Monday, March 12, 2018

√ Fakta Perihal Permukaan Bulan

Sejak zaman dulu Bulan telah mempesonakan
umat manusia. Ada yang mengibaratkan Bulan sebagai wajah perempuan cantik, ada pula peribahasa bagai pungguk merindukan bulan. Namun teknologi telah menguak bagaimana sejatinya bentuk bulan. Muka bulan yang menghadap ke bumi selalu sama kira-kira separuh bagian. Separuh cuilan lagi selalu membelakangi bumi sehingga tidak pernah kita lihat. 

Saat bulan purnama kau akan melihat bagian-bagian halus, datar dan agak gelap. Bagian ini disebut mare atau bahari dalam bahasa latin lantaran dulu diperkirakan yakni samudera. Bidang gelap inilah yang kadang terkesan seperit bentuk wajah manusia.

Pada permukaan bulan terdapat ribuan kawah yang dihasilkan oleh hantaman meteor yang masuk ke permukaan bulan. Ini disebabkan bulan tidak punya atmosfer yang sanggup menghancurkan watu meteor yang masuk ke bulan.
Permukaan bulan bopeng oleh hantaman meteor
Bulan punya garis tengah 350 km dan mempunyai besar 1/4 Bumi. Jarak bumi ke bulan kira-kira 380.000 km. Mengapa oleh manusia, bulan tampak hampir sama besarnya dengan matahari?. Ini lantaran faktor jarak bulan yang lebih akrab dengan bumi. Bandingkan dengan jarak matahari yang mencapai 150 juta km dari bumi.

Bulan bersinar dan terlihat oleh kita terutama di malam hari. Bulan bercahaya lantaran mendapat pantulan dari matahari, jadi bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Bulan yakni satelit alami Bumi. Bulan sanggup beredar akrab bumi lantaran imbas gravitasi bumi. Bulan mempunyai gravitasi dan kuat terhadap kehidupan di Bumi mirip gerhana dan pasang laut.

Gravitasi bulan kira-kira 1/6 kali gravitasi bumi dan jumlah ini terlalu lemah untuk sanggup mengikat atmosfernya sehingga di bulan tidak tercipta atmosfer. Tidak adanya atmosfer di bulan menjadikan terjadinya fenomena berikut:

1. Suhu permukaan bulan sanggup berubah sangat cepat
Lapisan-lapisan atmosfer di bumi berfungsi menyaring dan mengatur sinar matahari yang mengenai dan yang dipantulkan oleh permukaan bumi, sehingga suhu di pemrukaan bumi tidak berubah dengan ekstrim. Karena di bulan tidak ada atmosfer maka suhu pada cuilan yang terkena matahari sanggup mencapai 100 derajat Celcius sementara suhu di cuilan yang tidak kena matahari sanggup mencapai -173 derajat Celcius.

2. Bunyi tidak sanggup merambat di bulan
Untuk sanggup merambat, gelombang bunyi memerlukan medium mirip udara. Karena di bulan tidak ada medium ini maka bunyi tidak sanggup merambat disana. Ini menjadikan bulan yakni daerah yang sangat sunyi.

3. Langit di bulan tampak hitam kelam
Langit di bumi tampak biru lantaran adanya debu-debu angkasa yang menghamburkan sinar matahari dan yang paling banyak dihamburkan yakni gelombang pendek warna biru. Bulan tidak punya atmosfer sampai tidak mungkin terjadi penghamburan sinar. Ini menjadikan tidak ada spektrum sinar matahari yang tercipta sehingga langit bulan selalu tampak gelap hitam kelam oleh pengamat di bumi.

4. Tidak mungkin ada kehidupan
Atmosfer bulan berfungsi mengatur siklus udara dan siklus air. Bulan tidak memilikii atmosfer sehingga di Bulan tidak tersedia udara dan air. Maka tidak mungkin ada kehidupan terbentuk secara alami kecuali ada rekayasa tingkat tinggi.
Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id


EmoticonEmoticon