Saturday, June 2, 2018

√ Segehan Bali – Persembahan Yang Bermakna Dan Penghaturannya

Persembahan Yang Bermakna


Di Bali, jalan-jalan banyak dijumpai Segehan Bali dengan keranjang kecil berisi daun bunga, nasi, permen atau bahkan rokok.


Ini yaitu Segehan, persembahan yang ditawarkan orang Bali setiap pagi kepada roh jahat.


 


Unsur-unsur Segehan


Setiap unsur-unsur dari segehan sejatinya mempunyai filosofi didalamnya, berikut penjelasannya:




  1. Alas dari daun / taledan kecil yang berisi tangkih di salah satu ujungnya. taledan = segi 4, melambangkan   arah mata angin.




  2. Nasi putih 2 kepal, yang melambangkan rwa bhineda




  3.  Jahe, secara imiah mempunyai sifat panas. Semangat diharapkan oleh insan tapi dihentikan emosional.




  4. Bawang, mempunyai sifat dingin. Manusia harus memakai kepala yang dingin dalam berbuat tapi dihentikan bersifat dingin terhadap masalah-masalah sosial (cuek)




  5. Garam, mempunyai PH-0 artinya bersifat netral, garam yaitu sarana yang mujarab untuk menetralisir banyak sekali energi yang merugikan insan (tasik pinaka panelah sahananing ngaletehin).




  6.  Di atasnya disusun canang genten.




  7. Tetabuhan Arak, Berem, Tuak, yaitu sejenis alkhohol, dimana alkhohol secara ilmiah sangat efektif sanggup digunakan untuk membunuh banyak sekali kuman/bakteri yang merugikan. Oleh kedokteran digunakan untuk mensteril alat-alat kedokteran. Metabuh pada ketika masegeh yaitu semoga semua bakteri, virus, kuman yang merugikan yang ada di sekitar daerah itu menjadi hilang/mati.







jalan banyak dijumpai Segehan Bali dengan keranjang kecil berisi daun bunga √ Segehan Bali – Persembahan Yang Bermakna Dan Penghaturannya





Jenis-Jenis Segehan Dan Tingkatannya


1. Segehan Kepel Putih


Segehan kepel putih ini yaitu segehan yang paling sederhana dan biasanya seringkali di haturkan setiap hari.


2. Segehan Putih Kuning


Sama menyerupai segehan putih, hanya saja salah satu nasinya diganti menjadi warna kuning.

biasanya segehan putih kuning ini di haturkan di bawah pelinggih adapun doanya sebagai berikut :


Om. Sarwa Bhuta Preta Byo Namah.


Artinya :


 Hyang widhi ijnkanlah hamba menyuguhkan hidangan kepada bhuta  preta  seadanya.


3. Segehan Kepel Warna Lima (Manca Warna)


Sama menyerupai segehan kepel putih, hanya saja warna nasinya menjadi 5, yaitu putih, merah, kuning, hitam dan brumbun. Dan penempatan warna mempunyai daerah atau posisi yang khusus sebagi teladan ;



  • Warna Hitam menempati posisi Utara.

  • Warna Putih menempati posisi Timur.

  • Warna merah menempati posis selatan.

  • Warna kuning menempati posisi Barat.

  • Sedangkan Warna Brumbun atau kombinasi dari ke empat warna di atas menempati posisi di tengah tengah, yang bisa di katakan Brumbun tersebut sebagai Pancernya.


Segehan Manca Warna ini biasanya di letakkan pada pintu masuk pekarangan (lebuh pemeda­l)atau di perempatan jalan adapun doa dari segehan manca warna ini yaitu :


Om. Sarwa Durga Prate Byo Namah.


Artinya :


Hyang Widhi Ijinkan Hamba Menyuguhkan Sajian Kepada Durga Prete Seadanya


4. Segehan Cacahan


Segehan ini sudah lebih tepat alasannya nasinya sudah dibagi menjadi lima atau delapan tempat. sebagai ganjal digunakan taledan yang berisikan tujuh atau Sembilan buah tangkih.

Kalau memakai 7 (tujuh) tangkih, sebagai berikut:



  • 5 tangkih untuk daerah nasi yang posisinya di timur, selatan, barat, uatara dan tengah.

  • 1 tangkih untuk daerah untuk lauk pauknya yaitu bawang, jahe dan garam.

  • 1 tangkih lagi untuk daerah base tampel, dan beras.

  • kemudian diatas disusun dengan canang genten.


Jika memakai 9 (sembilan) tangkih, sebagai berikut:



  • 9 tangkih untuk daerah nasi yang posisinya di mengikuti arah mata angin.

  • 1 tangkih untuk daerah untuk lauk pauknya yaitu bawang, jahe dan garam.

  • 1 tangkih lagi untuk daerah base tampel, dan beras.

  • kemudian diatas disusun dengan canang genten.


Keempat jenis segehan diatas sanggup dipergunakan setiap kajeng kliwon atau pada ketika upacara–upacara kecil, artinya dibebaskan penggunaanya sesuai dengan kemampuan.


5. Segehan Agung


Merupakan tingkat segehan terakhir. Segehan ini biasanya dipergunakan pada ketika upacara piodalan, penyineban Bhatara, budal dari pemelastian, serta menyertai upacara Bhuta Yadnya yang lebih besar lainnya. Adapun isi dari segehan agung ini adalah; alasnya ngiru/ngiu, ditengahnya ditempatkan daksina penggolan (kelapanya dikupas tapi belum dihaluskan dan masih berserabut), segehan sebanyak 11 tanding, mengelilingi daksina dengan posisi canangnya menghadap keluar, tetabuhan (tuak, arak, berem dan air), anak ayam yang masih kecil, sebelum bulu kencung ( ekornya belum tumbuh bulu yang panjang) serta api takep (api yang dibentuk dengan serabut kelapa yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk tanda + atau tampak dara).


Adapun tata cara ketika menghaturkan segehan yaitu pertama menghaturkan segehannya dulu yang berdampingan dengan api takep, kemudian buah kelapanya dipecah menjadi lima, diletakkan mengikuti arah mata angin, kemudian anak ayam diputuskan lehernya sehingga darahnya menciprat keluar dan dioleskan pada kelapa yang telah dipecahkan tadi, telor kemudian dipecahkan, di”ayabin” kemudian ditutup dengan tetabuhan. Doa dalam menghaturkan segehan ini yaitu :


Om. Arwa kala perete byo namah.


Artinya :


Hyang Widhi Ijinkanlah Hamba Menyuguhkan Sajian Kepadakala Preta Seadanya.


Setiap menghaturkan segehan kemudian di siram dengan tetabuhan, tetabuhan ini bisa memakai air putih yang bersih, atau tuak, brem, dan arak. Dengan cara mengelilingi segehan yang di haturkan. Ketoka menyiram atau menyiratkan kita ucapkan doa :


Om. Ibek Segar, Ibek Danu, Ibek Bayu, Premananing Hulun.


Artinya :


 Hyanng widhi semoga hamba di berkahi bagaikan melimpahnya air laut, air danau, dan memberi kesejukan jiwa dan batin hamba.





Bacaan Lainnya






Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “oooh begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!



 


Sumber bacaan: Gama Bali


          


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya


 








Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon