Instruction :
Perkembangan olahraga bergerak berlandaskan kepada nilai-nilai yang menjadi tumpuan masyarakat. Olahraga berpotensi menghipnotis lingkungan masyarakat sekitar, sebaliknya masyarakat juga berpotensi mengubah, membentuk dan mengarahkan perkembangan olahraga.
Fenomena yang terjadi memperlihatkan adanya interaksi timbal balik antara acara olahraga dengan sosial budaya masyarakat baik secara sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan lain-lain. Beberapa unsur di dalam acara olahraga juga terdapat pengembang abjad baik, kesetiaan, keperdulian (altruisme), pengendalian diri “fortitude” (daya tahan atas penderitaan), ketangguhan mental (mental alertness), penumbuh rasa patriotisme, dan lain sebagainya. Persepsi yang tumbuh dan berkembang dalam pemikiran seseorang akan merefleksikan sejauhmana keterlibatannya dalam acara olahraga. Elemen pokok yang memungkinkan berlangsungnya proses sosialisasi dalam olahraga terdiri dari tiga elemen, yaitu: agen sosial, situasi sosial, karakteristik personal.
Fenomena yang terjadi memperlihatkan adanya interaksi timbal balik antara acara olahraga dengan sosial budaya masyarakat baik secara sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan lain-lain. Beberapa unsur di dalam acara olahraga juga terdapat pengembang abjad baik, kesetiaan, keperdulian (altruisme), pengendalian diri “fortitude” (daya tahan atas penderitaan), ketangguhan mental (mental alertness), penumbuh rasa patriotisme, dan lain sebagainya. Persepsi yang tumbuh dan berkembang dalam pemikiran seseorang akan merefleksikan sejauhmana keterlibatannya dalam acara olahraga. Elemen pokok yang memungkinkan berlangsungnya proses sosialisasi dalam olahraga terdiri dari tiga elemen, yaitu: agen sosial, situasi sosial, karakteristik personal.
Tugas:
- Uraikan fenomena dinamika imbas timbal balik antara acara olahraga dengan sosial budaya menurut pengamatan saudara terhadap kegiatan olahraga yang anda ketahui.
- Bagaimana mengelola kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani sehingga nilai-nilai kasatmata berolahraga sanggup terpenuhi di dalam kegiatan belajar.
- Uraikan langkah-langkah yang sanggup dilakukan biar nilai-nilai susila sanggup terinternalisasi dengan baik pada siswa melalui kegiatan pendidikan jasmani.
- Jelaskan bagaimana abjad personal siswa sanggup dibangun melalui acara berolahraga di dalam pendidikan jasmani.
Jawaban :
1. Sudah semenjak zaman dahulu olahraga menjadi potongan budaya pranata sosial masyarakat, menurut kajian telusuran sejarah olahraga berperan dan berfungsi diantaranya sebagai, prosedur peradilan, wahana inisiasi dan ritus pubertas, wahana untuk menentukan jodoh, wahana untuk mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan, wahana ritual kepercayaan, cara pertanda prestise, dan wahana pendidikan. Dalam perkembangannya hingga ketika ini, olahraga kian meluas dan mempunyai makna yang bersifat universal dan unik. Berawal dari sekedar kegiatan fisik yang menyehatkan badan, mengisi waktu luang, dan media eksistensi diri, kesudahannya bergeser menjadi kegiatan yang multi kompleks, telah menghipnotis dan dipengaruhi oleh fenomena-fenomena lain ibarat politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Sebagai sebuah fenomena global, olahraga terbukti memainkan peranan penting yang menghipnotis dan dipengaruhi oleh aspek-aspek tersebut. Olahraga sanggup menghipnotis banyak sekali aspek nilai hidup dan kebidupan manusia, baik sebagai individu maupun masyarakat, ibarat nilai ekonomi, sosial, moral, politik, pendidikan, dan lain-lain. Dinamika olahraga dan pengembangan nilai merupakan salah satu media yang kasatmata untuk membuatkan nilai-nilai hidup dan kehidupan, salah satu diantaranya membuatkan nilai-nilai sosial. Sebab dalam olahraga syarat dengan sejumlah acara yang mencerminkan kehidupan yang sebenarnya, termasuk kehidupan dalam kaitannya dengan nilai-nilai sosial.
Dinamika olahraga dan pengembangan nilai memainkan peranan penting dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat. Nilai nilai dalam olahraga sangat terkait dengan tradisi budaya masyarakat yang diwarisikan secara turun menurun dari satu generasi ke generasi lainya. Karena itu, olahraga merefleksikan nilai-nilai sosial suatu masyarakat. Kesimpulannya dari masa ke masa olahraga kian berkembang dan semakin kompleks, dengan peranannya yang semakin berkembang dalam masyarakat, sehingga olahraga sekarang telah bertransformasi di dalam masyarakat itu sendiri yang mempunyai kaitan dan tak terpisahkan.
2. Mengelola kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani sehingga nilai-nilai kasatmata berolahraga sanggup terpenuhi di dalam kegiatan berguru sanggup dilakukan salah satunya dengan cara penerapan sistem Reward and punishment, yaitu dengan menekankan penghargaan dan eksekusi kepada seluruh siswa dengan tanpa memeberikan perlakuan khusus pkepada siswa tertentu. Selain itu juga yang terpenting ialah penanaman nilai-nilai kasatmata itu sendiri di dalam bahan yang akan disampaikan, sanggup berupa permainan atau olahraga yang telah dimodifikasi baik teknik maupun peraturannya namun dengan tetap membuat suasana kompetisi di dalamnya. hal lain yang perlu diperhatikan adalah, guru haruslah memegang peranannya sebagai pendidik, dan bisa menguasai kondisi kelas ketika pelajaran berlangsung serta bisa memperlihatkan motivasi bagi siswanya.
3. Langkah-langkah yang sanggup dilakukan biar nilai-nilai susila sanggup terinternalisasi dengan baik pada siswa melalui kegiatan pendidikan jasmani antara lain :
· Guru harus bisa menjadi teladan dan teladan bagi siswanya dalam rangka perwujudan nilai-nilai susila yang hendak diinternalisasikan kepada siswanya, kalau yang mereka lihat ialah hal-hal yang baik, maka mereka akan mencontoh dari apa yang mereka lihat tersebut, dan begitu juga sebaliknya.
· Senantiasa bersikap sama kepada siswa tanpa membeda-bedakan antar sesama mereka, guna mnumbuhkan nilai perilaku keadilan dan persamaan.
· Memberikan kepercaya kepada akseptor didikdan juga motivasi dalam melaksanakan setiap acara jasmani guna menumbuhkan nilai perilaku penghargaan kepada diri sendiri.
· Memberikan suatu pertanyaan atau problem kepada akseptor didik, dan meminta mereka untuk mencari tanggapan dan jalan dari pertanyaan atau problem tersebut melalui diskusi, guna menumbuhkan nilai perilaku penghormatan kepada orang lain.
· Menciptakan sebuah permainan yang bersifat kompetisi dengan peraturan yang dimodifikasi, biar membiasakan mereka dalam mentaati hukum yang berlaku.
· Senantiasa mengawali dan mengakhiri kegiatan dengan berdoa, untuk menanamkan rasa bersyukur kepada Tuhan dan jiwa religius kepada siswa.
4. Karakter personal siswa sanggup dibangun melalui acara berolahraga di dalam pendidikan jasmani dengan cara yang beragam, diantaranya ialah dengan melibatkan akseptor didik di dalam sebuah acara jasmani berupa permainan yang didalamnya sudah disematkan nilai-nilai yang hendak kita internalisasikan kepada siswa, contohnya dalam sebuah permainan kasti, nilai yang terkandung didalamnya tentu saja ialah kerjasama, tanggung jawab, sportifitas, disiplin dan sebagainya. Diciptakan suasana kompetisi untuk menanamkan jiwa juara di dalam diri anak, dan untuk melewatinya mereka harus melaksanakan nilai-nilai tadi dengan tetap memperhatikan hukum yang ditetapkan. Mereka akan menyadari bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalam acara olahraga tersebut bermanfaat bagi mereka.
Selain itu juga tugas guru dalam pembangunan abjad siswa melalui acara olahraga juga diperlukan, guru harus sanggup memperlihatkan teladan serta memperlihatkan semangat dan keyakinan kepada siswa. Pembangunan abjad siswa tidak cukup dilakukan hanya sekali, namun harus bersifat berulang-ulang dan konsisten. Dengan memotivasi siswa bahwasannya olahraga bukan sekedar acara fisik, namun juga wahana melatih mental dan spiritual.

EmoticonEmoticon