Segala Hal yang Diumumkan pada Event Developer Google IO 2017 – Pesta besar Google buat para developer yaitu I/O diselenggarakan selama 3 hari dan ketika ini pun masih berlangsung. Kemarin pada sekitar 7000 developer memadati Shoreline Amphitheatre di Mountain View, California, AS untuk mendengarkan Keynote dari Google.
Ada aneka macam pengumuman yang Google umumkan pada Keynote yang berlangsung kurang lebih 2 jam. Apa saja pengumuman penting tersebut, berikut rekapnya
2 Milyar Pengguna Aktif Android
Dominasi Android masih terus berkembang, CEO Google Sundar Pichai mengungkapkan bahwa Android kini mempunyai pengguna aktif mencapai 2 milyar pengguna. Hal ini termasuk pengguna smartphone, tablet, perangkat Android Wear, Android TV dan gadget lain yang berbasis sistem operasi Android.
Google Lens
CEO Google Sundar Pichai membuka Keynote dengan meluncurkan sistem Computer Vision gres yang akan segera hadir ke Google Assistant. Sederhananya, Pichai menyampaikan pola Google Assistant yang sanggup mengenali bunga cukup dengan mengarahkan HP, terkoneksi otomatis dengan wifi router cukup dengan memindai dengan kamera instruksi barcode yang terdapat dibelakang wifi router, kemudian kamera yang diarahkan ke restoran sanggup menampilkan informasi menyerupai rating restoran tersebut. Secara teori, dimasa depan kau sanggup mencari informasi mengenai segala hal cukup dengan mengarahkan kamera.
Perangkat Keras Baru untuk AI
Google mengumumkan generasi kedua perangkat keras khusus untuk kecerdasan buatan yang disebut dengan Tensor Processor Unit (TPU). Ketika generasi pertama, TPU hanya dipakai untuk kebutuhan internal Google saja, kini teknologi tersebut akan tersedia untuk semua pengguna dengan memakai layanan Google Cloud (Google Compute Engine). Hal ini akan membantu AI researcher lebih cepat dan efisien dalam membangun proyek AI.
Update Google Assistant
Google kini memboyong Google Assistant dari Android ke iOS dengan aplikasi tersendiri yang akan hadir untuk iPhone dan iPad. Google Assistant di iOS secara fungsi tidak jauh berbeda dengan Google Assistant di Android. Google menyampaikan Google Assistant akan tersedia di AppStore mulai hari ini.
Selain itu Google juga meluncurkan Assistant developer kit, jadi developer sanggup menciptakan layanan pihak ketiga memakai Assistant untuk interaksi suara. Google pun menambah bahasa gres yang didukung Assistant. Sayangnya bahasa Indonesia belum juga tersedia. Bahasa gres yang didukung tersebut ialah bahasa Jerman dan Korea.
Google Home
Google Home diluncurkan pada event I/O tahun kemudian yang menjadi rival pribadi dari Amazon Echo. Pada tahun ini Google menambah kemampuan Google Home semoga sanggup menyampaikan notifikasi proaktif kepada pengguna. Misalnya kau mempunyai alamat kantor yang tersimpan di Google Maps. Google Home akan memberi tahu kau semoga kau berangkat lebih awal kekantor alasannya ialah traffic agak macet.
Persis menyerupai Amazon Echo kini Google Home juga mempunyai kemampuan untuk menelpon. Saat ini fitur tersebut hanya tersedia untuk Amerika dan Kanada. Secara default, Google memakai nomor private untuk fitur ini.
Google Photos
Gogole menyampaikan bahwa pengguna Google Photos kini mempunyai 500 juta lebih pengguna aktif. Google Photos kini menerima beberapa update baru. Aplikasi kini sanggup merekomendasikan foto yang kau ambil untuk di share ketika aplikasi mengenali orang tertentu di foto tersebut. Google menyebutnya dengan Suggested Sharing. Selain itu Google Photos juga memperkenalkan fitur Shared Libraries, dimana keluarga sanggup menambahkan koleksi foto secara terpusat.
Backup foto pada cloud memang elok semoga foto sanggup di nikmati kapan saja melalui perangkat apa saja, namun bagaimana bila kau ingin bentuk fisiknya. Google kini menunjukkan Album tercetak. Album foto tersebut sanggup dibentuk pribadi dari smartphone kamu. Google akan menunjukkan untuk mencetak album ketika koleksi foto masuk logika untuk dibentuk album. Layanan ini gres tersedia untuk AS dengan harga dimulai USD 9.99
Satu fitur yang paling menarik kedepannya, aplikasi Google Photos sanggup menghapus otomatis item tertentu dalam foto yang tidak kau inginkan.
Android O
Google sudah diumumkan lebih awal, namun pada perhelatan I/O ini Google menyampaikan update gres mengenai OS ini. Sayangnya Google tidak menyinggung mengenai penamaan Android O yang dirumorkan sebelumnya ialah Oreo, berikut juga tanggal perilisannya.
Update terbaru dari Android O ini menyerupai emoji yang baru, fitur picture-in-picture, peningkatan keamanan, dan beberapa kemampuan AI yang diterapkan dalam Android ini. OS ini juga menambah kemampuan autofill login dan password, jadi kau tidak perlu berulang-ulang mengisi informasi yang sama. Selain itu ada peningkatan untuk problem ketahanan baterai.
Android Go
Untuk meraih pengguna gres di negara berkembang Google akan merilis Android versi ringan semoga sanggup dijalankan pada perangkat dengan RAM dibawah 1GB yang disebut dengan Android Go. Selain OS yang dibentuk lebih ringan Google memperhatikan problem penggunaan data di negara berkembang. Maka dari itu aplikasi yang akan dipakai pada Android Go haruslah efisien dan sanggup menghemat penggunaan data. Lebih lengkapnya sanggup kau lihat pada artikel ini.
Google VR dan AR
Daydream VR diumumkan Google pada I/O tahun lalu. Sampai ketika ini mungkin masih sedikit perangkat yang mendukung Daydream. Pada I/O tahun ini Google hanya menyebutkan kalau Samsung Galaxy S8 akan mendukung Daydream VR dengan update yang akan datang.
Tidak cukup dengan Daydream VR yang membutuhkan perangkat smartphone untuk sanggup bekerja. Kini Google bekerja sama dengan HTC, perusahaan yang menciptakan headset VR Vive untuk menciptakan platform Daydream VR yang tidak tergantung dengan smartphone. Artinya headset ini nantinya akan mempunyai perangkat keras tersendiri didalamnya. Google juga menambahkan teknologi AR didalamnya yang mereka sebut “WorldSense”.
Google juga memamerkan teknologi yang sedang mereka kembangkan dalam 1 tahun ini yaitu Project Tanggo. Proyek Augmented Reality ini menerima update baru. Project Tanggo kini sanggup memahami dunia sekitarnya dan sanggup menyampaikan informasi kepada kau ketika kau berjalan didalam ruangan. Google menyebutnya dengan “visual positioning service“, idenya menyerupai GPS.

Pada demonstrasinya Google juga menunjukkan teknologi AR ini dipakai untuk keperluan pendidikan. Google mencontohkan dalam video, para pelajar sanggup mencar ilmu mengenai fenomena gunung meletus, angin tornado, memahami DNA dan sebagainya.
Demikian rekap Google I/O 2017, bila ada yang terlewat beri tahu kami di kolom komentar dibawah ini
Sumber aciknadzirah.blogspot.com




EmoticonEmoticon