Monday, April 10, 2017

√ Termokimia – Rumus, Klarifikasi Beserta Pola Soal Dan Jawaban

Termokimia


Termokimia adalah cabang kimia yang berafiliasi dengan korelasi timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan perubahan keadaan fisika.


Secara umum, termokimia yaitu penerapan termodinamika untuk kimia. Termokimia ialah sinonim dari termodinamika kimia.


Tujuan utama termokimia


Adalah pembentukan kriteria untuk ketentuan penentuan kemungkinan terjadi atau spontanitas dari transformasi yang diperlukan.[1] Dengan cara ini, termokimia digunakan memperkirakan perubahan energi yang terjadi dalam proses-proses berikut:



  • Reaksi kimia

  • Perubahan fase

  • Pembentukan larutan


Ciri-ciri termokimia


Sebagian besar ciri-ciri dalam termokimia berkembang dari penerapan aturan I termodinamika, hukum ‘kekekalan’ energi, untuk fungsi keadaan berikut ini.



  • Energi dalam (U)

  • Entalpi (H).

  • Entropi (S)

  • Energi bebas Gibbs (G)


Proses termokimia


Suatu sistem mengalami proses ketika satu atau lebih propertinya berubah. Suatu proses berkaitan dengan perubahan negara. Proses isotermal (suhu-sama) terjadi ketika suhu sistem tetap konstan.


Proses isobarik (tekanan yang sama) terjadi ketika tekanan sistem tetap konstan. Suatu proses bersifat adiabatik ketika tidak terjadi pertukaran panas.

 




 


3 Macam Sistem Interaksi Termokimia


Berdasarkan interaksinya dengan lingkungan, sistem digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu sistem terbuka, sistem tertutup, dan sistem terisolasi atau tersekat.


1. Sistem Terbuka


Sistem terbuka memungkinkan terjadinya pertukaran kalor dan materi antara sistem dan lingkungan. Contoh sistem terbuka yaitu reaksi pemanasan kalium karbonat dalam gelas beker.


2. Sistem Tertutup


Sistem tertutup yaitu suatu sistem yang memungkinkan terjadinya pertukaran kalor antara sistem dan lingkungannya, tetapi tidak terjadi pertukaran materi. Contoh sistem tertutup yaitu reaksi antara kerikil kapur dengan air dalam erlenmeyer yang ditutup.


3. Sistem Terisolasi atau Tersekat


Pada sistem terisolasi, mustahil terjadi pertukaran kalor dan materi antara sistem dengan lingkungan. Contoh sistem terisolasi yaitu air dalam termos.


Entalpi yaitu keseluruhan energi dalam bentuk kalor yang terdapat dalam suatu sistem. Entalpi dalam sistem bersifattetap selama tidak terjadi pertukaran energi antara sistem dengan lingkungan. Entalpi dinyatakan dengan abjad H dengan satuan joule (J).


Besarnya entalpi tidak sanggup ditentukan, yang sanggup ditentukan yaitu perubahannya, dinyatakan dengan ΔH.


Perubahan entalpi (ΔH) yaitu perubahan kalor yang terjadi pada suatu reaksi kimia. Besarnya perubahan entalpi diperoleh dari selisih antara entalpi produk dengan entalpi reaktan.

 


yang berafiliasi dengan korelasi timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan peruba √ Termokimia – Rumus, Penjelasan Beserta Contoh Soal dan Jawaban

Diagram skematik yang menggambarkan aturan termokimia Kirchhoff. Perubahan entalpi ΔH dari X → Y → Z sama dengan X → W → Z. Sumber foto: Wikimedia Commons


 




 


Hukum Termokimia


Terdapat beberapa aturan yang mengatur perihal konteks dari ilmu termokimia, salah satunya yang paling utama ialah Hukum Kekekalan Energi.


Dalam aturan kekekalan energi dinyatakan bahwa “energi tidak sanggup diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya sanggup diubah”.


Berdasarkan pernyataan tersebut, kita sanggup menyimpulkan bahwa dalam setiap reaksi kimia sesungguhnya hanya terjadi pelepasan atau perembesan energi, pelepasan energi yang dihasilkan oleh suatu reaksi kimia bukan berarti reaksi kimia tersebut membuat energi, no…no…no !, hal tersebut terjadi lantaran proses kerja antar atom-atom dan molekul-molekul yang saling bertumbukan. Yang dimana hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya interaksi tarik-menarik yang berpengaruh sehingga terjadilah pelepasan energi dari hasil interaksi tarik menarik tersebut.


Ingat! bukan suatu penciptaan melainkan hanya suatu pelepasan energi!


Jadi dalam suatu reaksi kimia hanya terjadi perembesan atau pelepasan energi , pelepasan energi yang dihasilkan oleh suatu reaksi kimia bukan berarti reaksi kimia tersebut membuat energi, melainkan hanya suatu pelepasan energi.


Selain aturan kekekalan energi, terdapat 2 aturan lain yang mengatur perihal konteks dari ilmu termokimia ini, berikut ini kedua aturan tersebut.




  • 1. Hukum Lavoiser Dan Laplace




Hukum Lavoiser dan Laplace menyatakan bahwa “perubahan energi dikala terjadi reaksi sanggup sama/berkebalikan dengan perubahan energi pada proses kebalikan “.




  • 2. Hukum Hess




Hukum Hess menyatakan bahwa “kalor reaksi yang dihasilkan oleh suatu reaksi kimia yaitu sama meskipun rute yang digunakan untuk mencapai reaksi kimia tersebut dilakukan tahap demi tahap atau secara langsung”.

 




 


Jenis Reaksi Termokimia


Berdasarkan pertukaran kalor antara sistem dengan lingkungan, reaksi termokimia dibedakan menjadi

dua yaitu reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.


a. Reaksi Eksoterm


Dalam reaksi eksoterm entalpi zat yang bereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi. Oleh lantaran itu, terjadi perpindahan kalor  dari sistem ke lingkungan. Dalam hal ini sanggup diartikan bahwa kalor dilepaskan ke lingkungan. Aliran kalor tersebut digambarkan menyerupai gambardisamping.

Contoh reaksi eksoterm sebagai berikut.



  1. Fermentasi glukosa: C6H12O6(s) —> 2C2H5OH(ℓ) + 2CO2(g)Pada reaksi ini sistem mengalami kenaikan suhu sistem.

  2. Reaksi logam Na dengan air:2Na(s) + 2H2O(ℓ) -> 2NaOH(aq) + H2(g)Reaksi ini disertai ledakan dan kenaikan suhu sistem.





BACA JUGA :  Cara Praktis Supaya Cepat Bisa Pintar





Reaksi eksoterm mengalami penurunan energi kimia sistem sehingga entalpi sistem berkurang.  Oleh alasannya yaitu itu ΔH reaksi eksoterm bertanda negatif (-).


b. Reaksi Endoterm


Dalam reaksi endoterm entalpi zat yang bereaksi lebih kecil daripada Kaior

entalpi zat hasil reaksi. Oleh lantaran itu, terjadi perpindahan kaior dari lingkungan ke sistem. Aliran kaior tersebut digambarkan menyerupai gambar di samping.

Contoh reaksi endoterm yaitu pelarutan urea dalam air dengan reaksi:

CO(NH2)2(S) + H2O(ℓ) -> CO(NH2)2(aq) + H20 (ℓ) . Setelah urea larut suhu sistem mengalami penurunan.


Dalam reaksi endoterm kalor diserap oleh sistem sehingga energi kimia sistem meningkat dan entalpi sistem juga bertambah. Oleh lantaran itu, ΔH reaksi endoterm bertanda positif (+).

 




 


Perubahan Entalpi pada Reaksi Termokimia


Persamaan termokimia merupakan persamaan reaksi yang dilengkapi dengan perubahan entalpi (ΔH).


Selain itu, dalam persamaan termokimia juga mencantumkan jumlah mol zat yang dinyatakan dengan koefisien reaksi dan fase zat yang terlibat dalam reaksi, dengan satuan kilojoule (kJ). Sementara itu, satuan perubahan entalpi dalam molar yaitu kJ/mol atau kJ mol-1.


a. Reaksi Endoterm


Pada reaksi endoterm, entalpi produk lebih besar daripada entalpi reaktan sehingga entalpi sistem pada reaksi endoterm bertambah.

Oleh lantaran itu, ΔH > 0.


b. Reaksi Eksoterm


Pada reaksi eksoterm, entalpi produk lebih kecil daripada entalpi reaktan sehingga entalpi sistem pada reaksi eksoterm berkurang. Oleh lantaran itu, ΔH < 0.


Penulisan dan interpretasi persamaan termokimia diatur dalam aliran berikut.



  1. Koefisien stoikiometri menawarkan jumlah mol suatu materi.

  2. Jika letak reaktan dan produk pada persamaan dibalik, tanda ΔH-nya menjelma kebalikannya.

    Contoh:

    Proses pembekuan air menjadi es membebaskan kalor sebesar 6,01 kj.

    H2O(ℓ)  -> H2O(s) ΔH = -6,01 kj/mol

    Dengan demikian, untuk reaksi pelelehan es menjadi air memerlukan kalor sebesar 6,01 kj.

    H2O(s) -> H20(ℓ) ΔH = +6,01 kj/mol

  3. Jika koefisien persamaan digandakan, nilai*AH juga digandakan sesuai dengan perubahan faktor koefisien persamaan.

    Contoh:

    Jika koefisien persamaan pelelehan es digandakan dua kalinya, perubahan entalpinya juga dikalikan dua. Persamaan reaksi termokimianya menjadi:

    2H2O(s) -> 2H20(ℓ) ΔH = +6,01 kj/mol

  4. Wujud zat yang terlibat dalam reaksi harus ditulis dalam kurung dan italic untuk membantu memilih perubahan entalpinya. Zat padat dinyatakan dengan (s), larutan dinyatakan dengan (aq), zat cair dinyatakan dengan (ℓ), dan zat gas dinyatakan dengan (g).


Baca juga: Entalpi Termokimia –  Pemanasan / Kalor Fisika – Soal dan Jawaban

 




 


Soal dan Jawaban Termokimia


1 Diketahui persamaan termokimia sebagai berikut :


2NO(g) + O2(g) → N2O4(g) ; H = -A kJ

NO(g) + ½O2(g) → NO2(g) ; H = -B kJ

Tentukan H untuk reaksi 2NO2(g) → N2O4(g).



Pembahasan :

Untuk soal reaksi bersusun menyerupai ini, perhatikan persamaan yang ditanya. Pada pecahan pereaksi (kiri) terdapat 2NO2 dan pada pecahan hasil reaksi (kanan) terdapat N2O4.


Oleh lantaran itu, susunlah sedemikian rupa  dua persamaan lain yang harga H-nya diketahui biar di sebelah kiri terdapat 2NO2, dan di sebelah kanan terdapat N2O4.


Sekarang perhatikan persamaan no 2. Pada persamaan itu NO2 berada di sebelah kanan, maka reaksi harus dibalik lantaran kita menginginkan NO2 di sebelah kiri. Selanjutnya, lantaran kita menginginkan 2NO2, maka reaksi no 2 kita kali 2 begitu juga harga H-nya.


Sedangkan persamaan no 1, N2O4 sudah berada di sebelah kanan jadi tidak perlu dibalik.


2NO(g) + O2(g) → N2O4(g) ;   H = -A kJ

2NO2(g) →  2NO(g) + O2(g) ; H = +2B kJ —> berubah tanda & dikali 2.

——————————————————

2NO2(g) → N2O4(g) ;               H = (-A) + (+2B)= (-A + 2B) kJ



Keterangan :

Untuk menuntaskan reaksi bersusun, bila terdapat senyawa atau unsur yang sama dengan koefisien yang sama juga berada dalam posisi yang berlawanan (kiri-vs-kanan), maka akan habis.

Pada persamaan di atas, 2NO(g) + O2(g) habis lantaran terdapat di pecahan kiri dan kanan.

 


2. Ke dalam kalorimeter dituangkan 50 g air hirau taacuh (25°C), kemudian ditambahkan 75g air panas (60°C) sehingga suhu adonan menjadi 35°C. Jika suhu kalorimeter naik sebesar 7°, tentukan kapasitas kalor kalorimeter? Diketahui kalor jenis air = 4,18 J g–1 °C–1.


Jawab:


Kalor yang dilepaskan air panas sama dengan kalor yang diserap air hirau taacuh dan kalorimeter.


QAir panas = QAir hirau taacuh + QKalorimeter

QAir panas = 75 g × 4,18 J g – 1 °C –1× (35 – 60)°C

= – 7.837,5 J


QAir hirau taacuh = 50 g × 4,18 J g – 1 °C –1 × (35 – 25)°C

= + 2.090 J


Qkalorimeter = Ck × Δ T

Oleh lantaran energi bersifat kekal maka


QAir panas + QAir hirau taacuh + QKalorimeter = 0

–7.837,5 J + 2.090 J + (Ck . 7°C) = 0

Ck = 7.837,5 2.090 J/7°C =821 J °C


Jadi, kapasitas kalor kalorimeter 821 J °C–1.

 


3. Diketahui persamaan termokimia berikut:

2NO(g) + O2(g) → N2O4(g); ΔH = a kJ

NO(g) + ½O2 → NO2(g) ; ΔH = b kJ

Besarnya ΔH untuk reaksi N2O4(g) → 2NO2(g) adalah…


A. (a + b) kJ

B. (a – 2b) kJ

C. (a + 2b) kJ

D. (-a + 2b) kJ

E. (2a + b) kJ


Pembahasan :

Langkah pengerjaan

1. Balik persamaan pertama, ΔH jadi negatif

2. Kali dua persamaan kedua, ΔH dikali 2

3. Jumlahkan ΔH


Tahapan pembentukan CS2 :

















N2O4(g) → 2NO(g) + O2(g)ΔH = -a kJ
2NO(g) + O2 → 2NO2(g)ΔH = +2b kJ
N2O4(g) → 2NO2(g)ΔH = (-a + 2b) kJ

Jawaban : C


 


4. Kapur tohor (CaO) digunakan untuk melabur rumah biar tampak putih bersih. Sebelum kapur dipakai, terlebih dahulu dicampur dengan air dan terjadi reaksi yang disertai panas. Apakah reaksi ini eksoterm atau endoterm? Bagaimana perubahan entalpinya?


Jawab:Reaksi yang terjadi:


CaO(s) + H2O(l)→ Ca(OH)2 (s)


Oleh lantaran timbul panas, artinya reaksi tersebut melepaskan kalor atau reaksinya eksoterm, ini berarti kalor hasil reaksi lebih rendah dari pereaksi.



Apabila reaksi itu dilakukan pada tekanan tetap (terbuka) maka kalor yang dilepaskan menyatakan perubahan entalpi ( ΔH) yang harganya negatif.

 


5. Pernyataan yang benar untuk reaksi

2CO(g) + O2(g) → 2CO2(g), H = x kJ

adalah…

A. Kalor pembentuk CO = 2x kJ/mol

B. Kalor penguraian CO = x kJ/mol

C. Kalor pembakaran CO = 2x kJ/mol

D. Kalor pembakaran CO = ½x kJ/mol 

E. Kalor pembentukan CO2 = ½x kJ/mol


Pembahasan :

Reaksi di atas merupakan reaksi pembaaran karbonmonoksida dan menghasilkan karbondioksida. Pada reaksi tersebut dibakar dua mol karbondioksida, jadi untuk 1 mol karbondioksida kalor pembakarannya yaitu ½x kJ/mol.


Reaksinya:

2CO(g) + O2(g) → 2CO2(g), H = x kJ

CO(g) + ½O2(g) → CO2(g), H = ½x kJ


Jawaban : D

 


6. Sebanyak 75 mL air dipanaskan dengan LPG. Jika tidak ada kalor yang terbuang, berapa kalor yang dilepaskan oleh LPG kalau suhu air naik dari 25°C menjadi 90°C? Kalor jenis air, c = 4,18 J g –1°C–1, massa jenis air 1 g mL–1


Jawab:• Ubah satuan volume air (mL) ke dalam berat (g) memakai massa jenis air.

• Hitung kalor yang diserap oleh air

• Hitung kalor yang dilepaskan dari hasil pembakaran gas LPG


ρ air = 1g mL–1 atau mair = ρ air × volume air


mair = 1 g mL–1 × 75 mL= 75 g


Kalor yang diserap air:

Qair = 75 g × 4,18 J g –1°C–1 × (90–25)°C

= 20,377 kJ


Kalor yang diserap air sama dengan kalor yang dilepaskan oleh pembakaran gas LPG.

Qair = QLPG atau QLPG = 20,377 kJ

Jadi, kalor yang dilepaskan oleh hasil pembakaran gas LPG sebesar 20,377 kJ.




 


7. Yang sanggup disebut kalor pembentukan yaitu kalor reaksi dari…

A. CO(g) + ½O2(g) → CO2(g)

B. 2S(s) + 3O2(g) → 2SO3(g)

C. Ag+(aq) + Cl(aq) → AgCl(s)

D. Ag(s) + ½N2(g) + 3/2O2(g) → AgNO3(g)

E. SO2(g) + ½O2(g) → SO3(g)


Pembahasan :

Kalor pembentukan yaitu kalor yang diharapkan atau dilepaskan pada pembentukan 1 mol suatu zat dari unsur-unsurnya secara eksklusif pada suhu dan tekanan normal.Ciri kalor pembentukan yaitu pada pereaksi hanya ada unsur-unsur yang bangun sendiri. Dari kelima reaksi di opsi jawaban, kalor reaksi yang sanggup disebut kalor pembentukan yaitu reaksi keempat.

Ag(s) + ½N2(g) + 3/2O2(g) → AgNO3(g)


Opsi balasan kedua tidak disebut sebagai kalor pembentukan lantaran pada reaksi tersebut dihasilkan 2 mol SO3(g). Sedangkan opsi C menawarkan ikatan ion.


Jawaban : D



 


8. Dalam kalorimeter yang telah dikalibrasi dan terbuka direaksikan 50g alkohol dan 3g logam natrium. Jika suhu awal adonan 30°C dan sehabis reaksi suhunya 75°C, tentukan ΔHreaksi. Diketahui kalor jenis larutan 3,65 J g–1 °C–1, kapasitas kalor kalorimeter 150 J °C–1, dan suhu kalorimeter naik sebesar 10°C.


Jawab:Kalor yang terlibat dalam reaksi:

Qreaksi + Qlarutan + Qkalorimeter = 0

Qreaksi = –(Qlarutan + Qkalorimeter)

Qlarutan = (mlarutan) (clarutan) ( ΔT)


= (53g) (3,65 J g–1°C–1) (45°C)

= 8.705,25 J


Qkalorimeter = (Ck) ( Δ T)

= (150 J °C–1) (10°C) = 1.500 J


Qreaksi = –(8.705,25 + 1.500) J = –10.205,25 J


Jadi, reaksi alkohol dan logam natrium dilepaskan kalor sebesar 10.205 kJ. Oleh lantaran pada percobaan dilakukan pada tekanan tetap maka Qreaksi = Δ Hreaksi = –10.205 kJ.



 


9. Untuk membentuk 1 mol Ca(OH)2(aq) dari CaO(s) dan H2O(l) dilepaskan kalor sebanyak 258 kJ. Diagram tingkat energi yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah…





















(A)ECa(OH)2(aq)
  ↓ ΔH = -258 kJ
CaO(s) + H2O(l)



















(B)ECaO(s) + H2O(l)
  ↓ ΔH = +258 kJ
Ca(OH)2(aq)



















(C)ECaO(s) + H2O(l)
  ↑ ΔH = +258 kJ
Ca(OH)2(aq)



















(D)ECaO(s) + H2O(l)
  ↓ ΔH = -258 kJ
Ca(OH)2(aq)



















(E)ECa(OH)2(aq)
  ↑ ΔH = +258 kJ
CaO(s) + H2O(l)

Pembahasan :

Pada soal dijelaskan bahwa reaksi  pembentukan 1 mol Ca(OH)2(aq) dari CaO(s) dan H2O(l) dilepaskan kalor sebanyak 258 kJ, artinya reaksi tersebut merupakan reaksi eksoterm (ΔH = -).


Karena perubahan entalpinya berharga negatif maka energi produk menjadi lebih rendah daripada energi reaktan. Dengan demikian, diagram tingkat energi yang sempurna adalah:




















(D)ECaO(s) + H2O(l)
  ↓ ΔH = -258 kJ
Ca(OH)2(aq)

Jawaban : D



 


10. Larutan NaHCO3 (baking soda) bereaksi dengan asam klorida menghasilkan larutan natrium klorida, air, dan gas karbon dioksida. Reaksi menyerap kalor sebesar 11,8 kJ pada tekanan tetap untuk setiap mol baking soda. Tuliskan persamaan termokimia untuk reaksi tersebut.


Jawab:Persamaan kimia setara untuk reaksi tersebut adalah

NaHCO3(aq) + HCl(aq)→ NaCl(aq) + H2O( l) + CO2(g)


Oleh lantaran reaksi membutuhkan kalor maka entalpi reaksi dituliskan positif.


Persamaan termokimianya:

NaHCO3(aq) + HCl(aq)→ NaCl(aq) + H2O( l) + CO2(g) ΔH= +11,8 kJ



 


11. Diketahui reaksi:

2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ; ΔH = -483,6 kJ

Pernyataan berikut yang benar yaitu …

1. Perubahan entalpi pembentukan uap air 483,6 kJ

2. Pembentukan 1 mol uap air diharapkan 241,8 kJ

3. Pembakaran 1 mol gas hidrogen diharapkan 241,8 kJ

4. Pembentukan 2 mol uap air dilepaskan 483,6 kJ


Pembahasan :

Pada reaksi di atas sanggup kita lihat dihasilkan 2 mol uap air (H2O). Jadi, reaksi di atas merupakan reaksi pembentukan 2 mol uap air.


Pada reaksi tersebut diketahui harga perubahan entalpinya bernilai negatif. Artinya, pada reaksi pembentukan 2 mol uap air, dilepaskan kalor sebesar 483,6 kJ.


Jika untuk membentuk 2 mol uap air dilepaskan kalor sebesar 483,6 kJ, maka pada pembentukan 1 mol uap air akan dilepasan kalor sebesar 241,8 kJ.


Jadi, opsi yang benar hanya opsi 4.


Jawaban : D




 


12. Jika diketahui persamaan termokimia menyerupai berikut :


2Fe(s) + 3/2O2(g) → Fe2O3(s) ; H = -839,6 kJ

2Al(s) + 3/2O2(g) → Al2O3(s) ; H = +1.680 kJ

Tentukan H untuk reaksi 2Al(s) + Fe2O3(s) → 2Fe(s) + Al2O3(s). 


Pembahasan :

Reaksi yang ditanya mempunyai peraksi 2Al(s) + Fe2O3(s) dan hasil 2Fe(s) + Al2O3(s). Susun sedemikian rupa dua persamaan yang lain biar dihasilkan persamaan reaksi yang ditanya. berikut tahapannya :



  • Persamaan 1 dibalik lantaran kita menginginkan Fe2O3 di sebelah kiri.
    Fe2O3(s) → 2Fe(s) + 3/2O2(g) ;  H = + 839,6 kJ —> berubah jadi +


  • Persamaan 2 tidak berubah.


Selanjutnya susun dan jumlahkan reaksi menyerupai berikut :

Fe2O3(s) → 2Fe(s) + 3/2O2(g)H = + 839,6 kJ

2Al(s) + 3/2O2(g) → Al2O3(s) ;   H = +1.680 kJ


———————————————————— +

2Al(s) + Fe2O3(s) → 2Fe(s) + Al2O3(s) ; H = 839,6 + 1.680 = 2519.6 kJ


 


13. Bila 2,30 g dimetileter (Mr = 46) dibakar pada tekanan tetap, kalor yang dilepaskan yaitu 82,5 kJ. Berdasarkan data ini, kalor pembakaran dimetileter yaitu …

A. -413 kJ/mol

B. +825 kJ/mol

C. -825 kJ/mol

D. +1650 kJ/mol

E. -1650 kJ/mol


Pembahasan :

Jumlah mol dimetileter












⇒ n dimetileter =gram
mr











⇒ n dimetileter =2,30
46

⇒ n dimetileter = 0,05 mol


Karena untuk 1 mol dimetileter dilepaskan 82,5 kJ (Q = 82,5 kJ), maka untuk 0,05 mol dimetileter dilepaskan:












⇒ ΔH =-82,5
0,05

⇒ ΔH = -1650 kJ/mol


Kalor pembakaran dimetileter:

⇒ H = -ΔH

⇒ H = 1650 kJ/mol


Jawaban : D




 


14. Sepotong es dimasukkan ke dalam botol plastik dan ditutup. Dalam jangka waktu tertentu es mencair, tetapi di dinding botol sebelah luar ada tetesan air. Dari mana tetesan air itu?


Jawab:Perubahan es menjadi cair memerlukan energi dalam bentuk kalor. Persamaan kimianya:


H2O(s) + kalor → H2O( l)





 


15. Diketahui persamaan termokimia sebagai berikut :



MO2 + CO → MO + CO2 ; H = -20 kJ

M3O4 + CO → 3MO + CO2 ; H = +6 kJ

3M2O3 + CO → 2M3O4 + CO2 ; H = -12 kJ

Tentukan nilai H reaksi 2MO2(g) + CO → M2O3 + CO2


Pembahasan :

Reaksi yang ditanya mempunyai peraksi 2MO2(g) + CO dan hasil M2O3 + CO2. Susun sedemikian rupa tiga persamaan yang lain biar dihasilkan persamaan reaksi yang ditanya. berikut tahapannya :



  • Persamaan 1 dikali 2 lantaran kita menginginkan 2MO2 di sebelah kiri.
    2MO2 + 2CO → 2MO + 2CO2H = 2 (-20) = -40 kJ


  • Persamaan 2 dibalik dan dikali 2/3 biar 2MO pada persamaan 1 habis.
    2MO + 2/3CO2 → 2/3M3O4 + 2/3CO ;  H = 2/3 (-6) = -4 kJ


  • Persamaan 3 dibalik dan dikali 1/3 biar 2/3M3O4 pada persamaan 2 habis.
    2M3O4 + CO2 → 3M2O3 + CO ; H = 1/3(+12) = +4 kJ



Selanjutnya susun dan jumlahkan reaksi menyerupai berikut :

2MO2 + 2CO2MO + 2CO2 ;            H = -40 kJ

2MO + 2/3CO2  → 2/3M3O4 + 2/3CO ; H = -4 kJ

2/3M3O4 + 1/3CO2 → M2O3 + 1/3CO ; H = +4 kJ

—————————————————— +

2MO2(g) + CO → M2O3 + CO2.            H = -40 -4 + 4 = -40 kJ


Keterangan :

2CO – (2/3CO + 1/3CO) = 2CO – CO = CO

2CO2 – (2/3CO2 + 1/3CO2 ) = 2CO2 – CO2 = CO2

 


16. Jika proses penguraian H2O ke dalam atom-atomnya memerlukan energi sebesar 220 kkal/mol, maka energi ikatan rata-rata O-H adalah…


A. +220 kJ

B.-220 kJ

C. +110 kJ

D. -110 kJ

E. +55 kJ


Pembahasan :

Energi ikatan rata-rata O-H












⇒ O-H =+220
2

⇒ O-H = +110 kkal/mol


Jawaban : C


 


17. Sebanyak 2 mol H2(g) dan 1 mol O2(g) bereaksi membentuk air disertai pelepasan kalor sebesar 572 kJ.

2H2(g) + O2(g) → 2H2O( l) ΔH = –572 kJ

Tuliskan persamaan termokimia untuk pembentukan satu mol air. Tuliskan juga reaksi untuk kebalikannya.


Jawab:


Pembentukan satu mol air, berarti mengalikan persamaan termokimia dengan faktor


½ .H2(g) + ½ O2(g)→ H2O( l) ΔH = – 286 kJ


Untuk reaksi kebalikannya:

H2O( l) → H2(g) + ½ O2(g) ΔH = + 286 kJ

 


18. X dan Y yaitu dua unsur gas yang sanggup membentuk senyawa XY sebagai reaksi:

X2(g) + Y2(g) → 2XY(g); ΔH = a kJ

X2(g) + Y2(g) → 2XY(l); ΔH = b kJ

X2(g) + Y2(g) → 2XY(s); ΔH = c kJ

Kalor sublimasi senyawa XY (kJ/mol) pada penurunan temperatur adalah…


A. ½(c – 1)

B. c – a

C. ½(a – c)

D. a – c

E. a – b – c


Pembahasan :

Sublimasi yaitu perubahan wujud zat dari padat eksklusif ke keadaan gas atau sebaliknya tanpa melalui keadaan cair. Makara sublimasi senyawa XY yaitu XY(s) → XY(g).


Langkah pengerjaan :

1. Persamaan pertama tetap

2. Balik persamaan ketiga, ΔH jadi negatif

3. Jumlahkan ΔH


Tahapan pembentukan CS2 :

















X2(g) + Y2(g) → 2XY(g)ΔH = a kJ
2XY(s) → X2(g) + Y2(g)ΔH = -c kJ
2XY(s) → 2XY(g)ΔH = (a – c) kJ

Pada reaksi di atas dihasilkan 2 mol XY(g). Jadi, untuk 1 mol XY(g) adalah:

XY(s) → XY(g); ΔH = ½(a – c) kJ


Jawaban : C


 


19. Berapa kalor yang diharapkan untuk menaikkan suhu 50 g air dari 25°C menjadi 60°C? Diketahui kalor jenis air, c = 4,18 J g–°C–1.


Jawab:Kalor yang diharapkan untuk menaikkan suhu 50 g air yaitu sebesar 50 kali 1 g air.


Kalor yang diharapkan untuk menaikkan suhu sebesar 35°C yaitu sebanyak 35 kali kalor yang diharapkan untuk menaikkan suhu 1°C. Jadi, kalor yang diharapkan untuk menaikkan suhu 50 g air dari 25°C menjadi 60°C (ΔT = 35°C) adalah:


Q = m c ΔT

= 50 g × 4,18 J g–1°C–1 × 35°C

= 7,315 kJ




 


20. Diketahui:

CS2 + 3O2 → CO2  + 2SO2 ; ΔH = -1110 kJ

CO2 → C + O2 ; ΔH = +394kJ

SO2 → S + O2 ; ΔH = +297 kJ 

Maka kalor pembentukan CS2 adalah…


A. +122 kJ

B. -122 kJ

C. +419 kJ

D. -419 kJ

E. +906 kJPembahasan :

Langkah pengerjaan

1. Balik persamaan kedua, ΔH jadi negatif

2. Balik dan kali dua persamaan ketiga, ΔH jadi negatif dan dikali 2

3. Balik persamaan pertama, ΔH jadi positif

4. Jumlahkan ΔH


Tahapan pembentukan CS2 :





















C + O2 → CO2ΔH = -394 kJ
2S + 2O2 → 2SO2ΔH = -594 kJ
CO2  + 2SO2 → CS2 + 3O2ΔH = +1110 kJ
C + 2S → CS2ΔH = +122 kJ

Jawaban : A



 


21. Diketahui persamaan termokimia sebagai berikut :


NH3 + air → larutan NH4OH ; H = +a kal

HCl + air → larutan HCl ; H = +b kal

larutan NH4OH + larutan HCl → larutan NH4Cl ; H = +c kal

NH3 + HCl  → NH4Cl ; H = +d kal

NH4Cl + air → larutan NH4Cl ; H = +e kal

Tentukan korelasi a, b, c, d, dan e berdasarkan Hukum Hess.  


Pembahasan :



NH4Cl + air → larutan NH4Cl, merupakan persamaan terakhir, maka coba susun persamaan lainnya biar diperoleh persamaan permbentukan larutan NH4Cl.



  • Persamaan 1 tetap

  • Persamaan 2 tetap

  • Persamaan 3 tetap

  • Persamaan 4 dibalik lantaran kita menginginkan NH4Cl di sebelah kiri.
    NH4Cl → NH3 + HCl ;  H = -d kal —> berubah tanda jadi –



Selanjutnya susun dan jumlahkan persamaan-persamaan reaksi tersebut menjadi :

NH3 + air → larutan NH4OH ;                              H = +a kal

HCl + air → larutan HCl ;                                     H = +b kal

larutan NH4OH + larutan HCl → larutan NH4Cl ;  H = +c kal

NH4Cl → NH3 + HCl ;                                         H = -d kal

————————————————————————— +

NH4Cl + air → larutan NH4Cl ;                            H = +e kal


Jadi hubungannya yaitu : e = a + b + c – d .



 


22. Pembakaran CS2(I) terjadi menuruut persamaan reaksi berikut . CS2(I) + 3O2(g) → CO2(g) + 2SO(g). Bila entalpi pembentukan standar  Hr CS2 berturut turut yaitu -115,3kJ/mol , dan -393,5kJ/mol , dan -296,8 kJ/mol , maka entalpi pembakaran 7,6 g CS2  (I) ( Mr = 76 )pada keadaan standar yaitu …



a. +87,18 kJ

b. -87,18 kJ

c. +80,56 kJ

d. -80,56 kJ

e. +57,50 kJ



Jawaban :



ΔHf CS2  =  115,3   kj/mol


ΔHf CO2  =  393,5 kj/mol


ΔHf SO2  =  296,8 kj/mol   


CS2  + 3O→CO+ 2SO2


ΔHc =  produk   reaktan c


=  393,5 + 2 . (296,8)) __115,3)


=  987,1 + 115,3 =  871,8 kj/mol


Mol CS = 0,1 mol


ΔHc =0,1 mol x 871,8 kj/mol


       = 87,18 kj/mol




 


23. Diketahui reaksi termokimia


C₂H₄ + 3O₂   →  2CO₂ + 2H₂O             = a KJ

C₄H₈ + 6O₂   →  4CO₂ + 6H₂O             = b KJ

Perubahan entalpi untuk reaksi 1 mol etena menjadi butena adalah:


a. (2a-b) KJ

b. ½ a (2a-b) KJ

c. –(2a-b ) KJ

d. -1/2 (2a – b) KJ

e. 2(2a-b) KJ


Jawaban : C


Reaksi I tetap maka  = a Kj


Reaksi II dibalik dan dibagi 2 maka = ½ b kj


Sehingga diperoleh = ½ (2a-b) kj




 




 



 


Bacaan Lainnya



 


yang berafiliasi dengan korelasi timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan peruba √ Termokimia – Rumus, Penjelasan Beserta Contoh Soal dan Jawaban

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com


 


yang berafiliasi dengan korelasi timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan peruba √ Termokimia – Rumus, Penjelasan Beserta Contoh Soal dan Jawaban

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter


 



 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar kalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan info yang membuat Anda menjadi lebih smart!






                                    

 

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon