Sunday, June 25, 2017

√ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri Hati, Kemarahan, Hawa Nafsu, Kerakusan, Kemalasan (Seven Deadly Sins)

Tujuh Dosa Pokok


Dosa (dari bahasa Sanskerta: doṣa) ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Tuhan atau Wahyu Illahi.


 


 ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindak √ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)

“Tujuh Dosa Mematikan dan Empat Hal Terakhir” karya Hieronymus Bosch. Sumber foto: Wikimedia Commons


 


1. Kesombongan


suatu perasaan atau emosi dalam hati yang sanggup mengacu pada dua makna umum. Dalam konotasi negatif biasanya mengacu pada perasaan meningkatnya status atau prestasi seseorang, seringkali disebut “keangkuhan”. Lihat: Kesombongan dan 12 Tingkat Kesombongan


 


 ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindak √ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)

Kesombongan manusia. Ilustrasi dan sumber foto: Gabriel S. Delgado C. / Wikimedia Commons


 


2. Ketamakan


Ketamakan atau keserakahan, ialah impian tak terkendali atas bahan atau harta duniawi. Dalam Kitab Suci tertulis bahwa orang yang tamak tidak pernah mempunyai uang yang cukup dan tidak pernah penghasilannya terpuaskan (Pengkhotbah 5:9).


Santo Paulus menyampaikan bahwa cinta akan uang ialah akar segala kejahatan dan mengakibatkan seseorang sanggup menyimpang dari keyakinan dan menyiksa dirinya sendiri (1 Timotius 6:10); menggambarkan betapa seriusnya dosa pokok ini. Lawan dari dosa ketamakan ialah keutamaan kemurahan hati.


 


 ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindak √ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)

Ketamakan – Keinginan Tak Terkendali Atas Materi. Sumber foto: Jesus Solana / Wikimedia Commons


 


3. Iri hati


Iri hati ialah suatu kekecewaan atau kecemburuan atas laba orang lain dan menghendakinya untuk dimiliki sendiri dengan cara yang tidak adil. Sehingga seseorang melaksanakan dosa berat alasannya menginginkan yang jahat bagi sesamanya. St Gregorius Agung menyampaikan bahwa iri hati menimbulkan kedengkian, fitnah, hujat, kegirangan akan kesengsaraan sesama dan menyesalkan keberuntungannya.


 


 ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindak √ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)

Iri hati manusia. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay


 


4. Kemarahan


Kemarahan (bahasa Inggris: wrath, anger, bahasa Latin: ira) yang dimaksud di sini ialah kemurkaan berupa impian untuk membalas dendam. Kemurkaan yang besar sehingga orang ingin membunuh sesama, atau ingin melukainya, ialah kesalahan besar melawan cinta kasih dan merupakan dosa berat (Matius 5:22). St. Thomas Aquinas menyatakan mengenai kemarahan yang diperbolehkan:


“Tidaklah diperkenankan menginginkan pembalasan dendam, dengan suatu maksud jahat, kepada orang yang harus dihukum; tetapi sungguh terpuji jikalau menginginkan pembalasan dendam berupa suatu perbaikan atas kebiasaan jelek dan untuk mempertahankan keadilan”.


 


 ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindak √ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)

Kemarahan orang. Sumber foto dan ilustrasi: Pixabay


 


5. Hawa nafsu


Hawa nafsu (bahasa Inggris: lust, bahasa Latin: luxuria) yang dimaksudkan di sini ialah hawa nafsu secual, atau sering diasosiasikan dengan percabulan; suatu hasrat yang berlebihan akan kenikmatan secual. Ungkapan kebiasaan jelek hawa nafsu menghasilkan dosa berat melawan kemurnian yaitu: perzinaan, masturbasi, perselingkuhan, p0rn*grafi, pelacuran, perkosaan.


Perjuangan mengatasi hawa nafsu membutuhkan keutamaan kemurnian berupa pencucian hati dan pengendalian diri.


 


 ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindak √ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)

Detail: Luxuria (Hawa Nafsu), dalam The Seven Deadly Sins and the Four Last Things, oleh Hieronymus Bosch. Sumber foto: Wikimedia Commons


 


6. Kerakusan


Kerakusan (bahasa Inggris: gluttony, bahasa Latin: gula) di sini sehubungan dengan hasrat berlebihan akan masakan ataupun minuman. Dalam tulisannya di “Summa Theologiae” St. Thomas Aquinas mengutip kata-kata St. Agustinus ketika menjawab keberatan bahwa kerakusan bukanlah dosa:


“Seseorang yang menikmati daging dan minum lebih dari yang diperlukan haruslah mengetahui bahwa hal ini termasuk salah satu dosa ringan.”

Kebajikan yang ialah lawan dari kerakusan ialah penguasaan diri dengan berpantang, tindakan nyatanya yaitu berpuasa.


 


 ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindak √ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)

Kerakusan – Pengertian Psikologi dan Contoh-Contohnya. Sumber foto: Pixabay


 


7. Kemalasan


Kemalasan (bahasa Inggris: sloth, bahasa Latin: acedia) ialah suatu ketidakpedulian yang utamanya berkaitan dengan hal-hal rohani. St Yohanes dari Damaskus, seorang Bapa Gereja dan Doktor Gereja dari Timur, mendefinisikan kemalasan sebagai suatu kepiluan atau kesusahan hati yang menindas yang begitu menekan pikiran atau akal seseorang sehingga ia tidak ingin melaksanakan apa-apa. Kemudian St. Thomas Aquinas menyatakan bahwa kemalasan ialah dosa alasannya kesusahan hati tersebut menghalangi seseorang untuk berbuat baik; baik kemalasan itu sendiri maupun efek yang ditimbulkannya ialah jahat.


Bahwa kejenuhan rohani atau kemalasan rohani sanggup mengakibatkan seseorang menolak kegembiraan yang tiba dari Allah dan membenci hal-hal ilahi. Kebencian terhadap Allah muncul dari kesombongan sehingga untuk mengatasinya, selain butuh keutamaan ketekunan, mutlak diperlukan kerendahan hati


 


 


 ialah suatu istilah yang terutama dipakai dalam konteks agama untuk menjelaskan tindak √ 7 Dosa Pokok: Kesombongan, Ketamakan, Iri hati, Kemarahan, Hawa nafsu, Kerakusan, Kemalasan (seven deadly sins)

Buah terlarang. Kapel Sistina, fresco Michelangelo. Sumber foto: PDArt / Wikimedia Commons


 


Bacaan Lainnya



 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan gosip yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!



 


                      


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon