tambahan di kiri dan kanannya) yang dinyalakan satu per satu setiap hari selama perayaan ini (mirip dengan kebiasaan menyalakan lilin satu per satu setiap ahad dalam peringatan masa Adven). Rumah-rumah maupun Bait Allah dipenuhi dengan lilin dan dekorasi yang terang.


Pada hari kedelapan, cahaya dari seluruh lilin yang telah menyala semua ditambah dengan cahaya matahari dan lampu-lampu lainnya memenuhi ruangan Bait Allah dengan cahaya yang terang benderang sehingga hari raya ini juga sering disebut dengan ritus cahaya.


 


11. Festival Pesta Undi (Purim)


Festival Pesta Undi (Purim) diarayakan pada tanggal 13-15 Adar, atau menjelang tahun gres Yahudi. Pada tanggal 13, umat berpuasa namun merayakan pesta pada tanggal 14 dan 15. Dalam Ester 3:7, pesta ini dikisahkan bekerjasama dengan pergumulan dan usaha bangsa Yahudi diaspora di negeri asing. Pada tanggal 14, gulungan Kitab Ester (Megillat Esther) dibacakan.


Pada pesta ini, semua orang minum sepuasnya hingga mabuk dan tidak bisa lagi membedakan antara kutuk atas Haman dan berkat atas MordekhaiEster 9:19 mengisahkan tata cara perayaan ini, di mana masyarakat Yahudi mengadakan perjamuan dan antar-mengantar kuliner ke tetangga mereka.


 


12. Hari Duka Nasional (Tisha B’Av)


Hari Duka Nasional (“Tisha B’Av”, Tesha be-Ab) ialah hari pengenangan atas penderitaan bangsa Yahudi yang dilaksanakan pada tanggal 9 Ab. Di sinagoga, dibacakan Kitab Ratapan nabi Yeremia, dan semua orang berpuasa pada hari ini.


Dalam hari raya ini, umat Yahudi memperingati kehancuran Bait Allah yang pertama (586 sM) dan kedua (70 M), pembantaian pemberontak Yahudi oleh Roma (135), pengusiran orang Yahudi dari Spanyol (1492), dan insiden menyedihkan lainnya yang terjadi pada umat Yahudi.


Pada hari ini, umat Yahudi berpuasa menjelang matahari terbenam dan berlangsung selama 25 jam, hingga matahari terbenam pada hari berikutnya. Kondisi berduka dan berpuasa tersebut ditekankan pada dikala ibadah petang (ma’ariv) dan doa amidah sebelum pembacaan Kitab Ratapan.


 


Tahun Baru Yahudi


Bangsa Israel mengenal 4 tahun baru, yaitu:




  • 1 Nisan (bulan pertama) sebagai tahun gres agama sekaligus tahun baru kalender Yahudi.




  • 1 Elul (bulan ke-6) sebagai tahun gres sepersepuluh lembu, atau disebut juga sebagai hari ulang tahun seluruh hewan-hewan.




  • 1 Tisyri (bulan ke-7) (Rosh Hashanah) sebagai tahun gres masyarakat sipil dan para raja, sehingga bulan ini lebih disebut sebagai bulan pertama. Sebagai bulan ke-7, bulan ini menempati posisi sebagai Sabat bulan-bulan dan dikhususkan untuk mengingat Allah dan alam semesta.




  • 15 Syebat (bulan ke-11) sebagai tahun gres tanaman (Rosh ha-Shanah la-Ilanot)(disebut juga hari raya Tu B’Shevat.




 


Dasar-Dasar Iman Yahudi


Walaupun orang-orang Yahudi dan pemimpin agama membuatkan inti bekerjasama dengan prinsip monoteisme, di dalam Yudaisme tidak ada pernyataan resmi atas prinsip-prinsip iman menyerupai kepercayaan yang diakui atau yang diterima.


Di dalam Yudaisme tidak terdapat kewenangan atas keagamaan yang sanggup merumuskan atau mengeluarkan fatwa. Kewenangan sentra dalam Yudaisme tidak diberikan pada setiap orang atau kelompok dalam Yudaisme akan tetapi hanya berasal dari tulisan-tulisan, hukum, dan tradisi. Dalam hampir semua variasi, Yudaisme mengkukuhkan wacana keberadaan dan keesaan dari Tuhan. Yudaisme lebih menekankan pada ketaatan dalam kinerja perbuatan dibandingkan kepada kepatuhan pada sistem kepercayaan.


Ortodoks Judaisme juga menegaskan sejumlah prinsip-prinsip utama dalam program-program pengajaran, yang terpenting ialah kepercayaan bahwa tiada yang satu dan yang maha selain Allah, yang membuat alam semesta, Judaisme tradisional mempertahankan bahwa Tuhan membentuk perjanjian dengan orang Yahudi di Gunung Sinai, dan diturunkannya aturan dan perintah kepada mereka dalam bentuk Taurat. Taurat yang terdiri dari goresan pena Taurat (Pentateuch) dan tradisi aturan mulut yang kebanyakan kemudian dikodifikasikan dalam tulisan-tulisan.


Secara tradisional, praktik Judaisme dikhususkan dalam ilmu Taurat, ketaatan pada aturan dan perintah. Dalam Yudaisme normatif, Taurat dan Yudaisme terdapat pengertiaan bahwa aturan itu sendiri tidak akan pernah sanggup berubah, akan tetapi hanya sanggup dilakukan interpretasi aturan yang lebih terbuka. Hal ini dianggap sebagai mitzvah (perintah) untuk berguru dan memahami hukum.


 


Monoteisme Pada Agama Yahudi


Kepercayaan Judaisme secara ketat didasarkan pada Unitarian monoteisme. Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan kepada satu Tuhan. konsep Tuhan yang mengambil beberapa bentuk (misalnya Trinitas) dianggap bidaah dalam Judaisme. Dalam doa secara utuh dalam hal mendefinisikan Tuhan ialah Shema Yisrael, awalnya muncul di dalam Bibel Ibrani: “Dengarkan O Israel, Tuhan ialah Allah kita, Tuhan ialah satu”, juga diterjemahkan sebagai “Dengarkan O Israel, Tuhan kami ialah Allah, Tuhan ialah yang tunggal ”


Allah ialah disusun sebagai zat yang kekal, pencipta alam semesta, dan sumber moralitas. Allah mempunyai kuasa untuk campur tangan di dunia. Istilah Allah sehingga terkait dengan kenyataan sebenarnya, dan bukan hanya proyeksi dari jiwa manusia. Allah dijelaskan dalam pengertian seperti: “Ada satu Zat, tepat dalam segala cara, yang merupakan penyebab utama dari semua keberadaan. Semua tergantung pada keberadaan Allah dan semua berasal dari Allah. ”


Dalam Bibel Bahasa Ibrani klasik yang bekerjasama dengann sastra Talmud menegaskan theisme dan menolak deism. Namun, dalam tulisan-tulisan dari kurun filosof Yahudi kemudian terlihat adanya efek dari neo-filosofi Aristotel, diistilahkan kemahatahuan yang terbatas.


 


Kabala


Kabala (bahasa Ibrani: קַבָּלָה; vokalisasi standar: Qabbalavokalisasi TiberiasQabbālāh; secara harafiah berarti “menerima” dalam pengertian suatu “tradisi yang diterima “) ialah sebuah bentuk esoterik dari mistisisme Yahudi, yang berupaya untuk menyingkapkan pengertian-pengertian mistis yang terselubung dalam Tanakh (Kitab Suci Ibrani). Kabala memperlihatkan pemahaman mistis ke dalam hakikat ilahi.


Istilah “Kabala” mulanya digunakan dalam teks-teks Talmud, di antara Geonim (para rabi kurun pertengahan awal) dan oleh Rishonim (rabi-rabi kurun pertengahan yang belakangan) sebagai Referensi kepada kumpulan tradisi mulut yang lengkap dari pedoman Yahudi, yang tersedia untuk umum. Bahkan karya-karya para nabi dirujuk sebagai Kabala, sebelum mereka dikanonkan sebagai penggalan dari tradisi lisan. Dalam pengertian ini Kabala digunakan dalam merujuk semua hukum lisan Yudaisme. Setelah beberapa lama, aturan mulut ini dicatat, tetapi ajaran-ajaran esoteriknya tetap tinggal sebagai suatu tradisi lisan. Dengan demikian, ajaran-ajaran esoterik tetap merupakan tradisi lisan. Jadi, istilah ini kemudian terkait dengan doktrin-doktrin pengetahuan esoterik mengenai Allah, ciptaan alam semesta Allah dan hukum-hukum alam, alasan-alasan untuk perintah-perintah di dalam Torah dan cara-cara Allah mengatur keberadaan alam semesta. Kini bahkan ajaran-ajaran esoterik Torah dicatat, tetapi tetap dikenal sebagai Kabala.


Menurut tradisi Yahudi Kabala berasal semenjak Adam, meskipun para rabi liberal yang modern memperhitungkan asal-usulnya pada kurun ke-13. Pengetahuan ini diturunkan sebagai sebuah wahyu untuk menentukan orang-orang suci dari masa lampau yang jauh, dan sebagian besar, dilestarikan hanya oleh segeliintir orang yang beruntung. Protokol yang tepat untuk mengajarkan hikmat ini, serta banyak dari konsepnya, dicatat di dalam Talmud (bab kedua dari traktat Haggiga). Ia dianggap sebagai penggalan dari aturan mulut Yahudi oleh sebagian besar orang Yahudi yang saleh pada masa modern, meskipun hal ini tidak disetujui oleh banyak rabi liberal modern dan sebagian kecil dari rabi-rabi Ortodoks.


Kata קַבָּלָה pada umumnya ditransliterasikan sebagai “Kabala” tetapi juga sanggup ditulis sebagai CabbalahKaballahQabalah, dll.


 


Kurban Dalam Agama Yahudi


Kurban (Ibrani: “pengorbanan” קרבן, qorban; atau bentuk jamak: Korbanot קרבנות, qorbanot; Arab: قربان‎), dalam Yudaisme adalah istilah untuk pengorbanan yang dideskripsikan dan diperintahkan dalam Taurat. Korban yang biasa dikorbankan ialah binatang, seperti domba atau kerbau, dan sering dimasak dan dimakan oleh pemberi persembahan, dengan sebagian diberi ke Kohanim dan sebagian dibakar ke mezbah (altar). Buah-buahan, dupa, dan serealia juga sanggup dikurbankan.


Dalam bahasa Ibrani kata benda korban (atau qorban) digunakan untuk menyebut aneka macam persembahan yang diperintahkan dalam Alkitab Ibrani. Penggunaan paling umum secara tradisional ialah “persembahan korban binatang” (zevah זֶבַח), atau “persembahan pendamaian”, dan “persembahan korban bakaran” (olah).


Persembahan semacam itu dulu biasanya dilakukan oleh para Imam (Kohen) pada Bait Suci di Yerusalem. Praktik ini dilakukan sampai Bait Salomo dihancurkan, dan dilanjutkan kembali pada saat Bait Kedua berdiri, dan kemudian berakhir ketika bait itupun dihancurkan pada tahun 70 M. Secara tidak resmi dilakukan kembali pada dikala Perang Yahudi-Romawi pada kurun ke-2 M, dan selanjutnya di komunitas-komunitas tertentu.


Yudaisme Rabbinik tetap berpegang bahwa Taurat mengizinkan pelaksanaan aturan Yahudi tanpa pengorbanan binatang berdasarkan tradisi oral dan pertolongan berpengaruh dari Kitab Suci, misalnya Mazmur 51:16-19 dan Hosea 6:6. Namun, praktik dan hakikat pengorbanan terus mempunyai relevansi dalam 613 mitzvot, teologi Yudaisme dan halakha (hukum-hukum Yahudi), terutama dalam Yudaisme Ortodoks. Menurut persepsi Yahudi kedatangan Mesias tidak menghapuskan persyaratan untuk memelihara seluruh 613 perintah.


 


Halakha


Halakha (bahasa Ibrani: הֲלָכָה) (Sefardim: [halaˈχa]; juga dialihaksarakan Halocho (Ashkenazi: [haˈloχo], atau Halacha) ialah suatu istilah untuk kumpulan aturan agama orang Yahudi, termasuk aturan yang tertulis dalam Alkitab Ibrani (yaitu 613 mitzvot) dan hukum Talmud maupun aturan rabbinik yang ditetapkan kemudian, serta sejumlah watak dan tradisi.


Yudaisme tidak membedakan hukum-hukumnya dalam hal hidup beragama maupun di luar kehidupan agama. Tradisi keagamaan Yahudi tidak membedakan secara terperinci antara identitas agama, nasional ras, atau etnis.[1] Halakha tidak hanya mengatur praktik-praktik dan keyakinan agama, tetapi juga aneka macam aspek dari kehidupan sehari-hari. Halakha sering diterjemahkan sebagai “Hukum Yahudi”, meskipun terjemahan yang lebih harfiah ialah “jalur” atau “jalanan”. Kata ini berasal dari akar kata Semitik yang bermakna “pergi” atau “berjalan”.


Dalam sejarahnya di diaspora, Halakha dijadikan oleh banyak komunitas Yahudi sebagai aturan sipil dan agama. Sejak Zaman Pencerahan, emansipasi, dan haskalahdalam era modern, orang Yahudi terikat pada Halakha hanya atas kemuan sukarela. Di bawah aturan Israel sekarang, aturan status keluarga dan pribadi Israel tertentu berada di bawah otoritas pengadilan rabinik dan karenanya diperlakukan menurut Halakha. Beberapa perbedaan di dalam Halakha itu sendiri ditemukan di antara komunitas Yahudi Ashkenazi, Mizrahi, Sefardim, dan orang Yahudi Yaman, yang merupakan cerminan keragaman sejarah dan geografis aneka macam komunitas Yahudi dalam Diaspora.


 


Tempat Beribadah Agama Yahudi


Sinagoga atau Kanisah (bahasa Inggris: Synagogue) ialah nama kawasan beribadah orang Yahudi. Di dalam bahasa aslinya (bahasa Yunani: συναγωγή, synagogē atau sunagogē, berarti “perkumpulan”; bahasa Perancis/bahasa Inggris: synagogue) terdiri dari kata Yunani συν (syn, = bersama), dan αγωγή agogé, berguru atau pendidikan, sinagoga mempunyai arti “belajar bersama” selain berkumpul bersama. Kata tersebut merupakan terjemahan dari kata Ibrani, eda, yang berarti jemaah, sehingga pengertian sinagoga yang bergotong-royong bukanlah suatu kawasan atau gedung tertentu melainkan persekutuan.


Sinagoga, bersama gerakan yudaisme rabinik, mempunyai kiprah penting dalam membentuk contoh keagamaan Yahudi hingga kini, khususnya setelah Bait Suci yang menjadi sentra peribadah umat Yahudi hancur pada tahun 70 M. Baca selanjutnya: Sinagoga Tempat Beribadah Agama Yahudi


 


Bacaan Lainnya



 


 ialah kepercayaan yang unik untuk orang √ Agama Yahudi

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com


 


 ialah kepercayaan yang unik untuk orang √ Agama Yahudi

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter


 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!



Sumber bacaan: WikipediaBBC (Inggris),


                      


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)