Monday, January 30, 2017

√ Tujuh Kalimat Thayyibah

TUJUH KALIMAT THAYYIBAH

Apa itu yang dimaksud kalimat -kalimat  Thayyibah ? maknanya ialah ucapan-ucapan yang baik dan terbaik yang sering dilakukan dalam  kehidupan sehari-hari bagi seorang muslim.

1.           kalimat pertama adalah  “BASMALAH” ini wajib dilakukan disetiap saat, baik mau memulai sesuatu apapun yang baik,contoh mau makan,atau mengendarai kendaraan atau apapun,pokoknya memulai acara yang baik-baik maka ucapkanlah
“Bismillahirohmanirrohim”.

2.        Kalimat kedua adalah  “ALHAMDALAH” ini juga wajib dilakukan disetiap ketika sehabis selesai melaksanakan segala acara yang baik-baik tadi dengan mengucapkan “AlhamdulillahirobbilAlamin”.

3.        Kalimat ke tiga adalah“TAKBIR” yakni “ Allahuakbar”, ketika menghadapi hal-hal yang  jelek dan mengejutkan hati atau ke panikan, maka dengan kalimat ini kita menjadi hening dan bersemangat untuk bangkit. Contoh ketika terjadi gempa, maka seorang muslim tanpa sadar ,dia akan  mengucapkan  takbir “Allahuakbar”, dan niscaya yang mendengarkan akan merasa ikut bersemangat dan bangun dari kesulitan apapun.

4.       Kalimat  yang sering kali kita ucapkan berikutnya  ialah “ISTIQFAR” ini ialah ucapan  ketika tanpa sadar kita berbuat kesalahan apapun,dan ia tahu bahwa ALLAH sedang memperhatikannya,maka dia berucap mohon ampun “Astaqfirullahalaziim”.
5.        Kalimat yang berikutnya “SUBHANNALLAH” ini sering kali kita ucapkan ketika kita melihat  sesuatu yang luar biasa yang Allah ciptakan dan kita sanggup melihatnya pada ketika itu juga, contohnya ketika saya pertama kali melihat Ka’bah tanpa sadar saya berucap “SUBHANALLAH” dan sayapun menangis.

6.       Kalimat  yang berikutnya  “MasyALLAH” ini pun wajib kita ucapkan ketika menghadapi sesuatu yang luar biasa (seperti mengagumkan,mengherankan,atau mengerikan) contohnya melihat kambing terlahir dengan berkepala contohnya menyerupai kelinci, maka tanpa sadar kita akan berucap “MasyALLAH”. Allah maha Suci.

7.       Kalimat yang terakhir ialah “INNALILLAHI  WAINA ILAHI ROJIUN” kalimat ini sering kita ucapkan ketika diri kita, saudara kita atau siapapun yang menerima musibah,terutama ruh berpisah pada jasadnya,maka tanpa sadar kalimat ini pun meluncur dengan sempurnanya. Sadar bahwa kita ,siapapun ia,pasti akan mengalami nasib yang serupa,yakni berpisahnya jasad dengan ruh.

Sebenarnya kalimat Thayyibah ini tidak  hanya terbatas pada hal-hal yang saya sebutkan diatas,tapi jumlahnya sangat banyak diantaranya  dengan memuji nama-nama Allah yang berjumlah 99 nama yang dinamai ASMAHUL HUSNAH.

Inipun juga termasuk kalimat  Thayyibah yang berbunyi  “LA HAULA WALAQUATA ILA BILLAH”. Mohon maaf berhubung sudah sore,saya mohon diri,bila ada kesalahan dalam menulis goresan pena ini saya mohon maaf, saya menanti keritik dan saran serta commentnya. Blog ini tidak akan pernah ada apabila anda enggan mengkeritik dan saran membangun.

TUJUH KALIMAT THAYYIBAH

Makna Kalimat Thayyibah
Kalimat Thayyibah mengandung arti baik atau kebaikan. Dalam Quran surat Ibrahim Allah memperlihatkan tamsilan wacana kalimat thayyibah dengan perumpamaan sebuah pohon "Tidakkah kau memahami bahwa Allah telah menggelar perumpamaan “Kalimat Thoyyibah” itu menyerupai “SyajarohThoyyibah”. Akarnya kokoh dan puncaknya di langit. Ia memperlihatkan keuntungannya setiap saat, dan Allah menggelar perumpamaan itu bagi manusia, semoga mereka mengambil pelajaran". (QS,14 : 25). Kalimat thayyibah mengandung arti kalimat-kalimat yang baik yang berisi wacana ungkapan zikir kepada Allah. Karakateristik kalimat thoyyibah sebagaimana dalam surat Ibrahim di atas mengandung tiga unsur pokok yaitu: Pokok (akar)nya terhunjam kokoh di bumi, Puncaknya di langit, mendatangkan manfaat setiap saat, sepanjang waktu. Tujuan zikir sebagai kalimat thayyibah ialah untuk ingat akan kebesaran Allah, di mana bila kita mengingatkan kebesaranNya, maka seseorang akan mencicipi manisnya buah yang diperoleh dari syajarohthayyibah (pohon kebaikan) tersebut . “Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak meninggikan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kau termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. 7:205).

Tujuh kalimat thayyibah
Tujuh kalimat thayyibah yang dirangkum dalam lafaz-lafaz zikir yang dianjurkan bagi kaum muslim untuk selalu mengucapkannya dalam banyak sekali keadaan yaitu:
Bismillahirrahmanirrahim Apabila diucapkan setiap kita mengawali segala perbuatan. InsyaAllah, jikalau pengecap kita terbiasa, perbuatan ini sudah menjadi refleks kita, maka akan lebih gampang bagi kita untuk menjaga diri dari perbuatan buruk. Karena senantiasa kita diingatkan bahwa ada Allah yang melihat perbuatan kita. Kalimat ini sekaligus mengingatkan kita, bahwa segala sesuatu ialah milik Allah, termasuk diri kita yang hina ini. Kalimat thayyibah ini juga memperlihatkan peringatan kepada kita untuk melaksanakan perbuatan tetap berada dalam ketentuan Allah. Dalam sebuah hadis Rasulullah menyatakan, "Bahwa setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan kalimat basmalah, maka perbuatan itu akan terputus maknanya bahwa perbuatan tersebut tidak menerima keberkahan." Alhamdulillah Inti dari ucapan dzikir ini ialah ungkapan rasa syukur atas kurnia dan rahmat Allah SWT. Sesungguh, pancaran perasaan syukur ialah energi kehidupan yang sangat besar bagi manusia.

Orang yang bersyukur kepada Allah niscaya akan selalu berterimakasih kepada sesama manusia. Allah menjanjikan dua hal bagi orang yang menerima nikmat dengan penambahan dan penyiksaan bagi yang tidak bersyukur “Jika kau bersyukur maka Aku akan tambah nikmat kau tetapi jikalau kau kufur maka azabku amatlah pedih”. Dengan mengucap kalimat Alhamdulillah setiap selesai melaksanakan satu pekerjaan, maka akan menguatkan keyakinan bahwa tak akan pernah terjadi sesuatupun tanpa campur tangan Allah. Jika sesuatu itu baik, dirasakan sebagai kontribusi Allah. Jika sesuatu itu kurang baik, tetap disyukuri dengan berkeyakinan bahwa itupun sudah lebih baik dari pada tidak sama sekali. Dan manakala seseorang telah terbiasa mengucap syukur untuk hal-hal yang kecil, maka ketika Allah menganugerahkan nikmat yang sedikit lebih besar, maka kenikmatan yang diperoleh dirasakan akan berlipat ganda.

Astaghfirullah. Dalam Quran surat Ali Imran ayat 135 Allah menyatakan prihal orang-orang yang menerima mendapat kenikmatan sehabis mereka bertaubat, "Orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalimi dirinya kemudian ingat kepada Allah, maka minta ampunlah untuk mereka atas dosa-dosa yang dilakukan." Sungguh Maha Suci Allah Yang Maha Sempurna, sehabis Ia ciptakan insan sebagai makhluk hidup yang secara sunnatullah sanggup berbuat khilaf, sekaligus Ia berikan penawar bagi kekhilafan tersebut. Bagi insan yang bakir mengunakan penawar ini, maka insan tidak akan terjangkit penyakit hati yang serius. Allah Maha Pengampun, terutama bagi siapapun yang segera bertobat begitu sadar telah berbuat khilaf. Orang-orang yang selalu membasahkan bibir mereka dengan istighfar, maka noda-noda berupa dosa yang sempat melekat bertahap setiap hari tidak segera menumpuk menjadi noktah hitam yang tebal. Semakin usang noda-noda ini tertumpuk, akan menjadi semakin sulit untuk menghilangkannya. Maka benarlah bahwa kebanyakan kesalahan besar berawal dari kekeliruan-kekeliruan kecil yang tidak dibenari. Untuk menghindari keterlambatan taubat, maka dianjurkan untuk istiqamah mengucapkan zikir ini setiap hari, terutama sehabis shalat, walau dirasakan tak ada kesalahan yang diperbuat. Rasulullah sebagaimana diriwayatkan Bukhari dalam kitab hadisnya bahwa ia mengucapkan istighfar setiap hari sebanyak seratus kali.

Ditambahkannya juga bahwa barang siapa yang mengucapkan istighfar sebelum terbit matahari samapai terbenamnya maka Allah akan mendapatkan taubatnya (HR. Bukhari) InsyaAllah. Kalimat ini diucapkan ketika seseorang berniat hendak melaksanakan sesuatu di masa yang akan datang. Zikir ini akan mengingatkan kita, bahwa kehendak Allah ialah di atas segalanya. Tak seorangpun mengetahui apa yang akan terjadi detik sehabis ini. Itu sebabnya, tak akan pernah ada akad yang sanggup dipenuhi secara niscaya oleh manusia, kecuali dengan menambahkan kalimat, Insya Allah (QS. 18: 23-24). Sayangnya, banyak orang mempergunakan kalimat ini secara keliru, sampai berkembang anggapan bahwa kalimat mulia ini diucapkan sebagai kelonggaran untuk tidak menepati janji. Perbuatan umum ini banyak menggejala dalam sebagian masyarakat, sehingga menciptakan banyak orang sanggup memandang negatif kalimat ini. Adalah tanggung jawab kita bersama, kaum muslim, untuk meluruskan pandangan menyerupai ini. Dimulai dengan diri kita sendiri. Mari kita buktikan bahwa ucapan Insya Allah bukan berarti niat untuk melanggar. Akan tetapi sebagai ikatan akad yang sudah niscaya akan ditepati secara logika manusia, disertai kepasrahan terhadap kehendak Allah yang sewaktu-waktu sanggup merubah apa yang telah kita rencanakan.

Laahaulawalaaquwwataillaabillaah. Kalimat zikir ini merupakan ratifikasi terhadap kefanaan insan dan ke-Maha Kuasaannya Allah ini diucapkan ketika seseorang mengambil keputusan (ber'azam). Kalimat thayyibah ini ialah pancaran dari perilaku tawakal seseorang. Setelah berupaya konkret mempertimbangkan, maka ketika keputusan diambil, dilanjutkan dengan tawakal kepada Allah, yang dinyatakan dalam perilaku mendapatkan resiko apapun yang terjadi nantinya jawaban diputuskannya keputusan tadi. (QS 7:159).

Laailaahaillallah. Dalam Hadis Nabi Muhammad disebutkan keutamaan kalimat thayibahlaailaahaillallahwahdahulahsyarikalakalahulmulkumalhamduyuhyiwahuwa’alakullisyai’inqadir maka Allah akan menetapkan seratus kebaikan dan menghapuskan seratus kejahatan dan keburukan. Bahkan disebutkan pula bahwa kalimat ini merupakan kunci pintu surga. Apabila seseorang mengucapkan dzikir ini sembari mengupas hikmahnya, sungguh nikmat dan keuntungannya akan diperoleh tiada habis-habisnya. Karena pembagian terstruktur mengenai arti dari kalimat ini begitu luasnya. Dan keuntungannya pun sanggup dirasakan di setiap waktu dan dalam kondisi apapun. Intinya satu; mengingat kebesaran Allah SWT.

Innalillahiwainnailaihirajiun. Kalimat ini merupakan kalimat yang mengandung makna bahwa sebetulnya insan ialah milik Allah, dan setiap inci pergerakan tubuhnya berada dalam genggaman Nya. Namun kenyataan bahwa segala sesuatu itu niscaya kembali kepada pemiliknya yaitu Allah AzzawaJalla. Zikir yang diucapkan di ketika menghadapi petaka ini akan membantu kita untuk mengingat akan hal ini. InsyaAllah, dengan membiasakan meresapi pesan tersirat kalimat ini, kita menjadi nrimo dalam menghadapi setiap peristiwa, seburuk apapun, yang sudah menjadi takdir kita. Semakin dalam seseorang menghayati pesan tersirat zikir dan mengamalkannya, maka penyakit hati sanggup dikurangi sembari menikmati manisnya buah dari syajarahthoyyibah.


Wallahu ‘alam           

Sumber http://zulfiaditrumon.blogspot.com


EmoticonEmoticon