Saturday, March 24, 2018

√ Sejarah Candi Sewu Dan Sebagai Daerah Wisata Jawa Tengah

Candi Sewu


Candi Sewu atau Manjusrighra adalah salah satu candi Buddha di Indonesia yang dibangun pada periode ke-8 yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah.


Candi Sewu berusia lebih renta daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya mempunyai 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan “Sewu” yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini menurut kisah legenda Loro Jonggrang.


 


 adalah salah satu candi Buddha di Indonesia yang dibangun pada periode ke √ Sejarah Candi Sewu dan Sebagai Tempat Wisata Jawa Tengah

Kompleks Candi Sewu dilihat dari udara membentuk teladan Mandala Wajradhatu. Sumber foto: Gunkarta / Wikimedia


 


Cerita rakyat yang populer


Legenda ini ialah dongeng rakyat lokal terkenal yang konon menjelaskan asal-usul situs arkeologi terkenal di Jawa Tengah; mirip istana Kraton Ratu Boko, patung di ruang utara candi Prambanan utama serta candi Sewu.


Nama “Candi Sewu” bekerjsama berarti “Seribu Candi” – mengacu pada 1000 kuil yang dipaksa dibangun oleh pangeran.


Menurut kisah ini, situs Ratu Baka di erat Prambanan ialah istana Prabu Baka, sedangkan 999 candi yang tidak rampung kini dikenal sebagai Candi Sewu, dan arca Durga di ruang utara candi utama di Prambanan ialah perwujudan sang putri yang dikutuk menjadi kerikil dan tetap dikenang sebagai Lara Jonggrang yang berarti “gadis yang ramping”.


 


Loro Jonggrang


Rara Jonggrang (ejaan alternatif: Loro Jonggrang; Lara Jonggrang) ialah sebuah legenda atau dongeng rakyat terkenal yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta di Indonesia.


Cerita ini mengisahkan cinta seorang pangeran kepada seorang putri yang berakhir dengan dikutuknya sang putri akhir tipu tipu muslihat yang dilakukannya. Dongeng ini juga menjelaskan asal mula yang asing dari Candi Sewu.


Legenda menceritakan kisah wacana dua kerajaan kuno dan tetangga di Jawa, Pengging dan Boko. Kedua kerajaan sabung satu sama lain dan sehabis serangkaian pertempuran yang menghancurkan, Pengging keluar sebagai pemenang. Dalam pertempuran terakhir, Pengging, penuh dengan kekuatan gaib, mengalahkan raja musuh. Setelah kemenangannya, Pangeran meminta ijab kabul antara dirinya dan putri raja yang meninggal, yang kecantikannya tidak tertandingi.


Sang puteri, yang dikenal sebagai Loro Jonggrang, menolak menikahi laki-laki yang membunuh ayahnya. Dia jadinya dipaksa menyerah, tetapi memperlihatkan dua kondisi yang mustahil bagi Pangeran semoga ijab kabul sanggup berlangsung; pertama pangeran harus membangun Jalatunda dengan nama baik dan kedua, ia harus membangun seribu kuil hanya dalam satu malam.


Cinta itu menimpa pangeran yang menyetujui kondisi dan segera mulai bekerja di sumur. Menggunakan kekuatan gaibnya sekali lagi, sang pangeran dengan cepat menuntaskan pembangunan sumur dalam waktu singkat.


Untuk memenuhi kondisi kedua, pangeran memasuki meditasi dan menyulap banyak roh iblis dari bumi. Dengan dukungan mereka, beliau membangun 999 kuil atau candi pertama dan mulai mengerjakan yang terakhir. Untuk memaksa menghentikan usahanya, sang putri dan gadis-gadisnya menyalakan api di timur dan mulai menumbuk padi; acara fajar tradisional Jawa. Tertipu berpikir matahari akan terbit, roh-roh itu kembali ke bumi meninggalkan bait suci terakhir yang belum selesai.


Sang pangeran menjadi murka ketika mengetahui penipuan itu dan menempatkan kutukan pada Loro Jonggrang yang mengubahnya menjadi patung batu. Dengan cara ini, beliau sendiri menjadi ciri dari bait terakhir sehingga menuntaskan pembangunannya dan memenuhi persyaratan untuk ijab kabul mereka.


 


Sejarah Candi Sewu


Berdasarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, nama orisinil candi ini ialah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”.


Istilah Prasada bermakna candi atau kuil, sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwadalam aliran buddha. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada periode ke-8 masehi pada simpulan masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) ialah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno.


 


 adalah salah satu candi Buddha di Indonesia yang dibangun pada periode ke √ Sejarah Candi Sewu dan Sebagai Tempat Wisata Jawa Tengah

Candi utama di tengah kompleks Candi Sewu. Candi Sewu atau Manjusrighra ialah salah satu candi Buddha di Indonesia yang dibangun pada periode ke-8. Sumber foto: Crisco / Wikimedia


 


Bangunan Candi Utama di Candi Sewu


Candi utama mempunyai sketsa poligon bersudut 20 yang menyerupai salib atau silang yang berdiameter 29 meter dan tinggi bangunan mencapai 30 meter. Pada tiap penjuru mata angin terdapat struktur bangunan yang menjorok ke luar, masing-masing dengan tangga dan ruangan tersendiri dan dimahkotai susunan stupa. Seluruh bangunan terbuat dari batu andesit. Ruangan di empat penjuru mata angin ini saling terhubungkan oleh galeri sudut berpagar langkan.


Berdasarkan temuan pada ketika pemugaran, diperkirakan rancangan awal bangunan hanya berupa candi utama berkamar tunggal. Candi ini kemudian diperluas dengan menambahkan struktur suplemen di sekelilingnya. Pintu dibentuk untuk menghubungkan bangunan suplemen dengan candi utama dan membuat bangunan candi utama dengan lima ruang. Ruangan utama di tengah lebih besar dengan atap yang lebih tinggi, dan sanggup dimasuki melalui ruang timur.


Kini tidak terdapat patung di kelima ruangan ini. Akan tetapi menurut adanya landasan atau singgasana kerikil berukir teratai di ruangan utama, diduga dahulu dalam ruangan ini terdapat arca bodhisattwa Manjusri atau buddha dari materi perunggu yang tingginya mencapai 4 meter. Akan tetapi kini arca itu telah hilang, mungkin telah dijarah untuk mengambil logamnya sejak berabad-abad lalu.


 


Konstruksi Candi Sewu


Kemungkinan dibangun di suatu daerah pada periode ke-8. Fakta bahwa candi ini dibangun di erat candi Prambanan, yang merupakan Kuil Hindu, memperlihatkan bahwa umat Hindu dan Budha hidup serasi selama waktu ini.


Skala besar kompleks candi ini memperlihatkan bahwa Candi Sewu ialah Kuil Budha Kerajaan dan salah satu sentra keagamaan terpenting di Jawa kuno.


 


Kerusakan gempa bumi


Candi Sewu rusak berat selama gempa bumi di Jawa pada tahun 2006. Kerusakan struktural ialah signifikan dan candi sentra menderita yang terburuk. Potongan-potongan puing besar tersebar di tanah dan retakan di antara blok-blok kerikil dideteksi.


Untuk mencegah candi sentra runtuh, struktur rangka logam didirikan di empat sudut dan dilekatkan untuk mendukung candi utama.


 


Mengapa mengunjungi Sewu?


Candi Sewu ialah candi Budha terbesar kedua di Jawa Tengah sehabis Borobudur dan salah satu karya terbaik arsitektur Jawa kuno di dunia.


Meskipun kompleks Candi Sewu tidak meliputi 1000 kuil – mirip yang dikatakan legenda – itu benar-benar besar. Ada total 257 bangunan di kompleks itu, yang disusun berjajar di sekeliling candi utama. Pengaturan ini dikenal sebagai “pola Mandala” – sebuah lisan wacana bagaimana Mahayana Buddhisme memandang alam semesta.


Hari ini, Sewu agak dibayangi oleh Prambanan di dekatnya, tetapi Candi Sewu terperinci merupakan salah satu candi Jawa yang paling menarik di sekitarnya.


 


Lokasi Sewu


Sewu terletak di Jawa, Indonesia… Candi ini terletak sekitar 18km timur kota Yogyakarta. di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi Sewu terletak di sebelah utara dari saudara lelakinya yang lebih terkenal, Prambanan.


 


Sejarah Nusantara – Kronologi Dari Zaman Prasejarah Sampai Sekarang


Nusantara pada periode prasejarah meliputi suatu periode yang sangat panjang, kira-kira semenjak 1,7 juta tahun yang lalu, menurut temuan-temuan yang ada. Pengetahuan orang terhadap hal ini didukung oleh temuan-temuan fosil binatang dan insan (hominid), sisa-sisa peralatan dari batu, bab badan hewan, logam (besi dan perunggu), serta gerabah. Klik disini untuk membaca kronologi sejarah nusantara dari zaman prasejarah hingga kini di Indonesia.


 


Bacaan Lainnya



 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “oooh begitu ya…” akan lebih sering terdengar kalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!



Sumber bacaan: National Library of IndonesiaWorld Site Guides


                       


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon