Gunung Merapi
Adalah gunung berapi di belahan tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Gunung Merapi mempunyai ketinggian puncak 2.930 m dpl, per 2010.
Erupsi dengan ketinggian kolom bubuk sekitar 4142 m, tanggal 19 Mei 2018 pukul 17:37 WITA
VONA terkirim arahan warna ORANGE, terbit tanggal 19 Mei 2018 pukul 17:37 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom bubuk sekitar 4142 m di atas permukaan maritim atau sekitar 1000 m di atas puncak, angin bertiup ke tenggara.
Tingkat acara Level II (WASPADA). Merapi (2968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Sumber: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Telah terjadi erupsi freatik mencapai 5500 m di atas puncak Gunung Merapi pada tanggal 11 Mei 2018 pukul 7:40 WIB
Dengan durasi kegempaan 5 menit. Ketinggian kolom erupsi mencapai 5500 m di atas puncak. Erupsi yang terjadi bersifat freatik (dominasi uap air). Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik G.
Sumber: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Arah angin menuju keselatan gunung merapi.. (kearah kota Jogja dan Bantul) teman-teman persiapan masker n kacamata kalau keluar rumah… stay safe ya semua…
Tuhan selalu melindungi kita Aamiin.. 🙏🙏🙏i 2018
Geologi Gunung Merapi
Gunung Merapi yakni gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Gunung ini terbentuk sebab acara di zona subduksi Lempeng Indo-Australia; yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya acara vulkanik di sepanjang belahan tengah Pulau Jawa. Puncak yang kini ini tidak ditumbuhi vegetasi karena acara vulkanik tinggi. Puncak ini tumbuh di sisi barat daya puncak Gunung Batulawang yang lebih tua.
Proses pembentukan Gunung Merapi telah dipelajari dan dipublikasi semenjak 1989 dan seterusnya. Berthomier, seorang sarjana Prancis, membagi perkembangan Merapi dalam empat tahap:
Tahap pertama yakni Pra-Merapi (sampai 400.000 tahun yang lalu), yaitu Gunung Bibi yang bagiannya masih sanggup dilihat di sisi timur puncak Merapi. Tahap Merapi Tua terjadi ketika Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut (60.000 – 8000 tahun lalu). Sisa-sisa tahap ini yakni Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di belahan selatan, yang terbentuk dari lava basaltik.
Selanjutnya yakni Merapi Pertengahan (8000 – 2000 tahun lalu); ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak tinggi, menyerupai Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, yang tersusun dari lava andesit. Proses pembentukan pada masa ini ditandai dengan anutan lava, breksiasi lava, dan awan panas.
Aktivitas Merapi telah bersifat letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan runtuhan material ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda dengan panjang 7 km, lebar 1–2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasarbubar (atau Pasarbubrah) diperkirakan terbentuk pada masa ini. Puncak Merapi yang sekarang, Puncak Anyar, gres mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan VEI 4 menurut pengamatan lapisan tefra (sebuah material yang diproduksi oleh letusan gunung berapi).
Erupsi Gunung Merapi 2010
Peningkatan status dari “normal aktif” menjadi “waspada” pada tanggal 20 September 2010 direkomendasi oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Setelah sekitar satu bulan, pada tanggal 21 Oktober status bermetamorfosis “siaga” semenjak pukul 18.00 WIB. Pada tingkat ini kegiatan pengungsian sudah harus dipersiapkan. Karena acara yang semakin meningkat, ditunjukkan dengan tingginya frekuensi gempa multifase dan gempa vulkanik, semenjak pukul 06.00 WIB tangggal 25 Oktober BPPTK Yogyakarta merekomendasi peningkatan status Gunung Merapi menjadi “awas” dan semua penghuni wilayah dalam radius 10 km dari puncak harus dievakuasi dan diungsikan ke wilayah aman.
Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB tanggal 26 Oktober. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Menelan korban 43 orang, ditambah seorang bayi dari Magelang yang tewas sebab gangguan pernapasan.
Sejak ketika itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tidak teratur. Mulai 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB. Selanjutnya mulai teramati titik api membisu di puncak pada tanggal 1 November, menandai fase gres bahwa magma telah mencapai lubang kawah.
Letusan berpengaruh 5 November diikuti oleh acara tinggi selama sekitar seminggu, sebelum kemudian terjadi sedikit penurunan aktivitas, namun status keamanan tetap “Awas”. Pada tanggal 15 November 2010 batas radius ancaman untuk Kabupaten Magelang dikurangi menjadi 15 km dan untuk dua kabupaten Jawa Tengah lainnya menjadi 10 km. Hanya bagi Kab. Sleman yang masih tetap diberlakukan radius ancaman 20 km.
Erupsi Gunung Merapi 2006
Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul gejala bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut semoga penduduk yang tinggal di akrab Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.
Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa acara Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah spesial Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik – artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga suplemen semburan lava terbaru akan eksklusif keluar dari kubah Merapi.
Tanggal 1 Juni, Hujan bubuk vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling mencicipi hujan bubuk ini.
Tanggal 8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09.03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang menciptakan ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Semburan awan panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian tempat hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman.

Puncak Gunung Merapi pada tahun 1930. Sumber foto: Collectie Tropenmuseum
Bacaan Lainnya
- Daftar Gunung Berapi Di Indonesia
- Gunung Agung Dan Sejarah Erupsi Gunung Agung Di Bali
- Indonesia Juga Memiliki 3 Reaktor Nuklir
- Reaktor Nuklir Alami Zaman Purba
- TOP 10 Gempa Bumi Terdahsyat Di Dunia
- Top 10 Sungai Terpanjang Di Dunia
- 10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Dan Praktis Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!
- TOP 10 Virus Paling Mematikan Manusia
- Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Pada Dirinya Sendiri?
- Test IPA: Planet Apa Yang Terdekat Dengan Matahari?
- Tes Kepribadian Warna & Warna Mana Yang Anda Miliki? Hijau, Oranye, Biru, Emas
- Kepalan Tangan Menandakan Karakter Anda & Kepalan nomer berapa yang Anda miliki?
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar kalau Anda mengunduh aplikasi kita!
Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!
Sumber bacaan: Wikipedia, Badan Geologi – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Volcano Discovery
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya
Sumber aciknadzirah.blogspot.com
EmoticonEmoticon