Monday, June 26, 2017

√ Misteri Yadu Usud Menjadi Watu Hasilnya Terkuak!

Misteri Yadu Usud Menjadi Batu Akhirnya Terkuak!. Pada zaman dahulu kala, ada sebuah perkampungan warga yang terletak di utara maritim Indonesia. Tempat tersebut yaitu Tanjung Batu. Tanjung Batu merupakan tempat yang mempunyai nilai mistis yang tinggi. Di mana ditempat tersebut pernah terjadi insiden besar. Karena ditempat tersebut pernah hidup seorang nenek (yadu:bahasa Tidung) berjulukan Yadu Usud yang hidup bersama seorang cucunya. Senudon (kisah/legenda) ini sudah ratusan tahun yang silam. Namun, perlu bagi kita mengetahui fenomena apa yang sedang terjadi pada masa lalu. Peristiwa ini disebut oleh orang dahulu kala sebagai "GASAB". Gasab berdasarkan bahasa tidung yaitu malapetaka yang didapatkan ketika seseorang sedang memainkan seekor hewan (dalam hal ini lemangu/kepiting) yang mempunyai jenis mata yang panjang. Kepiting ini berbeda dari jenis kepiting yang sering kita konsumsi. Baiklah, kita lanjutkan kisahnya. Senudon atau Kisah atau Legenda mengenai Yadu Usud wacana GASAB ini telah menjadi sebuah kepercayaan bagi masyarakat tidung yang ada di wilayah Kalimantan bab utara.

Batu Mambin Yadu Usud

Yadu Usud yaitu seorang nenek yang telah berusia senja. Di usia senjanya ia hidup bersama cucunya di tempat Tanjung Batu Kota Tarakan Kalimantan Utara. Pada ketika itu, si cucu sedang bermain di tepi pantai. Di tepi pantai itu ia melihat aneka macam kepiting bermata panjang yang berlarian di pasir pantai. Tiba-tiba si cucu Yadu Usud ini menangkap dua ekor kepiting dan mengadunya dalam sebuah tampi atau nampan beras yang terbuat dari kulit rotan. Ia pun tertawa kegirangan melihat kedua kepiting ini saling berkelahi jontos dan tarik menarik satu sama lainnya.Nah, pada ketika bunyi kepiting yang sedang berlari lari di tampi beras, Yadu Usud mendengar bunyi tersebut, kemudian mendatangi cucunya yang sedang tertawa terbahak-bahak. Dengan sedikit tidak melihat tanggapan mata yang telah berumur tua, ia pun berdesis, "Shah...Shaaah.Shaahh...", Pikir Yadu Usud ada seekor ayam yang sedang makan beras yang ia jemur. Si cucu tertawa melihat neneknya sedang mengusir ayam yang nyatanya di dalam tampi tersebut yaitu kepiting yang sedang dimainkannya. Yadu Usud pun bertanya kepada cucunya, "Apa itu cu...." ucap Yadu Usud. Ayam nek....", saut si cucu. Kemudian si nenek mengetahui ternyata si cucu sedang memainkan bengkalang (kepiting bermata panjang). Dan Yadu Usud pun berucap, "Aduh cu....kesalahan besar yang sudah kamu lakukan, kena angin ribut lah kita ini, GASAB kita cu...". Tiba-tiba angin pun bertiup kencang, angin ribut seolah akan menghantam pantai Tanjung Batu. Ombak pun semakin kuat menerpa tepi pantai. Yadu Usud kemudian bergegas pergi dari tepi pantai dan bergegas menggendong cucunya. Ia berjalan secepat-cepatnya ke daratan. Namun, Naas menimpa mereka, tiba-tiba langit bergemuruh dan angin ribut pun segera turun, kilatan petir menyambar dengan sangarnya, Yadu Usud yang sedang menggendong cucunya terkena sabaran petir dan terbawa oleh ombak. Ombak pun mendadak berhenti dan meninggalkan Yadu Usud di tepi pantai yang telah bermetamorfosis kerikil yang sedang menggendong cucunya (yang disebut oleh masyarakat dulu Batu Mambin: kerikil yang sedang menggondong).

Baca juga: 7 Tokoh Agama Berpengaruh di Kalimantan Utara

Apakah legenda (senudon) Yadu Usud ini benar-benar ada dan konkret terjadi?. Hanya Allah yang mengetahuinya. Semoga Senudon atau Legenda Yadu Usud ini sanggup kita petik hikmahnya dan menjadi pelajaran penting bagi kita dalam memperlakukan makhluk Tuhan yang ada di muka bumi ini. Semoga Tulisan ini sanggup bermanfaat dan sanggup menjadi referensi bagi Anda dalam meneliti problema budaya yang ada di bumi paguntaka ini. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan dongeng ini selanjutnya. Siapa tahu teman-teman mempunyai dongeng dalam versi yang berbeda mengenai Yadu Usud Gasab Menjadi Batu di Tanjung Batu.
Sumber http://www.pagunpost.com


EmoticonEmoticon