Wednesday, February 8, 2017

√ Sejarah Un

1950-1960an
Ujian simpulan pada tahun ini disebut Ujian Penghabisan. Ujian penghabisan dilakukan secara nasional dan seluruh soal dibentuk Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. Seluruh soal dalam bentuk esai. Hasil Ujian tidak diperiksa di sekolah daerah ujian, tetapi di sentra rayon.

1965-1971
Semua mata pelajaran diujikan dalam hajat yang disebut ujian Negara. Bahan ujian dibentuk oleh pemerintah sentra dan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Pemerintahan waktu ujian.

1972-1979
Pemerintah memperlihatkan kebebasan setiap sekolah atau sekelompok setiap sekolah atau sekelompok sekolah menyelenggarakan ujian sendiri. Pembuatan soal dan proses penilaian dilakukan masing-masing sekolah atau kelompok. Pemerintah hanya menyusun pedoman dan panduan yang bersifat umum.

1980-2000
Mulai dari diselenggarakan ujian simpulan nasional yang disebut penilaian mencar ilmu tahan simpulan nasional (Ebtanas). Model ujian simpulan ini memakai dua bentuk yaitu Ebtanas untuk mata pelajaran pokok sedang EBTA untuk mata pelajaran non-ebtanas.

Ebtanas dikoordinasikan pemerintah sentra dan EBTA dikoordonasi pemerintah provinsi. Kelulusan ditentukan oleh kombinasi dua penilaian tadi ditambah nilai ujian harian yang tertera di buku rapor.

2001-2004
Ebtanas diganti menjadi ujian simpulan nasional (Unas). Hal yang menonjol dalam peralihan nama Ebtanas menjadi UNAS yaitu penentuan kelulusan siswa, yaitu dalam Ebtanas kelulusananya menurut nilai Ebtanas Murni, sedangkan Unas ditentukan pada mata pelajaran secara Individual.

2005-2009
Perubahan sistem yaitu pada sasaran wajib mencar ilmu pendidikan (SD/MI/SD-LB/MTS/SMP/SMP-LB/SMA/MA/SMK/SMA-LB), sehingga nilai kelulusan ada sasaran minimal.

2010-sekarang
Unas diganti menjadi Ujian Nasional (UN). Dengan target, para minimal UN sehingga sanggup lulus UN dengan baik.

Perlu diketahui, ujian negara ternyata memiliki tiga landasan lho. Pertama, UU sistem pendidikan Nasional (sisdiknas) nomor 20/2003. Kedua PP nomor 19/2005 perihal standar nasional pendidikan. Ketiga, Permendiknas 47/2006.

Sumber: Litbang Sindo   (ade)

Sumber http://zulfiaditrumon.blogspot.com


EmoticonEmoticon