![]() |
| PUBG Online Game |
Kecaunduan main game, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dimasukkan secara resmi dalam manual diagnostiknya kedalam gaming disorder, ibarat yang dikutip dari CBS News, Rabu (29/5)
Diagnosis gres itu bukan hanya mendefinisikan gaming disorder sebagai terlalu banyak bermain game. Menurut definisi WHO, game menjadi gangguan saat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kondisi itu terlihat saat seseorang kehilangan kendali atas permainan dan memprioritaskan bermain di atas minat dan acara sehari-hari lainnya. Orang dengan gaming disorder juga didefinisikan terus bermain meskipun ada pengaruh negatif pada pekerjaan, sekolah, serta kehidupan keluarga atau kekerabatan sosial. Menurut fatwa WHO, seseorang perlu menawarkan tanda-tanda selama 12 bulan untuk mendapatkan diagnosis gaming disorder.
Video dan game online menghasilkan hampir 44 miliar dolar dalam penjualan tahun lalu. Angka itu melebihi dari bioskop atau layanan streaming. Sekitar 167 juta orang Amerika Serikat memainkan permainan elektronik pada tahun 2018, berdasarkan data dari eMarketer. Sebagian besar dari mereka bermain secara online.
Permainan online semakin menggantikan platform media umum yang lebih lama, memotong waktu yang dihabiskan orang di Facebook atau Snapchat. Industri game video dengan keras menentang pembagian terstruktur mengenai ini semenjak WHO pertama kali mengusulkannya pada 2018.
Entertainment Software Association (ESA), yang mewakili pembuat video game di AS, menyampaikan bahwa penunjukan gangguan gaming secara serampangan menyepelekan duduk kasus kesehatan mental yang sebenarnya. "Organisasi Kesehatan Dunia tahu bahwa logika sehat dan penelitian objektif menerangkan bahwa permainan video tidak menciptakan ketagihan," kata ESA.
Kendati demikian banyak profesional kesehatan mental menyampaikan bukan itu masalahnya. Salah satunya diungkapkan Richard Graham, seorang seorang mahir kecanduan teknologi di Rumah Sakit Nightingale di London.
Graham menyampaikan kepada BBC tahun kemudian bahwa ia melihat sekitar 50 masalah gres kecanduan digital setiap tahun. Untuk memilih apakah seseorang mempunyai kelainan, ia melihat apakah kehidupan digital mereka mengganggu pekerjaan, tidur, bersosialisasi, atau pendidikan.
Menurutnya gaming disorder bukan ihwal jumlah jam bermain. Justru saat game lebih diutamakan daripada kesehatan, kebersihan, hubungan, keuangan, dan lainnya.
"game itu sendiri bukan gangguan," ujar John Jiao, seorang dokter medis darurat. Dia menyebut diagnosis gres itu sangat dibutuhkan. American Psychiatric Association memperkirakan antara 0,3 persen dan 1 persen dari populasi dunia menderita gaming disorder atau lebih dari 75 juta orang.(Republika) Sumber http://egoswot.blogspot.com

EmoticonEmoticon