Tuesday, May 15, 2018

√ Sejarah Kerajaan Kendan (536–612)

Kerajaan Kendan


Nama Kerajaan Kendan diambil dari nama sebuah bukit (500 meter dari stasiun Nagreg, sebelah tenggara Cicalengka sekarang. Pada kaki bukit tersebut, terdapat sebuah kampung berjulukan Kendan (wilayah Desa Citaman, Kecamatan Cicalengka sekarang). Di tempat itulah lokasi kerajaan ini berdiri.


 


Sejarah Kerajaan Kendan (536–612)


Resi Maha Guru Manikmaya, Raja Pertama Kendan Sang Resiguru Manikmaya tiba dari Jawa Timur. Ia berasal dari keluarga Calankayana, India Selatan. Sebelumnya, ia telah mengembara, mengunjungi beberapa negara, seperti: Gaudi (Benggala), Mahasin (Singapura), Sumatra, Nusa Sapi (Ghohnusa) atau Pulau Bali, Syangka, Yawana, Cina, dan lain-lain. Resiguru Manikmaya menikah dengan Tirtakancana, putri Maharaja Suryawarman, penguasa ke-7 Tarumanagara (535-561 M). Oleh alasannya ialah itu, ia dihadiahi tempat Kendan (suatu wilayah perbukitan Nagreg di Kabupaten Bandung), lengkap dengan rakyat dan tentaranya.


Resiguru Manikmaya, dinobatkan menjadi seorang Rajaresi di tempat Kendan. Sang Maharaja Suryawarman, menganugerahkan perlengkapan kerajaan berupa mahkota Raja dan mahkota Permaisuri. Semua raja daerah Tarumanagara, oleh Sang Maharaja Suryawarman, diberi tahu dengan surat. Isinya, keberadaan Rajaresi Manikmaya di Kendan, harus diterima dengan baik. Sebab, ia menantu Sang Maharaja, dan mesti dijadikan sahabat. Terlebih, Sang Resiguru Kendan itu, seorang Brahmana ulung, yang telah banyak berjasa terhadap agama. Siapa pun yang berani menolak Rajaresiguru Kendan, akan dijatuhi eksekusi mati dan kerajaannya akan dihapuskan.


Candrawarman (515-535 M) Pada ketika kekuasaanya / pemerintahannya tahun 535 M terjadinya Meletus Gunung Krakatau yang sangat dasyat yang menyebabkan tsunami yang sangat besar dan berdampak pada seluruh dunia.


Suryawarman (535 – 561 M) Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memperlihatkan kepercayaan lebih banyak kepada raja tempat untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke tempat belahan timur. Dalam tahun 536 M, misalnya, Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan gres di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut.


Sedangkan putera Manikmaya, tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumanagara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan tempat timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612M. Selanjutnya pada tahun 561 untuk Kerajaan Tarumanegara dilanjutkan kekuasaannya oleh putranya Kertawarman (maut 628) ialah raja Kerajaan Tarumanagara yang kelapan yang mewarisi bapaknya, Suryawarman yang mangkat pada tahun 561 dan memerintah selama 67 tahun antara tahun-tahun 561 – 628.


 


Raja-Raja Kerajaan Kendan


Raja Maha Guru Manikmaya Th.536 M – Th.568 M


Berasal dari keluarga Calankayana di India Selatan ialah seorang Pemuka Agama Hindu, alasannya ialah Jasa-jasanya dalam membuatkan Agama Hindu ditanah Jawa, Raja Tarumanagara pada waktu itu adalah Suryawarman menikahkan Putrinya yang berjulukan Tirta Kancana kepada Maha Guru Manikmaya ini sebagai Istri dan memperkenankan sang Menantu mendirikan Kerajaan Kendan ditambah sebagian dari Prajurit Taruma Nagara sebagai Pelindung Kerajaan Kendan, dan Maha Guru Manikmaya ini memiliki Putra Mahkota yang berjulukan Raja Putra Suraliman, hal ini menurut Naskah Pustaka Rajyarajya / Pustaka Bumi Nusantara Parwa II Sarga IV tahun 1602 Masehi yang tersimpan di Keraton Keraton Kasepuhan di Jawa Barat.


Raja Putra Suraliman Th.568 M – Th.597 M


Menikah dengan Dewi Mutyasari Putri dari Kerajaan Kutai Bakula Putra bergelar Raja Resi Dewa Raja Sang Luyu Tawang Rahiyang Tari Medang Jati, memiliki 1 orang anak pria berjulukan Kandiawan dan 1 orang anak Perempuan berjulukan Kandiawati, menguasai Nagreg dan hingga Medang Jati Garut Jawa Barat.Hal ini menurut Carita Kabuyudan Sanghyang Tapak.


Raja Kandiawan Th.597 M – Th. 612 M


Yang memindahkan Pusat Kerajaan Kendan dari desa Citaman Nagreg ke Medang Jati di Cangkuang Garut Jawa Barat. Hal ini terbukti dari Situs Candi Cangkuang Garut didesa Bojong Mente Cicalengka kabupeten Garut Jawa Barat. Raja Kandiawan memiliki 5 orang Putra yaitu ; Mangukuhan, Sandang Greba, Karung Kalah, Katung Maralah dan Wretikandayun, yang masing-masing memerintah dan terbagi 5 tempat yaitu ; Surawulan, Pelas Awi, Rawung Langit, Menir dan Kuli-kuli. Pada Akhir tahtanya ditunjuk Putra bungsu Wretikandayun sebagai Raja Kendan / Kelang dan Sang Raja Kandiawan bertapa di Bukit Layuwatang, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Namun pada ketika bersamaan di pesisir selatan wilayah Tarumanagara (Cilauteureun, Leuweung / Hutan Sancang dan Gunung Nagara) secara perlahan Agama Islam diperkenalkan oleh Rakeyan Sancang putra Kertawarman


Raja Wretikandayun Th.612 M – Th. 702 M


Memindahkan lagi Pusat Kerajaan Kendan / Kelang ke Galuh didesa Karang Kamulyaan , kecamatan Cijeungjing, Ciamis Jawa Barat kini ini, dengan Permaisuri Dewi Minawati anak dari Pendeta Hindu yaitu Resi Mekandria dan menurunkan 3 orang Putra yaitu ; Sampakwaja menjadi Resi Guru wanayasa, Amara menjadi Resi Guru Deneuh dan Jantaka/ Mandiminyak. Hal ini menurut Pusaka Naga Sastra, Pada masa itu Kerajaan Kendan / Kelang berubah nama menjadi Kerajaan Galuh. Sedangkan Pada tahun 670 Masehi Kerajaan Induk Kendan / Kelang / Galuh ini yaitu Taruma Nagara ketika itu diperintah oleh Tarusbawa telah berubah menjadi Kerajaan Sunda dan menyetujui Pemisahan Kerajaan bawahannya Kendan / Kelang menjadi Kerajaan Galuh.


 


Sejarah Nusantara – Kronologi Dari Zaman Prasejarah Sampai Sekarang


Nusantara pada periode prasejarah meliputi suatu periode yang sangat panjang, kira-kira semenjak 1,7 juta tahun yang lalu, menurut temuan-temuan yang ada. Pengetahuan orang terhadap hal ini didukung oleh temuan-temuan fosil binatang dan insan (hominid), sisa-sisa peralatan dari batu, belahan badan hewan, logam (besi dan perunggu), serta gerabah. Klik disini untuk membaca kronologi sejarah nusantara dari zaman prasejarah hingga kini di Indonesia.


 


Bacaan Lainnya



 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan sering terdengar bila Anda memasang applikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!



                      


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon