Monday, July 3, 2017

√ Inilah Alasan Dan Klarifikasi Mengapa Islam Melarang Makan, Minum, Dan Kencing Berdiri

Inilah Alasan dan Penjelasan Mengapa Islam Melarang Makan, Minum, dan Kencing Berdiri - Islam yaitu agama yang rahmatan lil 'alamin. Islam merupakan agama yang universal dan bisa masuk dalam semua lini kehidupan. Kehidupan zaman ketika ini telah memaksa setiap orang untuk sanggup melaksanakan segala sesuatu secara instan atau cepat tanpa mengetahui budbahasa dan norma yang sesuai dengan syariat. Padahal, acara yang kita lakukan yaitu sunnahtullah (sesuai dengan kodra dan fitrah-Nya). Pastinya Anda sering melihat dan menyaksikan perihal yang sering dilakukan oleh seseorang baik secara sadar atau pun tidak sadar. Dan masalah ini kalau diremehkan akan berakibat fatal pada diri kita sendiri.

Inilah Alasan dan Penjelasan Mengapa Islam Melarang Makan √ Inilah Alasan dan Penjelasan Mengapa Islam Melarang Makan, Minum, dan Kencing Berdiri

Beberapa sikap ini amat dibenci oleh Allah Swt dan Rasul-Nya. Perilaku atau kebiasaan ini boleh jadi sudah menimpa diri kita sendiri tanpa kita sadari. Dan kita pun tak meyadari berapa besar efek dari perbuatan itu kalau kita melakukannya secara terus menerus. Perbuatan tersebut yaitu perbuatan yang berkaitan wacana budbahasa dalam makan dan minum serta buang air kecing (kencing) dengan berdiri. Inilah Alasan Mengapa Islam Melarang Makan, Minum, dan Kencing Berdiri.


Larangan Makan dan Minum dengan Berdiri

Tentunya dilema yang satu ini bukan lagi menjadi diam-diam umum, akan tetapi perbuatan makan dan minum secara bangkit ini sudanh menjadi life style bagi masyarakat. Hal ini bisa kita lihat pada program pesta janji nikah dan ulang tahun. Di mana kebanyakan orang lebih bahagia menentukan makan dan minum sambil bangkit ketimbang duduk. Padahal, dingklik yang disediakan oleh panitia program amatlah banyak, namun mereka tetap menentukan makan dan minum dengan berdiri.

Menurut pandangan Islam, makan dan minum sambil bangkit itu dilarang dilakukan. Karena dalam Islam ada budbahasa dan etika ketika kita hendak makan dan minum. Intinya menyangkut dilema akhlak. Hal ini sesuai dengan proposal Rasulullah Saw, "Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan moral yang mulia." (HR. Ahmad)

Makan dan minum merupakan acara sehari-hari yang kita lakukan untuk menopang kehidupan kita di dunia ini. Dewasa ini, makan dan minum bukan lagi menjadi hal yang istimewa. Namun seiring perkembangan zaman yang semakin berkembang cepat, budaya-budaya jelek sekarang telah menggerogoti masyarakat khususnya pecahan timur. Yang mana lebih banyak didominasi penduduk muslimnya terbesar nomor dua sehabis Arab Saudi.

Makan dan minum sambil berdiri  bahkan berjalan dan berlari sudah menjadi hal yang lumran dan biasa-biasa saja. Ada beberapa budbahasa makan dan minum yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw

1. Meniatkan minum hanya semata-mata untuk meraih ridha Allah Swt.
2. Memulai minum dengan Membaca basmalah
3. Minum dengan memakai tangan kanan
4. Tidak bernafas dan meniup air ketika panas
5. Tidak boleh meminum air pribadi dari ceret atau teko
6. Minum dengan posisi duduk
7. Mensyukuri nikmat makan dan minum serta tidak mencelanya.

Memang kelihatannya larangan ini seperti hanya menjadi pepesan kosong belaka bagi mereka yang tidak mengindahkan perintah makan dan minum dengan cara duduk. Aakan tetapi, hal ini kemudian dipertegas lagi oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya yang berbunyi, "Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan." (HR. Muslim). Kemudian dari Anas dan Qatadah, dari Rasulullah Saw, "Sesungguhnya Rasulullah melarang seseorang minum sambil berdiri." Qatadah berkata, "Bagaimana dengan makan?" Beliau menjawab, "Itu lebih jelek lagi." (HR. Muslim dan Turmudzi)

Rasulullah Saw telah terbiasa dengan banyak sekali budbahasa dalam setiap aktivitasnya sehari-hari. Bahkan kebiasan budbahasa yang telah Rasulullah Saw lakukan ketika makan dan minum sambil duduk dan tidak bangkit itu sudah diteliiti oleh para peneliti yang mahir di bidangnya masing-masing wacana larangan mengapa Rasulullah melarang keras bagi orang muslim makan dan minum dengan berdiri, dan apa dampaknya?"

Dari segi medis, kalau kita makan dan minum sambil berdiri, maka tidak bisa menunjukkan kesejukan bagi badan secara optimal. Karena air yang kita minum akan turun dengan cepatnya pada badan pecahan bawah. Sedangkan air yang dikonsumsi seharusnya ditampung dulu di dalam lambung. Di lambung kemudian air tersebut akan melaksanakan proses penyaringan oleh sfringer. Sfriger yaitu suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka sehingga air kemih bisa lewat dan menuutup. Dan hanya dibuka ketika kita makan dan minum dalam kondisi duduk. Seharusnya seluruh air yang kita minum akan disalurkan pada bagian-bagian penyaringan yang berada di ginjal. Akan tetapi, jikalau kita minum sambil berdiri, air yang kita minum akan masuk tanpa melalui proses penyaringandan akan menuju kandung kemih, kemudian akan terjadi pengendapan di susukan ureter. Akibatnya banyak limbah-limbah yang yang menimbulkan terjadinya penyakit kristal ginjal. Peyakit kristal ginjal ini yaitu salah satu penyakit berbahaya.

Buang Air Kecil bagi Pria dengan Berdiri Berbahaya

Buang air kecil atau kencing merupakan suatu acara yang sering kita lakukan. Aktivitas ini hampit tiap jam kita lakukan. Setiap insan melaksanakan ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme badan (kotoran dalam tubuh). Rasulullah Saw juga melarang secara tegas perihal kencing sambil bangkit ini. Sebagaimana sabdanya yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu anha, "Siapa bilang Rasulullah kencing sambil berdiri, jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri."

Secara medis kencing sambil bangkit yaitu penyebab utama penyakit kencing batu. Hal ini juga yang menimbulkan melemahnya syahwat bagi sebagian besar pria. Ketika kencing bangkit posisi buah z4ka4r dalam kondisi terjepit. Beda halnya jikalau kencing dalam posis jongkok, maka paha merenggang dan buah z4ka4r tidak terjepit dan air seni akan mengalir lancar tanpa sisa. Akan tetapi jikalau kita kencing sambil bersiri bisa jadi air seni masih ada tersisa dalam susukan kencing yang sanggup menimbulkan najis.

Sebagaimana Rasulullah pernah bersabda, yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Ra., ia berkata: "Rasulullah Saw pernah melewati dua buah kuburan, kemudian ia bersabda, Ingat, sebetulnya kedua mayat ini sedang disiksa, alasannya yaitu dahulu suka mengadu domba, sedangkan yang lainnya disiksa alasannya yaitu tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Lalu dia meminta pelepah daun kurma, dan dipotongnya menjadi dua, kemudian dia menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan lainnya seraya bersabda, "Semoga pelepah itu sanggup meringankan siksanya selama belum kering." (HR. Muslim).

Rasulullah Saw bersabda, " Hati-hatilah dalam dilema kencing, alasannya yaitu kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing." (HR. Muslim).

Baca juga: Tips Agar Sholat Khusyuk

Inilah Alasan Mengapa Islam Melarang Makan, Minum, dan Kencing Berdiri. Semoga bisa membawa manfaat buat Anda. Dan bisa menjadi pengetahuan ilmu gres dalam menjaga setiap acara kita dengan budbahasa dan etika dalam makan, minum, dan kencing, serta adab-adab lainnya sesuai dengan syariat.

Sumber http://www.pagunpost.com


EmoticonEmoticon