Friday, June 1, 2018

√ Gunung Ibu Halmahera Ekspresi Dominan Dan Sejarah Erupsi

Gunung Ibu di Halmahera – Pulau Maluku Utara: Berita Terkini


Sabtu, 21 April 2018 tercatat


Tingkat acara Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus semenjak tahun 2008.

Dari kemarin hingga pagi ini secara visual puncak gunungapi sanggup teramati hingga tertutup kabut. Kolom letusan/hembusan teramati berwarna putih hingga kelabu intensitas tipis hingga sedang tekanan lemah hingga sedang setinggi 300-600 m di atas puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke selatan dan barat. Melalui seismograf tanggal 21 April 2018 tercatat:



  • 100 kali Gempa Letusan

  • 76 kali Gempa Hembusan

  • 24 kali Gempa Guguran


Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan semoga tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan ekspansi sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bab utara dari kawah aktif G. Ibu.

VONA: VONA terakhir terkirim dengan arahan warna ORANGE, terbit tanggal 20 April 2018 pukul 08:23 WIT terkait erupsi dengan ketinggian kolom debu sekitar 1925 m di atas permukaan maritim atau sekitar 600 m di atas puncak, kolom debu bergerak mengarah ke selatan.

Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.


Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi


 


Minggu, 15 April 2018 pukul 15:03 WITA


Erupsi terakhir terjadi pada tanggal 15 April 2018 pukul 15:03 WITA terjadi erupsi dengan ketinggian kolom debu mencapai 500 m di atas puncak. Setelah itu, acara kegempaan kembali menurun. Pasca erupsi November 2017 hingga ketika ini kegempaansecara umum mengalami penurunan. Gempa frekuensi tinggi (Gempa Vulkanik dan Tektonik Lokal) dan Gempa frekuensi rendah (Gempa Hembusan dan Letusan) masih terekam dengan jumlah yang tidak signifikan. Pola perubahan energi seismik untuk periode krisis Gunung Agung mengindikasikan fluktuasi dan cenderung mengarah ke fase relaksasi.


Pemantauan secara visual dengan memakai drone yang dilakukan pada tanggal 22 Januari 2018 mengatakan bahwa volume kubah lava relatif tidak berubah yaitu sekitar 20 juta m3. Pengukuran deformasi GPS maupun Tiltmeter mengatakan rujukan deflasi. Citra Satelit juga mengindikasikan adanya penurunan energi termal di permukaan Kawah Gunung Agung.

Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 10 Februari 2018 pukul 09.00 WITA status G. Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga).


Dari kemarin hingga pagi ini, secara visual gunungapi sanggup teramati hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih tipis dengan ketinggian 300 m diatas puncak. Angin lemah hingga sedang ke arah barat dan baratdaya. Rekaman seismograf tanggal 21 April 2018 tercatat:



  • 6 kali Gempa Hembusan

  • 3 kali Gempa Tektonik Jauh


Tanggal 22 April 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:



  • 1 kali Gempa Hembusan

  • 1 kali Gempa Vulkanik Dalam

  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal

  • 2 kali Gempa Tektonik Jauh


Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Agung terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem perihal penanggulangan tragedi erupsi Agung.


Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi


 


Rabu, 20 Desember 2017


Tingkat acara Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus. Dari kemarin hingga pagi ini secara visual gunung tampak terang hingga tertutup kabut. Tinggi asap kelabu teramati setinggi 300-600 m di atas puncak. Angin bertiup ke arah selatan dan. Melalui rekaman seismograf pada tanggal 19 Desember 2017 tercatat:- 105 kali gempa letusan- 97 kali gempa Hembusan- 35 kali gempa Tremor Harmonik


Rekomendasi:


Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan semoga tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan ekspansi sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bab utara dari kawah aktif G. Ibu.


Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi


 


Kamis, 7 Desember 2017: Waspada Level 2


Tingkat acara Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus. Dari kemarin hingga pagi ini secara visual gunung tampak tertutup kabut. Asap kelabu tebal tekanan sedang tidak teramati. Angin bertiup ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada Tanggal 07 Desember 2017 tercatat:- 82 kali gempa letusan- 86 kali gempa Hembusan- 33 kali gempa Tremor Harmonik.

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan semoga tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan ekspansi sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bab utara dari kawah aktif G. Ibu.

VONA: Terakhir tercatat arahan warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT, terkait letusan dengan ketinggian debu 1725 m di atas permukaan maritim atau 400 m di atas puncak, kolom debu condong ke arah Utara.


Melalui rekaman seismograf pada Tanggal 7 Desember 2017 tercatat:



  • 82 kali Gempa Letusan

  • 86 kali Gempa Hembusan

  • 33 kali Gempa Tremor Harmonik


Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan Ibu dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat perihal penanggulangan tragedi erupsi Ibu.


Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi


 


Kamis, 19 Oktober 2017: Waspada Level 2


Tingkat acara Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus. Secara visual dari kemarin hingga pagi ini gunungapi tampak berkabut. Tinggi kolom erupsi/letusan teramati dengan ketinggian berkisar 200-400 m di atas puncak. Angin bertiup ke arah Utara dan Timur. Melalui rekaman seismograf pada 19 Oktober 2017 tercatat:


-54 kali Erupsi/letusan

-50 kali Hembusan

-12 kali Guguran Lava

-2 kali Tektonik Jauh


Rekomendasi:


Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan semoga tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan ekspansi sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bab utara dari kawah aktif G. Ibu


VONA:


Terakhir tercatat arahan warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT, terkait letusan dengan ketinggian debu 1725 m di atas permukaan maritim atau 400 m di atas puncak, kolom debu condong ke arah Utara.


Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi


 


Sejarah Letusan Gunung Ibu


Pertama kali Gunung Ibu diketahui meletus terjadi pada Agustus hingga September 1911. Tidak ada klarifikasi jenis dan imbas letusan tersebut. Letusan berikutnya berlangsung 87 tahun kemudian, yaitu Desember 1998 yang menghasilkan sumbat lava. Berikut ini kronologi Letusan 1998-1999;


Desember 1998

















18penduduk Kampung Duono dan Going (5-6 km dari puncak) mendengar bunyi dentuman disusul kepulan asap dari puncak G. Ibu, yang selama ini tidak pernah mereka lihat. Dentuman terjadi secara sporadis, tetapi kepulan asap semakin hari semakin besar.
30beberapa penduduk melaporkan hal tersebut kepada Pengamat Gunungapi di Pos PGA Gamkonora di Kampung Gamsungi, 25 km dari Duono
31dilakukan investigasi visual dan ternyata benar terjadi letusan. Diberlakukan status Siaga Ibu


 mengalami erupsi secara menerus semenjak tahun  √ Gunung Ibu Halmahera Berita Terkini Dan Sejarah Erupsi

Kubah Lava G. Ibu, 8 Desember 2009. Sumber foto: PVMBG


 


Januari 1999

















02Pengamat dari Pos PGA Gamkonora mulai melaksanakan pengamatan visual secara intensif dari Kampung Duono.
11Tim terpadu dari Direktorat Vulkanologi datang dan melaksanakan pengamatan seismik serta deformasi. Asap letusan semakin besar dan sudah berubah warna menjadi kelabu
16Penduduk Kampung Going dan Barona, utara puncak, melihat lontaran material pijar dari puncak melampaui lereng utara, awal leleran lava ?

Februari 1999









02Dilakukan pendakian puncak G. Ibu. Diketahui bahwa titik letusan berada di daerah di sudut utara-timurlaut pada dasar kawah. Dalam Peta Topografi Puncak G. Ibu, titik tersebut digambar sebagai cone. Magma sudah mencapai permukaan dan sudah membentuk sumbat, kemudian dikenal dengan sumbat lava 1999.

 mengalami erupsi secara menerus semenjak tahun  √ Gunung Ibu Halmahera Berita Terkini Dan Sejarah Erupsi


Sumbat lava 99 masih membara (A. Solihin, 1999)


Letusan berlangsung secara periodik. Satu periodik berlangsung antara 45 – 60 detik dengan selang waktu 5 – 15 menit setiap siklus. Letusan disertai bunyi gemuruh bagaikan bunyi mesin jet. Sebaran material letusan berukuran debu dan pasir terbatas di sekitar puncak dan lereng, tidak ada yang mencapai perkampungan.


 mengalami erupsi secara menerus semenjak tahun  √ Gunung Ibu Halmahera Berita Terkini Dan Sejarah Erupsi


Satu seri letusan yang terjadi pada 2 Februari 1999 (A. Solihin, 1999)


Maret 1999

















06dilakukan pendakian yang kedua kalinya. Frekwensi letusan sudah mulai berkurang. Sumbat Lava 99 tidak bertambah besar, volumenya 500.000 m3
09status Siaga Ibu diturunkan menjadi Waspada Ibu
31status kegiatan G. Ibu dinyatakan dalam Aktif-normal

Letusan 1998/1999 G. Ibu diawali dengan letusan freato magmatik yang menghancurkan kubah lama. Kegiatan berlanjut sebagai letusan magmatik yang berakhir dengan munculnya lava di dasar kawah kemudian dikenal sebagai Sumbat Lava 99.


Mei – Oktober 2001


Data satelit mengatakan adanya aktifitas vulkanik G. Ibu selama Mei – Oktober 2001. Sebuah foto yang diambil pada Mei 2000 memperlihatkan kubah lava menutupi dasar kawah.


Mei – Agustus 2004


Pada periode 31 Mei – 29 Agustus 2004 tercatat asap kawah putih tipis – tebal mencapai ketinggian lebih kurang 50-150 meter di atas puncak. Kubah lava yang tumbuh di dalam kawah diperkirakan terus bertambah besar. Tingkat kegiatan G. Ibu berada pada tingkat Waspada (level II)


April 2008



  • Aktivitas kegempaan G. Ibu meningkat kembali semenjak terekamnya gempa letusan dengan amplituda maksimum mencapai 48 mm dan usang gempa 470 detik pada tanggal 4 dan 5 April 2008.

  • Tanggal 6 – 14 April 2008 gempa letusan meningkat hingga 716 insiden atau rata- rata 80 insiden perhari.

  • Tanggal 15-18 April 2008 terekam gempa letusan 405 insiden atau rata- rata 101 insiden perhari. Gempa hembusan terekam rata-rata 50 insiden perhari. Sedangkan getaran tremor vulkanik terekam dengan amplituda maksimum berkisar antara 1 – 3 mm.

  • Tanggal 19-20 April 2008 terekam gempa letusan 241 insiden atau 120 insiden perhari dan gempa hembusan terekam 143 kali kejadian. Gempa tremor vulkanik masih terekam dengan amplituda maksimum yang meningkat, yaitu berkisar antara 2 – 25 mm.

  • Secara visual acara letusan yang keluar dari puncak G. Ibu teramati secara intensif semenjak tanggal 4 April 2008. Asap letusan yang teramati berwarna kelabu dengan ketinggian berkisar antara 300 – 400 meter di atas puncak Ibu.

  • Tanggal 12 – 17 April 2008, ketinggian asap letusan berkisar antara 500-600 meter dari Kawah G. Ibu.

  • Sejak 18 April 2008 hingga ketika ini, ketinggian asap letusan berkisar antara 700-800 meter dari Kawah G. Ibu.


Tanggal 21 April 2008 pukul 16.00 WIT Status kegiatan G. Ibu dinaikkan dari status Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).


Sumber bacaan: Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi


 


Gunung Ibu


Gunung Ibu adalah gunung stratovolcano yang terletak di barat laut Pulau Halmahera, Indonesia. Puncak gunung merupakan kawah vulkanik. Pusat kawah mempunyai lebar 1 km dan kedalaman 400 m, Sementara bab luar mempunyai lebar 1.2 km.


Terdapat banyak kerucut benalu yang terletak di timur maritim puncak gunung dan terdapat bab kecil di bab barat daya gunung. Terdapat lelehan lava di bab barat dataran gunung. Selain itu terdapat kawah-kawah kecil akhir letusan gunung di bab barat dan utara.


Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya semenjak tahun 2000 menerus hingga ketika ini.


 


Daftar Lengkap Gunung Berapi Di Indonesia


Di Indonesia mempunyai jumlah total 150 gunung berapi. Geografi Indonesia didominasi oleh gunung api yang terbentuk akhir zona subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Daftar gunung berapi di Indonesia ini melimuti: bawah laut, kaldera, bentuk kerucut, perisai, fumarol stratovulkan dan kompleks.


Klik disini untuk membaca daftar lengkap gunung berapi di Indonesia.




Bacaan Lainnya



 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!






                      


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya









Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon