Saturday, January 20, 2018

√ Dasar-Dasar Mendefinisikan Kota

Kota atau city merupakan sebuah hasil karya peradaban insan modern. Dalam memperlihatkan definisi kota, para hebat kota mengajukan beberapa aspek yang akan menjadi perhatian masing-masing sehingga dapat berbeda-beda. Makara definisi kota tidak dipandang dalam satu aspek saja namun banyak hal menyerupai jumlah penduduk, sosial, ekonomi dan hukum.

1. Morfologi
Paling gampang memang membandingkan bentuk fisik kota dengan fisik pedesaan, di kota kita lihat gedung tinggi, berdekatan dan di desa rumahnya sederhana dan tersebar di mana-mana misalnya. Namun perkembangan zaman juga memerlihatkan kaburnya perbedaan bentuk fisik kota dan desa. Saat ini tempat pinggiran sudah mempunyai bentuk fisik bangunan gaya kota dan modern.

2. Jumlah Penduduk
Kota diukur berdasarkan jumlah penduduknya artinya maka ukuran besar tidaknya kota yakni populasi penduduknya. Di Albania, Denmark, Swedia tempat berpenduduk 200 orang sudah disebut kota. Di Kanada syaratnya 1.000 orang, AS 1.500 dan Ghana 5.000. Di Indonesia sendiri setiap sensus nasional selalu berubah definisi kota tersebut sehingga untuk melaksanakan perbandingan jumlah kota antar dasawarsa cukup sulit.

Kini untuk sementara di Indonesia digunakan kriteria kota berikut:
1. Kota Kecil, 20.000-50.000 orang
2. Kota Sedang, 50.000 - 100.000 orang
3. Kota Besar, 100.000-1.000.000 orang
4. Kota Metropolitan, 1.000.000 -10.000.000 orang
5. Kota Megapolitan, > 10 juta
Kota atau city merupakan sebuah hasil karya peradaban insan modern √ Dasar-Dasar Mendefinisikan Kota
KRL sarana transportasi massa kota modern
3. Hukum
Definisi kota dalam hal ini dikaitkan dengan danya hak-hak aturan tersendiri bagi penghuninya. Di masa Hindia Belanda, kota menyerupai Salatiga, Sukabumi, Probolinggo berstatus hamite, dengan alasan jumlah penduduk yang beretnis Eropa 10% lebih, mereka ini tidak di bawah kekuasaan bupati kemudian kota diatur berdasarkan aturan Belanda ditempatkan dibawah kekuasaan  walikota. Di masa kemerdekaan, jumlah kotamadya bekas hamite terus bertambah dengan alasan lain menyerupai otonomi.

4. Ekonomi
Ciri kota dalam hal ini yakni hidup yang non agraris, kota fungsi khasnya lebih ke arah kkultural, industri, perdagangan dan jasa. Dari aspek itu yang paling menonjol yakni perniagaan. Adanya sentra keramaian menyerupai mall dan pasar menjadi ciri kota zaman sekarang.

5. Sosial
Hubungan atau realsi antar penduduk secara sosial di kota tidak melebur menyerupai di desa. Di kota pendudunya serba tertutup, lugas, acuh, bebas bergaul dan tanpa norma yang jelas. Mereka hidup menyerupai terkotak-kotak oleh kepentingan masing-masing sehingga tidak ada yang mengekang dan hidup sesuka hati. Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)