Thursday, August 3, 2017

√ Agresi Grup Matematika

Aksi Grup Matematika


Dalam matematika, aksi grup adalah suatu himpunan, beserta satu operasi biner, ibarat perkalian atau penjumlahan, yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut aksioma grup. Misalnya, himpunan bilangan lingkaran yaitu suatu grup terhadap operasi penjumlahan. Cabang matematika yang mempelajari grup disebut teori grup.


 


Notasi Aksi Grup


Suatu grup yang terdiri atas himpunan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dapat ditulis  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.


Biasanya operasi dalam grup, apa pun sesungguhnya operasi tersebut, dipikirkan sebagai analog dari perkalian, dan operasi grup ditulis ibarat perkalian (notasi perkalian):



  • Kita menulis  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika, atau bahkan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika, untuk  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

  • Kita menulis  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika untuk unsur identitas dan menyebutnya unsur satuan.

  • Kita menulis  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika untuk invers  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan menyebutnya kebalikan dari  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.


Tetapi, adakala operasi grup dipikirkan sebagai analog dari penjumlahan dan ditulis ibarat penjumlahan (notasi penjumlahan):



  • Kita menulis  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika untuk  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan menyebutnya jumlah  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

  • Kita menulis  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika untuk unsur identitas dan menyebutnya unsur nol.

  • Kita menulis  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika untuk invers  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan menyebutnya lawan dari  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.


Biasanya, hanya grup abelian (grup yang operasinya komutatif untuk setiap dua unsur himpunan grup tersebut) yang ditulis dalam bentuk penjumlahan walaupun grup tersebut sanggup juga ditulis dalam bentuk perkalian. Ketika bersifat noncommittal, kita sanggup memakai notasi (dengan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika) dan istilah yang dikemukakan dalam definisi memakai notasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika sebagai invers dari  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.


Bila  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika adalah sub himpunan dari  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika unsur dari  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika maka dalam notasi perkalian  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika merupakan himpunan dari semua hasil perkalian  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika untuk  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dalam  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika (dengan kata lain,  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika). Hal yang sama juga sanggup dilihat pada notasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika, dan untuk dua sub himpunan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dari  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika kita sanggup menulis  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika untuk  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika. Dalam notasi penjumlahan, kita menuliskan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika untuk masing-masing pasangan.


 




 


Suatu agresi grup yaitu suatu himpunan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika beserta satu operasi biner  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika yang memenuhi aksioma-aksioma grup berikut



  • Ketertutupan (closure) : untuk setiap  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika, berlaku  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

  • Sifat asosiatif : untuk setiap <<< yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika, berlaku  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

  • Unsur identitas : terdapat suatu  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika sehingga untuk setiap  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika berlaku  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika (dapat dibuktikan bahwa dalam grup manapun hanya terdapat satu unsur identitas).

  • Unsur invers : untuk setiap  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika, terdapat suatu  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika sehingga  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika, di mana  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika adalah unsur identitas (dapat dibuktikan bahwa setiap unsur  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika memiliki sempurna satu unsur invers).


 


 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

Aksi grup matematika. Kisi-kisi subkelompok grup dihedrum Dih4, direpresentasikan sebagai kelompok rotasi dan refleksi dari sosok gambar ini. Sumber foto: Wikimedia Commons


 




 


Beberapa Contoh Elemen dan Bukan Contoh Elemen


Sebuah grup abelian : bilangan lingkaran terhadap penjumlahan


Contoh grup yang pernah diperkenalkan dikala di sekolah dasar salah satunya yaitu bilangan lingkaran terhadap penjumlahan. Misalkan “’Z”’ merupakan himpunan bilangan bulat, {…, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4,…} dan simbol “+” sebagai operasi penjumlahan. Dengan demikian, (“’Z”’,+) merupakan suatu grup.


Bukti :


    * Bila “a” dan “b” merupakan bilangan  lingkaran maka “a” + “b” juga merupakan bilangan bulat.
*Bila “a”, “ b”, dan “c” yaitu bilangan lingkaran maka (“a” + “b”) + “c” = “ a” + (“b”+”c”) (sifat asosiatif)
*0 yaitu bilangan lingkaran dan untuk setiap bilangan lingkaran “a”, 0 +” a” = “a”. (elemen identitas)
*Bila “a” sebuah bilangan lingkaran maka terdapat bilangan lingkaran “b” = -“a” sedemikian sehingga “a” + “b” = “b” +” “a = 0 (elemen invers)

Grup ini juga merupakan abelian : “a” +” b” = “b” + “a”.


Bilangan lingkaran terhadap penjumlahan dan perkalian membentuk struktur aljabar cincin yang lebih kompleks. Sebenarnya, elemen dari cincin apa saja membentuk sebuah grup abelian terhadap penjumlahan yang disebut “grup penjumlahan” dari cincin.


 


“Bukan” grup : bilangan lingkaran terhadap perkalian


Bilangan lingkaran terhadap perkalian yang dilambangkan dengan “ “’ ×’” ” Maka (“’Z’”, “’ ×’” ) bukan sebuah grup :


       *Bila “a” dan “b” bilangan lingkaran maka “a” “’ ×’”  “b” merupakan bilangan bulat
*Bila “a”, “b”, dan “c” bilangan lingkaran maka (“a”“’ ×’” “b”) “’ ×’” “c” = “a”“’ ×’” (“b”“’ ×’” “c”) (sifat asosiatif)
*1 yaitu bilangan lingkaran dan untuk setiap bilangan lingkaran “a”, 1 “’ ×’” “a” = “a”“’ ×’” 1 = “a” (elemen identitas)
*Tetapi, bila “a” sebaramg bilangan lingkaran bukan 0 maka tidak ada bilangan lingkaran
bukan 0 yang memenuhi “a””b” = “b””a” = 1. Sebagai contoh, misalkan “a” = 2 maka
berapapun “b” (bilangan lingkaran bukan 0) maka |”a””b”| = |2”b”| ³2 > 1. (elemen invers tidak memenuhi)

Karena tidak semua elemen dari (“’Z’”, “’ ×’”) mempunyai invers maka (“’Z’”, “’ ×’”) bukan merupakan grup. Kita sanggup menyebut (“’Z’”, “’ ×’”) sebuah monoid komutatif.


 


Sebuah grup abelian : bilangan rasional bukan 0 terhadap perkalian


Misalkan “’Q’” sebagai himpunan bilangan rasional, yaitu bilangan yang sanggup dinyatakan dengan “a”/”b” dengan “a” dan “b” merupakan bilangan lingkaran dan”b” bukan nol. Misalkan pula operasi perkalian dinyatakan dengan simbol ““’ ×’” ”. Karena bilangan rasional 0 tidak mempunyai invers untuk perkalian maka (“’Q’”, “’ ×’”), sebagaimana juga (“’Z’”, “’ ×’”) bukan sebuah grup.


Akan tetapi, kalau kita memakai himpunan “’Q’” \ {0}, yang meliputi setiap bilangan rasional “kecuali nol “ maka (“’Q’”\{0},“’ ×’”) merupakan grup abelian. Invers “a”/”b” yaitu “b”/”a” dan aksioma grup lainnya gampang diperiksa kebenarannya. Kita tidak kehilangan closure dengan menghilangkan nol lantaran hasil kali dua bilangan rasional tidak nol tidak akan pernah nol.


Sama ibarat bilangan lingkaran yang membentuk cincin, demikian juga bilangan rasional yang membentuk struktur aljabar dari bidang. Sebenarnya, elemen bukan nol dari medan apapun akan membentuk grup terhadap perkalian yang disebut “grup perkalian” dari bidang.


 


Grup bukan belian tertentu : permutasi dari himpunan


Misalkan tiga buah blok berwarna (merah, hijau, dan biru) yang mula-mula diletakkan dengan susunan MHB. Misalkan “a” merupakan agresi “menukarkan blok pertama dan blok kedua” dan “b” agresi “menukarkan blok kedua dan ketiga”.


Dalam bentuk perkalian, kita menuliskan “x””y” untuk agresi “pertama kali lakukan “y” kemudian lakukan “x” ” sehingga “a””b” yaitu agresi MHB ®MBH®BMH yaitu “ambil blok terakhir dan pindahkan ke depan”. Bila kita menuliskan “e” untuk agresi “ biarkan blok sebagaimana adanya” (aksi identitas) maka kita sanggup menulis 6 permutasi dari himpunan 3 blok sebagai berikut :


   * e : MHB  ®    MHB
* a : MHB ® HMB
*b : MHB ® MBH
* ab : MHB ® BMH
*ba : MHB ® HBM
*aba : MHB ® BHM

Perhatikan bahwa agresi “a””a” akan menimbulkan MHB ® HMB ® MHB atau agresi tersebut sama saja dengan agresi “biarkan blok sebagaimana adanya”. Dengan demikian, kita sanggup menuliskan “a””a” = “e”. Demikian pula,


   * “b””b” = “e”
*(“a””b””a”)(“a””b””a”) = “e” dan
*(“a””b”)(“b””a”) = (“b””a”)(“a””b”) = “e”.

Jadi, tiap agresi di atas mempunyai sebuah invers.


Dengan menyelidiki, kita juga sanggup memilih sifat asosiatif dan closure. Sebagai referensi perhatikan,


         *(“a””b”)”a” = “a”(“b””a’) = “a””b””a”, dan
*(“b””a”)”b” = “b”(“a””b”) = “a””b””a”.

Grup ini disebut simetri grup pada tiga huruf, atau “S”3. Grup tersebut mempunyai orde 6 ( atau 3 “faktorial”), dan bukan merupakan grup abelian (karena sebagai referensi “a””b” ≠ “b””a”). Karena “S”3 dibangun dari agresi dasar “a” dan “b” maka kita sanggup menyampaikan bahwa himpunan {“a”,”b”} membangun “S”3.


Setiap grup sanggup diungkapkan dalam grup permutasi seperti “S”3. Hasilnya merupakan Teorema Cayley dan dipelajari sebgai penggalan dari subyek grup.


Contoh lanjutan


Untuk beberapa referensi lanjutan dari grup untuk aneka macam aplikasi lihat contoh-contoh grup dan daftar grup kecil.


 


Teori sederhana


    *Sebuah grup mempunyai hanya satu elemen identitas.
*Setiap elemen mempunyai hanya satu invers.
*Kita sanggup membagi grup yaitu elemen grup “a” dan “b” dari grup “G”, hanya ada satu solusi “x” dalam “G” terhadap persamaan “x”*”a” =”b” dan hanya satu solusi “y” dalam “G”
untuk persamaan “a”*”y” = “b”.
*Ungkapan “ “a”1*”a”2*...”a”n ” tidak ambigius lantaran kesudahannya akan sama dimana saja kita menempatkan tanda kurung.
*Invers perkalian yaitu hasil kali invers dalam susunan terbalik : (“a”*”b”)-1 = “b”-1 *”a”-1.

Faktor ini dan faktor dasar lainnya juga berlaku untuk semua grup tertentu yang membentuk bidang dari teori grup elementer.


 




 


Contoh Soal dan Jawaban Aksi Grup Matematika


1. Misalkan G adalah himpunan tak kosong, dan * yaitu operasi biner pada G. Himpunan Gdisebut grup jika dan hanya jika




  • P1 : Untuk setiap abc di G, berlaku




 


(a*b)*c = a*(b*c).   —   operasi * bersifat asosiatif



  • P2 : Teradapat elemen e di G sedemikian sehingga untuk setiap x di G, berlaku


 


e*x = x*e = x.    —   e disebut elemen identitas



  • P3 : Untuk setiap elemen a di G, terdapat elemen a’ di G sedemikian sehingga


 


a*a’ = a’*a = e.    —    a’ disebut invers dari a


 


Grup G dengan operasi biner * selanjutnya dinotasikan dengan <G,∗>


Contoh-contoh Aksi Grup


Contoh 1


Himpunan bilangan bulat Z dengan operasi biner penjumlahan + merupakan grup, lantaran + pada Z memenuhi semua aksioma P1, P2, dan P3. Perhatikan bahwa:


Untuk setiap a, b, c di Z, berlaku


(a + b) + c = a + (b + c)


Dengan demikian, + asosiatif.


Terdapat elemen identitas 0 di Z sedemikian sehingga untuk setiap x di Z, berlaku


0 + x = x + 0 = x.


Untuk setiap elemen a di Z, terdapat elemen –a in Z, yaitu invers dari a, sedemikian sehingga


a + (-a) = (-a) + a = 0.


Contoh 2


Bilangan rasional yaitu bilangan yang sanggup ditulis dalam bentuk pq dengan p dan q adalah bilangan lingkaran dan q tidak nol. Himpunan bilangan rasional biasa dinotasikan dengan Q. Kemudian didefinisikan operasi biner perkalian .. Apakah <Q,.> merupakan grup? Berikut uraiannya.


Berdasarkan gosip yang telah kita miliki, sudah sanggup dipastikan bahwa operasi . pada Qbersifat asosiatif. Dengan kata lain,


(a.b).c = a.(b.c)   untuk setiap abc di Q.


Sayangnya, ada satu elemen yang tidak mempunyai invers, yaitu 0, lantaran bilangan 10 tidak ada. Selain itu, setiap elemen yang dikalikan dengan 0 sama dengan 0. Dengan demikian, bukan grup, lantaran tidak memenuhi aksioma elemen idenitas.


 


2. Cek apakah agresi grup atau bukan:

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika


1) Cek apakah A tertutup terhadap operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

ambil bilangan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika anggota A

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika =  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

karena m1 + m2 anggota bilangan lingkaran Z, maka  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika anggota A

Jadi, A tertutup terhadap operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika


2) Cek apakah mempunyai unsur identitas (e)

misal kita ambil bilangan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika anggota A

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

karena 0 anggota bilangan lingkaran Z maka e anggota A

Jadi, A mempunyai unsur identitas e =  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika


3) Cek apakah mempunyai invers untuk setiap unsur dalam A

misal kita ambil bilangan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika anggota A

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

karena -m anggota bilangan lingkaran Z, maka ada invers di dalam himpunan A


4) Cek asosiatif

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

maka,

 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

Jadi, aturan asosiatif terpenuhi


Kesimpulan:  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika adalah grup


 


3. Apakah himpunan bilangan Real dengan operasi tambah (+) yaitu grup?

Kita akan mengecek satu persatu syarat sebuah himpunan dikatakan grup.


1) Cek apakah R tertutup terhapad operasi +.

misal kita ambil dua buah bilangan a dan b anggota R

a + b = c,

karena c selalu anggota R maka himpunan R tertutup terhadap operasi +


2) Cek apakah R mempunyai unsur identitas (e)

misal kita ambil sebuah bilangan a anggota R

a + e = a

e = a – a = 0

karena 0 anggota dari R maka himpunan R mempunyai unsur identitas


3) Cek apakah R mempunyai invers (a’) untuk setiap unsur

misal kita ambil sebuah bilangan a anggota R

a + a’ = e

a’ = e – a

a’ = 0 – a

a’ = -a

karena -a yaitu anggota R maka setiap unsur dalam R mempunyai invers


4) Cek asosiatif

misal kita ambil a, b, dan c anggota R

(a + b) + c = a + b + c = a + (b + c)

terbukti (a + b) + c = a + (b + c)

maka aturan asosiatif terpenuhi


Jadi, lantaran keempat syarat terpenuhi, maka himpunan bilangan Real dengan operasi tambah (+) yaitu grup.


 


4. Pada himpunan bilangan lingkaran ( yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika) didefinisikan operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika, yaitu


   yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika


Periksa apakah  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika merupakan grup.


Pembahasan:



  1. Kita dapat mengusut apakah  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika bersifat tertutup terhadap operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

    Ambil sebarang  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika. Perhatikan bahwa


   yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika


Jumlah tiga bilangan lingkaran merupakan bilangan bulat, sehingga  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

Jadi,  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika bersifat tertutup terhadap operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.



  • Kita akan mengusut apakah  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika merupakan operasi yang bersifat asosiatif.

    Ambil sebarang  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika. Perhatikan bahwa


 


   yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika


di lain pihak


   yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika


Diperoleh  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

Jadi,  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika bersifat asosiatif terhadap operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.


 


5. Periksa apakah himpunan bilangan lingkaran ( yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika) dengan operasi penjumlahan biasa merupakan grup.


Pembahasan:



  1. Kita sanggup mengusut apakah  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika bersifat tertutup terhadap operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

    Ambil sebarang  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika. Jumlah dua bilangan lingkaran merupakan bilangan bulat, sehingga  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

    Jadi,  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika bersifat tertutup terhadap operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

  2. Kita akan mengusut apakah operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika bersifat asosiatif.

    Ambil sebarang  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika. Perhatikan bahwa  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

    Jadi, operasi  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika bersifat asosiatif.

  3. Kita akan mengusut apakah  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika mempunyai unsur identitas.

    Terdapat  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika sehingga untuk setiap  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika berlaku  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

    Jadi,  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika merupakan unsur identitas pada  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

  4. Kita akan mengusut apakah setiap  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika mempunyai invers.

    Untuk setiap  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika terdapat  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika sehingga  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika dan  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika.

    Jadi, setiap unsur di  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika mempunyai invers.


Dengan demikian, sanggup disimpulkan bahwa  yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika merupakan grup.


 


 


Bacaan Lainnya



 


 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan?
Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com


 


 yang memenuhi beberapa aksioma yang disebut  √ Aksi Grup Matematika

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter


 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar kalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan gosip yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!



Sumber bacaan: BrilliantMath World


                       


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)