Monday, January 23, 2017

√ Google Akan Segera Tampilkan Url Orisinil Pada Halaman Amp Dan Tinggalkan Awalan Google.Com/Amp

Accelerated Mobile Pages sekarang telah banyak diadopsi secara luas oleh Publisher. AMP terbukti memperlihatkan fasilitas dan kecepatan dalam memuat halaman web. Namun, satu keluhan dari Publisher yaitu denah URL yang tidak ditampilkan pada halaman AMP semenjak awal.


Kabanyakan halaman AMP diawali dengan URL google.com/amp alasannya untuk menangani dilema privasi dan untuk memperlihatkan kecepatan yang diharapkan. Karena alasan privasi tersebut maka mustahil memuat halaman dari server Publisher. Publisher dihentikan tahu apa yang diminati orang hingga mereka secara aktif membuka halaman tersebut.


Sebagai gantinya, halaman dimuat dari Google AMP Cache dengan menambahkan awalan URL google.com/amp.


Awalan URL ini telah dikritik dengan sejumlah alasan, ibarat kaitannya dengan dilema isu hoax atau palsu. Tingkat doktrin pengguna menjadi berkurang dari website yang sudah bereputasi alasannya memakai AMP dengan kehadiran URL google.com/amp tersebut.


Karena ini ialah feedback yang paling banyak diminta Publisher. Google karenanya mulai menampilkan alamat URL dikala pengguna mengklik artikel AMP melalui aplikasi Google untuk Android dan iOS. Namun, dilema utamanya orang masing melihat awalan URL google.com/amp pada address bar di web.


Accelerated Mobile Pages sekarang telah banyak diadopsi secara luas oleh Publisher √ Google Akan Segera Tampilkan URL Asli pada Halaman AMP dan Tinggalkan Awalan google.com/amp
URL AMP di browser Chrome

Setelah melaksanakan upaya dalam beberapa bulan, Google karenanya menemukan solusi dengan mendesain ulang Google AMP Cache menurut standar Web Packaging yang gres dari W3C. Jika kau belum tahu W3C ialah konsorsium yang bekerja untuk membuatkan standar-standar web.


“Berdasarkan standar navigasi web AMP dari Google Search sanggup mengambil laba dari preloading proteksi privasi dan kinerja dari server Google, sementara URL tetap menjadi tujuan utama publisher dan konteks keamanan utama dari web, asalnya, tetap utuh.” kata Tech Lead untuk AMP Project Google dalam blog.


Prototype awal yang melibatkan browser Chrome dan versi eksperimental dari Google Search memperlihatkan keseimbangan UX dan kinerja yang diinginkan dalam kasus yang nyata.


Agar solusi tersebut berhasil, browser perlu mendapat pemberian standar Web Packaging yang sanggup bekerja pada Chrome secara langsung. Google yakin bahwa browser lain akan mengadopsi standar tersebut dengan mendesain AMP Cache yang didesain ulang untuk diluncurkan ke pengguna pada pertengahan tahun 2018 ini.


*Publisher disini maksudnya ialah pemilik blog atau website berita



Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon