Monday, April 16, 2018

√ Tetanus

Tetanus


Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw, merupakan penyakit yang disebakan oleh tetanospasmin, yaitu sejenis neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium tetani yang menginfeksi sistem urat saraf dan otot sehingga saraf dan otot menjadi kaku (rigid).


 


Pengobatan Tetanus




  • Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotik tetrasiklin dan p3enisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut, biar racun yang ada mati.




  • Obat lainnya dapat diberikan untuk menenangkan penderita, mengendalikan kejang dan mengendurkan otot-otot.Penderita biasanya dirawat di rumah sakit dan ditempatkan dalam ruangan yang tenang.




  • Untuk infeksi menengah hingga berat, mungkin perlu dipasang ventilator untuk membantu pernapasan.




  • Makanan diberikan melalui infus atau selang nasogastrik. Untuk membuang kotoran, dipasang kateter. Penderita sebaiknya berbaring bergantian miring ke kiri atau ke kanan dan dipaksa untuk batuk guna mencegah terjadinya pneumonia.




  • Untuk mengurangi nyeri diberikan kodein. Obat lainnya dapat diberikan untuk mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung. Setelah sembuh, harus diberikan vaksinasi lengkap alasannya yaitu benjol tetanus tidak memperlihatkan kekebalan terhadap benjol berikutnya.




 


Prognosis Tetanus


Tetanus mempunyai angka kematian sampai 50%. Kematian biasanya terjadi pada penderita yang sangat muda, sangat renta dan pemakai obat suntik. Jika gejalanya memburuk dengan segera atau kalau pengobatan tertunda maka prognosisnya akan menjadi buruk.


 


Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw √ Tetanus

Pasien ini menampilkan postur badan yang dikenal sebagai “opisthotonos” alasannya yaitu eksotoxin Clostridium tetani. Tetanus generalisata, tipe yang paling umum (sekitar 80%) biasanya muncul dengan contoh menurun, dimulai dengan trismus atau lockjaw, diikuti oleh kekakuan leher, kesulitan menelan, dan kekakuan otot perut. Sumber foto: CDC / Wikimedia Commons


 


Pencegahan Tetanus


Mencegah tetanus melalui vaksinasi yaitu jauh lebih baik daripada mengobatinya. Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai pecahan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Bagi yang sudah sampaumur sebaiknya menerima booster.


Pada seseorang yang memiliki luka, jika:



  1. Telah menerima booster tetanus dalam waktu 5 tahun terakhir, tidak perlu menjalani vaksinasi lebih lanjut

  2. Belum pernah menerima booster dalam waktu 5 tahun terakhir, segera diberikan vaksinasi

  3. Belum pernah menjalani vaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap, diberikan suntikan immunoglobulin tetanus dan suntikan pertama dari vaksinasi 3 bulanan.


Setiap luka (terutama luka bacokan yang dalam) harus dibersihkan secara saksama alasannya yaitu kotoran dan jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri Clostridium tetani. Bagi orang yang rentan terhadap luka (luka tertutup, contohnya tertusuk paku dan bukannya luka terbuka yang mengeluarkan darah mengalir) perlu dilakukan vaksinasi toksoid.


 




Informasi: Pinter Pandai bukan sebagai pengganti Dokter. Jika Anda mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala atau pertanyaan lainnya wacana penyakit, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang / individu berbeda. Selalu konsultasikan ke Dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.




                      


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon