STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) - Dalam rangka menghadapi CAFTA (China-ASEAN Free Trade Area) dan melindungi produk lokal, Gerakan Nasional Penerapan SNI (GENAP SNI) diluncurkan. Program yang diprakarsai oleh forum pemerintah non kementerian, Badan Standardisasi Nasional (BSN), berwujud pencantuman sertifikasi produk tanda SNI pada suatu produk, termasuk produk pelayanan jasa dan proses.
Sumber http://www.ekonomi-holic.com Sertifikasi produk tanda SNI yaitu acara oleh pihak ketiga yang independen dalam memperlihatkan jaminan tertulis yang menyatakan bahwa suatu produk (termasuk proses dan jasa) telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI). Tanda ini dibubuhkan pad barang, kemasan barang dan atau label. Lalu, apa bergotong-royong manfaat pembubuhan tanda SNI pada produk ini?
Pembubuhan tanda SNI pada sebuah produk memperlihatkan manfaat tak hanya bagi produsen saja tetapi juga bagi konsumen, pelaku bisnis dan pemerintah yang antara lain sebagai berikut :
- Memberi isu kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan suatu produk bahwa produk tersebut telah memenuhi SNI
- Untuk mengatasi kekhawatiran konsumen, pengguna dan smeua pihak yang berkepentingan akan kualitas suatu produk
- Meningkatkan keberterimaan produk oleh konsumen
- Meningkatkan daya saing suatu produk alasannya yaitu kualitas produk tersebut lebih terjamin
Untuk memeroleh akta tanda SNI, produsen barang harus melalui suatu proses sertifikasi yang dilakukan oleh Lembaga sertifikasi Produk (LSPro) yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi nasional (KAN) sesuai dengan ruang lingkupnya. Adapun tahapan sertifikasi produk secara garis besar yaitu sebagai berikut :
1. Seleksi (sampling)
Menguraikan karakteristik yang harus dinilai, persyaratan produk (persyaratan SNI yang harus dipenuhi oleh produk) dan persyaratan prosedural untuk pelaksanaan evaluasi dan sampling produk.
2. Determinasi
Determinasi kesesuaian terhadap persyaratan SNI yang diterapkan sanggup meliputi pengujian, pengukuran, inspeksi, evaluasi desain, asesmen jasa dan auditing contohnya terhadap teknik yang dipakai untuk mengetahui apakah produk memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan acuan. Determinasi karakteristik sanggup mengkombinasikan pengukuran (untuk memilih nilai dari suatu kuantitas atau batas tertentu) dan pembandingan hasil pengukuran dengan nilai yang dipersyaratkan.
3. Review dan penetapan (keputusan)
Sebelum diambil keputusan untuk memperlihatkan hak penggunaan tanda SNI, kecukupan bukti kuantitatif dan kualitatif yang berkaitan dengan produk harus direview dan didokumentasikan. Apabila bukti sudah mencukupi, keputusan sanggup diambil apakah kewenangan untuk memakai tanda kesesuaian SNI sanggup diterbitkan. (ciputraentrepreneurship.com)

EmoticonEmoticon