Sunday, January 22, 2017

√ Kiprah Simpulan Modul 2 Tki Tik Ppgdaljab


1.   Buatlah rancang jaringan pada packet tracer yang terdiri dari 2 PC server dan 6 PC Client yang sanggup saling berkomunikasi dengan teknik Routing Statis dan Dinamis dan buatlah laporannya.


Jawab
a.   ROUTING STATIS

Keterangan :
1)    Router A :
-     IP Serial : 10.10.10.1/8
-     IP FastEthernet : 192.168.10.254/24
2)    Server A :
-     IP FastEthernet : 192.168.10.253/24
3)    PC Client
-     IP PC 1 : 192.168.10.1/24
-     IP PC 2 : 192.168.10.2/24
-     IP PC 3 : 192.168.10.3/24
4)    Router B :
-     IP Serial : 10.10.10.2/8
-     IP FastEthernet : 172.16.10.254/16
5)    Server B :
-     IP FastEthernet : 172.16.10.253/16
6)    PC Client
-     IP PC 4 : 172.16.10.1/16
-     IP PC 5 : 172.16.10.2/16
-     IP PC 6 : 172.16.10.3/16

Konfigurasi Routing Static Router A

-     Pada Router A, pilih tab Config dan pilih Static, kemudian isikan :
-     Network : 172.16.0.0 (Net ID pada port FE di Router tujuan)
-     Mask : 255.255.0.0 (Sesuaikan dengan kelas IP yang digunakan)
-     Next Hop : 10.10.10.2 (IP pada port serial Port tujuan)

Konfigurasi Routing Static Router B

-     Pada Router B, pilih tab Config dan pilih Static, kemudian isikan :
-     Network : 192.168.10.0 (Net ID pada port FE di Router tujuan)
-     Mask : 255.255.255.0 (Sesuaikan dengan kelas IP yang digunakan)
-     Next Hop : 10.10.10.1 (IP pada port serial Port tujuan)

  
Uji Coba Koneksi


Saya melaksanakan uji coba koneksi dengan melaksanakan ping dari PC6 di RouterB menuju PC2 di RouterA, dengan melaksanakan ping pada PC Client yang masing-masing berbeda kelas IP Address, dan dengan Status koneksi = BERHASIL !

b.   ROUTING DINAMIS

Keterangan :
1)    Perangkat yang digunakan
a)    Router A
-     1 Server
-     3 PC Client
b)    Router B
-     1 Server
-     3 PC Client
2)    Konfigurasi
a)    Konfigurasi untuk masing-masing Router (Belum ada koneksi antara Router A dan Router B)
Router A


-     IP pada port Serial : 10.10.10.1/8. Port ini yaitu jalur yang saling terhubung degan Router B
-     IP pada port Fast Ethernet : 192.168.10.254/24. Port ini yaitu jalur yang saling terhubung dengan server
-     

-     Server di bawah Router A, mempunyai IP : 192.168.10.253/24 dan Internet Gateway : 192.168.10.254 (diambil dari FE: Router A) dan jalur penghubung antara server dan router dari switch.

-     PC Client dibawah Router A, dihubungkan melalui switch dengan Server, untuk IP PC Client 1 : 192.168.10.1, IP PC Client 2 : 192.168.10.2, dan IP PC Client 3 : 192.168.10.3. Masing – masing PC Client memakai Internet Gateway : 192.168.10.254 (diambil dari FE Router A)

Router B

-     IP pada port Serial : 10.10.10.2/8. Port ini yaitu jalur yang saling terhubung degan Router A
-     IP pada port Fast Ethernet : 172.16.10.254/16. Port ini yaitu jalur yang saling terhubung dengan server B yang berada di bawah router B

-     

-     Server di bawah Router A, mempunyai IP : 172.16.10.253/16 dan Internet Gateway : 172.16.10.254 (diambil dari FE: Router B) dan jalur penghubung antara server dan router dari switch.


-     PC Client dibawah Router A, dihubungkan melalui switch dengan Server, untuk IP PC Client 4 : 172.16.10.1, IP PC Client 5 : 172.16.10.2, dan IP PC Client 6 : 172.16.10.3. Masing – masing PC Client memakai Internet Gateway : 172.16.10.254 (diambil dari FE Router B)

b)    Konfigurasi untuk mengkoneksikan Router A dan Router B
-     Pada konfigurasi dibagian A, belum terjadi koneksi antara kedua Router, yang ada hanya koneksi hanya didalam 1 Router saja.
-     Untuk mengkoneksikan Router secara dinamis, aku memakai Routing RIP (Routing Information Protocol), berikut cara konfigurasinya :

Konfigurasi RIP - ROUTER A dan ROUTER B
-     Klik Router A – pilih tab CLI

-      Kemudian awalnya kita ketikan exit hingga posisi di Router (Config)#

-     Kemudian ketikkan sintax menyerupai gambar dibawah ini dan masukkan semua Network ID yang kita gunakan
-     Kemudian cek dari tampilan GUI, dari tab Config kemudian pilih RIP, disini kita sanggup melihat network ID yang telah kita inputkan dari CLI

-     Untuk settingan di Router B, langkah-langkahnya sama persis dengan settingan di Router A
c)    Uji Coba Konfigurasi
Selanjutnya kita akan mencoba apakah kedua router (Router A dan Router B) telah saling terkoneksi, dalam hal ini aku akan mencoba ping dari PC Client 1 di Router A yang berIP : 192.168.10.1 ke PC Client 6 di Router B yang berIP : 172.16.10.3. Berikut hasil ujicobanya :

Dari hasil ujicoba menyerupai gambar diatas, PC 1 melaksanakan koneksi ke PC 6 dengan kelas IP yang berbeda, statusnya BERHASIL.


2.   Buatlah jaringan sederhana yang terdiri 1 pc server dan 4 pc client dengan memakai teknik DHCP pada pinjaman alamat IP pada masing-masing client, dokumentasikan dan buatlah laporannya.

Jawab

Keterangan :
-     Server mempunyai IP 192.168.10.254 dan IP Pool 192.168.10.1 – 192.168.10.5
-     IP Client 1 : Dapat Otomatis (DHCP)
-     IP Client 2 : Dapat Otomatis (DHCP)
-     IP Client 3 : Dapat Otomatis (DHCP)
-     IP Client 4 : Dapat Otomatis (DHCP)

Konfigurasi
-     Klik Server – Pilih Tab Desktop – Pilih IP Configuration
-     Setting terlebih dahulu IP Server menyerupai gambar dibawah ini.
-     Pilih lagi Tab Services – Pilih DHCP
-     Atur settingan menyerupai gambar dibawah ini, kemudin klik Save

-     Setting IP untuk semua Client menjadi DHCP (Pindahkan Radio Button dari Static ke DHCP) menyerupai gambar dibawah ini, dan secara otomatis IP Client akan terisi sendiri.


 
Uji Coba

Uji coba dari gambar diatas, aku melaksanakan ping dari PC Client 1 ke PC Client 4, dan status koneksinya = BERHASIL

Sumber http://kompilasidata.blogspot.com


EmoticonEmoticon