Sunday, March 19, 2017

√ Bulan Ramadan – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Acara Dan Budaya

Bulan Ramadan


Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan puasa (saum) dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad berdasarkan keyakinan umat Muslim.


Perayaan tahunan ini dihormati sebagai salah satu dari rukun Islam. Bulan bulan pahala akan berlangsung selama 29–30 hari berdasarkan pengamatan hilal, berdasarkan beberapa aturan yang tertulis dalam hadits.


Kata bulan pahala berasal dari akar kata bahasa Arab ramiḍa atau ar-ramaḍ


Yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Puasa Ramadhan dalam hukumnya merupakan fardhu (diwajibkan) untuk Muslim dewasa, kecuali mengalami halangan untuk melakukannya menyerupai sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, diabetes atau sedang mengalami menstruasi.


Kewajiban berpuasa pada bulan bulan pahala turun pada bulan Sya’ban tahun kedua sesudah hijrahnya umat Muslim dari Mekkah ke Madinah.


Bulan bulan pahala diawali dengan penentuan bulan sabit sebagai mengambarkan bulan baru.


Selama berpuasa dari pagi hingga petang, Muslim dihentikan untuk makan, minum cairan apapun, merokok, dan bekerjasama secual


Selain itu, mereka diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa untuk menyempurnakan pahala puasa, menyerupai berkata yang buruk (seperti menghina, memfitnah, mengutuk, berbohong) dan berkelahi.


Makanan dan minuman sanggup disediakan setiap hari, yakni ketika sebelum Matahari terbit (Subuh) hingga terbenamnya Matahari (Magrib).


Pendekatan spiritual (taubat) ketika bulan bulan pahala ramai dilakukan. Berpuasa bagi Muslim dikala bulan pahala biasanya diikuti dengan memperbanyak salat dan membaca Al-Quran.


Kekhususan bulan bulan pahala bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Quran pada surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kau berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian semoga kau bertakwa.


— (Al-Baqarah 2: 183)





 


 dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi √ Bulan bulan pahala – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Aktivitas dan Budaya

Ramadhan Fanous Lama, juga dikenal sebagai lentera Ramadhan yakni kisah rakyat Mesir yang terkenal terkait dengan Ramadhan. Sumber foto: Wikimedia Commons


 




Etimologi Ramadan


Ramadan (KBBI: Ramadan Ra.ma.dan – bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam yang sudah pandai balig diwajibkan berpuasa ) berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat. Bangsa Babilonia yang budayanya pernah sangat mayoritas di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar(penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan kesembilan selalu jatuh pada animo panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari animo panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum hambar betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga sesudah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.


Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis Matahari, bulan bulan pahala tak lagi selalu bertepatan dengan animo panas. Orang lebih memahami ‘panas’nya bulan pahala secara metaphoric (kiasan). Karena pada hari-hari bulan pahala orang berpuasa, tenggorokan terasa panas alasannya yakni kehausan. Atau, dibutuhkan dengan ibadah-ibadah Ramadan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai bulan pahala orang yang berpuasa tak lagi berdosa.


Dari akar kata tersebut kata bulan pahala dipakai untuk mengindikasikan adanya sensasi panas dikala seseorang kehausan. Pendapat lain menyampaikan bahwa kata bulan pahala dipakai alasannya yakni pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana Matahari membakar tanah.


Namun kata ramadan tidak sanggup disamakan artinya dengan ramadan. bulan pahala dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata hendak buta.


Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen bulan pahala oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang sanggup mencairkan materi.

 


Sejarah Bulan Ramadan


Surah 2, Ayat 185, dari Alquran menyatakan:


Bulan bulan pahala yakni turunnya Al Quran, Petunjuk bagi umat manusia, dan pembuktian adanya Nabi dan Rasul, sebagai tuntunan hidup, dan kriteria (benar dan salah).


Seluruh umat Islam wajib berpuasa di bulan itu, dan siapapun yang sedang sakit atau dalam perjalanan, boleh tidak berpuasa dan diwajibkan mengganti pada hari yang lain. Allah memperlihatkan kau kemudahan dan tidak menginginkan kesusahan bagimu.


Untuk perempuan harus menuntaskan menstruasi, sesudah itu wajib menggantinya sesudah Ramadhan dan bahwa Anda harus mengagungkan Allah dikarenakan telah membimbing Anda, dan Anda juga harus berterima kasih.[Qur’an 2:185]


Dipercaya bahwa Alquran pertama kali diwahyukan kepada Muhammad selama bulan bulan pahala yang telah disebut sebagai “masa terbaik”. Wahyu pertama diturunkan di malam Lailatul Qadar (malam kekuasaan) yang merupakan salah satu dari lima malam dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.


Menurut hadis, semua kitab suci diturunkan selama bulan Ramadan. Shuhuf Ibrahim, Taurat, Mazmur, Injil dan Alquran diturunkan masing-masing pada tanggal 1, 6, 12, 13 dan 24 Ramadan.


Di dalam Al Qur’an, puasa juga wajib bagi agama-agama sebelum Islam, dan merupakan cara untuk mencapai taqwa, takut akan Tuhan.


Allah SWT menyatakan kepada Nabi Muhammad bahwa berpuasa demi Dia bukanlah sebuah penemuan baru. Dalam monoteisme, melainkan kewajiban yang dipraktikkan oleh orang-orang yang benar-benar mengabdi pada keesaan Allah.


Orang-orang kafir Mekkah juga berpuasa, tapi hanya pada hari kesepuluh Muharram untuk meredakan dosa dan menghindari kekeringan.


Keputusan untuk menjalani ibadah puasa selama bulan bulan pahala diturunkan 18 bulan sesudah Hijrah, yaitu pada bulan Sya’ban pada tahun kedua Hijrah pada tahun 624 Masehi.


Abu Zanad seorang penulis Arab dari Irak yang hidup sesudah berdirinya Islam, sekitar tahun 747 M, menulis bahwa setidaknya satu komunitas Muslim yang berada di al-Jazira (Irak utara modern) mengamati bulan pahala sebelum beralih ke Islam.


Menurut Philip Jenkins, bulan pahala tiba “dari disiplin gereja-gereja Syria yang ketat”.


Namun, saran ini didasarkan pada gagasan orientalis bahwa Alquran sendiri mempunyai asal Syria, yang ditolak Oleh akademisi Muslim menyerupai M. Al-Azami.

 


Masa penting Bulan Ramadan


Awal


Kalender Hijriyah didasarkan pada revolusi bulan mengelilingi bumi dan awal setiap bulan ditetapkan dikala terjadinya hilal (bulan sabit). Metode penentuan dikala terjadinya hilal yang dipakai dikala ini yakni metode penglihatan dengan mata telanjang (dikenal dengan istilah rukyah) serta memakai metode perhitungan astronomi (dikenal dengan istilah hisab). Persatuan Islam (persis) dan Majelis Ulama Indonesia (M.U.I)menggunakan kombinasi hisab dan rukyah untuk penentuan hilal.


Nahdlatul Ulama (N.U) serta Kementerian Agama RI selaku Pemerintah RI menggunakan metode rukyatul hilal; sementara Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wal wujudul hilal sebagai sandaran penentuan hilal.


Perbedaan metode ini mengakibatkan adanya kemungkinan perbedaan hasil penetapan kapan awal dan berakhirnya bulan pahala sebagaimana sempat terjadi pada tahun 1998 M (1418 H).


Malam kemuliaan (Lailatul Qadar)


Lailatul Qadar (malam ketetapan), yakni satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadan. Malam ini dikatakan dalam Alquran pada surah Al-Qadr, lebih baik daripada seribu bulan.


Saat niscaya berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun berdasarkan beberapa riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29.


Sebagian Muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dan merayakan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir bulan pahala sembari beribadah sepanjang malam.


Akhir Bulan bulan pahala (Takbiran dan Salat Id)


Akhir dari bulan bulan pahala dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di seluruh dunia. Pada malam harinya (malam 1 Syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi hal yang menarik alasannya yakni biasanya para penduduk Muslim mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang kala dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api atau menghidupkan lampion.


Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik pria maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka’at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan program saling memberi maaf di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian acara keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

 


Aktivitas Keagamaan Pada Bulan Ramadan



 dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi √ Bulan bulan pahala – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Aktivitas dan Budaya




Suasana berbuka puasa (iftar) bersama di masjid.





Aktivitas utama dalam bulan bulan pahala pastinya diisi dengan kegiatan berpuasa, sahur, berbuka, salat malam, memperbanyak membaca Alquran, merayakan hari turunnya Alquran, serta perbuatan baik lainnya.


Puasa Ramadan


Saum / Puasa bagi orang islam (bahasa Arab: صوم, transliterasi: Shuwam) yakni menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang sanggup membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Berpuasa (saum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Saum secara bahasa artinya menahan atau mencegah.


Sahur


Sahur yakni sebuah istilah Islam yang merujuk kepada acara makan oleh umat Islam yang dilakukan pada dini hari bagi yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.


ahur sebagai makan pagi cocok dengan Iftar sebagai makan malam, selama Ramadan, menggantikan makan tiga kali sehari (sarapan, makan siang dan makan malam), meskipun di beberapa tempat makan malam juga dikonsumsi sesudah Iftar kemudian pada malam hari.


Iftar


Iftar mengacu pada sebuah perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadan.


Iftar yakni salah satu ibadah di bulan bulan pahala dan sering dilakukan oleh sebuah komunitas, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama. Iftar dilakukan sempurna sesudah waktu Magrib. Secara tradisional, kurma adalah hal pertama yang harus dikonsumsi ketika berbuka.


Banyak Muslim percaya bahwa memberi makan orang buka puasa sebagai bentuk amal sangat bermanfaat dan yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad.


Salat malam


Pada malam harinya, tepatnya setelah salat isya, Kaum Muslimin melanjutkan ibadahnya dengan melaksanakan salat tarawih. Salat khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadan. Salat tarawih, walaupun sanggup dilaksanakan dengan sendiri-sendiri, umumnya dilakukan secara berjama’ah di masjid-masjid.


Terkadang sebelum pelaksanaan salat tarawih pada tempat-tempat tertentu, diadakan ceramah singkat untuk membekali para jama’ah dalam menunaikan ibadah pada bulan bersangkutan. Setelah melaksanakan sholat tarawih, biasanya pribadi di lanjutkan dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat.

 


Praktek Budaya Pada Bulan Ramadan



 dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi √ Bulan bulan pahala – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Aktivitas dan Budaya




Memukul bedug di Indonesia






 dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi √ Bulan bulan pahala – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Aktivitas dan Budaya




Dekorasi lentera bulan pahala di KairoMesir






 dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi √ Bulan bulan pahala – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Aktivitas dan Budaya




Ramadan di Kota Lama Yerusalem





Di beberapa negara Muslim saat ini, lampu digantung di lapangan umum, dan di jalan-jalan kota, untuk menambah perayaan bulan ini. Lentera menjadi hiasan simbolis menyambut bulan Ramadan. Di negara-negara berkembang, mereka digantung di jalan-jalan kota.


Tradisi lentera sebagai hiasan yang dikaitkan dengan bulan pahala diyakini berasal selama Khilafah Fatimiyah yang berpusat di Mesir, di mana Khalifah Al-Mu’izz li-Dinillah disambut oleh orang-orang yang memegang lentera untuk merayakan keputusannya. Sejak dikala itu, lentera dipakai untuk menerangi masjid dan rumah di ibu kota Kairo. Pusat perbelanjaan, tempat usaha, dan rumah orang sanggup dilihat dengan bintang dan crescent dan banyak sekali imbas pencahayaan juga.


Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai bermacam-macam tradisi Ramadan.


Di pulau Jawa, banyak orang Jawa yang mandi di mata air suci bersiap untuk berpuasa, sebuah ritual yang dikenal dengan Padusa.


Kota Semarang menandai dimulainya bulan pahala dengan karnaval Dugderan, yang melibatkan pengarakan ngendog Warak, makhluk bibit unggul kuda-naga yang diduga terinspirasi oleh Buraq.


Di ibu kota Cina yang dipengaruhi Cina, kerupuk api secara tradisional dipakai untuk membangunkan orang-orang untuk salat Subuh, hingga era ke-19. Menjelang final Ramadan, sebagian besar karyawan mendapatkan bonus satu bulan yang dikenal dengan nama Tunjangan Hari Raya.


Beberapa jenis masakan sangat terkenal selama bulan Ramadan, menyerupai daging sapi di Aceh, dan siput di Jawa Tengah. Makan iftar diumumkan setiap malam dengan memukul bedug, drum raksasa, di masjid.


Salam sejahtera selama bulan bulan pahala yakni “Ramadan Mubarak” atau “Ramadan Karim”, yang mengharapkan penerimanya diberkati atau bermurah hati Ramadan.


Fanoos


Fanoos , yang berarti lampu atau cahaya, secara luas dikenal dengan Fanous Ramadan atau Fanoos Ramadan dan kini dikenal sebagai Lentera Ramadan.

 


Kesehatan


Puasa bulan pahala kondusif untuk orang sehat, tapi mereka yang mempunyai kondisi medis harus mencari saran medis.


Masa puasa biasanya dikaitkan dengan penurunan berat tubuh yang sederhana, namun berat tubuh cenderung kembali setelahnya.


Penyakit ginjal


Sebuah ulasan literatur oleh kelompok Iran menyarankan puasa selama bulan bulan pahala sanggup mengakibatkan luka ginjal pada pasien dengan penyakit sedang (GFR <60 ml / min) atau penyakit ginjal yang lebih buruk, namun tidak membahayakan pasien transplantasi ginjal dengan fungsi baik atau paling banyak pembentukan batu.


Baca juga: Penyakit Ginjal – Pengertian, Anatomi, Contoh Penyakit dan Ketidaknormalan Pada Ginjal

 


Denda untuk pelanggaran



  • Di beberapa negara Muslim, gagal berpuasa atau pertengkaran terbuka terhadap sikap semacam itu selama bulan bulan pahala dianggap sebagai kejahatan dan dituntut menyerupai itu. Misalnya, di Aljazair, pada bulan Oktober 2008 pengadilan Biskra mengutuk enam orang hingga empat tahun di penjara dan denda berat.

  • Di Kuwait, berdasarkan undang-undang nomor 44 tahun 1968, hukumannya yakni denda tidak lebih dari 100 dinar Kuwait, atau penjara tidak lebih dari satu bulan, atau kedua hukuman, untuk yang terlihat makan, minum atau merokok selama siang hari di bulan Ramadan.

  • Di beberapa tempat di Uni Emirat Arab, makan atau minum di depan umum pada siang hari di bulan bulan pahala dianggap sebagai pelanggaran ringan dan akan dieksekusi hingga 150 jam dedikasi masyarakat.

  • Di negara tetangga Arab Saudi, yang digambarkan oleh The Economist saat mengambil bulan bulan pahala “lebih serius daripada di tempat lain”, ada sanksi yang lebih keras, sedangkan di Malaysia, tidak ada sanksi semacam itu.

  • Di Mesir, penjualan alkohol dilarang selama bulan Ramadan.

  • Pada tahun 2014 di Kermanshah, Iran, seorang non-Muslim dieksekusi alasannya yakni memperabukan sebatang rokok dan lima orang Muslim dicambuk dengan 70 garis alasannya yakni makan selama bulan Ramadan.


Masalah aturan lainnya


Beberapa negara mempunyai undang-undang yang mengubah acara kerja selama bulan Ramadan. Di bawah Undang-Undang Tenaga Kerja Uni Emirat Arab, jam kerja maksimal yakni 6 jam per hari dan 36 jam per minggu. Qatar, Oman, Bahrain dan Kuwait memiliki undang-undang serupa.

 


Aspek Ekonomi Pada Bulan Ramadan



 dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi √ Bulan bulan pahala – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Aktivitas dan Budaya




Iftar di Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki





Bulan bulan pahala di Indonesia dan negara dengan penduduk mayoritas Islam pada umumnya sanggup dihubungkan dengan meningkatnya daya beli dan perilaku konsumtif masyarakat akan barang dan jasa. Di Indonesia sendiri hal ini terkait erat dengan kebiasaan pemerintah dan perusahaan swastauntuk memperlihatkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawainya.


Peningkatan ini terjadi di hampir semua sektor dari transportasi, makanan, minuman hingga kebutuhan rumah tangga. Sehingga tidak jarang tingkat inflasi pun mencapai titik tertinggi pada periode bulan ini.


Fenomena ini secara kasat mata terlihat dengan menjamurnya para pedagang musiman yang menjajakan banyak sekali komoditas mulai dari masakan hingga pakaian, di ruang-ruang publik terutama di pinggir jalanan. Di samping juga maraknya penyelenggaraan festival baik yang disponsori oleh pemerintah, swasta, organisasi tertentu maupun swadaya masyarakat.

 


Tingkat Kejahatan Pada Bulan Ramadan


Korelasi bulan pahala dengan tingkat kejahatan beragam: beberapa statistik memperlihatkan bahwa tingkat kejahatan turun selama bulan Ramadan, sementara yang lain memperlihatkan bahwa hal itu meningkat. Penurunan tingkat kejahatan telah dilaporkan oleh polisi di beberapa kota di Turki (Istanbul dan Konya) dan Provinsi Timur Arab Saudi.


Sebuah studi tahun 2012 memperlihatkan bahwa tingkat kejahatan menurun pada Iranduring Ramadan, dan Penurunan tersebut secara statistik signifikan.


Sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa ada penurunan penyerangan, perampokan dan kejahatan terkait alkohol selama bulan bulan pahala di Arab Saudi, namun hanya penurunan kejahatan terkait alkohol secara statistik signifikan.


Peningkatan tingkat kejahatan selama bulan bulan pahala telah dilaporkan terjadi di Turki, Jakarta, bagian dari Aljazair, Yaman dan Mesir.


Berbagai prosedur telah diusulkan untuk imbas bulan pahala ihwal kejahatan:



  • Seorang ulama Iran beropini bahwa puasa selama bulan bulan pahala menciptakan orang cenderung melaksanakan kejahatan alasannya yakni alasan spiritual. Gamal al-Banna beropini bahwa puasa sanggup menciptakan orang stres, yang sanggup menciptakan mereka lebih cenderung melaksanakan kejahatan. Dia mengkritik kaum Muslim yang melaksanakan kejahatan dikala berpuasa selama bulan bulan pahala sebagai “palsu dan dangkal”.

  • Polisi di Arab Saudi menghubungkan penurunan tingkat kejahatan dengan “suasana spiritual yang lazim di negara ini”

  • Di Jakarta, Indonesia, polisi Mengatakan bahwa kemudian lintas lengang alasannya yakni 7 juta orang meninggalkan kota untuk merayakan Idul Fitri menghasilkan peningkatan kejahatan jalanan. Akibatnya, polisi mengerahkan 7.500 personil tambahan.

  • Selama bulan Ramadan, jutaan peziarah masuk ke Arab Saudi untuk mengunjungi Mekkah. Menurut Yaman Times, peziarah semacam itu biasanya beramal, dan alhasil penyelundup mengantar bawah umur dari Yaman untuk mengemis di jalan-jalan di Arab Saudi.


 


Ramadan di tempat kutub


Panjang fajar hingga terbenam bervariasi di banyak sekali belahan dunia sesuai dengan titik balik matahari animo panas atau animo dingin. Kebanyakan Muslim berpuasa selama 11-16 jam selama bulan Ramadan.


Namun, di tempat kutub, periode antara fajar dan terbenam di Mekkah melebihi 22 jam di animo panas.


Misalnya, pada tahun 2014, umat Islam di Reykj4vik, Islandia, dan Trondheim, Norwegia, berpuasa hampir 22 jam, sementara umat Islam di Sydney, Australia, berpuasa hanya sekitar 11 jam.


Umat ​​Muslim di tempat di mana malam atau siang yang terus menerus diamati selama bulan bulan pahala mengikuti jam puasa di kota terdekat dimana puasa diamati dikala fajar dan terbenam. Sebagai alternatif, umat Islam mungkin mengikuti masa Mekkah.

 


Pekerjaan selama bulan Ramadan


Muslim akan terus bekerja selama bulan Ramadan. Nabi Muhammad menyampaikan bahwa penting untuk menjaga keseimbangan antara ibadah dan pekerjaan. Di beberapa negara Muslim, menyerupai Oman, bagaimanapun, jam kerja dipersingkat selama bulan Ramadan.


Sering disarankan semoga orang-orang Muslim yang bekerja menginformasikan majikan mereka bila mereka berpuasa, mengingat potensi ketaatan untuk menghipnotis kinerja di tempat kerja.


Sejauh mana pengamat bulan pahala dilindungi oleh fasilitas religius berbeda-beda di setiap negara. Kebijakan yang menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan karyawan lainnya telah dipenuhi dengan klaim diskriminasi di Inggris dan Amerika Serikat.

 


Bacaan Lainnya



 


 dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi √ Bulan bulan pahala – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Aktivitas dan Budaya

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com


 


 dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi √ Bulan bulan pahala – Pengertian, Sejarah, Kesehatan, Aktivitas dan Budaya

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter


 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar bila Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan isu yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!





Sumber bacaan: BBC, Live Science, Beliefnet

                       

 

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)