Wednesday, June 28, 2017

√ 7 Tokoh Agama Kuat Di Kalimantan Utara

7 Tokoh Agama Berpengaruh di Kalimantan Utara. Hallo sahabat Pagunpost.com, sudah usang tidak bersua. Tentunya masih selalu menyimak info yang kami sajikan bukan? Kali ini Pagunpost.com akan memperlihatkan sajian hangat, terpercaya, dan tentunya kali pertama di angkat di dunia maya, dan pastinya akan membuat heboh para Netizen. Kita niscaya tahu, setiap kawasan tentunya mempunyai penyiar agama. Dan kali ini Pagunpost.com akan menginformasikan wacana 7 Tokoh Agama Berpengaruh di Kalimantan Utara.



1. Alawy bin Syekh Alkaff Qatmyr (1837-1942)
    Alawy bin Syekh Alkaff Qatmyr merupakan keturunan pribadi dari Baginda Rasulullah Saw. Beliau ialah keturunan dari seorang ulama besar yakni Syekh bin Alwy Alkaff. Alawy bin Syekh Alkaff merupakan seorang ulama yang berasal dari Kota Tarim, Yaman. Dari Kota Tarim, Yaman ia berangkat menuju Indonesia untuk membuatkan syiar agama tepatnya di Kota Palembang. Pada ketika ia berdakwah tentunya tidak sedikit perlawanan dan kecaman tiba silih berganti, baik dari kalangan masyarakat hingga pada masa periode masuknya pihak Belanda ke Indonesia. Namun, Usahanya untuk sanggup menyiarkan Islam tetap terpatri di jiwanya. Setelah itu, ia kemudian Hijrah menuju wilayah Indonesia bab utara, yakni Kalimantan Utara. Beliau melanjutkan syiarnya di kawasan Kabupaten (sekarang) Tana Tidung. Kitab-kitab ia amatlah banyak, namun, kitab ia tidak tahu ke mana rimbanya. Bahkan, berdasarkan kesaksian masyarakat dan murid-muridnya semasih hidup, ia merupakan seorang ulama yang disegani dan ditakuti oleh para pihak Belanda pada masa itu. Di Kabupaten Tana Tidung-lah misi terakhirnya dalam membuatkan syiar agama hingga ia menutup mata dan wafat di sana.

Baca juga: Tips Agar Shalat Bisa Khusyuk

2. Muhammad bin Abdullah bin Alwy Al-Marzaq (1756-1796)
    Muhammad bin Abdullah bin Alwy Al-Marzaq ialah sosok seorang ulama yang alim dan bijaksana. Ia lahir pada tahun 1668 M di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur (periode Kerajaan Kutai Kartanegara). Ayahnya Abdullah bin Alwy Al-Marzaq ialah seorang ulama yang mashur. Bahkan pada zaman dinasti Kerajaan Kutai Kartanegara ia diangkat sebagai penasehat kerajaan. Ibunya merupakan seorang adik dari Bangsawan Lamohang Daeng Mangkona (Kerajaan Bugis). Muhammad bin Abdullah bin Alwy Al-Marzaq mempunyai misi syiar ke wilayah  Kalimantan Timur bab utara (Kalimantan Utara sekarang). Ia berdakwah di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Ketika ia berdakwah, tentunya mendapati perlawanan keras dari masyarakat yang tidak mau adanya agama. Namun, ia berupaya keras untuk sanggup menanamkan kalimat tauhid di hati setiap manusia di bumi paguntaka. Dan kesannya sedikit-demi sedikit masyarakat memegang teguh agama Islam. Namun, tidak lepas dari itu, perlawanan dari para elit Belanda juga tiba silih berganti padanya. Ia tetap berpendirian teguh untuk sanggup membuatkan syiar Islam hingga kesannya ia menutup mata dan wafat di Kota Tarakan, tepatnya di samping Rumah Adat Tidung di Telaga Indor Kota Tarakan.

3. Sultan Amiril Mukminin (1731-1777)
    Sultan Amiril Mukminin ialah seorang pemuka agama yang berasal dari keturunan ningrat kesultanan Bulungan. Beliau ialah sosok yang dikenal sebagai seorang yang cerdas, berilmu dan bijaksana dalam menetapkan keputusan. Tidak ada yang tidak mengenal sosok Sultan Amiril Mukminin. Pada masanya, ia berhasil mendirikan sekolah Islam sebagai wadah berguru dan menuntut ilmu bagi kerabat kerajaan dan rakyatnya. Untuk sanggup menjalankan pendidikan pada masa itu, ia mengambil para pengajar dari kalangan ulama Arab yang sempat singgah dalam urusan dagang. Proses pembelajaran berlangsung di langgar atau mushola yang ia dirikan. Proses pembelajaran berjalan efektif dan efesien meskipun terdapat beberapa kendala, ia pun terdaftar sebagai seorang pengajar di sekolah yang ia bangun. Namun upayanya dalam membuat pendidikan sanggup dibilang berhasil. Sultan Amiril Mukminin sangat dicintai oleh rakyatnya. Kecintaan rakyatnya sanggup terlihat dengan antusias mereka dalam mengikuti segala perintah yang ia jalankan. Namun,  masa keemasan Sultan Amiril Mukminin tidak berlangsung lama, ia pun meninggal pada tahun 1777 M, dan Takhta Kepemimpinan pun diambil alih oleh putranya yang berjulukan Aji Ali yang bergelar Sultan Alimuddin.

4. Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin (1901-1925)
    Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin juga merupakan sosok yang sangat dikenang oleh rakyatnya. Pada masa pemerintahan Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin kawasan Bulungan semakin berkembang alasannya adanya penerimaan royalty tambang minyak di Kota Tarakan, dimana pada ketika yang sama Raja Tarakan Datu Adil sedang berada di Manado melangsungkan masa tahanan. Sultan Kasimuddin begitulah sapaan dekat rakyanya padanya. Agar kehidupan rakyatnya semakin maju, ia pun membangun sebuah forum pendidikan dan pengajaran dari sebuah mushola yang ia dirikan. Proses pembelajaran pun berlangsung khidmat. Dimana mushola tidak hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai wadah untuk menuntut ilmu. Kebijaksanaan dan kebaikan Sultan Muhammad Kasimuddin membekas di hati rakyatnya. Namun, masa kepemimpinan Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin tidak berlangsung lama. Ia pun wafat pada tahun 1925 sepulang memburu rusa dikarenakan sakit. Dan untuk mengenang nama ia hingga kini penduduk setempat meresmikan mushola yang pernah ia bangkit menjadi sebuah masjid Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Islam Melarang Makan, Minum, dan Kencing Berdiri

5. H. Yusuf bin H. Muda (1896-1916)
    Siapa sih yang tidak mengenal tokoh yang satu ini. Dialah H. Yusuf bin H. Muda yang merupakan penduduk orisinil paguntaka. H. Yusuf bin H. Muda merupakan seorang tokoh agama dan juga seorang saudagar yang kaya raya di masanya. Beliau ialah seorang saudagar sapi yang telah merambah dunia nasional maupun internasional. Bahkan penjualan sapinya hingga ke sampoerna Sabah Malaysia. Pada masa pemerintahan Raja Datu Adil, H. Yusuf bin H. Muda diangkat sebagai seorang Sekretaris Kerajaan. Beliaulah yang mengatur segala urusan manajemen kerajaan pada waktu itu. Selain sebagai ningrat kerajaan, ia juga ialah seorang ulama mashur yang mempunyai dampak yang besar. Bahkan kemashuran H. Yusuf bin H. Muda ini terdengar hingga ke Makkah. H. Yusuf bin H. Muda ialah seorang yang diberikan kuasa oleh Raja Datu Adil sebagai pemegang Cap/Stempel Kerajaan, tanpa Cap dari H. Yusuf segala urusan manajemen akan kacau. Beliau pada masanya populer sebagai seorang ulama yang tegas namun baik dan bijaksana. Pada ketika Raja Datu Adil diasingkan ke Manado, H. Yusuf sebagai Sekretaris juga ikut dalam pengasingan tersebut akhir adanya propaganda politik di seputar Kesultanan Bulungan pada waktu itu. Namun, H. Yusuf hanya mendapat eksekusi 1 tahun penjara di Bulungan. Selepas dari masa tahanan H. Yusuf bin H. Muda berhasil mendirikan serikat Islam melalui sebuah Partai Islam. Namun, partai yang ia dirikan mendapati perlawanan oleh pihak Belanda. Dan kesannya ia pun hijrah menuju Malinau dan ia menetap dan meninggal di sana.

6. H. Abdul Hamid (1920-1950)
    H. Abdul Hamid meruapakan seorang pemuka agama dan juga merupakan seorang imam pertama di Masjid Nurul Islam Marconi Kota Tarakan. Masjid Nurul Islam ialah masjid pertama yang didirikan di Kota Tarakan atau masjid tertua. H. Abdul Hamid selain sebagai imam di masjid ia juga bertugas sebagai seorang penghulu dalam hal menikahkan orang-orang yang sudah layak menikah. H. Abdul Hamid ialah Keturunan dari Syekh Arsyad Al- Banjari Kalimantan Selatan. Beliau populer sebagai sosok yang alim dan sangat besar lengan berkuasa dalam syiar Islam di Tarakan. Di masjid Nurul Islam inilah ia sering melantunkan bacaan Al-Qur'an, mengajarkan mengaji dan tata cara shalat yang baik dan benar berdasarkan Anjuran Rasulullah Saw. Hingga kini, Masjid Nurul Islam Marconi merupakan masjid tertua yang kini masih tegak berdiri di Jalan Marconi Kota Tarakan.

7. H. Saad Selayung (1960-2004)
    H. Saad Selayung merupakan imam besar yang mashur. Kemashurannya tidak hanya terdengar di Kota Kelahirannya yakni Kota Tarakan. Akan tetapi kemashurannya hingga ke Kota Makkah. Beliau ialah salah seorang tokoh agama yang sangat besar lengan berkuasa bagi masyarakat Tarakan. Beliau merupakan pelopor berdirinya Masjid Al-Ma'arif Selumit yang terletak di poros jalan sentra kota. Beliau juga merupakan murid Habib Alawy bin Syekh bin Alkaff Qatmyr. Keilmuan ia tidak sanggup diragukan lagi. Terlebih bacaan Qur'annya. Ia sangat andal dalam melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan bunyi yang merdu dan makhorijul aksara yang fasih. Beliau juga pernah menjadi finalis Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an bidang Lagu dan Suara. Murid-murid ia ada di mana-mana. Bahkan lulusan dari didikannya rata-rata pernah menjuarai MTQ Nasional hingga Internasional. Meskipun H. Saad Selayung telah wafat, jasa dan ilmunya terus mengalir dan menjadi amal jariyah buatnya. Dan kenangan terhadap sosok ia selalu dikenang hingga kini oleh warga Kota Tarakan.

Inilah 7 Tokoh Agama Berpengaruh di Kalimantan Utara. Semoga goresan pena ini sanggup bermanfaat buat Anda dan sanggup menambah gosip dan memperkaya khasanah ilmu. Salam Owner Pagunpost.Com. Jangan lupa membaca goresan pena kami lainnya yah......   :-)
Sumber http://www.pagunpost.com


EmoticonEmoticon