Iseng-iseng mengisi waktu senggang dalam lamunan.
msdhdfang Palestina
Petang belumpun datang
Namun Dentingan peluru dan Dentuman bom sudah silih berganti menghujam
Rasa sakit itu tak lagi ada, menghilang...
Ia t'lah Teredam oleh rindu syahid yg terpendam
Aku Hanya menunggu sisa waktu
Hingga peluru dan bom mengoyak jasadku
Hingga senyum kematian itu menghampiriku
Hingga tiada lagi..... Aku....
Matiii....
Bukan itu yang ku takuti
Biarkan Aku hidup
Dalam kehidupan lain....
Tanpa kematian.
Butir Dzikir
Senandung syahdu dipagi gulita
Bersamanya butiran zikir mengangkasa
Menembus batas-batas tak terjaga
Doa lirih terucap mengikis dosa-dosa
Tasbih mengalun menenangkan hati yg resah
Tahmid mengalir memuji Sang Maha Gagah
Tahlil menghujamkan iman dihati yg gundah
Takbir mengobarkan semangat jihad dn dakwah
..........
Istighfar......
Menjadi pengiring tangis penyesalan
.........
Aku berada dipenghujung hari......
#apakabar_iman
Gundah, Guru Honorer
Senandung syahdu dipagi gulita
Bersamanya butiran zikir mengangkasa
Menembus batas-batas tak terjaga
Doa lirih terucap mengikis dosa-dosa
Tasbih mengalun menenangkan hati yg resah
Tahmid mengalir memuji Sang Maha Gagah
Tahlil menghujamkan iman dihati yg gundah
Takbir mengobarkan semangat jihad dn dakwah
..........
Istighfar......
Menjadi pengiring tangis penyesalan
.........
Aku berada dipenghujung hari......
#apakabar_iman
Gundah, Guru Honorer
Guru...
ia bukan satria perang
yang penuh dengan tanda jasa
ia hanya insan biasa
yang berperan sebagai penerang
Guru...
namanya tak seharum kesturi
tak seindah mawar dan pelangi
namun ia mempunyai cinta yang suci
tuk cerdaskan anak bangsa di negeri ini
Guru...
jangan tanya gajinya berapa
meskipun sebagian guru tlah sejahtera
karena ada sebagian guru pengabdi yang tak dihargai
padahal dahulu para penguasa tlah berjanji
Guru...
mengenang jasanya memang tak ternilai
namun sebagian kerhormatannya telah tergadai
meski diluaran sana ia dihormati
namun sejatinya hak-haknya t'lah banyak dilangkahi
Guru...
jasanya bukan hanya untuk dikenang
namun bantu ia untuk hidup damai dan senang
karena pengabdiannya pada bangsa ini tak pernah kurang
maka jangan biarkan ia pulang,...
kecuali hatinya tlah riang
Guru...
kini ia menuntut
karena memang beliau layak hidup dengan patut
(Jum'at, 02/11/2018 - 21:23 WIB)
[pabaiq]
Pergi...
di pucuk awan kamu menjelma, membiru langit nan bercahaya
ku dengar kidung cinta mengalun indah dalam sahaja
berdesir dalam kolbu kemudian merindu di pelupuk mata
kamu hadir kala hari diakhir senja, dikala langit t'lah menjingga
kemudian dengan wajah berseri kamu pergi, beriring senyum simpul tanda cinta
dikala mentari gres mengawali harinya.....
#abihafiz_4_abangizzan
Gemuruh Rindu
wahai.....Pemilik nyawaku
gemuruh rindu dalam qalbu
lirih tangis nya menghiris
meratapi kemunafikan
dan dosa-dosa yang menggunung
wahai....Pengampun segala dosa
jikalau sesalku yaitu maaf-Mu
ampuni hamba....
dikhilaf dan kesengajaanku dalam berdosa
wahai....Pemilik kesempurnaan cinta
sekarang kuharapkan cinta-Mu
melalui lantunan cinta di kidung doaku
dan dalam butir-butir cinta air mataku
jikalau ku harus mati.....
pertemukan saya dengan Mu
H A T I
Hati...
Kaku membeku
Kelam menghitam
Noktah tlah merebah
Menyebar tak sabar
Hati...
Patuh meruntuh
Taat berkarat
Sinarnya sirna
Tak berbekas
Hati...
Merindu malu
Mengemis tangis
Menengadah tabah
Penuh harap
Hati...
Menanti janji
Doa pendosa
Disunyi sepi
Dihening malam
Hati...
Menangis
Di sujud malam
Yang menghiris....
Tersesat
Aku berada di himpitan selesai zaman
Merajut asa dalam riuh bisikan syaiton
Mengibarkan panji kebenaran tanpa tiang dan angin
Berharap bulan menerangi gulita dan esok mentari bersinar sempurna
Lalu...
Bertanya ku pada hati
Yang cahayanya mulai meredup
Dimana imanku berada?
Sepi menjawab.... hening tanpa kata
Hanya tetesan air menyudut di kelopak mata
Aku sudah jauh tersesat
"Astaghfirullohaladziim"
#apakabar_iman
Puisi Cinta
Moga Allah Swt. yang maha mengetahui setiap siratan hati membimbing kita tuk jadi lebih baik. Karena Ridho-Nya.
Duhai Istriku tercinta....
Do'akan selalu saya yang lemah tak berdaya
Do'akan saya dalam setiap waktu yang kamu punya
Do'akan saya tuk jadi suami terbaik menyerupai dalam doa mu
Do'akan saya tuk bisa memperlihatkan nafkah halal untuk mu
Do'akan saya tuk bisa menjadi imam yang baik
Do'akan saya untuk dunia dan akhiratku....
Duhai Istiku tersayang.....
Maafkan saya jikalau belum bisa menyerupai yang kamu harapkan
Maafkan saya jikalau terlalu banyak mengecewakan
Maafkan saya jikalau belum bisa memenuhi segala keinginan
Maafkan saya jikalau belum bisa menjadi imam dambaan
Tak usang lagi Ramadhan suci kan datang
Hari Fitri kan menjelang dihadapan
Ku ingin dikala kamu baca surat ini
Semua salahku t'lah kamu maafkan
dan s'mua dosa melebur diharibaan-Nya
Berikan cerah hari dengan senyum simpulmu
Berikan sisa waktu dengan kenangan anggun bersamamu
Kuingin helaan nafas yang tersisa, bukan mengurai air mata,
Kecuali itu bahagia.
Nanti disisa usiaku bila kusenja, kuingin ada yang bisa kuingat bersamamu.
Tentang hidup....
Tentang Kehidupan....
Tentang masa kemudian yang indah menyenangkan
Tentang kita dan ....anak-anak....
Ya....tentang semua kehidupan yang kita jalani bersama.
Doakan aku.....ku ingin disisa hidupku.....
Kau kan slalu berada disampingku
Hingga nanti sampai ruhku berpish dengan raga
Hingga tak ada lagi helaan napas yang tersisa
Hingga kamu bisikkan kalimah tahlil di telinga
Hingga ku tutup usia dan pulang keharibaan-Nya
Pesanku hanya satu raih Ridhonya.
Ayah
ayah....
pijakan kakimu tak lagi kuat
gemetar oleh kerentaaan usiamu
kelelahan tergambar jelas
dalam setiap lipatan keriput kulitmu
waktu telah membuktikan
betapa beban berat itu
telah sanggup kamu pikul
ayah...
maafkan aku
Tunggu Aku
Jalan pulang yg panjang..
Melelahkan...
penuh dengan halang merintang
Hidup memang tak selalu senang
Ada sedih yg trus membayang
Namun asa syurga selalu terngiang-ngiang
Membisikkan karang untuk terus berjuang
Azamku di hati yang penuh gersang
Ingin menyiraminya dgn zikir nan tenang
Hingga nanti..., sampai malam penuh gemintang
Bisik hatiku lirih disetiap sujud panjang
"Tunggu saya di jannah-Nya sayang"
#pabaiq
RINDU DALAM KEHENINGAN
Aku menatap dalam keheningan
Hingar bingar tlah menghindar
Rajutan hitam mulai menghiasi awan
Kelam pun jumawa pada malam
Kehebatan mentari seharian tadi tlah tenggelam
Rembulan elok tersamarkan rerintikan hujan
Disini...
Di dalam relung hatiku
Terasa ada yg hilang
Senyumnya tak lagi kulihat
Gelak tawa riangnya tak lagi kudengar
Ternyata kumerindukannya dalam sepi....
Dalam kelam...
Dalam keheningan...
Hingga tak tersadarkan
Aku tlah kehilangannya
Dan saya sedang merindukannya..
#pabaiq
MERINDU
merindu dia....
merindu tiada henti
merajut asa dalam mimpi
berharap Tuhan pertemukan kembali
disatu masa saya dan beliau pernah bersama
berbagi tawa dan canda
berbagi cerita-cerita...
cerita kecil penghibur duka
pembungkus rasa-rasa nan lara
pembuat simpul senyum penuh bahagia
kini ku hanya bisa bertitip rindu
pada angin yang mengadu
pada hujan yang merayu
pada doa-doa di setiap shalatku
Tuhan ceritakan dongeng cinta dan rinduku padanya
Sampaikan salam yang ku titipkan pada angin, pada hujan, pada doa-doa di setiap shalatku.
Katakan saya mencintainya alasannya MU.
UNTUKMU "WILDANKU"
Di satu purnama saya pernah berjanji
Bahwa kamu kan ku temui nanti
Semampuku kamu kan ku cari
Meski jalan berliku, terjal, dan berduri
Dijannah-NYA kamu t'lah menanti
Bersama para wildan abadi
Dalam setiap doa kupinta pada Illahi
"Yaa Rabbiii....
Satukan kami kembali
Seperti Kau t'lah hadirkan ia untukku di bumi"
#pabaiq
AKU RINDU
Dalam kesendirianku
mengenangmu yaitu kebahagianku
meski ada rasa haru yg membiru
meski mataku berkaca-kaca
meski kadang saya menangis
.....
karena saya rindu......
AKHIR YANG SEMPURNA
Ku sapa kamu dalam sunyinya hari-hariku
‘Tuk mengobati rasa rindu di dalam kalbuku yang menggebu-gebu
Aku ingin mengimjinasikan wajahmu dalam kemewahan rasaku
Dan Mengharap kamu hadir dalam angan yang aktual dipelupuk mataku
Kini kamu telah tiada....
Di jemput sang janjkematian yang tiba menyapa
Sejatinya saya bersedih.....namun bahagia
Melihat senyum indah diakhirmu yang sempurna
#pabaiq
DETIK WAKTU
Detik waktu mengajarkanku wacana arti kesabaran
Dari kesanggupannya menemani pergantian masa ke masa di bumi
Detik waktu mengajarkanku wacana arti kerja keras
Dari upayanya menemani menit, jam, hari, dan tahun, ia telah bergerak lebih banyak dari mereka
Detik waktu mengajarkanku wacana arti keberanian
Dari kesetiannya menemani hal terberat, dan ia selalu bisa melewatinya
Detik waktu mengajarkanku wacana istiqomah dalam beramal
Dari setiap gerakannya yang tak pernah mau lebih cepat dari detik lainnya
Detik waktu mengingatkanku wacana detik-detik yang telah terlewati
Bahwa ia akan menjadi hal yang sangat di perhitungkan di alam abadi nanti

EmoticonEmoticon