Hipersomnia
Merupakan salah satu kelainan tidur atau dilema tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan. Sehingga pasien hipersomnia sering kali membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih usang dari orang normal.
Klasifikasi hipersomnia
Hipersomnia idiopatik primer yaitu gangguan neurologis di mana pasien tidur malam hari daam jangka waktu usang tetapi tidak menyegarkan. Sehingga sering kali pasien melaksanakan tidur siang yang juga usang dan tidak memuaskan
Pasien hipersomnia mungkin tidur selama jangka waktu kurang lebih 20 jam sehari. Hasil investigasi biasanya memperlihatkan arsitektur tidur relatif normal dibandingkan dengan arsitektur tidur yang terganggu pada narkolepsi. Hipersomnia mungkin juga sekunder yang diakibatkan oleh kondisi medis ibarat bisul virus, terutama mononukleosis dan ensefalitis, atau hidrosefalus.
Penyebab Hipersomnia
Hipersomnia primer diduga disebabkan oleh dilema dalam sistem otak yang mengontrol fungsi tidur dan bangun.
Hipersomnia sekunder yaitu hasil dari kondisi yang mengakibatkan kelelahan atau kurang tidur. Misalnya, sleep apnea dapat mengakibatkan hipersomnia lantaran sanggup mengakibatkan kesulitan bernapas di malam hari, memaksa orang untuk bangkit beberapa kali sepanjang malam. Berikut penyebab hipersomnia lainnya:
- Hipersomnia mungkin disebabkan oleh kelainan tidur lainnya (seperti narkolepsi atau sleep apnea), disfungsi sistem saraf otonom, atau penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol.
- Dalam beberapa kasus, hipersomnia sanggup diakibatkan oleh dilema fisik, ibarat tumor, stress berat kepala, atau cedera pada sistem saraf pusat.
- Biasanya, pertama kali dikenali pada masa remaja atau sampaumur muda.
- Pengobatan tertentu, atau menghentikan obat tertentu ketika sudah kecanduan (putus obat), juga sanggup mengakibatkan rasa kantuk berlebihan di siang hari.
- Kondisi medis termasuk multiple sclerosis, depresi, ensefalitis, epilepsi (ayan), atau obesitas sanggup mengakibatkan gangguan ini.
- Beberapa orang sepertinya mempunyai predisposisi genetik terhadap hIpersomnia; dan pada masalah lain, tidak diketahui penyebabnya.

Hipersomnia (kantuk berlebihan di siang hari) – Penjelasan, Penyebab, Gejala, Perawatan dan Pengobatan. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay
Gejala Hipersomnia
Berbeda dengan merasa lelah lantaran kurang tidur atau terganggu pada malam hari, penderitanya terpaksa tidur siang berulang kali di siang hari, seringkali pada dikala yang tidak sempurna ibarat di kawasan kerja, dikala makan, atau dalam percakapan.
Tidur siang siang hari biasanya tidak menawarkan kelegaan dari gejala. Pasien sering mengalami kesulitan bangkit dari tidur yang nyenyak, dan mungkin merasa bingung.
Gejala lainnya meliputi:
- Kegelisahan
- Mudah tersinggung
- Penurunan energi
- Kegelisahan
- Berpikir lambat
- Berbicara lambat
- Kehilangan selera makan
- Halusinasi
- Kesulitan mengingat
Beberapa penderita kehilangan kemampuan untuk berfungsi dalam keluarga, sosial, pekerjaan, atau pada kondisi lainnya lainnya.
Diagnosa Hipersomnia
Untuk mendiagnosis hypersomnia, dokter akan meninjau tanda-tanda dan riwayat medis Anda. Pemeriksaan fisik sanggup menguji kewaspadaan. Dokter memakai beberapa tes untuk mendiagnosis hipersomnia, di antaranya:
- Buku harian tidur: Anda merekam waktu tidur dan terjaga sepanjang malam untuk melacak contoh tidur
- Skala kantuk Epworth: Anda menilai kantuk Anda untuk memilih tingkat keparahan kondisi
- Beberapa tes latensi tidur: Anda tidur sebentar di siang hari. Tes ini mengukur jenis-jenis tidur yang Anda alami
- Polysomnogram: Anda tinggal di sebuah sentra tidur semalam. Mesin memonitor kegiatan otak, gerakan mata, detak jantung, kadar oksigen, dan fungsi pernapasan.
Mengobati Hipersomnia
Pengobatan bersifat simtomatik. Perubahan perilaku, contohnya menghindari kerja malam dan kegiatan sosial yang menunda waktu tidur, dan diet mungkin sanggup membantu. Pasien harus menghindari alkohol dan kafein.
Obat-obatan
- Stimulan ibarat berikut mungkin diresepkan:
- Amfetamin
- Methylphenidate (Concerta, Metadate CD, Metadate ER, Methylin, Methylin ER, Ritalin, Ritalin LA, Ritalin-SR)
- Modafinil (Provigil)
Obat lain yang dipakai untuk mengobati hipersomnia meliputi:
- Clonidine (Catapres)
- Levodopa (Larodopa)
- Bromokriptin (Parlodel)
- Antidepresan
- Penghambat monoamine oxidase
Prognosis Hipersomnia
Prognosis untuk orang dengan hipersomnia bergantung pada penyebab gangguan tersebut. Sementara gangguan itu sendiri tidak mengancam nyawa, namun sanggup menjadikan konsekuensi serius, ibarat kecelakaan kendaraan beroda empat yang disebabkan tertidur dikala mengemudi. Serangan biasanya berlanjut tanpa batas waktu.
Penelitian perihal hipersomnia
Banyak organisasi dan komunitas yang melaksanakan penelitian perihal hipersomnia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman ilmiah perihal kondisi tersebut, menemukan metode diagnosa dan perawatan yang lebih baik, dan menemukan cara untuk mencegahnya.
Pencegahan Hipersomnia
Tidak ada cara untuk mencegah beberapa bentuk hipersomnia.
Anda sanggup mengurangi risiko hipersomnia dengan membuat lingkungan tidur yang tenang, gaya hidup sehat dan menghindari alkohol.
Hindari juga obat-obatan yang mengakibatkan kantuk dan hindari bekerja larut malam.
Siapa yang berisiko mengalami hipersomnia?
Orang dengan kondisi yang membuat mereka lelah di siang hari paling berisiko untuk hipersomnia, ibarat melansir Healthline. Kondisi ini termasuk sleep apnea, kondisi ginjal, kondisi jantung, kondisi otak, depresi atipikal, dan fungsi tiroid yang rendah. American Sleep Association menyatakan bahwa kondisi ini memengaruhi laki-laki lebih dari wanita.
Orang yang merokok atau minum secara teratur juga berisiko mengalami hipersomnia. Obat-obatan yang mengakibatkan kantuk sanggup mempunyai imbas samping yang ibarat dengan hipersomnia.
Baca Masalah atau Gangguan Tidur Lainnya
Gangguan atau dilema tidur sanggup mengakibatkan kesusahan dan ketidaknyamanan, fungsi siang hari terganggu dan komplikasi serius. Gangguan tidur adalah kelainan yang bisa mengakibatkan dilema pada pola tidur, baik lantaran tidak bisa tertidur, sering terbangun pada malam hari, atau ketidakmampuan untuk kembali tidur setelah terbangun.
Contohnya: hipersomnia, parasomnia, insomnia, ketindihan, sleep apnea, narkolepsi, secomnia, dikala hamil, gerakan mata cepat (rem) jet lag, ngompol, teror malam, tidur berjalan, gerakan tubuh, tidur berlebihan, dll… Klik disini untuk membaca lebih lanjut.
Bacaan Lainnya
- Menguap Itu Menular! Tidak Percaya? Mari Dicoba Sendiri
- Ambeien (Wasir): Gejala, Penyebab dan Pengobatan
- Obat Wasir Alami Dari Tumbuhan
- Karbon Aktif (Active Charcoal) untuk Meringankan Sakit Perut dan Gas, Keracunan, Pemutih Gigi, Perawatan Kulit, dll
- Cara Cepat Hamil – Tingkatkan Peluang Anda Untuk Lebih Cepat Hamil
- Ibu Hamil Dan Bahaya Kafein – Sayur & Buah Yang Baik Pada Masa Kehamilan
- Penyebab Dan Cara Mengatasi Iritasi Atau Lecet Pada Daerah Kewanitaan Akibat Pembalut Wanita
- Apakah Produk Pembalut Wanita Aman?
- Organ Tubuh Manusia
- Sistem Reproduksi Manusia, Hewan dan Tumbuhan
- Penyebab Aborsi Yang Berarti Penghentian Kehamilan
- Aborsi – Jenis Aborsi dan Pengertian umum
- Apakah Aborsi Legal di Indonesia?
- Narkoba – Contoh, Jenis, Pengertian, Efek jangka pendek dan panjang
- Tempat Wisata Yang Harus Dikunjungi Di Tokyo – Top 10 Obyek Wisata Yang Harus Anda Kunjungi
- Cara Membeli Tiket Pesawat Murah Secara Online Untuk Liburan Atau Bisnis
- Puncak Gunung Tertinggi Di Dunia dimana?
- TOP 10 Gempa Bumi Terdahsyat Di Dunia
- Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Pada Dirinya Sendiri?
- Test IPA: Planet Apa Yang Terdekat Dengan Matahari?
- 10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Dan Praktis Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!
- TOP 10 Virus Paling Mematikan Manusia

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!
Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan gosip yang membuat Anda menjadi lebih smart!
Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Sumber bacaan: Health Line, NCBI (National Center for Biotechnology Information)
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya
Sumber aciknadzirah.blogspot.com
EmoticonEmoticon