Apakah Sleep Apnea itu?
Sleep apnea yaitu gangguan tidur dengan kesulitan bernapas dan ketika napas mendadak berhenti ketika tidur.
Mengapa sleep apnea berbahaya?
Gangguan tidur yang serius yang terjadi ketika pernapasan seseorang terganggu bahkan terhenti ketika tidur.
Seseorang dengan sleap apnea yang tidak diobati, akan berhenti bernapas secara berulang selama tidurnya, kadang sampai ratusan kali. Hal ini menimbulkan otak dan juga tubuh yang sedang istirahat tidak mendapatkan oksigen dalam jumlah yang cukup.
Seperti Apa Ciri-ciri dan Gejala Sleep Apnea?
Penting untuk mengetahui banyak sekali tanda dan gejalanya kondisi ini agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa tanda-tanda paling umum dari sleep apnea yang harus Anda waspadai. Gejalanya meliputi:
- Suara mengorok yang keras ketika tidur.
- Sering terbangun ketika tidur sebab tersedak atau perasaan kehabisan napas.
- Menggeretakkan gigi (bruxism).
- Bangun tidur dengan lisan kering.
- Bernapas dengan berat .
- Berkeringat berlebih pada malam hari .
- Bangun tidur dengan keluhan nyeri pada tenggorokan atau tenggorokan yang kering.
- Mengantuk atau kurang energi sepanjang hari.
- Mengantuk ketika menyetir.
- Sakit kepala di pagi hari.
- Mudah marah.
- Merasa kurang tidur.
- Mudah lupa, mood gampang berubah dan menurunnya hasrat secual.
- Insomnia atau kebangun ketika tidur yang sering berulang.
Jika tidak diobati, sleep apnea bisa menimbulkan bertambahnya masalah kesehatan meliputi:
- Tekanan darah tinggi.
- Stroke.
- Gagal jantung, denyut jantung irregular dan serangan jantung.
- Diabetes (kencing manis).
- Depresi.
- Sakit kepala.
Selain itu, sleep apnea yang tidak diobati bisa menjadikan buruknya performa sepanjang hari, contohnya di daerah kerja, sekolah, terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor, dan menurunnya prestasi anak serta remaja.
Faktor Risiko dan Penyebab Sleep Apnea
Pada gangguan tidur obstruktif, otot di belakang tenggorokan akan mengendur dan menyebabkan saluran udara menyempit atau tertutup ketika kita menarik napas sehingga tidak cukup menerima pasokan oksigen. Sedangkan pada apnea tidur sentral, kita akan merasa tidak sanggup bernapas sesaat pada waktu otak tidak mengirimkan sinyal ke otot pernapasan. Oleh sebab itu, seringkali penderita sulit menerima tidur nyenyak dan sering terbangun dengan nafas pendek.
Sleep apnea bisa menghipnotis siapa saja pada umur berapa pun termasuk juga anak – anak. Faktor risikonya meliputi:
- Laki – laki lebih beresiko.
- Kegemukan atau obesitas.
- Usia di atas 40 tahun.
- Memiliki ukuran leher besar (43 cm atau lebih besar pada laki-laki dan 40cm atau lebih besar pada wanita).
- Memiliki tonsil (amandel) yang besar, pengecap besar atau tulang rahang yang kecil.
- Riawayat keluarga mengalami sleep apnea.
- Penyakit asam lambung (Gastroesophageal reflux) atau GERD.
- Sumbatan hidung karena deviasi septum, alergi, atau problem sinus.

Sleep Apnea – Gangguan Tidur Ketika Napas Mendadak Berhenti – Penjelasan, Penyebab, Gejala dan Pengobatan. Sumber foto: Pixabay, ilustrasi: Pinterpandai
Penegakan Diagnosis
Jika seseorang memiliki gejala sleep apnea, maka dokter akan menyarankan dilakukannya tes sleep apnea yang disebut polisomnogram. Pemeriksaan ini bisa dilakukan juga di rumah.
Penanganan dan Pengobatan Sleep Apnea
Apnea tidur akan sangat baik jikalau ditangani oleh seorang dokter seorang jago tidur. Tujuan pengobatan yaitu untuk mempertahankan jalan napas terbuka selama tidur. Pengobatan yang efektif akan menghilangkan tanda-tanda gangguan tidur; konsekuensi kesehatan jangka panjang juga berkurang. Kebanyakan perawatan membutuhkan penggunaan setiap malam. Tantangan bagi dokter dan pasien untuk menentukan terapi yang efektif yang sesuai untuk problem pasien dan yang sanggup diterima untuk penggunaan jangka panjang.
Pertama, pendengkur harus diperiksakan tidurnya di laboratorium tidur. Pemeriksaan dengan alat bernama polisomnografi ini untuk mendiagnosis apakah dengkuran seseorang itu masuk akal atau ada henti nafasnya. Derajat dan jenis apnea tidur juga akan diketahui.
Dari hasil pemeriksaan, akan diketahui apa perawatan yang sempurna bagi penderita. Apakah harus menggunakan continuous positive airway pressure (CPAP), penggunaan dental appliances oleh dokter gigi, atau pembedahan.
1. Continuous positive airway pressure (CPAP)
Pengobatan yang paling efektif untuk apnea tidur memakai tekanan udara dari perangkat mekanik untuk menjaga jalan masuk napas pecahan atas terbuka selama tidur. Perangkat CPAP memakai lampiran kedap udara ke hidung, biasanya masker, terhubung ke tabung dan blower yang menghasilkan tekanan. Perangkat yang cocok dengan nyaman ke dalam lubang hidung, juga tersedia. CPAP harus dipakai setiap ketika orang tidur (siang atau malam).
Perangkat CPAP biasanya dipakai untuk pertama kalinya di laboratorium tidur, di mana seorang teknisi sanggup menyesuaikan tekanan dan menentukan peralatan terbaik untuk menjaga jalan napas terbuka. Atau, sebuah perangkat “auto” dengan fitur tekanan menyesuaikan diri, diberikan edukasi dan pelatihan, bisa mendapatkan perawatan dimulai tanpa tes tidur. Sementara pengobatan mungkin tampak tidak nyaman, berisik, atau besar pada awalnya, kebanyakan orang sanggup mendapatkan perawatan sehabis mengalami tidur yang lebih baik. Namun, kesulitan dengan kenyamanan masker dan hidung tersumbat mencegah sampai 50% orang dari memakai pengobatan secara teratur.
Terus menindaklanjuti dengan penyedia layanan kesehatan membantu untuk memastikan bahwa pengobatan yang efektif dan nyaman. Informasi dari mesin CPAP sering dipakai oleh dokter, terapis, dan asuransi untuk melacak keberhasilan pengobatan. CPAP sanggup diberikan dengan banyak sekali fitur untuk meningkatkan kenyamanan dan memecahkan problem yang mungkin muncul selama pengobatan. Perubahan dalam pengobatan mungkin diharapkan jikalau tanda-tanda tidak membaik atau jikalau kondisi perubahan seseorang, ibarat laba atau kerugian berat.
2. Perangkat gigi
Sebuah perangkat gigi, disebut alat oral atau perangkat kemajuan mandibula, sanggup memposisikan rahang (mandibula), membawa pengecap dan langit-langit lunak maju. Hal ini sanggup meringankan obstruksi pada beberapa orang.
Perawatan ini sangat baik untuk mengurangi mendengkur, meskipun imbas pada OSA kadang kala lebih terbatas. Akibatnya, perangkat gigi yang terbaik dipakai untuk kasus-kasus OSA ringan untuk meredakan mendengkur yaitu tujuan utama. Kegagalan untuk mentolerir dan mendapatkan CPAP yaitu indikasi lain untuk perangkat gigi. Sementara perangkat gigi yang tidak seefektif CPAP untuk OSA, beberapa pasien lebih menentukan perangkat gigi dibanding CPAP. Efek samping dari perangkat gigi umumnya kecil tetapi mungkin termasuk perubahan pada gigitan dengan penggunaan jangka panjang.
3. Bedah
Operasi merupakan terapi alternatif untuk pasien yang tidak sanggup mentolerir atau tidak membaik dengan perawatan nonbedah ibarat CPAP atau perangkat gigi. Operasi juga sanggup dipakai dalam kombinasi dengan perawatan nonbedah lainnya.
Prosedur bedah membentuk kembali struktur di jalan masuk napas atas atau pembedahan reposisi tulang atau jaringan lunak. Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP) menghilangkan uvula dan jaringan yang berlebihan di tenggorokan, termasuk amandel, jikalau ada. Prosedur lain, yaitu MMA.
UPPP saja mempunyai tingkat keberhasilan yang terbatas (kurang dari 50 persen) dan orang-orang sanggup kambuh (bila tanda-tanda OSA kembali sehabis operasi). Akibatnya, operasi ini hanya disarankan pada sebagian kecil orang dan harus dipertimbangkan dengan hati-hati. MMA mungkin mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, terutama pada orang dengan rahang yang asing (rahang atas dan rahang bawah), tetapi mekanisme yang paling rumit. Pendekatan bedah, stimulasi saraf yang lebih gres untuk menonjol lidah, telah menjanjikan tingkat keberhasilan pada orang yang sangat dipilih.
Trakeostomi membuat pembukaan permanen di leher. Hal ini disediakan untuk orang-orang dengan penyakit yang parah di antaranya tindakan kurang drastis telah gagal atau tidak tepat. Meskipun selalu berhasil dalam menghilangkan apnea tidur obstruktif, trakeostomi membutuhkan perubahan gaya hidup yang signifikan dan membawa beberapa risiko yang serius (misalnya infeksi, pendarahan, penyumbatan).
Semua perawatan bedah mengharuskan diskusi perihal tujuan pengobatan, hasil yang diharapkan, dan komplikasi potensial.
4. Modifikasi lainnya
Sesuaikan posisi tidur – Mengatur posisi tidur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur pada orang yang mempunyai OSA ketika tidur di pecahan belakang. Namun, hal ini sulit untuk mempertahankan sepanjang malam dan jarang solusi yang memadai.
Berat badan – Berat tubuh sanggup membantu untuk pasien obesitas atau kelebihan berat badan. Penurunan berat tubuh sanggup dicapai dengan perubahan contoh makan, olahraga, dan/atau perawatan bedah. Namun, mungkin sulit untuk mempertahankan penurunan berat badan; keberhasilan lima tahun dari penurunan berat tubuh non-bedah hanya 5 persen, yang berarti bahwa 95% orang mendapatkan kembali berat tubuh yang hilang.
Hindari alkohol dan obat penenang lainnya – Alkohol sanggup memperburuk kantuk, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan atau cedera. Orang dengan OSA sering dinasihati untuk minum sedikit alkohol, bahkan pada siang hari. Demikian pula, orang-orang yang mengambil obat anti-kecemasan atau obat penenang untuk tidur harus berbicara dengan dokter mereka perihal keamanan obat-obat ini.
Orang dengan OSA harus memberitahukan kepada semua penyedia layanan kesehatan, termasuk dokter bedah, perihal kondisi mereka dan potensi risiko yang dibius. Orang-orang dengan OSA yang diberi anestesi dan / atau nyeri obat memerlukan administrasi khusus dan pemantauan ketat untuk mengurangi risiko henti napas (sleep apnea).
Mekanisme terjadinya apnea tidur
Ketika tidur, jalan masuk napas rileks dan lemas sampai menyempit. Akibatnya, walau ada gerakan napas, tak ada udara yang bisa lewat.
Seseorang yang mendengkur ibarat tercekik kemudian terbangun sejenak dan kemudian tidur kembali. Orang yang menderita hal ini biasanya tidak sadar, walaupun sehabis bangun.
Akibat henti nafas, jumlah oksigen turun dan naik berulang kali. Hal ini membawa efek pada jantung yaitu berulang kali denyut jantung menjadi pelan, kemudian cepat ketika tidur.
3 Macam sleep apnea
Terdapat 3 jenis sleep apnea yaitu:
1. Central sleep apnea
Apnea sentral sering terjadi pada usia lanjut, yang ditandai denganintermiten penurunan kemampuan respirasi jawaban penurunan saturasioksigen.
Apnea sentral ditandai oleh terhentinya pedoman udara dan usahapernafasan secara periodik selama tidur, sehingga pergerakan dada dandinding perut menghilang. Hal ini kemungkinan kerusakan pada batangotak atau hiperkapnia.
2. Upper airway
Gangguan jalan masuk nafas (upper airway obstructive) pada ketika tidurditandai dengan peningkatan pernafasan selama apnea, peningkatan perjuangan otot dada dan dinding perut dengan tujuan memaksa udara masukmelalui obstruksi. Gangguan ini semakin berat bila memasuki fase REM.
Gangguan jalan masuk nafas ini ditandai dengan nafas megap-megap atau mendengkur pada ketika tidur.
Mendengkur ini berlangsung 3-6 kalibersuara kemudian menghilang dan berulang setiap 20-50 detik.Serangan apnea pada ketika pasien tidak mendengkur. Akibat hipoksia atauhipercapnea, menimbulkan respirasi lebih aktif yang diaktifkan oleh deretan retikularis dan pusat respirasi medula, dengan jawaban pasien terjaga dan respirasi kembali normal secara reflek.
3. Obstructive apnea dan bentuk adonan dari keduanya
Baik pada sentral atau obstruksi apnea, pasien sering terbangun berulangkali dimalam hari, yang kadang kala sulit kembali untuk jatuh tidur.
Gangguan ini sering ditandai dengan nyeri kepala atau tidak enakperasaan pada pagi hari.
Pada bawah umur sering bekerjasama dengan gangguan kongenital jalan masuk nafas, dysotonomi syndrome, adenotonsil hipertrofi.
Pada orang remaja obstruksi jalan masuk nafas septal defek, hipotiroid, gangguan jantung, PPOK, hipertensi, stroke, Arnold chiari malformation (tonjolan sebagian otak kecil yang masuk ke dalam rongga sumsum tulang belakang leher).
Baca Masalah atau Gangguan Tidur Lainnya
Gangguan atau problem tidur sanggup menimbulkan kesusahan dan ketidaknyamanan, fungsi siang hari terganggu dan komplikasi serius. Gangguan tidur adalah kelainan yang bisa menimbulkan problem pada pola tidur, baik sebab tidak bisa tertidur, sering terbangun pada malam hari, atau ketidakmampuan untuk kembali tidur sehabis terbangun.
Contohnya: hipersomnia, parasomnia, insomnia, ketindihan, sleep apnea, narkolepsi, secomnia, ketika hamil, gerakan mata cepat (rem) jet lag, ngompol, teror malam, tidur berjalan, gerakan tubuh, tidur berlebihan, dll…
Klik disini untuk membaca lebih lanjut.
Bacaan Lainnya
- Ambeien (Wasir): Gejala, Penyebab dan Pengobatan
- Obat Wasir Alami Dari Tumbuhan
- Karbon Aktif (Active Charcoal) untuk Meringankan Sakit Perut dan Gas, Keracunan, Pemutih Gigi, Perawatan Kulit, dll
- Cara Cepat Hamil – Tingkatkan Peluang Anda Untuk Lebih Cepat Hamil
- Ibu Hamil Dan Bahaya Kafein – Sayur & Buah Yang Baik Pada Masa Kehamilan
- Penyebab Dan Cara Mengatasi Iritasi Atau Lecet Pada Daerah Kewanitaan Akibat Pembalut Wanita
- Apakah Produk Pembalut Wanita Aman?
- Organ Tubuh Manusia
- Sistem Reproduksi Manusia, Hewan dan Tumbuhan
- Penyebab Aborsi Yang Berarti Penghentian Kehamilan
- Aborsi – Jenis Aborsi dan Pengertian umum
- Apakah Aborsi Legal di Indonesia?
- Narkoba – Contoh, Jenis, Pengertian, Efek jangka pendek dan panjang
- Tempat Wisata Yang Harus Dikunjungi Di Tokyo – Top 10 Obyek Wisata Yang Harus Anda Kunjungi
- Cara Membeli Tiket Pesawat Murah Secara Online Untuk Liburan Atau Bisnis
- Puncak Gunung Tertinggi Di Dunia dimana?
- TOP 10 Gempa Bumi Terdahsyat Di Dunia
- Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Pada Dirinya Sendiri?
- Test IPA: Planet Apa Yang Terdekat Dengan Matahari?
- 10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Dan Praktis Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!
- TOP 10 Virus Paling Mematikan Manusia

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!
Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!
Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Sumber bacaan: Mayo Clinic, NHLBI, Sleep Education
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya
Sumber aciknadzirah.blogspot.com
EmoticonEmoticon