Friday, March 2, 2018

√ Kapan Peternak Ayam Petelur Di Desa Wukirsari, Tambakromo Pati Sanggup Subsidi Harga Jagung Menjadi Rp. 4500,- Dari Dirjen Pkh ?


Budilaksono.com....Pemerintah merespon aspirasi petani peternak ayam layer (petelur) berdikari yang mengeluhkan perkembangan harga jagung untuk pakan. Direktur Jenderal  Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita dan Dirjen Tanaman Pangan (TP) Sumardjo Gatot Irianto dan tim dari Kementan eksklusif turun ke lapangan, melaksanakan pertemuan dengan peternak ayam petelur berdikari di Kabupaten Blitar pada Selasa (16/10/2018).

Sebelumnya, Dirjen PKH dan tim sudah melaksanakan obrolan dengan peternaik ayam petelur berdikari di Kendal pada hari Minggu (14/10) dan Cepu pada (15/10). Dari sejumlah pertemuan tersebut para peternak memberikan cita-cita bisa mendapat jagung dengan harga yang terjangkau, yakni maksimal Rp 4.600 per kg. Peternak meminta subsidi jikalau harga jagung tersebut diatas Rp. 4.600 per kg.

Sebagai langkah cepat jangka pendek, Kementan melalui Dirjen PKH I Ketut Diarmita merespon undangan tersebut dengan menghimbau supaya para perusahaan pabrik pakan ternak (feedmill) untuk membantu para peternak berdikari mendapat jagung dengan harga terjangkau yaitu Rp. 4.500-4.600/kg dari harga pasar dikala ini sebesar Rp. 5.000-5.200. "Sehingga ada subsidi Rp. 500 - 600 per kg. Subsidi ini kan bisa disisihkan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan pabrik pakan ternak atau feedmill," jelas I Ketut.

Pelibatan sejumlah perusahaan ini penting untuk saling membantu sesama peternak sehingga bisa sama-sama tumbuh. Kebutuhan jagung untuk para peternak ayam petelur berdikari di Kabupaten Blitar mencapai 1.000 - 1.500 ton per hari.

Merespon hal tersebut, beberapa perusahaan telah dan akan memperlihatkan proteksi jagung dengan harga subsidi ke Kabupaten Kendal oleh PT. Sidoagung 100 ton dan Kabupaten Blitar antara lain:  PT. Charoen Pokhphand sebesar 50 ton, PT. Japfa Comfeef 40 ton, PT. Panca Patriot 100 ton, PT. Malindo 20 ton, BISI 2 ton, CV.  Purnama Sari 10 ton dan perusahaan lain segera menyusul.

Sebelumnya, I Ketut memberikan apresiasi terhadap PT. Sido Agung Feedmill yang memperlihatkan proteksi jagung dengan harga subsidi sebanyak 100 ton di harga Rp 4.500 per kg dengan Kadar Air 15 persen untuk para peternak berdikari di Kab. Kendal Jawa Tengah.

Untuk jangka panjang, Dirjen PKH I Ketut Diarmita menyarankan supaya dalam pembelian ayam bibit (Day Old Chiken/DOC) dan jagung sebagai materi baku pakan dilakukan secara bersama supaya bisa mendapat harga lebih murah.
Sementara itu, Dirjen TP Sumardjo Gatot Irianto menyatakan akan membantu petani jagung di pusat jagung setempat dengan memperlihatkan 3 unit combine harvester, 5 unit traktor, dan proteksi benih jagung untuk 50 ribu hektare. Kelompok petani dan peternak juga diberikan 2 unit alat pengering jagung. Selain itu juga akan memperlihatkan subsidi pembelian jagung sebesar Rp 100 juta. "Subsidi ini dilakukan untuk menutupi selisih harga pasar dengan kemampuan para peternak untuk membeli jagung yaitu diharga Rp. 4.600 per kg," kata Gatot.

Sementara itu, Direktur Seralia Ditjen Tanaman Pangan Bambang Sugiharto sebelumnya mengusulkan adanya keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pembelian jagung untuk para peternak mandiri. Dalam pertemuan di Cepu, diputuskan tim Kementan bersama perwakilan peternak dan BUMD akan mengecek dan sekaligus membeli jagung di PT. Segar Agro di Cepu, serta Tuban dan Blitar. (Sumber : Dirjen PKH)

Bagaimana dengan kami di Desa Wukirsari Kecamatan Tambakromo Kabupaten yang ternak ayam petelur yang masih sekala kecil perorangan yakni 1000-5000 ekor, Kami hingga kini untuk beli jagung perkilogramnya yaitu Rp.5100,- ini bagi kami para perternak kecil sangat berat. Dan hingga detik ini tidak ada tersentuh proteksi dari pemerintah yakni dirjen PKH ibarat yang diberikan kepada kawasan Kendal, Cepu,Tiban dan Blitar.

Kami sangat membutuhkan subsidi harga jagung, mohon distabilkan hingga turun Rp.700 jadi harga kilogram maksimal Rp.4500,- Kepada bapak kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pati bantu kami untuk menstabilkan harga jagung yang tak terbendung ini.  Kami peternak menunggu solusinya dari pemerintah.

Sumber http://www.budilaksono.com/


EmoticonEmoticon