7 Tips Cara Mendidik Anak di Era Digital_ Pendidikan yang sempurna akan berkonstribusi besar dalam pembentukan huruf anak, pendidikan tidak hanya diartikan sebagai proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah, namun pendidikan mencakup interaksi anak di sekolah, di lingkungan keluarga dan di lingkungan masyarakat, konsep pendidikan tersebut biasa disebut dengan tripusat pendidikan.
Kemajuan teknologi serta perubahan pola hidup masyarakat, menimbulkan pertukaran informasi yang begitu cepat. Kondisi tersebut juga tak lepas dalam mempengaruhi cara berguru anak, bila dahulu pembelajaran masih bersifat konvensional, sampaumur ini pembelajaran sudah memakai bermacam-macam teknologi.
Sumber berguru bukan hanya buku maupun proses pembelajaran di kelas, lebih dari itu, ada banyak sekali produk teknologi yang sanggup menjadi media dan sumber untuk berguru bagi anak. Sehingga penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam acara bawah umur sanggup disebut sebagai kurun digitalisasi.
Era digital yaitu suatu kondisi dimana kebanyakan orang memakai banyak sekali produk yang bersifat digital dalam menjalani acara kesehariannya. Era digital memberi banyak dampak positif namun dampak negatife dari kurun digitalisasi juga tak sanggup dinafikkan.
Baca juga: 10 Cara Mengatasi Kecanduan Gagdet Pada Anak
Pendidikan anak di kurun digital menjadi tantangan tersendiri bagi guru, orangtua dan seluruh stackholder pendidikan. Dibutuhkan metode/strategi/teknik dan pendekatan guna memaksimalkan fungsi teknologi dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas anak, serta meminimalisir dampak negatife dari keberadaan teknologi.
Lantas bagaimana cara mendidik anak di kurun digital? Dalam artikel ini penulis akan memaparkan beberapa tips/cara mendidik anak di kurun digital, berikut ulasannya.
7 Tips Cara Mendidik Anak di Era Digital
1. Memaksimalkan kiprah keluarga dalam pendidikan anak
Keluarga atau orangtua yaitu lingkungan pertama anak dalam proses berguru dan tumbuh kembang anak. Peran keluarga paling subtansial dalam mengarahkan, mendidik, membimbing anak sehingga sanggup tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
Psikologis anak yang mempunyai kebiasaan asimilatif atau berusaha menjiplak kebiasaan-kebiasaan/perilaku orang yang sering berinteraksi dengannya, atau mempunyai tingkat intensitas interaksi tinggi dengan anak tersebut, akan sangat kuat bagi pembentukan kepribadian anak.
Cara berguru anak yang bersifat asimilatif sanggup menjadi peluang bagi orangtua dalam menanamkan nilai-nilai positif, keterampilan yang bermanfaat bagi anak. Namun perlu diketahui bahwa instruksi, aba-aba dan sekedar teori tidak sanggup maksimal dalam mendidik anak. Orangtua perlu menawarkan contoh, praktik, demonstrasi yang bersifat nyata biar apa yang diajarkan sanggup benar-benar dipahami oleh anak.
Makara sebagai orangtua anda sebaiknya senantiasa meluangkan waktu untuk melaksanakan interaksi dengan anak anda. Buatlah skala prioritas yang menempatkan kebersamaan dengan anak dan anggota keluarga sebagai hal yang paling utama.
Jika anda ingin anak anda menjadi sosok yang sabar, maka contohkanlah kesabaran dalam sikap dan acara anda. Jika anda ingin melihat anak anda menjadi sosok yang arif maka anda yang harus pertama-tama menjadi sosok yang arif di mata anak anda. Buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya, kebiasaan/pribadi anak tak akan jauh dari kebiasaan/pribadi orang tuannya.
2. Batasi penggunaan Gagdet/Smartphone
Membatasi, bukan berarti melarang sama sekali anak untuk memakai gadget/smartphone, melainkan menawarkan batasan dalam memakai gadget. Apalagi bila teman-teman sejawatnya juga telah mempunyai gadget, maka impian anak untuk mempunyai gadget akan leih besar pula, yang perlu diperhatikan yaitu usia yang sempurna untuk membelikan anak anda gadget (Baca juga: Usia yang sempurna membelikan anak gadget).
Mengekang anak biar tidak mempunyai gadget juga sanggup menimbulkan dilema lain, mirip yang kita ketahui sesungguhnya anak yang terlalu dikekang akanmempengaruhi psikologis anak. Yang perlu dilakukan yaitu mengontrol konten/aplikasi yang ada dalam gadget anak anda, aplikasi yang sanggup memunculkan dampak negatife sebaiknya dihapus saja.
Jika anak anda suka nonton video di youtube maka sebaiknya anda memfilter jenis video yang sanggup muncul ketika anak anda mengakses youtube, untuk memfilter jenis video caranya dengan melaksanakan setting/pengaturan di aplikasi youtube.
Buatlah janji dengan anak anda, contohnya wacana batasan penggunaan gadget dalam sehari, waktu-waktu dimana tidak boleh memakai gadget. Tanamkanlah dalam mindset anak sesungguhnya bercanda ria dengan keluarga lebih menyenangkan ketimbang bermain gadget, jadi syaratnya anda harus menjadi orangtua yang menyenangkan dimata bawah umur anda.
3. mengenalkan anak banyak sekali macam produk teknologi digital
Selain berusaha mengantisipasi dampak negatife dari keberadaan teknologi digital, hal yang tak boleh diabaikan yakni mengenalkan anak pada banyak sekali jenis produk-produk digital. Hal tersebut bertujuan biar anak anda tidak menjadi pribadi yang kudet (kurang update).
Mengenalkan anak pada banyak sekali jenis produk digital akan memperkaya wawasan khazanah pengetahuan anak, namun jangan lupa untuk senantiasa menyelipkan nilai-nilai moral dalam setiap proses berguru anak.
Misalnya saja bila anda mengenalkan suatu teknologi digital. Misalkan saja anda mengenalkan wacana smartphone/gadget/Hp maka anda sebagai orangtua harus menjelaskan hal positif apa saja yang sanggup didapatkan ketika memiliki/menggunakan smartphone/gadget serta imbas negative apa saja yang mungkin sanggup terjadi bila kurang sempurna dalam memakai gadget/smartphone/HP.
Sehingga ada balance dari pengetahuan yang diajarkan pada anak, anak bukan hanya tahu wacana hal positif dari benda tersebut melainkan memahami pula dampak negatifnya. Begitu pula halnya dengan produk teknologi digital lainnya.
Sehingga ketika anak dihadapkan pada suatu situasi dan kondisi dimana suatu produk teknlogi akan menawarkan dampak negative pada dirinya, anak tersebut akan tersadar “oh… ini kan dihentikan oleh ibu bapak saya” sehingga anak akan tersadar untuk tidak memanfaatkan produk digital tersebut untuk hal yang kurang baik bagi dirinya, hal tersebut yang dinamakan sebagai “recovery” dimana pengetahuan positif wacana sesuatu memfilter hal negative dari objek tersebut.
4. Bereksperimen, berkreasi dengan memakai banyak sekali produk digital
Menggunakan banyak sekali produk digital bukanlah sesuatu hal yang tidak boleh namun yang paling penting yaitu kita dituntut untuk bijak dalam menggunakannya. Yang paling penting, anak bukan hanya diajarkan bagaimana memakai banyak sekali produk digital tersebut namun yang paling penting yaitu bagaimana mengajarkan anak untuk menjadi sosok yang kreatif, inovatif, sehingga benda-benda digital tersebut sanggup menjadi wadah, media bagi anak untuk bereksperimen, berkreasi dan mencipta hal-hal yang baru.
Salah satu situs berguru online yang cocok untuk diperkenalkan pada anak yaitu Quipper video. Apa saja kelebihan Quipper video, silahkan baca disini: 15 Kelebihan Quipper Video
Ajarkanlah anak anda untuk menjadi sosok pencipta bukan penikmat, ajarkanlah sesungguhnya dengan keberadaan banyak sekali macam teknologi menjadi peluang bagi dirinya (anak tersebut) untuk menemukan, menghasilkan, membuat lebih banyak hal gres lagi.
5. Selektif dalam mempercayai suatu informasi
Era digital telah menimbulkan penyebaran suatu informasi begitu cepat, hanya perlu beberapa detik, menit untuk mengetahui suatu kejadian/informasi yang terjadi disuatu kawasan jauh. Bisa diyakini bahwa tidak semua informasi yang beredar yaitu benar adanya, tidak sedikit informasi yang beredar yaitu hoax.
Maka dari itu anak harus diajarkan untuk selektif dalam mempercayai suatu berita/informasi, anak biasanya belum mempunyai filter yang cukup kuat untuk menyaring informasi yang benar dan salah, sehingga perlu menanamkan pemahaman pada anak untuk bijak dalam menyakini suatu informasi.
6. Memperbanyak melaksanakan aktvitas yang bermanfaat bersama anak
Ala sanggup alasannya yaitu biasa yaitu suatu ungkapan yang menyiratkan sesungguhnya sesuatu yang biasa dilakukan akan menjadi suatu kebiasaan. Maka dari itu kiprah orangtua yaitu memperbanyak melaksanakan aktvitas yang bermanfaat bersama anak.
Misalnya saja; wisata ke museum, rekreasi, jalan-jalan ke kebun binatang. Selain itu acara di dalam rumah juga harus mengarahkan sikap anak ke hal postif (baca juga: Hal positif yang sanggup dilakukan bersama anak).
Salah satu tujuan Memperbanyak melaksanakan aktvitas yang bermanfaat bersama anak yakni untuk meminimalisir dampak negate dari keberadaan beberapa produk teknologi, beberapa produk teknologi yang sanggup menimbulkan kencanduan pada anak untuk menggunakannya contohnya saja; game, smartphone/gadget, internet, televise dll.
7. Mengajarkan anak ilmu agama
Di kurun digital ada banyak hal yang mesti di filter biar tidak memunculkan imbas negatife, hal yang paling sempurna diajarkan pada anak biar dampak negatife kurun digital sanggup diminimalisir yaitu dengan mengajarkan anak ilmu agama.
Ilmu agama ibaratkan benteng yang akan melindungi anak dari banyak sekali hal yang kurang baik, bila ilmu agama anak sudah baik maka sanggup dipastikan imbas kurun digital tidak akan memberi banyak dampak negative pada anak.
Demikianlah artikel wacana 7 tips cara mendidik anak di kurun digital, semoga bermanfaat untuk anda.
mendidik anak diera digital ppt, pertanyaan wacana tantangan mendidik anak diera digital, mendidik anak diera digital pdf, seminar mendidik anak di kurun digital, parenting di kurun digital, buku mendidik anak diera digital, kiprah orang renta dalam mendidik anak diera digital, pengasuhan anak di kurun digital Sumber http://www.rijal09.com

EmoticonEmoticon