Friday, March 9, 2018

√ Mengefisiensikan Pakan Udang Di Memanasnya Politik 2018-2019


Budilaksono.com....salam Inspiratif, Kepada bapak ibu pembudidaya ternak udang di tahun 2018 hingga 2019 harga pakan ternak baik ternak ayam maupun ikan/udang meningkat selain itu juga harga obat-obatnya juga ikut meningkat hal lantaran semakin tinggi kurs dolar AS terhadap rupiah akhir memanasnya politik pemilihan persiden 2019. Apakah pemerintah bisa menekan kurs dolar AS terhadap rupiah menjadi normal yakni 1  dolar AS menjadi Rp. 13000? Semoga bisa.

Peternak ayam/ikan/udang tidak bisa mengandalkan pemerintah hal harga pakan dan obat-obatan yang mengalami kenaikan 5-10 % untuk diturunkan harga semula, oleh alasannya itu para kelompok berupaya melaksanakan efisiensi budidaya salah satunya menekan penggunaan pakan. Begitu pula  kelompok peternak udang maupun Perusahaan Budidaya Udang.

Efisiensi Budidaya
Melihat banyak sekali tantangan budidaya tersebut, kemudian apa yang bisa dilakukan petambak? Hanung yang sehari-hari menjabat General Manager PT Poseidon Biru Aquakultura (produsen budidaya udang) mengungkapkan sejumlah cara yang dilakukan dalam melaksanakan efisiensi budidaya.

Cara yang dilakukan oleh Hanung yakni dengan menaikan kepadatan tebar dari 150 menjadi 200 hingga 250 ekor per meter kubik, kemudian memanen udang ukuran kecil sehingga biaya pakan, listrik dan obat-obatan bisa berkurang. Dengan hanya membesarkan udang hingga umur 70 hari maka rasio konversi pakan (FCR) bisa ditekan hingga 1,1.

Kalau untuk kincir, berdasarkan Hanung sulit untuk menghematnya lantaran sudah pakemnya 1 unit kincir untuk 3 hingga 5 kuintal udang. Hanya lantaran masa pemeliharaan bisa dipotong 20 hingga 30 hari maka biaya listrik dalam satu siklus budidaya secara otimatis berkurang.

Lalu dengan pendeknya masa panen yang biasanya 90 hingga 100 hari menjadi kurang dari 70 hari maka siklus panen bisa dinaikan menjadi tiga kali setahun. “Selain bisa menekan biaya produksi, cara ini juga untuk mencegah penyakit. Jika selama ini pada umur 70 hari gres panen parsial pertama sebagai upaya mengurangi kepadatan dan menghindari penyakit, kini pada pada umur tersebut pribadi kita panen sekaligus,” saya Hanung.

Pada umur segitu umumnya udang sudah mencapai 12 gram atau size 80. “Jadi untuk apa menunggu udang size 40, bila lebih untung dipanen pada size 80,” jelasnya. Sebab biasanya, penyakit lebih banyak muncul pada usia menjelang 70 hari. Pada ketika itu konsentrasi zat-zat organik di dasar kolam mulai meningkat, sementara kebutuhan pakan dan obat-obatan melonjak.

Menurut Praktisi perudangan Shrimp Club Indonesia (SCI), Suprapto, untuk urusan efisiensi pakan, ketika ini para petambak banyak penggunaan autofeeder (alat pakan otomatis/outomatic) yakni yang terbaik, lantaran pakan akan ditebar sedikit sedikit tapi terus menerus. Hal ini sesuai dengan sifat biologis udang yang merupakan binatang yang cara makannya sedikit tapi terus menerus (continuous feeder).

Sebagai produsen pakan, Suhoiri juga merekomendasikan kepada pembudidaya untuk memakai autofeeder guna mengefisienkan penggunaan pakan. Dari pengalaman mitranya yang memakai autofeeder, tidak saja FCR yang turun tetapi juga laju pertumbuhan udang menjadi lebih cepat.


Pengelolaan Pakan
Penerapan manajeman pakan yang baik dan benar juga memegang peranan penting. Suprapto menyampaikan inilah  faktor – faktor yang bisa mempengaruhi efisiensi pakan yang harus diketahui dan dilakukan oleh petambak yakni :
  1. Pertama yakni suhu atau temperatur. Suhu optimal yakni 27 – 300 C dengan fluktuasi maksimal 20 C. Bila suhu rendah metabolisme dalam badan akan menurun sehingga kemampuan makan juga menurun. Sebaliknya pada suhu yang tinggi di atas 300 C, metabolisme akan meningkat sehingga nafsu makan meningkat. “Berapapun prosentase pakan yang disebar pada anco akan habis, namun pada suhu tersebut perembesan nutrisi kurang optimal sehingga kurang efisien,” kata Suprapto.
  2. Kedua yakni oksigen. Kandungan oksigen dalam air tambak kuat terhadap nafsu makan, bila kandungan oksigen dalam air tinggi maka udang akan aktif, metabolisme akan berjalan baik, perembesan nutrisi juga baik. Tetapi bila oksigen rendah maka akan kuat terhadap kesehatan udang dan nafsu makan udang biasanya berkurang bila oksigen rendah.
  3. Ketiga yakni plankton. Bila kondisi plankton baik, lingkungan baik maka nafsu makan udang juga bagus,npertumbuhan udang cepat. Namun bila kondisi plankton goncang (labil), terjadi final hidup massal plankton maka udang akan stress dan nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan dan gampang terjangkit penyakit.
  4. Keempat adalak amoniak dan racun lain. Apabila kandungan dalam air meningkat dan kondisi dasar tambak yang kotor sanggup mengakibatkan udang keracunan, stress, nafsu makan menurun dan gampang terinfeksi penyakit.

Suprapto menambahkan, sumbangan pakan yang baik yang sanggup meningkatkan efisiensi pakan yakni memperlihatkan pakan sesuai dengan kebutuhan udang. Pakan yang masuk kolam secepat mungkin dikonsumsi udang sehingga pakan yang larut atau terbuang seminimal mungkin. Dengan sumbangan pakan dilakukan beberapa kali akan meningkatkan efisiensi pakan.

Masih terkait administrasi pakan, Supono, Ahli Perudangan dari Universitas Lampung ikut menjelaskan, kontrol jumlah pakan penting dilakukan sehabis 30 hari pertama masa budidaya. Paling gampang kontrol pakan dilakukan dengan memakai anco. Apa bila disebar pakan dianco masih ada sisa, berarti pemberikan pakan dikurangi, begitu juga sebaliknya. (Sumber : Trobos.com)

Demikianlah gosip ihwal upaya efisisensi pakan udang. Semoga dengan langkah ini akan menekan pengeluar biaya pembelian pakan. Melalui langkah ini akan meningkatkan keutungan hasil jual udang. Semoga info ini bermanfaat.  

Sumber http://www.budilaksono.com/


EmoticonEmoticon