Monday, July 17, 2017

√ Indeks Integritas Sekolah Cermin Kejujuran Sekolah Dalam Un

 akan menjadi alat ukur dalam menghitung indeks integritas sekolah √ Indeks Integritas Sekolah Cermin Kejujuran Sekolah Dalam UNUjian nasional (UN) 2015 akan menjadi alat ukur dalam menghitung indeks integritas sekolah. Indeks tersebut akan menyampaikan seberapa jujur sekolah dalam melaksanakan UN.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, berbicara ihwal pendidikan bukan hanya bicara komponen akademis, tapi juga komponen integritas. Indeks integritas ini dibutuhkan sanggup mengirim pesan kepada semua pelaku pendidikan bahwa jikalau ingin nilai hasil UN siswa berwibawa, maka sekolah harus jujur. “Indeks integritas sekolah dalam melaksanakan UN akan diberikan kepada sekolah dan Pemerintah Daerah, serta khusus untuk Sekolah Menengan Atas sederajat disampaikan ke PTN,” kata Mendikbud pada rapat kerja dengan Komisi X dewan perwakilan rakyat RI di Kantor dewan perwakilan rakyat RI, Jakarta, Senin (06/04/2015). Baca juga : Ini Janji Baru Jokowi Bagi Guru.


Mendikbud mengatakan, kementerian mempunyai data pelaksanaan UN yang lengkap setiap tahun. Data inilah yang digunakan dalam mengukur indeks integritas. Mendikbud mengakui bahwa indeks integritas yang didapatkan dari UN ini tidak sanggup mengukur semua aspek integritas, tapi dari indeks integritas ujian ini setidaknya sanggup mencerminkan pola kejujuran sekolah dikala melaksanakan ujian.


Menteri Anies mencontohkan, sekolah yang menerima indeks integritas 85 maka sanggup disimpulkan bahwa di sekolah tersebut mempunyai indikasi sebesar 15 persen telah terjadi kecurangan.  Semakin besar indeks integritas, maka kejujuran di sekolah tersebut semakin tinggi. Dan bagi sekolah yang mempunyai indeks integritas tinggi, akan dipanggil khusus ke Jakarta sebagai bentuk penghargaan.


Dengan adanya indeks integritas ini, tidak hanya UN tapi sekolah juga didorong untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan lain dengan kejujuran. Indeks integritas juga akan menjadi nilai tersendiri bagi setiap sekolah. Karena masyarakat tidak lagi menimbulkan angka UN sebagai patokan dalam menentukan sekolah, melainkan indeks integritasnya.


“Otomatis, alasannya ialah nilai UN tinggi jadi tak bermakna jikalau sekolahnya tidak mempunyai indeks integritas tinggi. Sebaliknya, indeks integritas tinggi justru akan menaikkan nilai atau bobot angka UN nya,” katanya.


Sumber : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan



Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon