Saturday, July 8, 2017

√ 7 Membuktikan Ramalan Kiamat

7 Pertanda Ramalan Kiamat. Tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang bisa mengetahui kapan akan terjadi peristiwa musibah kiamat atau kiamat. Kiamat merupakan diam-diam yang kuasa yang hanya Dia yang mengetahui kapan akan terjadinya kiamat. Bahkan berdasarkan riwayat, malaikat pun tidak mengetahui kapan akan terjadinya kiamat. Hanya Allah Azza Wajalla-lah yang mengetahui musibah kesudahannya zaman yaitu KIAMAT. Kiamat berdasarkan bahasa Arab berasal dari kata qiyamun yang berarti bangun atau bangun. qiyamah atau yaumul qiyamah yang artinya hari berakhirnya seluruh alam semesta. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kiamat ialah hancurnya seluruh permukaan bumi dan galaksi. Namun, meskipun tidak ada seorang pun yang mengetahui kiamat secara pasti, ada beberapa pertanda-pertanda yang bisa mendeskripsikan terjadinya kiamat yang telah tergambarkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Qiyamah dan Surah Al-Haqqah.

Ilustrasi Kiamat

Inilah 7 Pertanda Ramalan Kiamat yang baru-baru ini hangat diperbincangkan di dunia aktual dan dunia maya yang menggemparkan penduduk dunia.

1. Sangkakala di Langit Amerika dan Eropa 

 
Baru-baru ini telah banyak diberitakan baik di media umum berupa video youtube dan website atau blog memberitakan mengenai bunyi keras yang terdengar dari langit yang mengaung dan menggema di langit Amerika, Eropa, Hingga ke Jerman. Anehnya bunyi ini terdengar secara bersamaan di beberapa tempat. Apakah ini sudah menandakan akan beraakhirnya dunia? Apakah kiamat sudah dekat? Mari kita lihat beberapa klarifikasi oleh beberapa ilmuan mengenai bunyi terompet keras yang sudah menggemparkan dunia ini. Menurut jago geologi asal Azerbaijan Elchin Khaliov ini mungkin salah satu yang masuk akal. Beliau mengungkapkan, " Kami telah menganalisis catatan bunyi tersebut dan menemukan bahwa sebagian besar spektrum asal bunyi tersebut terletak dalam kisaran infrasonik, yaitu tidak terdengar oleh manusia, katanya, mirip dikutip dari Sott. Dalam penelitian lain juga menjelaskan kalau bunyi terompet itu disebut "The Hum". The Hum merupakan bunyi yang bersumber dari gelombang bunyi yang berasal dari alat berat. Hal ini sanggup dilihat dari kasus kota Kokomo, Indiana, yang merupakan kota industri. Dan para peneliti juga meragukan bunyi itu berasal dari kincir angin raksasa di pabrik Daimler. Sampai kini para peneliti masih mempelajari kasus ini hingga mereka bisa menemukan metode ilmiah mengenai bunyi dentuman besar yang menciptakan insan di seantero alam ini was-was akan munculnya menandakan hari kiamat telah tiba.

2. Gerhana Matahari 

 
Gerhana matahari juga pernah terjadi di Eropa, Asia Utara, dan Afrika Utara. Berdasarkan informasi dari situs Solar Eclipse Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), gerhana matahari akan hadir di  Indonesia pada tanggal 9 Maret 2016. Gerhana matahari total bekerjsama fenomena rutin yang terjadi setiap tahun. Namun, fenomena itu menjadi sulit diamati karena hanya terjadi di wilayah sempit dan dalam waktu singkat. Ada empat gerhana pada tahun 2015, yakni dua gerhana matahari, dan dua gerhana bulan Kepala Observatorium Bosscha Mahasena Putra mengatakan, pada tanggal 9 Maret 2016 nanti, "Bayangan akan bergerak dari barat ke timur, dari samudera hindia, kemudian masuk ke wilayah Sumatra, Bangka Belitung, Kalimantan, dan Sulawesi, kemudian ke Pasifik."

 
3. Hujan Lumpur di Tiongkok


Tiongkok baru-baru ini dilanda kejadian yang gila dan mengerikan. Pada pukul 14.00 di Inner Mongolia awan tiba-tiba mendung dan berwarna merah menyelimuti Tiongkok. Kemudian disusul dengan turunnya hujan lumpur hingga 50 menit hingga kesudahannya langit berwarna normal kembali. Hujan lumpur mengotorkan Tiongkok. Apakah ini merupakan aba-aba bahwa kiamat sudah dekat? Tidak ada yang mengerti apa yang sedang terjadi, bahkan penduduk Tiongkok benar-benar takut kalau itu ialah menandakan akan terjadinya kiamat. Berselang secara bersamaan Beijing juga sedang dilanda hujan pasir. Ada apakah gerangan? Apakah kiamat sudah dekat? Dan siapkah kita menyambut datangnya hari kiamat? Tentunya hanya diri kita masing-masinglah yang bisa menjawabnya.

4. Hujan Darah di India

 
 Keanehan yang sama juga terjadi di India tepatnya di kota Keralla India. Hujan darah itu berlangsung sekitar 3 bulan. Sebelumnya juga terjadi hujan gila di tempat Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bahkan hujannya pun aneh, ada yang berwarna kuning, hijau, dan bahkan hitam. Pada mulanya ilmuan menerka bahwa air hujan yang berwarna merah ini disebabkan oleh pasir gurun , namun para ilmuan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut ialah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi.  Di Universitas Sheffield, Inggris, spesialis mikrobiologis berjulukan Milton, mengemukakan bahwa unsur merah tersebut ialah sel hidup. Karena partikel merah tersebut ialah sel hidup maka para ilmuan mengajukan teori  bahwa partikel merah itu ialah darah.

5. Gerhana Bulan Merah (Blood Moon)

 
 Gerhana bulan total sering juga disebut gerhana bulan merah darah (Blood Moon). Karena warnanya ibarat merah darah. Mengapa ini bisa terjadi? Apa penyebabnya? Menurut penelitian obsevorium Bosscha Bandung, Evan Irawan, hal tersebut terjadi karena cahaya matahari yang dibelokkan oleh atmosfer bumi, kemudian hingga ke bulan yang menimbulkan warna merah darah. Bayangan bumi mempunyai dua bayangan. Bagian gelap tempat cahaya matahari tidak sanggup masuk disebut umbra, dan serpihan luar tempat matahari sanggup masuk disebut penumbra. Itulah penyebab terjadinya gerhana bulan merah darah (blood moon), terjadi karena ada pantulan cahaya gelap menuju ke serpihan terang.

6. Ombak Darah di Tiongkok

 
 Pantai merupakan wahana destinasi yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Sekedar menikmati deburan ombak yang riak dengan pemandangan yang membelalakkan mata. Pantai juga merupakan pemandangan yang bisa menghilangkan penat. Namun, apa jadinya jikalau pantai yang indah nan memesona tersebut kini airnya bermetamorfosis merah mirip darah. Tentunya Anda tidak akan lagi mau mengunjungi pantai itu. Di China Tiongkok tepatnya di pantai Guangzhou para pengunjung tiba-tiba ketakutan dikala melihat air ombak yang mendadak berubah warna menjadi merah pekat mirip darah. Apakah perubahan alam ini menunjukkan akan dekatnya hari kiamat? Mari kita simak penjelasannya lebih jauh. Menurut Kepala Dinas Kelautan, warna air bahari bermetamorfosis merah darah disebabkan karena adanya flora ganggang merah yang populasinya meningkat, sehingga kadar air pun turut berubah warna menjadi merah.

7. Turunnya Salju di Arab Saudi



Sebagaimana kita ketahui bersama Arab Saudi merupakan tempat yang beriklim padang pasir dan panas terik. Apakah mungkin salju bisa menyelimuti Arab Saudi? Tentun saja mungkin, karena tidak ada yang mustahil di dunia ini kalau sudah kehendak-Nya. Menurut ratifikasi dari salah seorang WNI yang berada di Arab Saudi, salju ini pertama kali turun di Kota Tabuk. Fenomena semacam ini jarang sekali bahkan belum pernah terjadi di Arab Saudi. Namun, hal ini bisa saja terjadi jikalau sudah merupakan kodrat-Nya.


Kiamat merupakan diam-diam Allah Swt. Tidak ada yang bisa meramalkan atau bahkan mengetahui secara niscaya kapan kiamat akan terjadi. Sebagaimana hadis Nabi Saw, "Hari simpulan tidak akan tiba kepada kita hingga dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai." (HR. Muslim).

Itulah 7 Pertanda Ramalan Kiamat yang pernah menggemparkan dunia. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda. Terimakasih......



Sumber http://www.pagunpost.com


EmoticonEmoticon