Sunday, January 8, 2017

√ Tabel Kebenaran Operasi Biner

Tabel Kebenaran


Dalam logika matematika, tabel kebenaran adalah tabel dalam matematika yang dipakai untuk melihat nilai kebenaran dari suatu premis/pernyataan. Jika hasil simpulan yaitu benar semua (dilambangkan B, T, atau 1), maka disebut tautologi. Sedangkan bila salah semua (S, F, atau 0) disebut kontradiksi. Premis yang hasil balasannya adonan benar dan salah disebut kontingensi.


 


Operasi Binary


Tabel Kebenaran untuk semua logikal operasi binary



















































































































PQ 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9101112131415
TTFFFFFFFFTTTTTTTT
TFFFFFTTTTFFFFTTTT
FTFFTTFFTTFFTTFFTT
FFFTFTFTFTFTFTFTFT

dimana T = benar and F = salah.


 


Kunci Tabel Kebenaran













































































































































Nama Operasi
0Opqxand⊥salahKontradiksi
1XpqNOR↓Logika NOR
2MpqXq↚Nonimplikasi berlawanan
3FpqNp¬ptidak pNegasi
4LpqXp↛Nonimplikasi
5GpqNq¬qtidak qNegasi
6JpqXOR⊕tidak kedua-duanyaDisjungsi eksklusif
7DpqNAND↑Logika NAND
8KpqAND∧danKonjungsi
9EpqXNORJika dan hanya jikaBikondisional
10HpqqFungsi proyeksi
11CpqXNp→jika p maka qImplikasi
12IpqpFungsi proyeksi
13BpqXNq←maka p bila qImplikasi berlawanan
14ApqOR∨atauDisjungsi inklusif
15Vpqxnand⊤benarTautologi

 


Operator logikal juga sanggup divisualisasikan menggunakan diagram Venn.


 


Operasi Yang Dignakan Pada Tabel Kebenaran


Operasi yang dipakai adalah




  • Negasi




Dalam logika matematika, negasi, atau ingkaran adalah operasi matematika terhadap suatu pernyataan, baik tunggal maupun majemuk. Operasi negasi membalikkan nilai kebenaran suatu pernyataan.

















p p
BS
SB

Jika p bernilai benar, maka p bernilai salah. Sebaliknya, jika p bernilai salah, maka p bernilai benar.


Bentuk p biasa dibaca “bukan p“, “tidak p“, “tidak benar bahwa p“, dsb.


Tabel kebenaran untuk TIDAK p (juga ditulis ¬p, Np, Fpq, or  p) yaitu di bawah ini:


















Logika negasi
p¬p
BS
SB



  • Konjungsi




Tabel kebenaran untuk p DAN q (juga ditulis p ∧ q, Kpq, p & q, atau p {\displaystyle \cdot }yang dipakai untuk melihat nilai kebenaran dari suatu premis √ Tabel Kebenaran Operasi Biner q) yaitu di bawah ini:































Logika konjungsi
pqp ∧ q
BBB
BSS
SBS
SSS



  • Disjungsi inklusif (sering disebut sebagai disjungsi saja)




Tabel kebenaran untuk p ATAU q (juga ditulis p ∨ q, Apq, p || q, or p + q) yaitu di bawah ini:































Logika Disjungsi
pqp ∨ q
BBB
BSB
SBB
SSS



  • Implikasi




Tabel kebenaran untuk XN p (juga ditulis p → q, Cpq, p ⇒ q) yaitu di bawah ini:































Logika kesamaan
pqp ⇒ q
BBB
BSS
SBB
SSB



  • Kesamaan atau Bikondisional (sering disebut sebagai biimplikasi saja)




Tabel kebenaran untuk p XNOR q (juga ditulis p ↔ q, Epq, p = q, or p ≡ q) yaitu di bawah ini:































Logika kesamaan
pqp ≡ q
BBB
BSS
SBS
SSB



  • Disjungsi eksklusif




Tabel kebenaran untuk p XOR q (juga ditulis p ⊕ q, Jpq, or p ≠ q) yaitu di bawah ini:































Disjungsi eksklusif
pqp ⊕ q
BBS
BSB
SBB
SSS

Jumlah kemungkinan hasil adalah yang dipakai untuk melihat nilai kebenaran dari suatu premis √ Tabel Kebenaran Operasi Biner, dimana n yaitu jumlah pernyataan dasar yang ada (p, q, r, dsb). Namun, p dan p (negasi p) tidak dihitung sebagai pernyataan yang berbeda.


 


yang dipakai untuk melihat nilai kebenaran dari suatu premis √ Tabel Kebenaran Operasi Biner

Tabel Kebenaran Operasi Biner Beserta Contoh Soal dan Jawaban


 


 


Contoh Soal dan Jawaban Tabel Kebenaran Operasi Biner


1. Carilah nilai-nilai x semoga kalimat berikut menjadi konjungsi yang benar.

1 – x = 2x – 5 dan 10 yaitu bilangan komposit.


Penjelasan dan jawaban:

Kalimat “1 – x = 2x – 5 dan 10 yaitu bilangan komposit” terdiri atas kalimat terbuka p(x): 1 – x = 2x – 5 dan pernyataan q: 10 yaitu bilangan komposit. Pernyataan q bernilai benar. Agar kalimat tersebut menjadi disjungsi yang benar, maka kalimat terbuka p(x): 1 – x = 2x – 5 harus diubah menjadi pernyataan yang benar (perhatikan tabel nilai kebenaran konjungsi pada baris pertama).

 

Nilai x yang menjadikan kalimat terbuka p(x): 1 – x = 2x – 5 menjadi pernyataan yang benar yaitu penyelesaian dari kalimat itu, yaitu sebagai berikut.

⇒ 1 – x = 2x – 5

⇒ 2x + x = 1 + 5

⇒ 3x = 6

⇒ x = 2

Jadi, kalimat “1 – x = 2x – 5 dan 10 yaitu bilangan komposit” menjadi konjungsi yang benar untuk nilai x = 2.




2. Buatlah Tabel Kebenaran Dari : (p ˅ ¬q) → (p ˄ q) 


Penjelasan dan jawaban:


Langkah Pertama



  • Buat Kolom p dan q terlebih dahulu, dengan ketentuan alasannya yaitu disini hanya ada p dan q.

  • Maka sanggup dikatakan 2 pangkat 2 = 4. jadi buat 4 baris dari kolom p dan q.


Tabel: p dan q

























pq
TT
TF
FT
FF

Langkah Kedua:



  • Setelah menciptakan kolom p dan q, kini langkah kedua yaitu menambahkan kolom  ¬q untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya.

  • ¬q adalah kebalikan dari q.

  • Jika q adalah T ( true ), maka ¬q adalah F ( false ), begitu pula sebaliknya.


Tabel: Setelah menambahkan kolom ¬q 






























pq¬q
TTF
TFT
FTF
FFT

Langkah Ketiga



  • Setelah menciptakan kolom ¬q, maka langkah selanjutnya yaitu menambahkan kolom p ˅ ¬q atau dengan sebutan p atau negasi q.

  • Untuk menyelesaikannya, yang dipakai ialah kolom p dan kolom ¬q

  • Dengan ketentuan  p ˅ ¬q bernilai F ( false ) jika  p dan ¬q bernilai F ( false )




Tabel: Setelah menambahkan Kolom  p ˅ ¬q 



































pq¬qp ˅ ¬q
TTFT
TFTT
FTFF
FFTT

Langkah Keempat



  • Setelah menuntaskan hingga langkah ketiga, kini tinggal menambahkan  kolom p ˄ q.

  • Untuk menambahkan kolom p ˄ q, hanya perlu membandingkan dari kolom p dan kolom q, sehingga hasilnya akan ibarat tabel dibawah ini.

  • Dengan keterangan, p ˄ q bernilai T ( true ) bila p dan q bernilai T ( true ).




Table: Setelah menambahkan kolom p ˄ q








































pq¬qp ˅ ¬qp ˄ q
TTFTT
TFTTF
FTFFF
FFTTF

Langkah Kelima



  • Ini yaitu langkah terakhir untuk menciptakan kolom dari  (p ˅ ¬q) → (p ˄ q).

  • Untuk menciptakan Kolom dari (p ˅ ¬q) → (p ˄ q), yang perlu dipakai ialah kolom (p ˅ ¬q) dan kolom (p ˄ q) yang telah dibentuk pada langkah ketika dan keempat.

  • Dengan keterangan  (p ˅ ¬q) → (p ˄ q) bernilai F ( false ) jika (p ˅ ¬q) bernilai T ( true ) dan (p ˄ q) bernilai F ( false ).


Table: Setelah Menambahkan Kolom (p ˅ ¬q) → (p ˄ q) dan merupakan hasil simpulan dari tabel kebenaran.













































pq¬qp v ¬qp ˄ q( p v ¬q ) → ( p ˄ q )
TTFTTT
TFTTFF
FTFFFT
FFTTFF

 


 



3. Tentukan nilai kebenaran dari setiap konjungsi berikut ini.

a) 4 + 2 = 6 dan ibukota Jawa Timur yaitu Surabaya.

b) -4 yaitu bilangan bundar dan 4 yaitu bilangan prima.




Penjelasan dan jawaban:


a) Misalkan p: 4 + 2 = 6 dan q: ibukota Jawa Timur yaitu Surabaya, maka:

● p: 4 + 2 = 6 bernilai benar (B)

● q: ibukota Jawa Timur yaitu Surabaya bernilai benar (B)

karena p dan q bernilai benar, maka p ∧ q benar.

 

b) Misalkan p: -4 yaitu bilangan bundar dan q: 4 yaitu bilangan prima, maka:

● p: -4 yaitu bilangan bundar bernilai benar (B)

● q: 4 yaitu bilangan prima bernilai salah (S)

Karena p bernilai benar sedangkan q bernilai salah, maka p ∧ q salah.

 

Konjungsi pada Contoh Soal 1a), terang bahwa pernyataan “4 + 2 = 6” dengan pernyataan “ibukota Jawa Timur yaitu Surabaya” tidak memilki relasi arti. Dengan demikian, konjungsi itu tidak mempunyai arti. Dalam budi matematika yang dipentingkan bukan arti dari sebuah pernyataan, tetapi nilai kebenarannya.

 

Dalam bahasa sehari-hari, kata perangkai “dan” sanggup diganti dengan kata perangkai “tetapi” atau “walaupun” atau “meskipun”.

 

Dalam beberapa hal, seringkali dijumpai kalimat yang berbentuk “p(x) ∧ q” dengan p(x) merupakan suatu kalimat terbuka dan q merupakan suatu pernyataan. Kalimat “p(x) ∧ q” sanggup diubah menjadi konjungsi yang benar/salah dengan cara memilih nilai-nilai x pada kalimat terbuka p(x). Agar lebih jelas, perhatikan pola soal berikut.




4. Misalkan p yaitu pernyataan yang bernilai salah dan q yaitu pernyataan yang bernilai benar, tentukan nilai kebenaran dari tiap pernyataan berikut.

a) p

b) q

c) p ∧ q

d) p ∧ q

e) p ∧  q

f) p ∧  q


Penjelasan dan jawaban:

Untuk mempermudah memilih nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan di atas, maka kita buat dalam bentuk tabel berikut ini.


























p


q


p


q


p ∧ q


p ∧ q


p ∧  q


p ∧  q


S


B


B


S


S


B


S


S



 


 


5. Tentukan nilai kebenaran setiap konjungsi berikut ini.

a) 2log 8 = 3 dan 23 = 8

b) setiap bentuk akar yaitu bilangan irasional dan √4 = ± 2

c) setiap bilangan yang ditulis dengan tanda akar ialah bilangan irasional dan √9 = 3

d) x2 – 1 = 0 mempunyai akar real dan x2 + 1 = 0 tidak mempunyai akar real.



Penjelasan dan jawaban:

a) Misalkan p: 2log 8 = 3 dan q: 23 = 8, maka

● p: 2log 8 = 3 bernilai benar (B)

● q: 23 = 8 bernilai benar (B)

Karena p dan q bernilai benar, maka p ∧ q benar.

 

b) Misalkan p: setiap bentuk akar yaitu bilangan irasional dan q: √4 = ± 2, maka:

● p: setiap bentuk akar yaitu bilangan irasional bernilai benar (B)

● q: √4 = ± 2 bernilai benar (B)

karena p dan q bernilai benar, maka p ∧ q benar.

 

c) Misalkan p: setiap bilangan yang ditulis dengan tanda akar ialah bilangan irasional dan q: √9 = 3, maka:

● p: setiap bilangan yang ditulis dengan tanda akar ialah bilangan irasional bernilai salah (S)

● q: √9 = 3 bernilai benar (B)

karena p bernilai salah dan q bernilai benar, maka p ∧ q salah.

 

d) Misalkan p: x2 – 1 = 0 mempunyai akar real dan q: x2 + 1 = 0 tidak mempunyai akar real, maka:

● p: x2 – 1 = 0 mempunyai akar real bernilai benar (B)

● q: x2 + 1 = 0 tidak mempunyai akar real bernilai benar (B)

karena p dan q bernilai benar, maka p ∧ q benar.

 



6. Diketahui pernyataan-pernyataan berikut.

p: √5 + √20 = 3√5 dan q: √5 yaitu bilangan rasional

Tulislah pernyataan dari setiap rumus simbolis berikut ini.

a) p

b) p ∧  q

c) p ∧ q

d) q ∧  p

e) q ∧ p

f) q ∧  p



Penjelasan dan jawaban:

a) pernyataan dari p yaitu sebagai berikut.

p: tidak benar bahwa  √5 + √20 = 3√5.

 

b) pernyataan dari p ∧  q yaitu sebagai berikut.

√5 + √20 = 3√5 dan √5 bukan bilangan rasional.

 

c) pernyataan dari p ∧ q yaitu sebagai berikut.

Tidak benar bahwa √5 + √20 = 3√5 dan √5 yaitu bilangan rasional.

 

d) pernyataan dari q ∧  p yaitu sebagai berikut.

√5 yaitu bilangan rasional dan tidak benar bahwa √5 + √20 = 3√5.

 

e) pernyataan q ∧ p yaitu sebagai berikut.

√5 bukan bilangan rasional dan √5 + √20 = 3√5.





7. Penarikan kesimpulan


Penarikan kesimpulan merupakan materi terakhir dalam budi matematika. Kesimpulan sanggup ditarik dari premis atau pernyataan yang telah ada. Ada tiga metode untuk melaksanakan penarikan kesimpulan.


 


Modus ponens


Rumus Modus ponens yaitu sebagai berikut:


premis 1: p→q, premis 2: p, kesimpulan: q. Artinya bila diketahui p→q dan p, maka kesimpulannya yaitu q.


Contoh:



  • Premis 1: Jika ekspresi dominan semi tiba, bunga mekar.

  • Premis 2: Musim semi tiba


Kesimpulan: Bunga mekar.


 


Modus Tollens


Rumus Modul Tollens:



  • Premis 1: p→q

  • Premis 2: q


Kesimpulan: p


Contoh:


Premis 1: Jika ekspresi dominan hirau taacuh tiba, maka danau akan membeku.


Premis 2: Danau tidak membeku


Kesimpulan: Tidak sedang ekspresi dominan dingin.


 


Silogisme


Rumus silogisme:



  • Premis 1: p→q

  • Premis 2: q→r

  • Kesimpulan: p→r


Contoh Soal Silogisme:



  • Premis 1: Jika ekspresi dominan panas tiba, hutan akan kekeringan.

  • Premis 2: Jika hutan kekeringan maka pepohonan akan mati.


Kesimpulan: Jika ekspresi dominan panas tiba, maka pepohonan akan mati.



 



8. Pernyataan tertutup

60 + 40 = 100 (benar) ; 200:4 = 60 (salah).


Kedua pernyataan diatas sanggup dipastikan kebenaran dan kesalahannya.


Penyataan terbuka

Bapak Presiden akan mengunjungi Kota Makassar besok pagi (kalimat yang harus dibuktikan terlebih dahulu).


Ada satu pernyataan lagi yang disebut dengan pernyataan relatif. Pernyataan ini merupakan pernyataan yang sanggup benar namun juga salah. Agar lebih memahaminya, simak pola berikut.


Pernyataan relatif: Musik pop merupakan musik yang menyenangkan (Merupakan pernyataan relatif alasannya yaitu tidak semua orang menyukai musik pop); Jarak Jakarta-Kualalumpur sangatlah jauh (Juga termasuk pernyataan relatif, alasannya yaitu sebagian orang menyampaikan bersahabat alasannya yaitu sanggup ditempuh kurang dari 2 jam perjalanan udara).



Negasi


Pengerian Negasi yaitu pernyataan ingkaran. Ingkaran biasanya dimulai dengan kata tidak benar bahwa untuk menyanggah kalimat sebenarnya. Agar lebih memahaminya, berikut pola untuk kalimat negasi.


Pernyataan A: Semua sungai mengalir ke samudera.


Negasi atau ingkaran dari pernyataan A diatas yaitu tidak benar bahwa semua sungai mengalir ke samudera.


Negasi biasanya dinyatakan dengan symbol .



Konjungsi


Dalam materi budi matematika, aturan konjungsi yaitu benar hanya bila kedua pernyataan benar. Pernyataan akan salah bila salah satu pernyataan atau keduanya yaitu salah. Dua pernyataan dalam konjungsi digabungkan dengan memakai tanda ^ yang berarti ” dan “.


Tabel Kebenaran Konjungsi



































pqP ^ qLogika matematika
BBBJika p benar dan q benar maka p dan q yaitu benar
BSSJika p benar dan q salah maka p dan q yaitu salah
SBSJika p salah dan q benar maka p dan q yaitu salah
SSSJika p salah dan q salah  maka p dan q yaitu salah

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan klarifikasi dibawah ini.



  • Untuk p benar dan q benar, (p^q) = benar

  • Untuk p benar dan q salah , (p^q) = salah

  • Untuk p salah dan q benar, (p^q) = salah

  • Untuk p salah dan q salah, (p^q) == salah


 


Implikasi


Pengertian konsep implikasi yaitu konsep penyesuaian. Dua pernyataan dihubungkan dengan symbol ⇒ yang berarti “Jika p… maka q…”. Berikut ini merupakan konsep dari implikasi untuk dipahami.


Tabel Kebenaran Implikasi



































pqp => qLogika matematika
BBBJika awalnya BENAR kemudian balasannya BENAR maka dianggap BENAR
BSSJika awalnya BENAR kemudian balasannya SALAH maka dianggap SALAH
SBBJika awalnya SALAH kemudian balasannya BENAR maka dianggap BENAR
SSBJika awalnya SALAH kemudian balasannya SALAH maka dianggap BENAR


  • Untuk p benar dan q benar, (p⇒q) = benar

  • Untuk p benar dan q salah , (p⇒q) = salah

  • Untuk p salah dan q benar, (p⇒q) = benar

  • Untuk p salah dan q salah, (p⇒q) = benar.


Kesimpulannya adalah, dalam implikasi hanya dinyatakan salah bila pernyataan pertama benar, namun pernyataan kedua salah.


 


Biimplikasi


Pengertian Biimplikasi yaitu pernyataan yang hanya akan menyatakan benar bila kedua pernyataan menyatakan kesamaan nilai, baik benar maupun salah. Maksudnya adalah, pernyataan dianggap benar bila keduanya sama-sama salah maupun sama-sama benar.


Dalam soal budi matematika, untuk menyatakan biimplikasi yaitu memakai symbol ⇔ yang mempunyai arti ”p.. bila dan hanya bila q..”.


Tabel Kebenaran Biimplikasi



































pqp ó qLogika matematika
BBBP yaitu BENAR bila dan hanya bila q yaitu BENAR (dianggap benar)
BSSP yaitu BENAR bila dan hanya bila q yaitu SALAH (dianggap salah)
SBSP yaitu SALAH bila dan hanya bila q yaitu BENAR (dianggap salah)
SSBP yaitu SALAH bila dan hanya bila q yaitu SALAH (dianggap benar)

Agar lebih jelas, berikut pembahasanBiimplikasi secara singkatnya:



  • Untuk p benar dan q benar, (p⇔q) = benar

  • Untuk p benar dan q salah , (p⇔q) = salah

  • Untuk p salah dan q benar, (p⇔q) = salah

  • Untuk p salah dan q salah, (p⇔q) = benar.


 


Ekuivalensi pernyataan majemuk


Setelah mengetahui materi dasar mengenai budi matematika, selanjutnya yaitu mempelajari mengenai ekuivalensi pernyataan majemuk. Pengertian ekuivalensi pernyataan beragam yaitu dua pernyataan beragam yang berbeda namun mempunyai nilai yang sama atau ekuivalen.


Ekuivalensi biasanya ditampilkan dalam bentuk rumus, misalnya yaitu ibarat dibawah ini:



  • (p^q) = p˅ q

  • (p˅q) = p^ q

  • (p⇒q) = p˅ q.


 


Konvers, invers, dan kontraposisi


Pengertian konvers, invers dan kontraposisi yaitu pernyataan yang hanya berlaku untuk pernyataan implikasi saja. Setiap pernyataan implikasi mempunyai ketiga pernyataan tersebut.


Agar lebih gampang dalam pemahamannya, berikut ringkasannya:



  • Diketahui sebuah implikasi p⇒q,

  • Maka konversnya yaitu q⇒p

  • Inversnya yaitu p⇒ q

  • Sedangkan untuk kontraposisinya yaitu q⇒ p.


 


Kuantor pernyataan


Kuantor pernyataan yaitu sebuah bentuk dari pernyataan yang mengandung nilai kuantitas didalamnya. Ada dua jenis kuantor pernyataan, yaitu kuantor universal dan kuantor eksistensial.


Kuantor universal yang disebut juga kuantor umum yaitu pernyataan yang memakai “untuk setiap” atau “untuk semua”. Simbol yang dipakai yaitu x.


Contoh: Pernyataan “semua bunga yaitu indah”. Maka notasinya yaitu (∀x), [ B(x) → I(x) ]


Sedangkan kuantor eksistensial atau kuantor khusus yaitu pernyataan yang memakai “beberapa”, “terdapat, dan “ada”. Simbol yang dipakai yaitu Ǝx.


Contoh: pernyataan” Ada bunga yang jelek”. Maka notasinya yaitu (Ǝx),Jx.


 


Ingkaran dari pernyataan kuantor


Sama ibarat pernyataan, kuantor yaitu mempunyai negasi atau ingkaran. Hukum negasi ini yaitu bahwa negasi dari kuantor universal yaitu kuantor eksistensial dan sebaliknya. Sebagai pola adalah:


p : semua bunga yaitu indah


p : semua bunga tidaklah indah.


 



 


Bacaan Lainnya



 


yang dipakai untuk melihat nilai kebenaran dari suatu premis √ Tabel Kebenaran Operasi Biner

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com


 


yang dipakai untuk melihat nilai kebenaran dari suatu premis √ Tabel Kebenaran Operasi Biner

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter


 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar bila Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!



Sumber bacaan: Britannica, Millersville


                       


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon