7 Tips Mengajar yang Baik dan Efektif Bagi Guru_ Oleh : Safaruddin Yahya, M.Pd.I*
“Tidak ada murid bodoh, yang ada hanyalah guru yang belum bisa mencerdaskan murid-muridnya”. Demikian ungkapan bijak yang penulis selalu ingat ketika masih menempuh studi di salah satu perguruan tinggi tinggi negeri di Kota Malang pada tahun 2015 lalu. Ungkapan tersebut keluar dari salah satu dosen faforit saya berjulukan Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag selaku pengampu mata kulyah taktik pembelajaran di kelas kami.
Pada final perkuliyahan saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa Pembelajaran yang baik ialah pembelajaran yang menyenangkan dan penuh kesan bagi siswa. Dan berdasarkan ekonomis saya, dua hal ini penting dalam sebuah proses pembelajaran.
Baca juga: Pentingnya Memiliki Jiwa Mendidik Bagi Seorang Guru
Kali ini saya memcoba membahas bagaimana langkah atau cara yang efektif bagi seorang guru dalam memberikan materi di dalam kelas sehingga materi yang disampaikan gampang dipahami oleh siswa dan siswa bisa mengingat dan mengapikasikan materi yang dipelajari dalam keehidupan sehari-hari.
Sebab mengajar berbeda dengan belajar. Jika Belajar dimaknai sebagai upaya seseorang untuk memahami sesuatu, maka mengajar ialah upaya atau perjuangan yang dilakukan oleh seseorang untuk memahamkan sesuatu kepada orang lain.
Butuh kerja keras dalam mengajar khsususnya bagi seorang guru . Sebab kepiawaian atau keahlian seorang guru dilihat ketika ia bisa mentrasformasikan ilmu pengetahuan, wawasan serta pengalamannya kepada siswa-siswanya.
Dan hal tersebut tidak akan tercapai dengan baik, melainkan dengan beberapa latihan atau langkah yang dilakukan. Berikut penulis mencoba menunjukkan beberapa langkah bagi guru dalam memberikan pembelajaran di dalam kelas.
7 Tips Mengajar yang Baik dan Efektif Bagi Guru
1. Miliki persiapan yang Matang
Sedia payung sebelum hujan, bila tidak maka anda akan kehujanan dan dipastikan pakaian yang anda gunakan akan bahas. Demikian bagi seorang guru, ia harus mempunyai persiapan sebelum memulai proses pembelajaran. Jika tidak, maka ia akan kesulitan dalam memberikan materi yang berdampak pada ketidaktuntasan dalam sebuah proses pembelajaran.
Oleh lantaran itu, guru harus menyiapkan materi atau materi asuh yang akan disampaiakan baik berupa RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) maupun silabus. Dua hal ini sangat penting untuk mengetahui batas-batasan materi serta mengarahkan acara pembelajaran bagi penerima didik dalam mencapai kompetensi yang diinginkan. Persiapan yang lain ibarat menyediakan alat peraga atau media lainnya perlu dilakukan sebagai penunjang dalam proses penyampaian materi yang ingin disajikan.
2. Miliki pengetahuan yang luas
Dalam menyampaiakan materi, siswa biasanya memperhatikan seluruh isu yang diberikan oleh gurunya. Dan ketertarikan siswa dalam menyimak terletak pada penguasaan materi yang disampaikan oleh gurunya.
Untuk itu guru harus mempunyai pengetahuan yang luas yang berkaitan dengan konsep-konsep, teori, atau hal-hal lain yang mempunyai kekerabatan dengan bidang studi atau materi yang sedang diajarkan.
Jika tidak maka siswa biasanya akan merasa bosan dan tidak menuntut kemungkinan siswa akan mengantuk atau menentukan ngobrol bersama temannya. Akhirnya klarifikasi guru berlalu ibarat angin, tanpa kesan dan tanpa arti.
3. Miliki rasa percaya diri yang tinggi.
Guru harus mempunyai percaya diri yang tinggi. Percaya diri yang saya maksud disini ialah yakin dan percaya bahwa dirinya bisa menguasai materi dan menyampaiakannya kepada siswa.
Untuk itu sebelum memasuki ruang belajar, seorang guru sanggup mengucapkan sugesti positif ini dalam hatinya “ I have confident and will success at learning”. Saya yakin, saya niscaya bisa dan sukses dalam mengajar. Oleh lantaran itu, tetap jaga kondisi dan perasaan supaya tetap positif. Sebab perasaan positif akan menularkan perasaan positif pula pada penerima didik.
4. Berikan motivasi ketika pembelajaran.
Memberikan motivasi kepada siswa supaya mempunyai semangat dalam mencar ilmu ialah sesuatu yang sangat penting. Bentuk motivasi lain yang sanggup diberikan oleh guru kepada siswa ialah menanamkan prinsip-prinsip mencar ilmu ibarat fokus, telaten dan disiplin waktu. Menginspirasi siswa dengan memberikan kisah-kisah orang sukses juga perlu diberikan sebagai dorongan untuk mencontohi mereka dalam setiap gerak kehidupan.
Tujuannya ialah supaya siswa terus mencar ilmu dan membuatkan segala potensi yang dimilikinya. Howard Gardner menyebut tujuan mencar ilmu sebagai Interaction between the learner with the external condition yaitu kemampuan siswa berinteraksi dengan kondisi.
Kondisi luar yang dimaksud bisa berupa interaksi dengan sahabat sejawat, lingkungan keluarga maupun masyarakat luar. Oleh lantaran itu supaya bisa berinteraksi, maka siswa perlu illmu. Dan ilmu hanya diperoleh dengan motivasi yang kuat.
5. Pilih tutur kata yang baik
Ada kata-kata yang tidak baik yang berdasarkan saya seringkali dilontarkan oleh para guru dalam mendidik atau mengajar. Terutama ketika menunjukkan eksekusi kepada siswa yang melanggar hukum sekolah atau tidak bisa menjawab pertanyaan dalam mengajarkan tugas. ibarat seakan-akan kata-kata “dasar anak nakal, bodoh, susah diatur”.
Padahal setiap kata-kata yang diucapkan akan memberi kesan dan membentuk gambaran didik anak. Oleh karenanya, guru harus menentukan kata-kata yang baik dalam berbicara dan bertutur kata. Seperti kata-kata yang sanggup meningkatkan semangat mencar ilmu siswa, memuji perbuatan baik dan sebagainya.
6. Pahami abjad penerima didik anda
Memahami abjad penerima didik dihentikan diabaikan oleh seorang guru. Sebab proses pembelajaran perlu berorientasi pada penerima didik. Dan penerima didik niscaya mempunyai karakter, sifat, dan talenta yang berbeda-beda. Ada diantara siswa yang aktif dan ada juga yang pasif. Ada siswa yang rajin dan ada juga siswa yang malas.
Disini kiprah aktif seorang guru dibutuhkan untuk mengetahui sifat-sifat, bakat, bahkan hingga pada latarbelakang dari keluarga siswa. tujuannya ialah supaya supaya guru tidak salah dan tergesa-gesa dalam menunjukkan eksekusi apalagi bersikap sewenang-wenang kepada siswa.
Sebab ada siswa yang seringkali terlambat setiapkali mengikuti pelajaran. Namun sehabis diteliti, ternyata ia tiba dari keluarga yang tidak mampu. Ia harus membantu orang bau tanah terlebih dahulu dalam mencari nafkah kemudian kemudian mengikuti pelajaran.
Ada pula siswa yang terlihat pembangkang dan selalu mencari perhatian. Setelah diketahui, ternyata tiba dari keluarga yang bermasalah. Maka disinilah kiprah aktif guru dalam memahami, membimbing dan membuatkan minat serta menggali potensi yang dimiliki oleh siswa-siswanya.
7. Kelola kelas dengan baik.
Mengelola kelas dengan baik bermakna tidak hanya mengatur kelas supaya tetap terlihat bersih, wangi dan indah. Akan tetapi yang lebih terpenting ialah bagaimana guru bisa membuat kondisi mencar ilmu yang nyaman dan menyenangkan.
Kita mengenalnya dengan dalam proses pembelajaran dengan istilah Joyfull teaching and learning.ini penting alasannya kondisi yang menyenangkan atau rileks, akan gampang membantu siswa mendapatkan dan merespon setiap isu yang diberikan oleh gurunya. Untuk itu dibutuhkan taktik yang bervariasi, supaya siswa tidak bosan dan terus mengikuti pelajaran anda hingga akhir.
Demikian 7 langkah sukses guru dalam mengajar. Semoga kita para guru sanggup dibimbing oleh Allah dalam mengajar. Dan semoga “mengajar” menjadi pilihan atau profesi yang sempurna bagi kita dalam upaya menebarkan manfaat kepada seluas-luasnya umat.
Writed on Kedai Ilmu
Alamat : Jln Mh. Tamrin no 39 kel. Bataraguru (baubau)
Cp/WA : 0823-35368177
makalah mengajar yang efektif, pengertian mengajar yang efektif, makalah mencar ilmu dan mengajar yang efektif, cara mengajar yang efektif dan menyenangkan, makalah cara mencar ilmu dan mengajar yang efektif, cara mengajar anak sma, teknik mengajar yang baik dan efektif,
Sumber http://www.rijal09.com
EmoticonEmoticon