Friday, March 30, 2018

√ Stem Cell – Sel Punca – Regenerasi Sel, Pengertian, Manfaat, Aplikasi Pengobatan

Stem cell atau Sel Punca


Merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berubah menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Stem cell disebut juga sebagai: Sel punca, sel induk, sel batang (bahasa Inggris: stem cell).


 


Sel punca mempunyai dua sifat penting yang sangat berbeda dengan sel yang lain




  • Sel punca belum merupakan sel dengan spesialisasi fungsi tetapi sanggup memperbaharui diri dengan pembelahan sel bahkan sesudah tidak aktif dalam waktu yang panjang.




  • Dalam situasi tertentu, sel punca sanggup diinduksi untuk menjadi sel dengan fungsi tertentu ibarat sel jaringan maupun sel organ yang mempunyai kiprah tersendiri. Pada sumsum tulang dan darah tali pusar (bahasa Inggris: umbilical cord blood), sel punca secara teratur membelah dan memperbaiki jaringan yang rusak, meski demikian pada organ lain seperti pankreas atau hati, pembelahan hanya terjadi dalam kondisi tertentu.




Peneliti medis meyakini bahwa penelitian sel punca berpotensi untuk mengubah keadaan penyakit manusia dengan cara digunakan memperbaiki jaringan atau organ tubuh tertentu.[butuh rujukan] Namun, hal ini sepertinya belum sanggup benar-benar diwujudkan cukup umur ini.[butuh rujukan]


Penelitian sel punca sanggup dikatakan dimulai pada tahun 1960-an sesudah dilakukannya penelitian oleh ilmuwan Kanada, Ernest A. McCulloch dan James E. Till.


 


Aplikasi pengobatan stem cell / sel punca


Pengobatan diabetes tipe I


Pada diabetes tipe I sel pankreas beta yang mensekresi insulin mengalami kerusakan oleh faktor genetik, lingkungan dan imunologik. Akibatnya terjadi defisiensi insulin dan mengakibatkan hiperglikemi. Transplantasi seluruh organ pankreas kadaver dapat menyembuhkan penderita. Tetapi jumlah kadaver sangat sedikit dan obat imunosupresi yang dibutuhkan untuk mencegah reaksi imunologik menjadikan banyak imbas samping. Transplantasi sel stem merupakan alternatif baik dan telah memperlihatkan hasil positif pada mencit. Tetapi masih banyak hambatan yang harus diatasi supaya penggunaan sel stem untuk menyembuhkan pasien diabetes tipe I sanggup terlaksana


Pengobatan infark jantung


Menggunakan sel stem sumsum tulang (bone marrow) yang beredar dalam darah perifer dan sel stem yang sudah berada di jantung akan menuju ke kawasan infark, tetapi jumlahnya tidak cukup untuk sanggup mengatasi dan menyembuhkan kawasan infark tersebut. Sel stem akan membentuk sel kardiomiosit dan juga mengadakan neovaskularisasi. Karena jumlah sel stem endogen kurang banyak maka logis untuk mecarikan derma sel stem dari luar yang bisa berasal dari sumsum tulang atau sumber lain ibarat UCB.  Hal ini telah dilakukan dengan hasil yang cukup menggembirakan. Intracoronary infusion BM stem cell otolog telah dilakukan pada 22 pasien dengan AMI dan melaporkan hasil yang sangat baik. Sekarang dalam literatur sudah banyak dilaporkan hasil positif pemberian sel stem BM intrakoroner pada AMI.


Penderita Sirosis Hati


Terapi Stem Sel untuk mengganti hati yang rusak akhir pengerutan hati atau sirosis kini sedang ulet dikembangkan di China. Di dunia international, semenjak beberapa puluh terakhir terus diteliti alternatif lain pencangkokan hati dengan sel punca. Terapi ini bertujuan untuk menggantikan sel atau organ yang rusak dengan sel-sel gres yang berasal dari sel punca. Dengan terapi ini, hati yang rusak dihidupkan kembali sehingga sanggup berfungsi normal meski tanpa dilakukan transplantasi hati. Selama ini, transplantasi hati menjadi pilihan terbaik bagi pasien kanker hati atau sirosis hati yang sudah dalam stadium akhir. Akan tetapi, faktor utama yang membatasi terapi ini ialah terbatasnya jumlah donor dan biaya yang sangat mahal, mencapai miliaran rupiah. Untuk mengobati hati, sel punca diambil dari sumsum tulang atau sel darah. Pembiakan kemudian dilakukan di luar tubuh (in vitro) kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh melalui pembuluh arteri hati lantaran pembuluh ini ialah pemasuk nutrisi sehingga hasilnya lebih efektif.


Di Rumah Sakit Guangzhou Cina yang sudah menerapkan hal ini telah melaksanakan terapi sel punca memperoleh hasil yang baik. Dari 30 kasus, 22 pasien sirosis fungsi hatinya terus membaik sesudah 12 ahad pasca terapi dan tidak ada lagi cairan di perut. Metode sel punca pada sirosis hati stadium final harus dilakukan dengan dua kali pengambilan sel punca. Bila satu kali pembiakan belum tentu semua sel bisa dipakai,” katanya. Dalam satu kali terapi, disuntikkan 100 juta sel punca baru. Biaya satu kali terapi, termasuk pembiakan dan penyuntikan kembali mencapai 60.000 RMB (Yuan) atau sekitar Rp 780 juta.


Penderita talasemia


Pada penderita  talasemia paling baik bila donor dari saudara kandung sendiri. Hanya saja, jumlah darah tali pusat sering tak mencukupi, selain tingkat keberhasilannya hanya 60 persen. Di Italia dan Thailand, sel punca darah tali pusat dikombinasikan dengan sel punca dari sumsum tulang dan tingkat keberhasilannya menjadi lebih dari 90 persen untuk tingkat kelangsungan hidup 10 tahun.


Penderita stroke


Seorang pasien stroke asal Inggris mendapat suntikan dua juta sel punca saraf untuk memperbaiki sel-sel otak yang mati. Uji coba yang pertama kali di dunia ini diharapkan membantu pasien itu sembuh dari stroke dengan cara merangsang otak memakai sel saraf yang matang. Laruence Dunn, hebat bedah saraf, berhasil menyuntikkan sel punca pada pasien stroke pertama semenjak metode sel punca embrionik ini diizinkan.  Sebagian sel punca saraf yang diinjeksi tersebut secara otomatis akan mengubah dirinya menjadi saraf. Seperti diketahui, sel-sel otak pasien stroke mati lantaran kekurangan oksigen. Perkembangan terapi ini akan dimonitor selama dua tahun. Dalam uji coba pada tikus percobaan diketahui, sel punca juga memicu banyak sekali proses perbaikan pada tubuh, ibarat membantu pertumbuhan pembuluh darah di otak yang gres serta memacu otak untuk menumbuhkan populasi sel punca sendiri. Hingga tahun 2011 mendatang, sudah 13  pasien yang terlibat dalam uji coba ini akan mendapat injeksi sel punca dengan takaran yang ditingkatkan.

Seluruh pasien yang terlibat rata-rata berusia di atas 60 tahun dan berjenis kelamin pria. Mereka mengalami stroke iskemik, terjadi akhir penyumbatan pembuluh darah ke otak, dan tidak berhasil dalam menjalani terapi pengobatan.


Kulit Elastis dan Rambut Hitam


Di negara-negara maju ibarat Jerman, Jepang, Korea dan Amerika sudah banyak yang menjalankan terapi ini.  Stem cell yang masuk  pribadi menyebar ke dalam tubuh kemudian berikatan dengan kimia yang dilepaskan sel-sel yang rusak. Di sana sel punca kemudian mereparasi dan berubah menjadi sel-sel gres menggantikan sel-sel yang telah rusak, sehingga terjadi proses peremajaan. Perlahan-lahan terapi juga mengurangi kulit yang kusam dan berkerut akhir penurunan produksi kolagen oleh proses degeneratif. Beberapa praktisi mengkalim bahwa  terapi hasilnya kulit akan bertambah elastis, kulit semakin tebal dan mengurangi pigmentasi sehingga penampilan jauh lebih baik. Sedangkan imbas lain yang didapat, rambut juga semakin tebal dan menghitam lantaran mengurangi kerontokan dan menumbuhkan rambut gres yang hitam dan tebal. Selain untuk penampilan kulit dan rambut, beberapa pasien yang telah menjalani terapi juga mengalami penurunan berat badan.


Baik Untuk Terapi Kesehatan


Terapi stem cell sanggup digunakan untuk kebugaran secara menyeluruh. Sebagian besar sel punca yang masuk ke tubuh pribadi mencari sasaran ke organ-organ yang membutuhkan. 37 % sel punca akan pribadi menuju paru-paru, sisanya menuju limpa, ginjal, hati, pankreas, otak, jantung dan otot.


 


Prinsip regenerasi sel induk




  • Konsep regeneratif kedokteran berasal dari hewan lintah, kadal dan  cicak, binatang-binatang tersebut tidak hanya mempunyai kemampuan regeneratif  sel induk, tetapi juga sanggup mengaktifkan mekanisme pertumbuhan yang cepat, oleh  lantaran itu sesudah anggota tubuh maupun ekor terputus, sangat cepat tumbuh  kembali.




  • Teknologi stem sel termasuk “teknologi regeneratif kedokteran”, yang paling  bernilai ialah melalui pemisahan atau pengkloningan, pemeliharaan dan  diferensiasi induksi di luar tubuh, sanggup membuat jaringan,sel dan organ  yang baru, muda, dan normal. Melalui teknologi transplantasi khusus,  memasukkannya ke dalam tubuh untuk menggantikan sel yang rusak maupun yang tidak  normal, membawa perubahan dan impian kepada penderita penyakit kronis yang  susah diobati.




 


Sejarah Stem Cell




  • Penelitian Stem sel sanggup dikatakan dimulai pada tahun 1960-an sesudah dilakukannya penelitian oleh ilmuwan Kanada, Ernest A. McCulloch dan James E. Till.




  • Karena sifat unggulnya itulah Stem Sel dari darah tali pusat makin menarik perhatian untuk diteliti dan digunakan bagi terapi banyak sekali jenis penyakit. Tahun 1988 untuk pertama kali di Perancis dilakukan terapi Stem Sel memakai darah tali pusat. Selama ini tali pusat dan plasenta biasanya cuma dibuang atau dikubur. Kini, daripada disia-siakan, darah yang berada di tali pusat dan plasenta yang kaya akan sel punca semenjak tahun 2000 mulai disimpan untuk dua keperluan: untuk pengobatan penyakit darah ibarat leukemia dan talasemia serta untuk cadangan bagi si bayi bila suatu ketika nanti ia menjadi penderita penyakit degeneratif.




  • Percobaan sel punca pada tikus percobaan telah dilakukan semenjak 10 tahun kemudian oleh ilmuwan dari Albert Einstein College of Medicine, Amerika Serikat. Dalam riset tersebut, para hebat berhasil mengatasi kerusakan akhir stroke pada otak tikus yang disuntikkan sel punca. Dalam tempo enam minggu, sel punca itu tumbuh menjadi sel saraf yang matang sekaligus membuktikan kemungkinan dilakukannya metode itu pada mamalia.




  • Christian Drapeau, salah satu peneliti yang wacana Stem Cell mengatakan, “ Hasil penelitian ilmiah memperlihatkan Satu-satunya kondisi yang terpenting dalam pemeliharaan kesehatan secara optimal ialah dengan cara meningkatkan sirkulasi jumlah stem cell dalam tubuh.” Penelitian stem cell masih terus dilakukan hingga ketika ini. Bagaimana cara stem cell mengupayakan regenerasi jaringan yang rusak ? Riset in vitro maupun in vivo telah berhasil mengungkapkan beberapa hal untuk menjawab pertanyaan ini, antara lain dengan diferensiasi, produksi faktor pertumbuhan (growth factors) dan terapi gen.




 


Jenis-jenis transplantasi Stem sel


Menurut sumbernya transplantasi sel induk sanggup dibagi menjadi:




  • Transplantasi Stem sel dari sumsum tulang (bone marrow transplantation)




Pada umumnya Stem Sel diambil dari sumsum tulang belakang lantaran mempunyai lebih banyak Stem Sel. Hanya ada satu sel punca dalam 10.000 sel sumsum tulang belakang. Sedangkan dalam darah, hanya ada satu Stem Seldi antara 100.000 sel. Isolasi Stem Sel dipastikan dengan fluorescence activated cell sorting (FACS) atau flowcytometer. FACS merupakan alat pendeteksi karakteristik suatu sel berdasarkan pendaran sinar fluoresens.


FACS melihat tanda penomoran tertentu pada sel punca, yang dikenal sebagai cluster of differentiation. Misalnya, CD105 dan CD73 untuk penanda sel punca mesenkimal (mampu berdiferensiasi menjadi sel penyusun jaringan ikat, ibarat osteosit, kondrosit, dan adiposit), Stem Sel hematopoietik CD34, sel punca saraf CD133 dan sel punca jantung Sca-1.

Dalam laboratorium, Stem Sel yang diisolasi kemudian dibiakkan dalam larutan semoga memperbanyak diri dan berdiferensiasi menjadi organ tubuh tertentu. Sumsum tulang ialah jaringan spons yang terdapat dalam tulang-tulang besar ibarat tulang pinggang, tulang dada, tulang punggung dan tulang rusuk. Sumsum tulang merupakan sumber yang kaya akan sel induk hematopoietik.


Sejak dilakukan pertama kali kira-kira 30 tahun yang lalu, transplantasi sumsum tulang digunakan sebagai belahan dari pengobatan leukemia, limfoma jenis tertentu, dan anemia aplastik. Karena teknik dan angka keberhasilannya semakin meningkat, maka pemakaian transplantasi sumsum tulang kini ini semakin meluas. Pada transplantasi ini mekanisme yang dilakukan cukup sederhana, yaitu biasanya dalam keadaan teranestesi total. Sumsum tulang (sekitar 600 cc) diambil dari tulang panggul donor dengan derma sebuah jarum suntik khusus, kemudian sumsum tulang itu disuntikkan ke dalam vena resipien.

Sumsum tulang donor berpindah dan menyatu di dalam tulang resipien dan sel-selnya mulai berproliferasi. Pada akhirnya, bila semua berjalan lancar, seluruh sumsum tulang resipien akan tergantikan dengan sumsum tulang yang baru. Namun, mekanisme transplantasi sumsum tulang mempunyai kelemahan lantaran sel darah putih resipien telah dihancurkan oleh terapi radiasi dan kemoterapi.  Sumsum tulang yang gres memerlukan waktu sekitar 2-3 ahad untuk menghasilkan sejumlah sel darah putih yang diharapkan guna melindungi resipien terhadap infeksi. Transplantasi sumsum tulang memerlukan kecocokan HLA 6/6 atau paling tidak 5/6. Risiko lainnya ialah timbulnya penyakit GvHD, di mana sumsum tulang yang gres menghasilkan sel-sel aktif yang secara imunologi menyerang sel-sel resipien. Selain itu, risiko kontaminasi virus lebih tinggi dan mekanisme pencarian donor yang memakan waktu lama.




  • Transplantasi Stem sel darah tepi (peripheral blood stem cell transplantation)




Seperti halnya sumsum tulang, peredaran darah tepi merupakan sumber sel induk walaupun jumlah sel induk yang dikandung tidak sebanyak pada sumsum tulang.Untuk mendapat jumlah sel induk yang jumlahnya mencukupi untuk suatu transplantasi, biasanya pada donor diberikan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) untuk menstimulasi sel induk hematopoietik bergerak dari sumsum tulang ke peredaran darah. Transplantasi ini dilakukan dengan proses yang disebut aferesis.Jika resipien membutuhkan sel induk hematopoietik, pada proses ini darah lengkap diambil dari donor dan sebuah mesin akan memisahkan darah menjadi komponen-komponennya, secara selektif memisahkan sel induk dan mengembalikan sisa darah ke donor.


Transplantasi sel induk darah tepi pertama kali berhasil dilakukan pada tahun 1986. Keuntungan transplantasi sel induk darah tepi ialah lebih gampang didapat. Selain itu, pengambilan sel induk darah tepi tidak menyakitkan dan hanya perlu sekitar 100 cc. Keuntungan lain, sel induk darah tepi lebih gampang tumbuh. Namun, sel induk darah tepi lebih rentan, tidak setahan sumsum tulang. Sumsum tulang juga lebih lengkap, selain mengandung sel induk juga ada jaringan penunjang untuk pertumbuhan sel. Karena itu, transplantasi sel induk darah tepi tetap perlu dicampur dengan sumsum tulang.




  • Transplantasi sel induk darah tali pusat




Pada tahun 1970-an, para peneliti menemukan bahwa darah plasenta insan mengandung sel induk yang sama dengan sel induk yang ditemukan dalam sumsum tulang. Karena sel induk dari sumsum tulang telah berhasil mengobati pasien-pasien dengan penyakit-penyakit kelainan darah yang mengancam jiwa ibarat leukemia dan gangguan-gangguan sistem kekebalan tubuh, maka para peneliti percaya bahwa mereka juga sanggup memakai sel induk dari darah tali pusat untuk menyelamatkan jiwa pasien mereka. Darah tali pusat mengandung sejumlah sel induk yang bermakna dan mempunyai keunggulan di atas transplantasi sel induk dari sumsum tulang atau dari darah tepi bagi pasien-pasien tertentu.


Transplantasi sel induk dari darah tali pusat telah mengubah materi sisa dari proses kelahiran menjadi sebuah sumber yang sanggup menyelamatkan jiwa. Transplantasi sel induk darah tali pusat pertama kali dilakukan di Perancis pada penderita anemia Fanconi tahun 1988. Pada tahun 1991, darah tali pusat ditransplantasikan pada penderita Chronic Myelogenous Leukemia.[rujukan?] Kedua transplantasi ini berhasil dengan baik. Sampai ketika ini telah dilakukan kira-kira 3.000 transplantasi darah tali pusat.




  • Gigi Susu




Saat ini peneliti sedang mempelajari bagaimana stem cell dari gigi susu ini sanggup digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit dan kondisi, termasuk diabetes, cedera tulang belakang, stroke dan dilema hati. Gigi susu belahan depan yang goyah kemudian dicabut, emudian pulpa gigi dari gigi susu ini dikumpulkan, dibekukan dan disimpan selama 30 tahun atau lebih hingga nanti dibutuhkan. Ternyata pulpa gigi ini sanggup mengobati penyakit, dan hasil ekstraksi menemukan gigi susu ini bisa menjadi sumber stem cell yang baik. Di dalam giginya ada sel dan bisa disimpan di dalam lemari es yang besar. Jika nanti terjadi sesuatu atau membutuhkan operasi, maka sel-selnya ini akan membuatnya menjadi lebih baik.


 


Kontroversi Stem Sel


Menurut perusahaan swasta yang memperlihatkan jasa sebagai bank darah tali pusat, ibarat CordLife dari Singapura, menyimpan darah tali pusat dari semenjak bayi hingga puluhan tahun.  Beberapa negara ibarat Italia menerapkan ketentuan darah tali pusat disimpan oleh bank darah pemerintah. Di Amerika Serikat, selain diurus oleh forum pemerintah, ada pula beberapa bank darah swasta yang memperlihatkan jasa penyimpanan. CordLife, yang semula semenjak 2004 merintis kolaborasi dengan Kalbe Farma dan pada tahun 2006 resmi mendirikan bank darah tali pusat, semenjak tahun kemudian pecah kongsi. Kalbe, berdasarkan sekretaris perusahaan, Vidjongtius, lebih ingin konsentrasi pada penjualan produk-produk kesehatan dan terapi, bukan kepada layanan bank sel punca. Hingga kini jumlah klien Indonesia yang menyimpan darah tali pusat di CordLife mencapai 4.000-5.000 orang. Sejauh ini belum ada satu pun yang digunakan.


Namun jasa penyimpanan tali pusat tersebut masih kontroversial. Belum ada jaminan apakah darah tali pusat yang disimpan dalam nitrogen cair pada suhu minus 196 derajat celsius akan tetap bertahan baik dan sanggup dikembangbiakkan sesudah puluhan tahun. Harus ada asuransi bila itu disimpan dalam bank darah swasta. Statistik memperlihatkan peluang penggunaan darah tali pusat yang disimpan untuk diri sendiri hanya 1:100.000. Karena peluangnya amat kecil. Karena itu, maka beberapa klinisi hanya menentukan memakai sel punca dari sumsum tulang dan dari darah tepi.


Sedikitnya jumlah darah dalam tali pusat plus plasenta juga menjadi kendala, apalagi bila tubuh peserta transplantasi beratnya puluhan kilogram. Selain itu, biaya transplantasi di sumsum tulang mencapai miliaran Rupiah.


 


Bacaan Lainnya Yang Dapat Membuat Anda Lebih Pintar



 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ohh begitu ya…” akan sering terdengar bila Anda memasang applikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!



 


Sumber bacaan: National Institutes of Health, Medical News Today, U.S. Food and Drug Administration, California Institute for Regenerative Medicine


                       


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon