10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis_ Mengajari dan melatih anak biar mau menulis membutuhkan metode khusus, proses mencar ilmu menulis sendiri biasanya mulai dilakukan anak yang sudah masuh di TK/PAUD atau anak yang masih duduk di kelas satu SD.
Melatih anak untuk menulis bukan hanya terkendala pada kemauan anak untuk menulis namun juga kemampuan anak untuk memegang pensil maupun pulpen biasanya masih belum baik yang akibatnya akan sedikit banyaknya mempengaruhi notivasi anak untuk mencar ilmu menulis.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Anak Yang Lambat Memahami Pelajaran
Guru maupun orangtua mempunyai kiprah yang besar dalam mengajari anak biar mau mencar ilmu menulis, biasanya isyarat untuk mencar ilmu menulis bisa berbeda reaksi bagi setiap anak, ada yang merasa bahagia saat diminta untuk menulis namun biasanya ada juga yang tak mau mencar ilmu menulis.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Anak Yang Malas Belajar, Sangat Ampuh
Lantas bagaimana sih cara yang baik dalam mengatasi anak yang masih, susah menulis, malas menulis dan anak yang tidak mau menulis? Berikut beberapa tipsnya
10 Cara Mengajari dan Melatih Anak Agar Mau Menulis
1. Melatih anak memegang pensil/pulpen dengan baik dan benar
Untuk bisa menulis bisanya diharapkan alah tulis, ibarat pensil, spidol dan pulpen. Pertama-tama dalam mengajar anak untuk menulis hal yang sebaiknya terlebih dahulu diajarkan pada anak yakni bagaimana cara memegang alat tulis yang baik dan benar, alasannya cara memegang alat tulis nantinya akan berbpengaruh pada kualitas goresan pena anak tersebut.
Cara yang lazim dalam memegang alat tulis biasanya diletakkan antara ibu jari dan jari telunjuk, araham bagaimana memegang alat tulis yang baik di awal proses mencar ilmu anak untuk menulis bisa jadi akan menjadi gaya/kebiasaan anak tersebut dalam memegang alat tulis, sehingga cara memegang alat tulis yang baik dan efisien sangat perlu diajarkan pada anak.
2. Mulai menulis hal yang paling sederhana
Jika kita berharap anak yang gres mencar ilmu menulis mempunyai goresan pena yang anggun atau kita mengakibatkan diri kita sebagai tolok ukur dalam menustifikasi ketidakmahiran anak dalam proses mencar ilmu maka hal tersebut merupakan sesuatu yang kurang tepat.
Jangan pula pernah berharap anak yang gres menulis pribadi bisa mempunyai goresan pena yang rapi dan indah alasannya hal tersebut agak mustahil bisa terjadi, alasannya untuk bisa menjadi hebat dan cendekia menulis semuanya butuh proses mencar ilmu yang tidak sebentar.
Oleh alasannya itu anak yang gres mulai mencar ilmu menulis jangan pribadi diarahkan untuk menulis angka maupun karakter alasannya hal tersebut akan menciptakan anak menjadi terbebani di awal proses belajarnya.
Makara apa sih yang anggun tugaskan untuk anak yang gres mulai mencar ilmu menulis? Hal pertama yang bisa dilakukan ialah mengajari anak untuk menciptakan titik (.), menciptakan titik ialah hal yang paling gampang dalam proses mencar ilmu menulis, tujuannya biar anak memulai proses belajarnya dari hal yang paling gampang dan sederhana sehingga ia nanti tidak menganggap acara mencar ilmu menulis sebagai hal yang membosankan, membebani dan menakutkan.
3. Mulai menciptakan contoh tulisan
Setelah anak mulai bisa menciptakan titik-titik, selanjutnya arahkan anak untuk menciptakan titik-titik (.) yang membentuk sebuah pola contohnya saja formasi titik (.) yang membentuk angka 1 atau karakter contohnya s dll.
Kemudian bila anak sudah bisa menciptakan contoh karakter dan angka dengan memakai titik (.) selanjutnya arahkan anak untuk menghubungkan contoh titik tersebut sehingga bisa menunjukan/menggambarkan sesuatu contohnya angka maupun huruf.
4. biarkan anak mencoret-coret di bukunya
Agar anak semakin menyayangi kebiasan menulis/senang dalam melaksanakan acara menulis maka jangan diawal-awal proses mencar ilmu anak untuk menulis jangan bebani anak untuk menulis sesuatu yang susah.
Anda bisa menunjukkan anak tersebut kertas kosng untuk dijadikan sebagai media untuk mencar ilmu menulis, biarkan anak tersebut mencoret, menggambar dan menulis apa saja yang ingin ia ekspresikan, tujuannya biar anak tersebut bisa mengekspresikan kebebasannya melalui coretan/tulisannya.
Sebenarnya anak yang suka mencoret dan menulis sesuatu yang terang pada hakikatnya sedang melatih keterampilannya dalam memegang alat tulis dan melatih dirinya dalam menulis/menggambar suatu objek, contohnya coretan yang beberantuk lingkaran, garis lurus dan zig-zag, acara tersebut akan menciptakan anak semakin terampil dalam menulis nantinya
5. Gunakan pensil warna
Hal yang bisa menarik minat anak yang tadinya malas untuk menulis menjadi semangat dalam menulis ialah penggunaan alat tulis yang bisa memancing ketertarikan anak dalam menggunakannya, contohnya saja carayon, pensil warna.
Tulisan yang berwarna-warni menjadi daya tarik tersendiri sehingga bisa mebangkitkan motivasi anak untuk semakin menyayangi dan menyenangi acara tulis menulis.
6. Mewarnai objek (gambar/tulisan)
Agar anak bisa tertatik untuk menulis juga bisa dilakukan dengan acara mewarnai objek, contohnya gambar toko kartun favoritnya, contoh mencar ilmu menulis ibarat ini tidak akan menciptakan anak cepat bosan, alhasil acara menulis bisa menjadi hal yang disenanginya.
7. Kenali hal yang disukai anak
Agar anak yang tadinya tidak mau menulis menjadi mau menulis maka hal yang pertama bisa dilakukan ialah mencari tahu kegemaran dan kesukaan anak, contohnya saja bila anak suka dengan kelinci, maka kita katakan pada anak tersebut “kamu suka nggak kelinci”? anak yang memnag menyukai kelinci akan menjawab “iya” maka selanjutnya kita tanyakan pada anak tersebut “kalau begitu coba kau tulis kelinci di bukumu” bila anak berkata “tidak tahu” maka kita katakan “masa binatang yang kau suka tidak kau tahu tulis namanya! Kamu niscaya bisa deh menulisnya” dengan begitu anak akan mau mencar ilmu menulis nama binatang kesukaanya.
8. Porsir waktu mencar ilmu anak
Dalam proses mencar ilmu anak termasuk dalam proses mencar ilmu menulis, jangan sekali-kali memaksa anak untuk melaksanakan acara tersebut bila anak sudah mulai kelelahan/bosan/jenuh alasannya justru akan membuat
anak stress dan ilfill dengan acara menulis.
Sehingga bila anak mulai tidak semangat maka acara mencar ilmu menulisnya tidak boleh atau dilanjutkan keesokan harinya. Ataurlah waktu mencar ilmu anak dengan bijak.
9. Memberi tantangan pada anak
Hal yang juga bisa memotivasi anak sehingga semangat menulis yakni dengan memberi tantangan pada anak, contohnya kita katakan “jika kau bisa menulis 100 kata dalam 30 menit nanti saya kasih hadiah” dengan begitu anak akan termotivasi menulis biar bisa mendapat hadiah yang dijanjikan, tantangan tersebut juga bisa melatih anak menulis cepat dan tepat.
10. Belajar menulis sambil bermain games
Misalnya bawah umur dibagi dalam kelompok-kelompok dan menciptakan laporan wacana pengamatan suatu objek mengamati bagian-bagian flora dan menuliskannya. Atau dengan main games bermain peran, bawah umur diberi peran, contohnya jadi polisi kemudian anak diminta menuliskan tugas-tugas polisi dll.
Demikianlah 10 Cara yang bisa anda lakukan untuk mengajar dan melatih anak untuk menulis, semoga bermanfaat Sumber http://www.rijal09.com

EmoticonEmoticon