Saturday, May 27, 2017

√ Kanker Kepala Dan Leher

Pengertian Kanker Kepala dan Leher


Kanker kepala dan leher adalah sekelompok kanker yang dimulai di mulut, hidung, tenggorokan, laring, sinus, atau kelenjar liur.


Sekitar 80% kanker kepala dan ekspresi yakni lantaran pemakaian alkohol atau tembakau.


Asal Kanker Kepala dan Leher


Kanker kepala dan leher paling umum berasal dari jenis squamous cell karsinoma. Diagnosisnya dikonfirmasikan oleh biospi tisu. Tingkat penyebarannya ditentukan oleh pencitraan medis dan tes darah.


 adalah sekelompok kanker yang dimulai di ekspresi √ Kanker Kepala dan Leher

Ilustrasi kanker kepala dan leher. Sumber foto: Wikimedia Commons



Tanda dan Gejala, Berbagai Jenis Kanker Kepala dan Leher




Kanker tenggorokan biasanya dimulai dengan tanda-tanda yang sepertinya tidak berbahaya, ibarat pembesaran kelenjar getah bening di kepingan luar leher, sakit tenggorokan atau bunyi yang terdengar serak.


Namun, dalam kasus kanker tenggorokan, kondisi ini sanggup bertahan dan menjadi kronis. Mungkin ada benjolan atau luka di tenggorokan atau leher yang tidak sembuh atau hilang. Mungkin ada menelan yang sulit atau menyakitkan.


Berbicara mungkin menjadi sulit. Mungkin ada sakit indera pendengaran yang persisten. Gejala lain yang mungkin tetapi kurang umum termasuk beberapa mati rasa atau kelumpuhan otot-otot wajah.


Gejala kanker kepala dan leher yang muncul meliputi:



  • Massa / benjolan di leher.

  • Sakit leher.

  • Berdarah dari mulut.

  • Kemacetan sinus, terutama dengan karsinoma nasofaring.

  • Bau mulut.

  • Lidah sakit.

  • Maag tanpa luka atau luka di ekspresi yang tidak kunjung sembuh.

  • Bercak putih, merah atau gelap di ekspresi yang tidak akan hilang.

  • Sakit telinga.

  • Pendarahan yang tidak biasa atau mati rasa di mulut.

  • Benjolan di bibir, ekspresi atau gusi.

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher.

  • Slurring of speech (jika kanker mempengaruhi lidah).

  • Suara serak yang bertahan selama lebih dari enam minggu.

  • Sakit tenggorokan yang berlangsung selama lebih dari enam minggu.

  • Kesulitan menelan makanan.

  • Perubahan pola makan atau penurunan berat badan.



1. Nasofaring


Kanker nasofaring muncul di nasofaring, wilayah di mana rongga hidung dan tabung Eustachius terhubung dengan kepingan atas tenggorokan. Sementara beberapa kanker nasofaring secara biologis ibarat dengan HNSCC pada umumnya, karsinoma nasofaring yang “tidak terdiferensiasi” yakni lymphoepithelioma, yang berbeda dalam epidemiologi, biologi, sikap klinis, dan perawatannya, dan diperlakukan sebagai penyakit terpisah oleh banyak ahli. Baca juga: Kanker Belakang Rongga Hidung dan Mulut – Kanker Nasofaring


2. Tenggorokan (Faring)


Karsinoma sel skuamosa orofaringeal (OSCC) dimulai di orofaring (tenggorokan), kepingan tengah tenggorokan yang mencakup langit-langit lunak, pangkal lidah, dan amandel. Kanker sel skuamosa amandel lebih berpengaruh terkait dengan benjol human papillomavirus daripada kanker di kawasan lain di kepala dan leher. Kanker oropharyngeal HPV-positif umumnya mempunyai hasil yang lebih baik daripada penyakit HPV-negatif dengan kelangsungan hidup 54% lebih baik, tetapi laba ini untuk kanker terkait HPV hanya berlaku untuk kanker orofaring.


Orang-orang dengan karsinoma orofaringeal berisiko tinggi terkena kanker kepala dan leher primer kedua.


3. Hipofaring


Hipofaring mencakup sinus pyriform, dinding faring posterior, dan area postcricoid. Tumor hipofaring sering mempunyai stadium lanjut dikala diagnosis, dan mempunyai prognosis tumor faring yang paling buruk. Mereka cenderung bermetastasis awal lantaran jaringan limfatik yang luas di sekitar laring.


4. Pangkal tenggorokan (Larynx)


Kanker laring dimulai pada laring atau “kotak suara.” Kanker sanggup terjadi pada pita bunyi sendiri (kanker “glotis”), atau pada jaringan di atas dan di bawah pita yang bekerjsama (masing-masing kanker “supraglotis” dan “subglotis”). Kanker laring sangat terkait dengan merokok tembakau.


Pembedahan sanggup mencakup eksisi laser dari lesi pita bunyi kecil, laryngectomy parsial (pengangkatan sebagian laring) atau laryngectomy total (pengangkatan seluruh laring). Jika seluruh laring telah diangkat, orang tersebut dibiarkan dengan trakeostomi permanen. Rehabilitasi bunyi pada pasien tersebut sanggup dicapai melalui 3 cara penting – bicara esofagus, bacokan trakeo-esofageal atau electrolaring. Seseorang mungkin akan memerlukan proteksi pengajaran intensif dan terapi wicara dan / atau perangkat elektronik.


5. Batang tenggorok (Tracea)


Kanker trakea yakni kanker langka yang sanggup ibarat dengan kanker kepala dan leher, dan kadang kala diklasifikasikan sebagai kanker.


Sebagian besar tumor kelenjar ludah berbeda dari karsinoma umum kepala dan leher dalam penyebab, histopatologi, presentasi klinis, dan terapi. Tumor tidak umum lainnya yang timbul di kepala dan leher termasuk teratoma, adenokarsinoma, karsinoma kistik adenoid, dan karsinoma mucoepidermoid. Yang lebih jarang yakni melanoma dan limfoma pada saluran aerodigestif kepingan atas.


Penyebab Kanker Kepala dan Leher


Berikut yakni beberpa penyebab kanker kepala dan leher:


1. Alkohol dan rokok


Asap tembakau yakni salah satu faktor risiko utama untuk kanker kepala dan leher dan salah satu senyawa paling karsinogenik dalam asap tembakau yakni akrilonitril.


2. Makanan


Konsumsi telur, daging olahan, dan daging merah yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan tingkat kanker kepala dan leher dalam satu penelitian, sementara konsumsi sayuran mentah dan dimasak sepertinya bersifat melindungi.


Vitamin E tidak ditemukan untuk mencegah perkembangan leukoplakia, plak putih yang merupakan prekursor untuk karsinoma permukaan mukosa, pada perokok dewasa. Studi lain meneliti kombinasi vitamin E dan beta karoten pada perokok dengan kanker orofaring stadium dini, dan menemukan prognosis yang lebih jelek pada pengguna vitamin.


Buah pinang


Mengunyah pinang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker sel skuamosa pada kepala dan leher.


3. Infeksi


Papillomavirus manusia


Beberapa kanker kepala dan leher disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV). Secara khusus HPV16, merupakan faktor penyebab untuk beberapa karsinoma sel skuamosa kepala dan leher.


Virus Epstein-Barr


Infeksi Epstein-Barr virus (EBV) dikaitkan dengan kanker nasofaring. Kanker nasofaring terjadi secara endemis di beberapa negara Mediterania dan Asia, di mana titer antibodi EBV sanggup diukur untuk menyaring populasi berisiko tinggi. Kanker nasofaring juga dikaitkan dengan konsumsi ikan asin, yang mungkin mengandung kadar nitrit yang tinggi.


4. Penyakit refluks gastroesofagus


Adanya penyakit refluks asam (GERD – penyakit refluks gastroesphogeal) atau penyakit refluks laring juga sanggup menjadi faktor utama.


Asam lambung yang mengalir melalui kerongkongan sanggup merusak lapisannya dan meningkatkan kerentanan terhadap kanker tenggorokan.


5. Transplantasi sel induk hematopoietik


Pasien sesudah transplantasi sel induk hematopoietik (HSCT) berada pada risiko yang lebih tinggi untuk karsinoma sel skuamosa oral. Kanker ekspresi pasca-HSCT mungkin mempunyai sikap yang lebih bergairah dengan prognosis yang lebih buruk, jikalau dibandingkan dengan kanker ekspresi pada pasien non-HSCT. Efek ini diduga disebabkan oleh pengutamaan kekebalan seumur hidup yang terus menerus dan penyakit kronis cangkok versus tuan rumah.


6. Kemungkinan penyebab lainnya


Ada banyak sekali faktor yang sanggup menciptakan seseorang berisiko tinggi terkena kanker tenggorokan. Faktor-faktor tersebut termasuk merokok atau mengunyah tembakau atau hal-hal lain, ibarat gutkha, atau paan, konsumsi alkohol yang berat, pola makan yang jelek yang menjadikan kekurangan vitamin (lebih jelek jikalau ini disebabkan oleh asupan alkohol yang banyak), sistem kekebalan yang melemah, paparan asbes, paparan yang usang terhadap debu kayu atau asap cat, terpapar materi kimia industri perminyakan, dan berusia di atas 55 tahun.


Faktor risiko lain termasuk munculnya bercak atau bercak putih di mulut, yang dikenal sebagai leukoplakia; pada sekitar ⅓ dari kasus ini bermetamorfosis kanker.


Risiko tinggi lainnya: menghirup atau menghisap silika dari pemotongan beton, kerikil atau balok-balok batu, terutama di area tertutup ibarat gudang, garasi atau ruang bawah tanah.


Pencegahan Kanker Kepala dan Leher


Menghindari faktor-faktor risiko yang diketahui (seperti dijelaskan di atas) yakni satu-satunya bentuk pencegahan yang paling efektif.


Pemeriksaan gigi secara teratur sanggup mengidentifikasi lesi pra-kanker di rongga mulut.


Ketika didiagnosis kanker dini, oral, kepala dan leher sanggup diobati dengan lebih gampang dan peluang untuk bertahan hidup meningkat pesat.


Perawatan dan Pengobatan Kanker Kepala dan Leher


1. Operasi


Pembedahan sebagai perawatan sering dipakai pada sebagian besar jenis kanker kepala dan leher. Biasanya tujuannya yakni untuk menghilangkan sel kanker sepenuhnya. Ini sanggup sangat rumit jikalau kankernya erat dengan laring dan sanggup mengakibatkan orang tersebut tidak sanggup berbicara. Pembedahan juga biasa dipakai untuk reseci (pengangkatan) beberapa atau semua kelenjar getah bening serviks untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.


Operasi laser CO2 juga merupakan bentuk perawatan lainnya. Bedah laser transoral memungkinkan hebat bedah untuk mengangkat tumor dari kotak bunyi tanpa sayatan eksternal. Ini juga memungkinkan susukan ke tumor yang tidak sanggup dijangkau dengan operasi robotik. Selama operasi, hebat bedah dan hebat patologi bekerja bersama untuk menilai kecukupan eksisi (“status margin”), meminimalkan jumlah jaringan normal yang dihilangkan atau rusak. Teknik ini membantu memberi orang sebanyak mungkin bicara dan fungsi menelan sesudah operasi.


2. Terapi radiasi


Terapi radiasi yakni bentuk perawatan yang paling umum. Ada banyak sekali bentuk terapi radiasi, termasuk terapi radiasi konformal 3D, terapi radiasi termodulasi intensitas, terapi sinar partikel dan brachytherapy, yang umumnya dipakai dalam perawatan kanker kepala dan leher. Kebanyakan orang dengan kanker kepala dan leher yang dirawat di Amerika Serikat dan Eropa dirawat dengan terapi radiasi termodulasi intensitas memakai foton energi tinggi. Pada takaran yang lebih tinggi, radiasi kepala dan leher dikaitkan dengan disfungsi tiroid dan disfungsi sumbu hipofisis.


3. Kemoterapi


Kemoterapi pada kanker tenggorokan umumnya tidak dipakai untuk menyembuhkan kanker. Sebaliknya, ini dipakai untuk menyediakan lingkungan yang tidak ramah untuk metastasis sehingga mereka tidak akan terbentuk di kepingan lain dari tubuh. Agen kemoterapi yang khas yakni kombinasi paclitaxel dan carboplatin. Cetuximab juga dipakai dalam pengobatan kanker tenggorokan.


Kemoterapi berbasis docetaxel telah memperlihatkan respons yang sangat baik pada kanker kepala dan leher tingkat lanjut. Docetaxel yakni satu-satunya taxane yang disetujui oleh US FDA untuk kanker kepala dan leher, dalam kombinasi dengan cisplatin dan fluorouracil untuk pengobatan induksi karsinoma sel skuamosa skuamosa kepala dan leher yang tidak sanggup dioperasi secara lokal.


Meskipun tidak secara spesifik kemoterapi, amifostine sering diberikan secara intravena oleh klinik kemoterapi sebelum sesi radioterapi IMRT. Amifostine melindungi gusi dan kelenjar ludah dari imbas radiasi.


4. Terapi fotodinamik


Terapi fotodinamik mungkin menjanjikan dalam mengobati displasia mukosa dan tumor kepala dan leher kecil. Amphinex memperlihatkan hasil yang baik dalam uji klinis awal untuk pengobatan kanker kepala dan leher stadium lanjut.


5. Terapi yang ditargetkan


Terapi yang ditargetkan, berdasarkan National Cancer Institute, yakni “jenis perawatan yang memakai obat-obatan atau zat lain, ibarat antibodi monoklonal, untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker tertentu tanpa merusak sel normal.” Beberapa terapi yang ditargetkan dipakai pada kanker sel skuamosa dari kepala dan leher termasuk cetuximab, bevacizumab dan erlotinib.



Daftar Jenis Kanker-Kanker Lainnya


Kanker sanggup dimulai di tempat manapun di tubuh. Ini dimulai dikala sel-sel tumbuh di luar kendali dan kerumunan sel normal. Hal ini menciptakan tubuh sulit bekerja sebagaimana mestinya. Memahami penyakit kanker sanggup membantu Anda untuk mengenal lebih terperinci “seperti apakah kanker itu?” Klik disini dan baca artikel pemahaman penyakit kanker ini hingga habis, bersama contoh-contohnya!






Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!




Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.



















Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya













Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon