Sejak kecil mungkin tanpa kita sadari, "roh-roh" penerbang sudah ada dalam badan kita. Masih kita ingat tatkala masih kanak-kanak atau ketika kita masih duduk di sekolah dasar kita sering menciptakan pesawat terbang kertas kemudian membuang sampai bisa "terbang" sampai berbelok sebelum jatuh ke tanah. Impian untuk menjadi penerbang tentunya terinspirasi dari tayangan pesawat terbang di banyak sekali media ataupun juga ketika kita melihat pesawat melintas pribadi di atas rumah kita.
Setelah pesawat terbang berhasil ditemukan dan bisa disaksikan dimana-mana, insan kesudahannya mulai berpikir bagaimana mereka bisa terbang ibarat halnya burung. Banyak eksperimen dilakukan, entah sekedar iseng alasannya ialah hobby atau serius menciptakan karya gres di dunia pesawat terbang dengan tujuan bisa terbang berpindah tempat layaknya seekor burung.
Kisah berikut ini, salah satu perjuangan insan untuk mewujudkan dirinya bisa terbang dilakukan oleh ibarat burung dilakukan oleh Yves Rossy salah satu insan pemberani di dunia yang dijuluki sebagai insan jet atau jetman. Apa yang dilakukan oleh Yves Rossy terbilang agresi sangat berani alasannya ialah mempertaruhkan nyawanya dimana dengan alat seberat 55 kg di punggungnya, beliau harus bisa mengendalikan dirinya sendiri dalam kecepatan 300 km/jam. dimana pada kecepatan ini yang biasanya bisa dicapai oleh sepeda motor motoGP dan kendaraan beroda empat formula One, sedikit kesalahan atau kelalaian saja dalam hitungan detik bisa menghabisi dirinya contohnya menabrak tebing, jatuh menhujam bumi atau terjun bebas ke laut.
Sebelum memulai aksinya menantang ajal semoga keinginan bisa terbang ibarat burung terwujud, pilot pesawat tempur milik angkatan udara Swiss mempersiapkan dirinya sebaik mungkin bersama tim ahlinya dengan melaksanakan serangkaian eksperimen di laboratorium terowongan angin diantara pengendalian dan keseimbangan diri ketika berada di ketinggian, cara bergerak dengan manuver ke atas, cara bergerak dengan manuver menukik ke bawah, sampai cara mendarat. Saat eksperimen terlihat bahwa badan sang penerbang diikatkan sayap serta perangkat mesin jet yang cukup berat, namun ketika mengudara beban berat tersebut tidak terasa lagi. Dalam laboratorium terowongan angin tersebut, sang jetman juga berguru cara berbelok yaitu dengan mencondongkan kepalanya ke satu sisi kadang dibantu dengan tangan dan kaki. alasannya ialah sayap yang dipakainya tidak sanggup diarahkan, tanpa sirip sayap, dan tanpa kemudi. Untuk manuver bergerak naik ke atas, beliau meliukkan punggunya, sedangkan untuk bergerak dengan manuver menukik ke bawah beliau mendorong pundahknya ke depan.
Setelah melaksanakan eksperimen, untuk aktivitas terbang Yves Rossy mempersiapkan alat-alatnya diantaranya empat mesin Breiting dengan sayap selebar 2 meter dengan mesin yang masing-masingnya mempunyai daya dorong 22 kilo dari mesin turbin bensin, pakaian lengkap penerjun, dua parasut penerbang (satu untuk cadangan), parasut mesin, altimeter (pengukur ketinggian dengan alarm otomatis), stopwatch (pengukur waktu), serta tak lupa tentunya materi bakar yang bisa bertahan selama 8 menit.
Penerbangan yang dilakukan si insan burung ini dilakukan di kawasan Grand Canyon yang sangat populer dengan tebing-tebing batunya (ingat iklan Marlboro), pegunungan Alpen Swiss, selat Gibraltar, sampai selat Channel di Inggris. Dalam video tampak bahwa Yves Rossy sangat menikmati indahnya pemandangan bumi dari atas ketinggian sampai 3000 meter. Dalam kecepatan tinggipun sang penerbang jet ini bisa mengendalikan dirinya untuk tetap seimbang walau kecepatannya mencapati 300 km/jam, bisa melaksanakan manuver-manuver ibarat pesawat tempur ibarat berbelok, manuver naik sampai manuver turun tanpa kesalahan fatal sedikitpun. Setelah materi bakarnya hampir habis sehabis terbang selama kurang lebih 8 menit, alarm berbunyi sehingga waktunya beliau melaksanakan pendaratan memakai parasut.
Agar lebih jelas, marilah kita saksikan video MANUSIA JET
Source Video : https://www.youtube.com/watch?v=x2sT9KoII_M
Tanggapan penulis : keinginan insan untuk bisa terbang ibarat burung tinggal menunggu waktu dengan sejumlah eksperimen-eksperimen penyempurnaan, diantaranya pengaturan kecepatan lambat, sedang atau cepat, pengaturan cara bermanuver, penggunaan materi bakar sampai bisa bertahan lebih usang contohnya 1 - 2 jam sesuai ketahanan fisik manusia, penyempurnaan cara mendarat tanpa parasut tetapi tetap vertikal ibarat pada tokoh-tokoh fiksi ala superman batman dan lain-lain.
Terima kasih bagi pembaca budiman nan bijaksana yang sudah meluangkan waktuya baik sekedar melihat maupaun membaca artikel ini, semoga bermanfaat!
☺☺ Motivasi, Inspirasi dan Edukasi Indonesia☺☺

EmoticonEmoticon