Saturday, May 6, 2017

√ Taktik Bisnis Online



 memasarkan produk dan jasanya di internet √ STRATEGI BISNIS ONLINESaat ini banyak pelaku usaha, terutama yang berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memasarkan produk dan jasanya di internet. Pemasaran berbasis online (online marketing) semakin marak dengan kehadiran banyak situs jejaring sosial, ibarat facebook dan twitter.
“Online marketing berhasil memotong saluran distribusi, sehingga dapat lebih efisien bagi penjual maupun pembeli, sebab seller dan buyer dapat pribadi bertemu. Ini direct marketing yang bila dikelola dengan baik akan dapat meningkatkan bisnis pelaku usaha,” ujar Dosen Departemen Pemasaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Surabaya, Gancar Premananto.
Gancar mengatakan, pemasaran berbasis internet memang dapat menjadi peluang tersendiri bagi pelaku perjuangan yang masih berskala mikro dan kecil. Selain lewat blog/situs, pemasaran lewat media umum juga dapat dioptimalkan, ibarat lewat facebook dan twitter. Dengan cara yang relatif sederhana, murah, bahkan gratis, tentu UMKM dapat memanfaatkannya dengan gampang untuk memasarkan produk maupun jasanya.
Selain di jejaring sosial, cara pemasaran yang dapat dipakai ialah dengan mengakses situs-situs yang memfasilitasi penjualan produk dan jasa, ibarat tokobagus.com, rumah123.com, mobil123.com, dan sebagainya.
Agar online marketing dapat sukses, Gancar memperlihatkan sejumlah tips. Pertama, cara pemasaran yang dipakai harus gampang dipahami oleh semua kalangan, terutama sebab belum semua orang paham teknologi. Misalnya, cara pembelian dibentuk ringkas dan mudah. Jika menggunakan website atau blog, bagian-bagian yang ada di website/blog itu harus dibikin sesimpel mungkin.
Kedua, mengutamakan kualitas produk. Gancar menggarisbawahi, alas dari pemasaran berbasis online tetap pada produk. Sebagus apa pun konsep pemasaran online, tanpa ditunjang kualitas produk, tentu akan sia-sia. Bisa saja produk terjual, namun dalam jangka panjang tren penjualan niscaya menurun sebab konsumen merasa tidak puas. “Kualitas harus elok juga untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan, sebab antara buyer dan seller kan tidak dapat kontak pribadi untuk melihat barang. Buyer tertarik sehabis melihat foto, sebab itu kita memang harus memastikan bahwa produk yang dipasarkan benar-benar berkualitas sesuai harganya,” jelasnya.
Ketiga, merespons secara cepat pemesanan pembelian yang dilakukan oleh buyer. Quick response ini sangat bergantung pada ketersediaan barang yang dimiliki oleh seller. Jangan hingga ketika pembeli sudah mengirimkan uang pembelian, ternyata stok barang habis.
“Pemasaran lewat cara online harus memperhitungkan ketersediaan barang. Pelaku perjuangan harus memastikan stok, sebab ini berkaitan dengan waktu pengiriman. Harus quick response untuk menjamin kepuasan pelanggan sekaligus membangun kepercayaan. Jangan hingga pengiriman usang dan nanti pembeli malah curiga kena penipuan,” ujar Gancar.
Keempat, pemasaran online mengharuskan adanya sistem pembayaran yang mudah, sebab pembeli tak dapat bertatap muka dengan penjual. Maka pelaku perjuangan harus memiliki nomor rekening bank. Selain itu, dapat pula menggunakan akomodasi pembayaran ibarat Pay Pal jikalau skala usahanya sudah besar. “Bisnis dasarnya ialah trust. Kalau mau sukses ya harus profesional, jangan ada niat untuk menipu pelanggan,” kata dia.
Kelima, Gancar menyarankan semoga UMKM yang menempuh cara pemasaran online untuk tidak lupa merawat dan menjaga loyalitas pelanggan. Selain dapat menggunakan sistem member, upayakan mengirim ucapan selamat kepada pelanggan ketika hari-hari spesial, ibarat Idulfitri atau ulang tahun. “Ucapan-ucapan itu dapat dilakukan di facebook, twitter, atau dengan mengirim e-mail,” kata Gancar.
Keenam, memperhatikan tren yang disukai oleh pasar atau buyer. Di facebook, seller dapat melihat tren barang yang disukai oleh calon buyer-nya. “Misalnya, jikalau jualan jilbab, dapat diamati foto-foto calon pembelinya, suka pakai jilbab model ibarat apa. Baru kemudian dapat ditawarkan jilbab-jilbab yang akan dijual,” kata dia.
Ketujuh, perlu juga dipikirkan semoga menciptakan brosur atau newsletter sederhana perihal produk-produk terbaru yang dipasarkan melalui blog atau website. Brosur itu dikirim secara rutin ke e-mail pelanggan. “Itu untuk menginformasikan produk terbaru sebab dapat saja pelanggan tidak rutin membuka alamat website penjual bersangkutan,” jelasnya.(www.kabarbisnis.com)




Sumber http://www.ekonomi-holic.com


EmoticonEmoticon