Monday, June 4, 2018

√ 7 Cara Mengukur Pemahaman Siswa Terhadap Pembelajaran

7 Cara Mengukur Pemahaman Siswa Terhadap Pembelajaran_ Sebagai guru yang baik mesti memahami dan mengetahui apakah bahan pelajaran yang diajarkan kepada siswa telah benar-benar dipahami siswa atau belum, lantaran terkadang ketika siswa ditanya “apakah sudah memahami pelajaran tersebut, mereka terkadang membisu saja, atau mengangguk-ngangguk, biasa juga menyahut bahwa telah paham padahal mereka belum paham.
 

 Cara Mengukur Pemahaman Siswa Terhadap Pembelajaran √ 7 Cara Mengukur Pemahaman Siswa Terhadap Pembelajaran

Berangkat dari hal tersebut guru dituntut menerapkan metode atau cara yang bisa mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap suatu pembelajaran. Sebelum kita terlanjur membahas perihal bagaimana cara mengukur pemahaman siswa dalam pembelajaran, sebaiknya kita terlebih dahulu mencoba mengkaji pengertian dari pemahaman itu sendiri. Pemahaman diartikan sebagai proses, perbuatan, cara memahami atau menanamkan. ”Pemahaman merupakan perangkat standar aktivitas pendidikan yang merefleksikan kompetensi sehingga sanggup mengantarkan siswa untuk menjadi kompeten dalam banyak sekali bidang kehidupan”. Seorang siswa sanggup dikatakan paham yaitu apabila beliau sanggup membangun kekerabatan atau mengkonstruksikan inti dari banyak sekali ranah pengetahuannya atau membuat inti dari beberapa objek. Siswa yang paham yaitu siswa yang sanggup mengkoneksikan pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan yang gres didapatkannya. 

Baca juga:
5 Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Nagh sehabis mengetahui pengertian dari pemahaman selanjutnya kita akan mengulas Cara mengukur pemahaman siswa dalam pembelajaran. Langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran. Kategori memahami meliputi tujuh proses kognitif, berikut ulasannya: 

7 Cara Mengukur Pemahaman Siswa Terhadap Pembelajaran 

1. Menafsirkan (interpreting)  
Cara pertama mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran  yakni melalui cara penafsiran. Penafsiran terjadi ketika seorang siswa sanggup mengubah suatu bentuk warta pada bentuk infomasi yang lain. Misalnya dari grafik ke kalimat atau sebaliknya, dari kata ke angka atau sebaliknya, maupun dari kata ke kata, contohnya meringkas atau membuat parafrase. format asesment berupa format tes, jawaban singkat (siswa mencari jawaban) dan pilihan ganda (siswa menentukan jawaban). 

2. Memberikan tumpuan (exemplifying)
Cara kedua mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran yakni melalui cara mencontohkan. Mencontohkan atau mengilustrasikan sanggup dilakukan seorang siswa sanggup dikatakan paham ketika beliau sanggup memperlihatkan tumpuan dari suatu konsep atau prinsip yang bersifat umum. Memberikan tumpuan ini sanggup memperlihatkan bahwa seorang siswa sebagai wujud yang sanggup atau bisa mengidentifikasi ciri khas suatu konsep dan selanjutnya memakai ciri-ciri dari konsep yang didapatkan tersebut untuk membuat contoh. Mencontohkan melibatkan proses indetifikasi ciri-ciri pokok dari konsep ataupun prinsip umum.. Format assesment: Format tes, jawaban singkat (siswa mencari jawaban) dan pilihan ganda (siswa menentukan jawaban). 

3. Mengklasifikasikan (classifying)  
Cara ketiga mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran  yakni melalui cara mengklasifikasikan. Seorang siswa disebut memahami ketika beliau sanggup mengenali bahwa sesuatu (benda atau fenomena) masuk dalam kategori tertentu. Termasuk dalam kemampuan mengklasifikasikan ciri-ciri yang dimiliki suatu benda atau fenomena. Melibatkan proses medeteksi ciri-ciri atau pola-pola yang sesuai dengan tumpuan dan konsep atau prinsip tersebut. Format Asesment: Tes Jawaban singkat, siswa diberi tumpuan dan diharuskan membuat konsep atau prinsip yang sesuai dengan contoh. Tes Pilihan ganda, siswa diberi suatu tumpuan dan kemudian diharuskan menentukan konsep atau prinsip dari pilihan-pilihan konsep atau prinsip. Atau siswa diberi sejumlah tumpuan dan diharuskan menentukan manakah yang termasuk dalam suatu kategori dan manakah yang tidak, atau diharuskan menempatkan satuu tumpuan ke dalam salah satu dari banyak kategori. 

4. Meringkas (Summarizing)  
Cara keempat mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran  yakni melalui cara meringkas. Meringkas merupakan kegiatan membuat suatu pertanyaan yang mewakili seluruh warta atau membuat suatu abnormal dari sebuah tulisan. Meringkas menuntut siswa untuk menentukan inti dari suatu warta dan meringkasnya, yairu sanggup menspesifikkan suatu kondisi. Proses membuat ringkasan informasi. Nama lain merangkum yaitu menggeneralisasi dan mengabstraksi. Format asesmen: Tes jawaban singkat atau pilihan ganda yang berkenaan dengan penentuan tema atau pembuatan rangkuman. 

5. Menarik inferensi (inferring)  
Cara kelima mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran  yakni melalui cara menarik inferensi. Infering terjadi ketika seorang siswa bisa mengabstraksikan sebuah sampel atau menemukan suatu pola dari sederetan tumpuan atau fakta. Misalnya, memprediksikan perkembangan suatu populasi dalam sebuah komunitas menurut data perkembangan populasi dalam sebuah komunitas menurut data perkembangan populasi selama sepuluh tahun terakhir. Disebut juga mengekstrapolasi, menginterpolasi, memprediksi dan menyimpulkan. Format asesmen berupa tes melengkapi, tes analogi, dan tes pengecualian. 

6. Membandingkan (comparing)  
Cara keenam mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran  yakni melalui cara membandingkan. Seorang siswa sanggup membandingkan ketika beliau sanggup mendeteksi persamaan dan perbedaaan yang dimiliki oleh dua objek atau lebih. Melibatkan proses mendeteksi persamaan dan perbedaan antara dua atau lebih objek, peristiwa, ide, masalah, atau situasi menyerupai menentukan bagaimana suatu insiden terkenal. Format asesmen berupa pemetaan. 

7. Menjelaskan (explaining)  
Cara ketujuh mengukur pemahaman siswa terhadap pembelajaran yakni melalui cara menjelaskan. Siswa sanggup menjelaskan ketika beliau sanggup memperlihatkan model dari suatu teori atau sanggup mengkonstruk dan memakai model sebab-akibat dalam suatu sistem. Menjelaskan, membuat dan memakai model lantaran jawaban dalam sebuah sistem. Format asesmen menjelaskan yaitu berupa tugas-tugas penalaran, penyelesaian masalah, desain ulang, dan prediksi. 

Demikianlah sedikit pemaparan 7 Cara Mengukur Pemahaman Siswa Terhadap Pembelajaran yang bisa guru coba untuk aplikasikan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran. Semoga artikel ini bermanfaat.
Sumber http://www.rijal09.com


EmoticonEmoticon