Friday, February 10, 2017

√ Hipersomnia (Kantuk Berlebihan Di Siang Hari) – Penjelasan, Penyebab, Gejala, Perawatan Dan Pengobatan


Hipersomnia


Merupakan salah satu kelainan tidur atau dilema tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan. Sehingga pasien hipersomnia sering kali membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih usang dari orang normal.


Klasifikasi hipersomnia


Hipersomnia idiopatik primer yaitu gangguan neurologis di mana pasien tidur malam hari daam jangka waktu usang tetapi tidak menyegarkan. Sehingga sering kali pasien melaksanakan tidur siang yang juga usang dan tidak memuaskan


Pasien hipersomnia mungkin tidur selama jangka waktu kurang lebih 20 jam sehari. Hasil investigasi biasanya memperlihatkan arsitektur tidur relatif normal dibandingkan dengan arsitektur tidur yang terganggu pada narkolepsi. Hipersomnia mungkin juga sekunder yang diakibatkan oleh kondisi medis ibarat bisul virus, terutama mononukleosis dan ensefalitis, atau hidrosefalus.

 


Penyebab Hipersomnia


Hipersomnia primer diduga disebabkan oleh dilema dalam sistem otak yang mengontrol fungsi tidur dan bangun.


Hipersomnia sekunder yaitu hasil dari kondisi yang mengakibatkan kelelahan atau kurang tidur. Misalnya, sleep apnea dapat mengakibatkan hipersomnia lantaran sanggup mengakibatkan kesulitan bernapas di malam hari, memaksa orang untuk bangkit beberapa kali sepanjang malam. Berikut penyebab hipersomnia lainnya:



  • Hipersomnia mungkin disebabkan oleh kelainan tidur lainnya (seperti narkolepsi atau sleep apnea), disfungsi sistem saraf otonom, atau penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol.

  • Dalam beberapa kasus, hipersomnia sanggup diakibatkan oleh dilema fisik, ibarat tumor, stress berat kepala, atau cedera pada sistem saraf pusat.

  • Biasanya, pertama kali dikenali pada masa remaja atau sampaumur muda.

  • Pengobatan tertentu, atau menghentikan obat tertentu ketika sudah kecanduan (putus obat), juga sanggup mengakibatkan rasa kantuk berlebihan di siang hari.

  • Kondisi medis termasuk multiple sclerosis, depresi, ensefalitis, epilepsi (ayan), atau obesitas sanggup mengakibatkan gangguan ini.

  • Beberapa orang sepertinya mempunyai predisposisi genetik terhadap hIpersomnia; dan pada masalah lain, tidak diketahui penyebabnya.


 


Merupakan salah satu kelainan tidur atau dilema tidur yang ditandai rasa kantuk yang berl √ Hipersomnia (kantuk berlebihan di siang hari) – Penjelasan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pengobatan

Hipersomnia (kantuk berlebihan di siang hari) – Penjelasan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pengobatan. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay


 


Gejala Hipersomnia


Berbeda dengan merasa lelah lantaran kurang tidur atau terganggu pada malam hari, penderitanya terpaksa tidur siang berulang kali di siang hari, seringkali pada dikala yang tidak sempurna ibarat di kawasan kerja, dikala makan, atau dalam percakapan.


Tidur siang siang hari biasanya tidak menawarkan kelegaan dari gejala. Pasien sering mengalami kesulitan bangkit dari tidur yang nyenyak, dan mungkin merasa bingung.


Gejala lainnya meliputi:



  • Kegelisahan

  • Mudah tersinggung

  • Penurunan energi

  • Kegelisahan

  • Berpikir lambat

  • Berbicara lambat

  • Kehilangan selera makan

  • Halusinasi

  • Kesulitan mengingat


Beberapa penderita kehilangan kemampuan untuk berfungsi dalam keluarga, sosial, pekerjaan, atau pada kondisi lainnya lainnya.

 


Diagnosa Hipersomnia


Untuk mendiagnosis hypersomnia, dokter akan meninjau tanda-tanda dan riwayat medis Anda. Pemeriksaan fisik sanggup menguji kewaspadaan. Dokter memakai beberapa tes untuk mendiagnosis hipersomnia, di antaranya:



  • Buku harian tidur: Anda merekam waktu tidur dan terjaga sepanjang malam untuk melacak contoh tidur

  • Skala kantuk Epworth: Anda menilai kantuk Anda untuk memilih tingkat keparahan kondisi

  • Beberapa tes latensi tidur: Anda tidur sebentar di siang hari. Tes ini mengukur jenis-jenis tidur yang Anda alami

  • Polysomnogram: Anda tinggal di sebuah sentra tidur semalam. Mesin memonitor kegiatan otak, gerakan mata, detak jantung, kadar oksigen, dan fungsi pernapasan.


 


Mengobati Hipersomnia


Pengobatan bersifat simtomatik. Perubahan perilaku, contohnya menghindari kerja malam dan kegiatan sosial yang menunda waktu tidur, dan diet mungkin sanggup membantu. Pasien harus menghindari alkohol dan kafein.


Obat-obatan



  • Stimulan ibarat berikut mungkin diresepkan:

    • Amfetamin

    • Methylphenidate (Concerta, Metadate CD, Metadate ER, Methylin, Methylin ER, Ritalin, Ritalin LA, Ritalin-SR)

    • Modafinil (Provigil)




Obat lain yang dipakai untuk mengobati hipersomnia meliputi:



  • Clonidine (Catapres)

  • Levodopa (Larodopa)

  • Bromokriptin (Parlodel)

  • Antidepresan

  • Penghambat monoamine oxidase


Baca juga: Nama Obat dan Untuk Penyakit Apa ? – Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

 


Prognosis Hipersomnia


Prognosis untuk orang dengan hipersomnia bergantung pada penyebab gangguan tersebut. Sementara gangguan itu sendiri tidak mengancam nyawa, namun sanggup menjadikan konsekuensi serius, ibarat kecelakaan kendaraan beroda empat yang disebabkan tertidur dikala mengemudi. Serangan biasanya berlanjut tanpa batas waktu.


Penelitian perihal hipersomnia

Banyak organisasi dan komunitas yang melaksanakan penelitian perihal hipersomnia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman ilmiah perihal kondisi tersebut, menemukan metode diagnosa dan perawatan yang lebih baik, dan menemukan cara untuk mencegahnya.

 


Pencegahan Hipersomnia


Tidak ada cara untuk mencegah beberapa bentuk hipersomnia.


Anda sanggup mengurangi risiko hipersomnia dengan membuat lingkungan tidur yang tenang, gaya hidup sehat dan menghindari alkohol.


Hindari juga obat-obatan yang mengakibatkan kantuk dan hindari bekerja larut malam.

 


Siapa yang berisiko mengalami hipersomnia?


Orang dengan kondisi yang membuat mereka lelah di siang hari paling berisiko untuk hipersomnia, ibarat melansir Healthline. Kondisi ini termasuk sleep apnea, kondisi ginjal, kondisi jantung, kondisi otak, depresi atipikal, dan fungsi tiroid yang rendah. American Sleep Association menyatakan bahwa kondisi ini memengaruhi laki-laki lebih dari wanita.


Orang yang merokok atau minum secara teratur juga berisiko mengalami hipersomnia. Obat-obatan yang mengakibatkan kantuk sanggup mempunyai imbas samping yang ibarat dengan hipersomnia.

 


Baca Masalah atau Gangguan Tidur Lainnya


Gangguan atau dilema tidur sanggup mengakibatkan kesusahan dan ketidaknyamanan, fungsi siang hari terganggu dan komplikasi serius. Gangguan tidur adalah kelainan yang bisa mengakibatkan dilema pada pola tidur, baik lantaran tidak bisa tertidur, sering terbangun pada malam hari, atau ketidakmampuan untuk kembali tidur setelah terbangun.


Contohnya: hipersomnia, parasomnia, insomnia, ketindihan, sleep apnea, narkolepsi, secomnia, dikala hamil, gerakan mata cepat (rem) jet lag, ngompol, teror malam, tidur berjalan, gerakan tubuh, tidur berlebihan, dll… Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

 


Bacaan Lainnya




 


Merupakan salah satu kelainan tidur atau dilema tidur yang ditandai rasa kantuk yang berl √ Hipersomnia (kantuk berlebihan di siang hari) – Penjelasan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pengobatan

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com


 


Merupakan salah satu kelainan tidur atau dilema tidur yang ditandai rasa kantuk yang berl √ Hipersomnia (kantuk berlebihan di siang hari) – Penjelasan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pengobatan

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter


 



Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan gosip yang membuat Anda menjadi lebih smart!



Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

 

Sumber bacaan: Health LineNCBI (National Center for Biotechnology Information)



                       

 

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya









Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)