Showing posts with label Majalengka. Show all posts
Showing posts with label Majalengka. Show all posts

Saturday, June 9, 2018

√ Rumah Adab Panjalin, Warisan Sunda Kuno Majalengka

Setiap kawasan di Indonesia tentu mempunyai rumah budpekerti masing-masing, begitupun di sekitar Karesidenan Cirebon khususnya Majalengka terdapat rumah budpekerti peninggalan kebudayaan masyarakat Sunda kuno yaitu Rumah Adat Panjalin. Rumah budpekerti Jawa Barat paling umum ialah rumah Panggung, namun rumah budpekerti Panjalin agak sedikit berbeda dari rumah panggung suku Sunda kebanyakan. Karena penasaran, aku pun mencoba pergi mengunjungi TKP untuk melihatnya.

Kami berangkat dari sentra kota Majalengka menuju arah Sumberjaya lewat Jatiwangi. Rumah budpekerti Panjalin terletak di Desa Panjalin Kidul RT 1  RW 5 Kecamatan Sumberjaya, sekitar 24 dari kota Majalengka. Ada dua rute yang sanggup ditempuh yaitu lewat jalur Jatiwangi atau lewat Rajagaluh. Baca juga: Sejuknya perkebunan teh Sadarehe

Jalanan hari itu cukup padat alasannya ialah masih long weekend menyambut puasa Ramadhan. Dari jalan raya Jatiwangi sebelum Pasar Sumberjaya sebelah kiri akan ada gapura bertuliskan gerbang masuk Desa Panjalin. Kami kemudian belok kiri dan menyusuri jalan tersebut hingga hingga di percabangan bersahabat balai desa dan masjid. Dari pertigaan tersebut kemudian belok kiri dan mentok ada gang, masuk saja ke dalam, Rumah budpekerti Panjalin memang berada di gang sempit. Kalau anda bingung, Tanya saja ke warga sekitar niscaya akan menawarkan jalannya.
Rumah Adat Panjalin


Ruangan dibagi dua
Beberapa meter kemudian di samping kanan jalan maka akan ketemu rumah budpekerti tersebut. Rumah budpekerti ini berada di sekitar rumah-rumah penduduk dan kini dipagari. Sekilas rumah budpekerti Panjalin bertipe rumah panggung dan ibarat lumbung padi. Rumah panggung ini berukuran 9 x 9 m dengan 16 tiang penyangga dari kayu di bawahnya. Kayu penyangga rumah cukup tinggi berbeda dengan penyangga rumah budpekerti Sunda pada umumnya. Atap rumah ini dulunya memakai rumbia namun kini diganti dengan genteng. Baca juga: Mau berenang di mata air Telaga Nilem?
Pintu masuk rumah cuma satu

Kayu pondasi rumah
Dinding rumah terbuat dari kayu dan sebagian dari bilik anyaman bambu. Lantai nya memakai anyaman bambu juga. Terdapat satu pintu dan satu tangga untuk masuk ke dalam rumah Panjalin. Ruangan dibagi menjadi dua yang dibatasi oleh pintu dan dinding kayu. Nampknya belum banyak orang yang tiba mengunjungi objek wisata budaya ini kecuali beberapa masyarakat yang ingin berziarah.

Konon rumah budpekerti ini dibangun oleh Eyang Sanata, yang merupakan keturunan Talaga. Beliau juga membuatkan agama Islam di kawasan ini, namun bukti otentik rumah budpekerti Panjalin sebagai peninggalan Islam masih belum ada. Kini rumah budpekerti Panjalin diurus oleh keturunan Raden Sanata. Bagi yang ingin tau silahakn tiba saja ke sana, gratis ko ga bayar. Baca juga: Main ke kebun teh Taraju yuk!

Sumber http://www.gurugeografi.id

Sunday, June 3, 2018

√ Pulang Kampung Jangan Lupa Mampir Ke Majalengka

Musim pulang kampung sudah datang dan para kaum urban khususnya di Jakarta dan sekitarnya sudah mulai melakukan hajatan tahunannya yaitu mudik. Mudik memang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia ketika lebaran tiba. Bicara pulang kampung maka yang paling sering muncul di gosip tentu ialah peta jalur pulang kampung utama di Jawa yaitu jalur Pantura dan jalur Selatan. Kedua jalur ini merupakan jalur pulang kampung utama dan sering menjadi sentra kepadatan ketika trend pulang kampung tiba.

Jika kau pulang kampung ke arah Kuningan atau Cirebon dan tidak memakai saluran pantura atau tol Cipali maka tidak salahnya untuk memakai jalur tengah dan mampir ke Majalengka. Majalengka merupakan sebuah kabupaten di bab tengah Jawa Barat arah timur. Kota Majalengka merupakan sebuah kota kecil yang cocok dijadikan tempat istirihat atau rekreasi ketika liburan tiba. Saya akan berikan deskripsi singkat perihal kota yang masih asri ini.
Musim pulang kampung sudah datang dan para kaum urban khususnya di Jakarta dan sekitarnya sudah mulai √ Mudik Jangan Lupa Mampir Ke Majalengka
Terasering Argapura Majalengka
Kondisi Geografis
Majalengka secara geografis berbatas dengan Kabupaten Sumedang di barat, Kabupaten Subang dan Indramayu di utara, Kabupaten Kuningan di timur dan Kabupaten Tasikmalaya di selatan. Majalengka berada di wilayah pegunungan tengah Jawa Barat sehingga morfologinya didominasi oleh bukit-bukit. Dataran rendah mulai muncul di bab utara. Majalengka berada di kaki Gunung Ciremai bab barat. Kota Majalengka mempunyai pola memanjang dan tidak terlalu luas. 

Dengan berada di kaki Ciremai maka sumber air sangat melimpah sekali di sini. Saluran irigasi sudah menyebar ke seluruh penjuru desa. Oleh alasannya ialah itu Kabupaten Majalengka merupakan salah satu sentra agropolitan di Jawa Barat. Kota Majalengka dikenal juga sebagai kota angin lantaran lokasinya yang berada diantara pegunungan sehingga memungkinkan angin berhembus dari atas pegunungan ke bawah. 

Wisata 
Jika kau berkunjung ke Majalengka maka kau harus mengunjungi bermacam-macam tempat wisata alam yang ada di sini. Karena berada di kawasan depresi pegunungan tengah maka jangan salah jikalau di Majalengka banyak terdapat air terjun, mata air dan bukti-bukit. Kini banyak sekali lokasi wisata alam di Majalengka mulai dikembangkan dan menjadi sarana promosi daerah. Apalagi kehadiran tol Cipali, Cisumdawu dan Bandara Kertajati tentu akan menambah pesat kunjungan ke kota ini di masa depan. Berikut ini beberapa referensi lokasi wisata di Majalengka yang pernah saya kunjungi:
- Curug Tonjong

Dan masih banyak spot wisata lainnya yang sanggup anda kunjungi di Majalengka. Anda sanggup googling saja di google.


Kuliner
Berbicara masakan maka Majalengka punya beberapa masakan khas yang memang unik dan berbeda dari yang lainnya. Anda jangan heran jikalau harga masakan disini masih sangat murah. Beberapa masakan khas Majalengka diantaranya jalakotek, sorabi dan sate panggang.

Sumber http://www.gurugeografi.id