Contoh Penyakit Autoimun
Menanggapi pemicu yang tidak diketahui, sistem kekebalan mungkin mulai memproduksi antibodi yang bukannya melawan infeksi, menyerang jaringan tubuh sendiri. Perawatan untuk penyakit autoimun umumnya berfokus pada pengurangan acara sistem kekebalan tubuh. Dibawah ini yaitu rujukan penyakit autoimun yang umum.
Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi dikala sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Padahal, sistem kekebalan tubuh seharusnya menjadi pelindung bagi tubuh untuk melawan penyakit dan sel jahat, mirip basil maupun virus.
Radang sendi / artritis reumatoid
Sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang melekat pada lapisan sendi. Sel-sel sistem kekebalan tubuh kemudian menyerang sendi, menimbulkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri. Jika tidak diobati, rheumatoid arthritis secara sedikit demi sedikit menimbulkan kerusakan sendi permanen. Perawatan untuk rheumatoid arthritis sanggup meliputi banyak sekali obat oral atau injeksi yang mengurangi sistem kekebalan tubuh dari aktivitas. Baca juga: Apakah Rematik dan Asam Urat Adalah Penyakit Yang Sama?
Lupus erythematosus sistemik (lupus)
Orang dengan lupus mengembangkan antibodi autoimun yang sanggup melekat pada jaringan di seluruh tubuh.
Sendi, paru-paru, sel darah, saraf, dan ginjal umumnya terkena lupus. Penyakit lupus yaitu yang dimana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat di banyak belahan tubuh. Perawatan seringkali membutuhkan prednison oral harian, steroid yang mengurangi fungsi sistem kekebalan tubuh.
Penyebab penyakit lupus dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal tubuh insan dan lingkungan. Secara umum, faktor penyebab niscaya timbulnya penyakit lupus belum diketahui:
- Faktor internal
Faktor internal disebabkan oleh faktor genetika yang menimbulkan adanya kecenderungan anomali pada sistem antibodi yang menyerang bagian-bagian jaringan tubuh. Karena itu, penyakit lupus sering diidentikkan dengan penyakit turunan. Fakta memperlihatkan bahwa penyakit lupus akan lebih berisiko diidap oleh orang dari beberapa ras mirip ras Asia, Hispanik, dan Amerika Afrika.
- Faktor eksternal
Penyebab eksternal lupus terkait bersahabat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Faktor eksternal berarti serangkaian atau satuan penyebab yang merangsang reaksi zat antibodi yang jadinya menyerang jaringan tubuh. Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain:
- Stress berlebihan.
- Penggunaan obat contohnya prokainamid, hidralazin, dan isoniazid
- Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu
Penyakit radang usus (IBD: Inflammatory bowel disease)
Sistem kekebalan menyerang lapisan usus, menimbulkan episode diare, perdarahan dubur, buang air besar yang mendesak, sakit perut, demam, dan penurunan berat badan. Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn yaitu dua bentuk utama IBD. Obat penekan kekebalan oral dan injeksi sanggup mengobati IBD.
Multiple sclerosis (MS)
Sistem kekebalan menyerang sel-sel saraf, menimbulkan tanda-tanda yang sanggup meliputi rasa sakit, kebutaan, kelemahan, koordinasi yang buruk, dan kejang otot. Berbagai obat yang menekan sistem kekebalan tubuh sanggup dipakai untuk mengobati multiple sclerosis.
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit demielinasi di mana sel isolasi saraf di otak dan sumsum tulang belakang rusak.
Kerusakan ini mengganggu kemampuan bagian-bagian sistem saraf untuk berkomunikasi, menghasilkan banyak sekali tanda dan gejala, termasuk duduk kasus fisik, mental, dan terkadang kejiwaan.
Gejala spesifik sanggup meliputi penglihatan ganda, kebutaan pada satu mata, kelemahan otot, duduk kasus dengan sensasi, atau duduk kasus dengan koordinasi. MS mempunyai beberapa bentuk, dengan tanda-tanda gres baik yang terjadi dalam serangan terisolasi (relapsing form) atau menumpuk seiring waktu (bentuk progresif).
Di antara serangan, tanda-tanda sanggup hilang sepenuhnya; Namun, duduk kasus neurologis permanen sering tetap, terutama dikala penyakit ini berkembang.
Diabetes melitus tipe 1
Antibodi sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Pada usia remaja muda, penderita diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin untuk bertahan hidup.
Penyakit ini yaitu salah satu rujukan penyakit autoimun yang dikenal juga sebagai diabetes tipe 1; disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin yang berfungsi untuk memindahkan glukosa dari dalam darah ke dalam sel.
Tanpa insulin, sel-sel tubuh akan mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menimbulkan turunnya berat badan. Ini sanggup menimbulkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 1, yaitu dikala darah menjadi terlalu asam serta terjadi kehilangan cairan tubuh yang membahayakan.
Diabetes tipe 1 termasuk penyakit autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dalam pankreas lantaran menganggap mereka membahayakan tubuh.
Sindrom Guillain-Barre (SGB)
Sistem kekebalan menyerang saraf yang mengendalikan otot-otot di kaki dan kadang kala lengan dan tubuh belahan atas. Kelemahan hasil, yang kadang kala bisa parah.
Memfilter darah dengan mekanisme yang disebut plasmapheresis yaitu pengobatan utama untuk sindrom Guillain-Barre.
Pada kondisi normal, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan antigen (zat yang berinteraksi dengan antibodi atau reseptor pada limfosit) ketika tubuh terinfeksi penyakit, virus, atau bakteri. Pada kasus SGB, antibodi malah menyerang sistem saraf tepi dan menimbulkan kerusakan sel saraf. Hal ini ditimbulkan lantaran antibodi merusak selubung mielin yang menyelubungi sel saraf (demielinasi). Kerusakan yang ditimbulkan dimulai dari pangkal ke tepi atau dari atas ke bawah. Kerusakan tersebut akan menimbulkan kelumpuhan motorik dan gangguan sensibilitas. Jika kerusakan terjadi hingga pangkal saraf maka sanggup terjadi kelainan pada sumsum tulang belakang.
Gejala-gejala yang sanggup timbul pada penderita SGB yaitu kehilangan sensitivitas, mirip kesemutan, kebas (mati rasa), rasa terbakar, atau nyeri, dengan pola persebaran yang tidak teratur dan sanggup berubah-ubah. Kelumpuhan pada pasien SGB biasanya terjadi dari belahan tubuh bawah ke atas atau dari luar ke dalam secara bertahap, namun dalam waktu yang bervariasi. Penderita SGB parah, kerusakan sanggup berdampak pada paru-paru dan melemahkan otot-otot pernapasan sehingga dibutuhkan ventilator untuk menjaga pasien semoga tetap bertahan. Kondisi penderita sanggup bertambah parah lantaran kemungkin terjadi infeksi di dalam paru-paru akhir berkurangnya kemampuan pertukaran gas dan kemampuan membersihkan susukan pernapasan. Kematian umumnya terjadi lantaran kegagalan pernapasan dan infeksi yang ditimbulkan.
Sindrom CREST
Juga dikenal sebagai skleroderma terbatas, yaitu penyakit jaringan ikat yang menyebar dengan tanda-tanda utama yaitu duduk kasus pada kulit, pembuluh darah, otot rangka, dan organ dalam. Gejala-gejala sindrom CREST sering dikaitkan dengan bentuk umum penyakit sistemik sklerosis (skleroderma).
CREST tidak gampang didiagnosis lantaran memalsukan tanda-tanda dari jaringan ikat dan penyakit autoimun lainnya. Diagnosis biasanya diberikan ketika seorang pasien memperlihatkan dua atau lebih dari lima tanda-tanda klinis utama.
Sistem kekebalan tubuh (imun) orang dengan sindrom CREST sepertinya merangsang sel fibroblas untuk memproduksi kolagen dalam jumlah berlebihan. Idealnya, fibroblas memproduksi kolagen untuk membantu penyembuhan luka.
Namun, dalam kasus ini, protein kolagen tetap diproduksi meskipun tubuh tidak sedang membutuhkannya. Akibatnya, terbentuklah jaringan ikat tebal di sekitar sel-sel kulit, pembuluh darah, dan organ dalam.
Sindrom Evans
Adalah salah satu rujukan penyakit autoimun di mana sistem kekebalan seseorang menyerang sel darah merah, sel darah putih, dan / atau trombosit mereka sendiri. Peristiwa ini sanggup terjadi secara bersamaan atau satu sanggup mengikuti dari yang lain.
Keseluruhan patologinya ibarat kombinasi anemia hemolitik autoimun dan purpura trombositopenik imun. Anemia hemolitik autoimun yaitu suatu kondisi di mana sel-sel darah merah yang biasanya membawa oksigen dan karbon dioksida dihancurkan oleh proses autoimun.
Purpura trombositopenik kekebalan yaitu suatu kondisi di mana trombosit dihancurkan oleh proses autoimun. Trombosit yaitu komponen darah yang berkontribusi pada pembentukan bekuan darah dalam tubuh untuk mencegah pendarahan.
Sindrom ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1951 oleh R. S. Evans dan rekannya.
Psorias
Pada psoriasis, sel-sel darah sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif yang disebut sel-T berkumpul di kulit. Aktivitas sistem kekebalan merangsang sel-sel kulit untuk bereproduksi dengan cepat, menghasilkan plak bersisik, berwarna perak pada kulit.
Faktor-faktor yang sanggup memicu psoriasis diantaranya adalah:
1. Trauma fisik (Koebner Phenomenon), akhir goresan atau garukan.
2. Infeksi: infeksi streptokokus dapat menimbulkan psoriasis gutata
3. Stress: faktor lain yang memicu timbulnya psoriasis yaitu stress, insidensi nya sebanyak 40% dan lebih tinggi lagi pada anak-anak.
4. Obat: obat-obatan yang sanggup memicu timbulnya psoriasis yaitu glukokortikoid, lithium, obat antimalaria, dan B blocker.
Penyakit graves
Sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk melepaskan kelebihan hormon tiroid ke dalam darah (hipertiroidisme). Penyakit graves yaitu salah satu rujukan penyakit autoimun.
Gejala penyakit Graves sanggup berupa mata melotot serta penurunan berat badan, gugup, gampang marah, detak jantung yang cepat, kelemahan, dan rambut rapuh. Penghancuran atau pengangkatan kelenjar tiroid, memakai obat-obatan atau pembedahan, biasanya dibutuhkan untuk mengobati penyakit Grave.
Tiroiditis Hashimoto
Antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid, perlahan-lahan menghancurkan sel-sel yang menghasilkan hormon tiroid. Kadar hormon tiroid yang rendah berkembang (hipotiroidisme), biasanya selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Gejalanya meliputi kelelahan, sembelit, kenaikan berat badan, depresi, kulit kering, dan kepekaan terhadap dingin. Mengambil pil hormon tiroid sintetis harian memulihkan fungsi normal tubuh.
Myasthenia gravis
Antibodi mengikat saraf dan membuatnya tidak sanggup menstimulasi otot dengan benar. Kelemahan yang semakin memburuk dengan acara yaitu tanda-tanda utama dari myasthenia gravis.
Mestinon (pyridostigmine) yaitu obat utama yang dipakai untuk mengobati myasthenia gravis.
Vaskulitis
Sistem kekebalan menyerang dan merusak pembuluh darah dalam kelompok penyakit autoimun ini. Vaskulitis terjadi lantaran sistem kekebalan tubuh melaksanakan kesalahan dan menyerang pembuluh darah. Sel yang rusak akan menghasilkan zat kimia yang menimbulkan pembuluh darah membocorkan cairan ke jaringan dan serta menimbulkan pembengkakan.
Vaskulitis sanggup mensugesti organ apa pun, sehingga gejalanya sangat bervariasi dan sanggup terjadi hampir di semua belahan tubuh.
Perawatan termasuk mengurangi acara sistem kekebalan tubuh, biasanya dengan prednison atau kortikosteroid lain.
Skleroderma
Adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan pengerasan dan penebalan kulit dan duduk kasus pada organ dalam tubuh. Kondisi ini terjadi dikala sistem imunitas tubuh menyerang jaringan ikat, sehingga kulit menjadi tebal atau keras.
Skleroderma terlokalisasi hanya mensugesti kulit dan tidak mensugesti keinginan hidup seseorang.
Skleroderma sistemik menimbulkan perusakan jaringan atau fibrosis yang terbentuk di kulit maupun organ-organ belahan dalam lainnya.
Fibrosis akan mengubah kulit atau organ lainnya menjadi mengeras. Sampai dikala ini belum ada obat maupun perawatan yang telah terbukti menyembuhkan skleroderma.
Tanda penyakit ini bervariasi tergantung belahan mana yang diserang. Gejala yang biasa timbul antara lain timbul bercak-bercak yang mengeras dan mengencang pada kulit, terjadi perubahan warna pada jari, terbentuk benjolan pada jari tangan, terbentuk benjolan pada tempat bertulang, bunyi berderak dikala menggerakkan belahan persendian akhir peradangan jaringan, terbentuk jaringan parut di esofakus sehingga sulit menelan, gangguan perembesan masakan sehingga menjadi turun berat badan, dan terbentuk jaringan parut pada paru sehingga penderita sulit bernapas.
Seliak (penyakit)
Penyakit seliak atau celiac yaitu duduk kasus yang terjadi pada pencernaan dikala seseorang mengonsumsi masakan yang mengandung gluten. Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian gandum, barley, gandung hitam, dan triticale. Penyakit ini merupakan kondisi autoimun di mana tubuh salah mengenali senyawa yang terkandung di dalam gluten sebagai ancaman bagi tubuh.
Bila Anda mempunyai penyakit celiac kemudian Anda makan masakan yang mengandung gluten, hal itu memicu respon imun yang tidak normal. Kerusakan ini terjadi di belahan dalam usus kecil sehingga usus kecil tidak sanggup melaksanakan fungsinya dengan baik dalam hal menyerap nutrisi dari makanan.
Endometriosis
Adalah duduk kasus yang mensugesti rahim wanita. Endometriosis terjadi ketika jenis jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di tempat lain. Ini sanggup tumbuh di ovarium, di belakang rahim atau di usus atau kandung kemih.
Jarang, jaringan tersebut tumbuh di belahan lain dari tubuh. Jaringan yang “salah tempat” ini sanggup menimbulkan rasa sakit, infertilitas, dan menstruasi yang sangat berat. Rasa sakit biasanya di perut, punggung bawah atau tempat panggul. Beberapa perempuan tidak mempunyai tanda-tanda sama sekali. Kesulitan hamil mungkin merupakan tanda pertama.
Chagas (penyakit)
Disebabkan oleh benalu yang disebut Trypanosoma cruzi, kadang kala disebut kissing bug “serangga berciuman” dan terkait dengan trypanosome Afrika yang menimbulkan penyakit tidur. Ini yaitu salah satu duduk kasus kesehatan utama di Amerika Selatan. Karena imigrasi, penyakit ini juga menyerang orang-orang di Amerika Serikat. Serangga penghisap darah yang terinfeksi menyebarkannya. Ketika bug menggigit Anda, biasanya di wajah Anda, ia meninggalkan limbah yang terinfeksi. Anda bisa mendapat infeksi kalau Anda menggosoknya di mata atau hidung Anda, luka gigitan atau luka.
Penyakit Chagas yaitu salah satu rujukan penyakit autoimun dan juga sanggup menyebar melalui masakan yang terkontaminasi, transfusi darah, organ yang disumbangkan atau dari ibu ke bayi selama kehamilan. Jika Anda melihat gejala, mereka mungkin termasuk: demam, tanda-tanda mirip flu, ruam, atau kelopak mata bengkak.
Gejala-gejala awal ini biasanya hilang. Namun, kalau Anda tidak mengobati infeksi, infeksi tetap ada di tubuh Anda. Kemudian, itu sanggup menimbulkan duduk kasus usus dan jantung yang serius. Pemeriksaan fisik dan tes darah sanggup mendiagnosisnya. Anda juga mungkin memerlukan tes untuk melihat apakah penyakit tersebut telah mensugesti usus dan jantung Anda. Obat-obatan sanggup membunuh parasit, terutama semenjak dini. Anda juga sanggup menangani duduk kasus terkait.
Penyakit Crohn
Adalah salah satu rujukan penyakit autoimun penyakit radang usus autoimun yang ditandai dengan peradangan yang parah dan menetap pada lapisan atau dinding susukan pencernaan.
Crohn kadang kala disebut sebagai ileitis kronis, enteritis regional, atau kolitis granulomatosa. Bagian susukan pencernaan yang paling sering terkena yaitu segmen antara ileum dan rektum. Meskipun penyakit Crohn bisa sulit untuk dikelola dan hidup dengan, biasanya penyakit itu tidak mengancam jiwa.
Alveolitis fibrosa
juga dikenal sebagai fibrosis paru idiopatik (IPF: Idiopathic pulmonary fibrosis), melibatkan jaringan parut atau penebalan paru-paru. Dokter tidak tahu apa yang menimbulkan fibrosis paru idiopatik (IPF) atau mengapa beberapa orang mendapatkannya. Idiopatik berarti penyebabnya tidak diketahui. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh paru-paru dan sistem autoimun yang merespon zat atau cedera yang tidak diketahui. Gen sanggup berperan dalam mengembangkan IPF. Penyakit ini paling sering terjadi pada orang berusia antara 50 dan 70 tahun.
Ketika Anda mempunyai IPF, paru-paru Anda menjadi parut dan kaku. Ini membuat Anda sulit bernapas. Pada beberapa orang, IPF memburuk dengan cepat selama berbulan-bulan atau beberapa tahun. Di negara lain, IPF memburuk dalam waktu yang lebih lama.
Gejala sanggup meliputi nyeri dada (kadang-kadang), batuk (biasanya kering), penurunan toleransi untuk aktivitas, dan sesak napas selama acara (gejala ini berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dan seiring waktu sanggup juga terjadi ketika istirahat). Tidak ada obat yang diketahui untuk IPF. Perawatan ditujukan untuk menghilangkan gejala.
Sarkoidosis
Adalah kondisi di mana sel tubuh mengalami peradangan. Sarkoidosis lebih sering menyerang paru-paru, tetapi juga bisa ditemui di organ tubuh lainnya, mirip otak, mata, kulit, jantung, hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
Sarkoidosis yaitu salah satu rujukan penyakit autoimun yang menimbulkan peradangan, biasanya di paru-paru, kulit, atau kelenjar getah bening Anda. Dimulai sebagai benjolan kecil mirip biji-bijian, yang disebut granuloma. Sarkoidosis sanggup mensugesti organ apa pun di tubuh Anda.
Tidak ada yang yakin apa yang menimbulkan sarkoidosis. Ini mensugesti laki-laki dan perempuan dari segala usia dan ras. Ini terjadi sebagian besar pada orang berusia 20 hingga 50 tahun, orang Afrika-Amerika, terutama wanita, dan orang-orang dari Eropa Utara. Banyak orang tidak mempunyai gejala.
Jika Anda mempunyai gejala, mereka mungkin termasuk: batuk, sesak napas, penurunan berat badan, keringat malam, dan kelelahan. Tes untuk mendiagnosis sarkoidosis termasuk rontgen dada, tes fungsi paru-paru, dan biopsi. Tidak semua orang yang menderita penyakit ini membutuhkan perawatan. Jika Anda melakukannya, prednisone, sejenis steroid, yaitu pengobatan utama.
Demam Rematik (Rheumatic fever)
Demam Rematik yaitu suatu penyakit peradangan serius yang sanggup secara permaen mensugesti struktur dan fungsi jantung, terutama katup-katup jantung.
Demam reumatik atau disingkat “DR” merupakan suatu sindrom klinik akhir infeksi streptococcus beta–hemplyticus golongan A dengan tanda-tanda satu atau lebih tanda-tanda mayor yaitu poli artritis migrans akut, karditis, korea minor, nodul subkutan dan eritma marginatum.
Demam rematik akut biasanya muncul pada belum dewasa antara usia 6 dan 15 tahun, dengan hanya 20% dari serangan pertama kali terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini dinamakan demikian lantaran kesamaan dalam presentasi untuk rematik.

Contoh Penyakit Autoimun – Saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay
Skleritis
Adalah penyakit berupa radang selaput putih atau dalam kedokteran di sebut sklera mata. Penyakit skleritis yaitu salah satu rujukan penyakit autoimun dan tidak menular. Peradangan tersebut sanggup mengenai seluruh selaput mata atau hanya sebagian saja.
Skleritis yaitu peradangan sklera (dinding luar putih mata). Peradangan sklera sering dikaitkan dengan penyakit autoimun mirip rheumatoid arthritis dan systemic lupus erythematosus. Terkadang penyebabnya tidak diketahui. Scleritis paling sering terjadi pada orang berusia antara 30 dan 60 tahun. Ini jarang terjadi pada anak-anak.
Gejala skleritis meliputi: penglihatan kabur, pedih dan nyeri mata, bercak merah pada belahan mata yang biasanya berwarna putih, sensitivitas terhadap cahaya, dan sobekan mata. Bentuk langka dari penyakit ini tidak menimbulkan sakit mata atau kemerahan. Dalam kebanyakan kasus, kondisi hilang dengan perawatan. Tetapi mungkin kembali. Gangguan yang menimbulkan skleritis mungkin serius. Namun, itu mungkin tidak ditemukan dikala pertama kali Anda mempunyai masalah. Hasilnya akan tergantung pada gangguan spesifik.
Sperma & autoimunitas t3st1s
Sistem kekebalan tubuh insan dilatih selama periode pascanatal (setelah kelahiran) awal. Pada pria, dikala pubertas ketika sperma pertama kali muncul di t3st1s dan epididimis, sistem kekebalan tubuh insan akan mempunyai kesempatan untuk menghubungi antigen sperma. Demikian pula, ketika perempuan menjadi aktif secara secual, sistem kekebalan tubuh mereka niscaya akan menghubungi antigen sperma.
Karena itu, begitu sperma, sebagai autoantigen, mengaktifkan sistem kekebalan tubuh manusia, respons autoimun terhadap sperma insan akan terjadi. Barier t3st1s darah dan barier epitelium darah epididimis pada insan yaitu struktur penting dalam mencegah antigen sperma dari kontak sel imunokompeten, lantaran persimpangan yang ketat antara sel Sertoli dan epitel. Ini membuat kondisi yang menguntungkan untuk spermatogenesis dan kelangsungan hidup sperma dalam cairan t3st1s, dan pematangan sperma dalam cairan epididimis. Ini juga mencegah terjadinya autoimunitas sesudah pubertas.
Oleh lantaran itu, perubahan penghalang t3st1s darah dan penghalang epitel darah memungkinkan produksi ASAs dan, karenanya, sanggup menimbulkan infertilitas.
Ada 3 jenis autoimunitas sperma:
- Yang terkait dengan obstruksi susukan genital.
- Yang disertai dengan peradangan testrikular.
- Jenis yang terjadi secara impulsif yang tidak hadir dengan salah satu dari fitur terkait sebelumnya.
Sindrom Vogt-Koyanagi-Harada (VKH)
Adalah kelainan langka yang tidak diketahui asalnya yang mensugesti banyak sistem tubuh, termasuk mata, telinga, kulit, dan selubung otak dan sumsum tulang belakang (meninges).
Gejala yang paling mencolok yaitu hilangnya penglihatan dengan cepat. Mungkin juga ada tanda-tanda neurologis mirip sakit kepala parah, vertigo, mual, dan kantuk. Kehilangan pendengaran, dan kehilangan rambut (alopecia) dan warna kulit sanggup terjadi bersama, dengan pemutihan (kehilangan pigmentasi) rambut dan bulu mata (poliosis).
Pengobatan utama dari sindrom VKH yaitu kortikosteroid mirip prednisone. Dosis tinggi kortikosteroid biasanya dibutuhkan untuk mengontrol inflamasi. Beberapa pasien mungkin perlu diberikan kortikosteroid secara intra vena lantaran secara oral tidak cukup efektif. Pengobatan yang diberikan lebih awal dan lebih bernafsu biasanya menghasilkan komplikasi yang lebih ringan dan derajat rekurensi yang lebih kecil. Dalam pengobatan sindrom VKH mungkin juga dibutuhkan terapi imunosupresi untuk membantu mencapai hasil yang diinginkan.
Uveitis
Adalah peradangan pada uvea, di mana lapisan vaskular mata terjepit di antara retina dan putih mata (sclera).
Uveitis yaitu salah satu rujukan penyakit autoimun yang merupakan pembengkakan dan iritasi pada uvea, lapisan tengah mata. Uvea menyediakan sebagian besar suplai darah ke retina. Uveitis sanggup disebabkan oleh gangguan autoimun, termasuk rheumatoid arthritis atau ankylosing spondylitis. Ini juga sanggup disebabkan oleh infeksi atau paparan racun. Dalam banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui. Bentuk uveitis yang paling umum yaitu uveitis anterior. Ini melibatkan peradangan di belahan depan mata. Sering disebut iritis lantaran biasanya hanya mengenai iris, belahan mata yang berwarna.
Gangguan hanya sanggup mensugesti satu mata. Peradangan mungkin terkait dengan penyakit autoimun, tetapi kebanyakan kasus terjadi pada orang sehat. Ini paling umum pada orang muda dan setengah baya.
Gejala sanggup berkembang dengan cepat dan sanggup mencakup: penglihatan kabur, gelap, bintik-bintik mengambang di penglihatan, sakit mata, kemerahan mata, dan sensitivitas terhadap cahaya. Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar serangan uveitis anterior hilang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, masalahnya sering kembali.
Dermatomyositis
Adalah peradangan yang jarang terjadi. Gejalanya antara lain muncul ruam yang mencolok, otot lemas, radang miopati yang tidak diketahui sebabnya, serta radang otot. Dermatomyositis yaitu satu dari antara tiga inflamasi miopati.
Penyebab dermatomyositis yang niscaya belum diketahui. Namun, kondisi ini mirip dengan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sel-sel tubuh yang bertugas menyerang penyebab penyakit (disebut sebagai antibodi) malah menyerang sel-sel tubuh yang sehat.
Punya sistem kekebalan tubuh yang lemah juga bisa membuat Anda rentan terhadap kondisi ini. Sistem kekebalan tubuh Anda bisa melemah akhir infeksi virus, kanker, dan penyakit lainnya.
Penyakit Behcet atau Sindrom Behçet
Disebut juga sebagai Sindrom Adamantiades. Adalah penyakit langka yang mensugesti pembuluh darah kecil dan menimbulkan sistemik vaskulitis yang sering ditunjukan dengan ulserasi selaput lendir dan duduk kasus mata. Penyakit Behçet pertama kali dinamakan pada tahun 1937 diambil dari nama mahir Dermatologi turki berjulukan Hulusi Behçet.
Penyakit Behcet yaitu salah satu rujukan penyakit autoimun multisistem kronis yang melibatkan peradangan pembuluh darah, yang disebut vasculitis, di seluruh tubuh. Ini yaitu penyakit langka, paling sering ditemukan di negara-negara Mediterania Timur dan Asia Timur.
Ini mensugesti lebih banyak laki-laki muda daripada perempuan di negara-negara itu, tetapi di AS itu mensugesti lebih banyak wanita, paling sering berusia 20-an dan 30-an. Sistem saraf pusat, jantung, dan susukan usus mungkin terlibat. Karena penyakit ini sangat langka dan gejalanya tumpang tindih dengan penyakit lainnya, mungkin sulit untuk didiagnosis. Remisi impulsif sanggup terjadi, yang sanggup menambah kesulitan dalam diagnosis.
Sindrom Cogan
Adalah kelainan langka yang ditandai dengan peradangan berulang pada belahan depan mata (kornea) dan sering demam, kelelahan, dan penurunan berat badan, episode vertigo (pusing), tinnitus (telinga berdenging) dan gangguan pendengaran. Ini sanggup menimbulkan tuli atau kebutaan kalau tidak diobati. Bentuk klasik penyakit ini pertama kali dijelaskan oleh D.G. Cogan pada tahun 1945.
Sindrom Cogan yaitu salah satu rujukan penyakit autoimun dan penyakit rematik yang langka yang ditandai dengan peradangan pada indera pendengaran dan mata.
Sindrom Cogan sanggup menimbulkan kesulitan penglihatan, gangguan pendengaran dan pusing. Kondisi ini juga sanggup dikaitkan dengan peradangan pembuluh darah (disebut vasculitis) di area lain dari tubuh yang sanggup menimbulkan kerusakan organ utama pada 15% dari mereka yang menderita atau, dalam sejumlah kecil kasus, bahkan kematian. Ini paling sering terjadi pada usia 20-an atau 30-an seseorang. Penyebabnya tidak diketahui. Namun, satu teori yaitu bahwa itu yaitu gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan di mata dan telinga.
Fenomena Raynaud
Adalah suatu kondisi di mana suhu hirau taacuh atau emosi yang besar lengan berkuasa menimbulkan kejang pembuluh darah (kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya anutan darah ke belahan tubuh tertentu, terutama jari tangan atau jari kaki, akhir penyempitan pembuluh darah arteri). Ini menghalangi anutan darah ke jari, jari kaki, telinga, dan hidung. Fenomena Raynaud sanggup dikaitkan dengan kondisi lain. Ini disebut fenomena Raynaud sekunder. Kebanyakan orang dengan kondisi tersebut berusia di atas 30 tahun.
Penyebab umum adalah:
- Penyakit arteri (seperti aterosklerosis dan penyakit Buerger).
- Obat yang menimbulkan penyempitan pembuluh darah (seperti amfetamin, beberapa jenis beta-blocker, beberapa obat kanker, obat-obatan tertentu yang dipakai untuk sakit kepala migrain).
- Radang sendi dan kondisi autoimun (seperti skleroderma, sindrom Sjogren, rheumatoid arthritis, dan lupus erythematosus sistemik).
- Cedera berulang atau penggunaan (seperti dari mengetik, bermain piano, atau memakai perkakas tangan yang berat).
- Merokok, radang hirau taacuh dan sindrom keluar toraks.
Fenomena Raynaud juga sanggup terjadi tanpa lantaran lain. Ini disebut fenomena Raynaud primer. Ini paling sering dimulai pada orang yang lebih muda dari usia 30.
Penyakit Ménière (gangguan indera pendengaran belahan dalam)
Adalah gangguan indera pendengaran belahan dalam yang ditandai dengan tanda-tanda perasaan mirip dunia yang berputar-putar (vertigo), indera pendengaran berdenging (tinnitus), hilangnya pendengaran, dan rasa penuh di telinga. Biasanya hanya satu indera pendengaran yang terpengaruh, paling tidak pada awalnya; Namun, dari waktu ke waktu kedua indera pendengaran mungkin terlibat. Gejala biasanya berlangsung dari 20 menit hingga beberapa jam.
Waktu antara episode bervariasi. Hilangnya pendengaran dan dering di indera pendengaran sanggup menjadi terus-menerus dari waktu ke waktu.
Gejala diyakini terjadi sebagai akhir dari peningkatan cairan yang dihasilkan di labirin indera pendengaran dalam. Diagnosis didasarkan pada tanda-tanda dan yang sering tes pendengaran. Kondisi lain yang sanggup menghasilkan tanda-tanda yang sama termasuk migrain vestibular dan serangan iskemik transien.
Tidak ada obatnya. Serangan sering diobati dengan obat untuk membantu dengan mual dan cemas. Langkah-langkah untuk mencegah serangan yang secara keseluruhan kurang didukung oleh bukti. Diet rendah garam, diuretik, dan kortikosteroid mungkin sanggup dicoba. Terapi fisik dapat membantu dengan keseimbangan dan konseling sanggup membantu dengan kecemasan. Suntikan ke indera pendengaran atau operasi juga sanggup dicoba kalau langkah-langkah lain tidak efektif tetapi bekerjasama dengan risiko. Penggunaan tabung timpanostomi, biarpun populer, tidak didukung.
Para ilmuwan belum tahu penyebabnya. Mereka berpikir itu ada hubungannya dengan tingkat cairan atau pencampuran cairan di susukan indera pendengaran belahan dalam. Dokter mendiagnosisnya menurut investigasi fisik dan gejala. Tes pendengaran sanggup menyidik untuk melihat bagaimana hal itu mensugesti pendengaran Anda. Tidak ada obatnya. Perawatan termasuk obat-obatan untuk mengendalikan pusing, membatasi garam dalam masakan Anda, dan minum pil air. Perangkat yang pas dengan indera pendengaran luar dan memperlihatkan pulsa udara ke indera pendengaran tengah sanggup membantu. Kasus yang parah mungkin memerlukan pembedahan.
Alopesi areata
Alopecia areata yaitu gangguan autoimun yang ditandai dengan kerontokan rambut. Alopecia areata ditemukan secara merata pada laki-laki dan wanita. Penyakit ini sanggup terjadi pada semua umur, termasuk anak-anak.
Kerontokan rambut sanggup menimbulkan bercak botak lingkaran di kulit kepala (alopecia areata) atau melibatkan hilangnya semua rambut wajah dan kulit kepala (alopecia totalis). Hilangnya semua rambut tubuh disebut alopecia universalis.
Alopecia postpartum ditandai dengan hilangnya rambut yang signifikan sesudah kehamilan dan biasanya bersifat sementara. Ketika seorang pasien didiagnosis dengan alopecia, pertanyaan pertama biasanya ihwal apakah rambut akan tumbuh kembali atau tidak. Jawabannya biasanya tidak terang lantaran setiap kasus berbeda. Pertumbuhan kembali rambut sanggup terjadi pada beberapa pasien; dan yang lainnya, rambut rontok bersifat permanen.
Penyakit ini mirip penyakit kurap pada tempat yang berbulu, seperti: kulit, janggut, alis, bulu mata dan rambut tubuh lainnya yang menimbulkan hilang/berkurangnya rambut pada tempat yang biasaanya berambut.
Apa 5 Klasifikasi Antibodi dan Fungsinya?
Lima pembagian terstruktur mengenai antibodi atau kelas yang berbeda diketahui berada pada tubuh mamalia dan memainkan kiprah yang berbeda dan menolong mengarahkan respon imun yang sempurna untuk tiap tipe benda abnormal berlainan yang masuk ke dalam tubuh, yaitu: IgM, IgD, IgG, IgA, dan IgE. Mereka yang memperlihatkan setiap isotipe dengan karakteristik dan kiprah yang berbeda. Untuk lebih detilnya baca: Klasifikasi Antibodi Beserta Contoh dan Fungsinya: IgM, IgD, IgG, IgA, IgE)
Bacaan Lainnya
- Nama Obat dan Untuk Penyakit Apa ? Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
- Contoh Masalah Tidur: Hipersomnia, Insomnia, Parasomnia, Narkolepsi, Mendengkur, Apnea tidur, dll (Gangguan Tidur)
- Penyakit yang sanggup dicegah dengan vaksin
- Batuk biasa dan Batuk Rejan Penularan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pencegahan
- Penyakit Kusta Penularan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pencegahan
- Penyakit Alzheimer / Pelupa Apa yang Terjadi di Otak?
- Seperti Apa Psikopat Itu Sebenarnya?
- Penyakit Kusta Penularan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pencegahan
- Prinsip Peter – Manajer Tidak Kompeten
- Pengertian Inflasi Contoh, Indikator, Pengelompokan, Cara Mengatasi & Menghitung
- Daftar Hari Penting Di Indonesia: Hari Libur / Hari Besar / Hari Raya Keagamaan
- Mengapa Suhu Udara Lebih Dingin Saat Ketinggian Tempat Meningkat?
- Kanker Payudara Penularan, Penyebab, Gejala, Perawatan, Pencegahan, Diteksi Dini
- Sistem Reproduksi Manusia, Hewan dan Tumbuhan
- Kepalan Tangan Menandakan Karakter Anda & Kepalan nomer berapa yang Anda miliki?

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “oooh begitu ya…” akan lebih sering terdengar kalau Anda mengunduh aplikasi kita!
Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!
Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Sumber bacaan: Web MD, Wikipedia (Inggris) – Sindrom Evans, American Autoimmune Related Diseases Association (AARDA), Wikipedia (Inggris)
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya
Sumber aciknadzirah.blogspot.com
EmoticonEmoticon