Wednesday, July 25, 2018

√ Dirjen Dikdasmen: Mulai Tahun Ini Seluruh Sekolah Wajib Pakai Kurikulum 2013

SUARAPGRI - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad mengungkapkan, tahun ini semua sekolah harus memakai Kurikulum 2013 tanpa kecuali.

Saat ini terdapat sekitar 78 ribu sekolah yang memasuki tahap selesai implementasi Kurikulum 2013.


"Tahun ini yaitu tahun terakhir training dan pendampingan Kurikulum 2013. Mulai tahun aliran baru, semua sekolah harus memakai Kurikulum 2013 tanpa kecuali," kata Dirjen Hamid Muhammad, di Jakarta, Sabtu (30/6).

Pendampingan sekolah peserta sumbangan akan dilaksanakan pada Agustus hingga Desember 2018.

Tujuannya yaitu untuk memperkuat pemahaman mengenai Kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan.

Di samping untuk membantu mengatasi aneka macam hambatan yang muncul pada dikala pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah.

"Para pendamping diperlukan bisa mencermati dengan mendalam terkait apa saja yang terjadi di kelas," tuturnya.

Adapun sasaran output dari implementasi Kurikulum 2013 yang pertama berdasarkan Dirjen Dikdasmen Hamid yaitu perubahan pendidikan huruf yang terintegrasi di sekolah. Baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.

Kemudian yang kedua yaitu perubahan budaya literasi di sekolah. Dicontohkannya, guru bisa menargetkan siswanya untuk merampungkan 4-5 buku bacaan per tahun.

"Anak-anak jangan cuma disuruh untuk menghafal. HOTS (higher order thinking skills) bukan hanya milik anak SMA. Sejak dini harus diperkenalkan kepada peserta didik kita," terperinci Hamid.

Target ketiga, sekolah harus bisa memperkenalkan dan melatih keterampilan era ke-21 ke peserta didik. Siswa harus dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan bisa berkolaborasi.

Terkait dengan pendampingan di tempat terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), Dirjen Hamid melaporkan akan menawarkan penanganan secara khusus kepada sekolah-sekolah tersebut.

"Kami, melalui LPMP yang akan mendatangi sekolah-sekolah tersebut," ucapnya.

Pada tahun pelajaran 2018 - 2019, di Provinsi Jawa Tengah terdapat 6.694 SD (SD) dan 1.097 SMP (SMP) pelaksana Kurikulum 2013. 

Bantuan dari pemerintah disalurkan ke-681 gugus melalui sekolah inti dan 347 kluster melalui Sekolah Induk Kluster yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota setempat.

Adapun kegiatan pemberian sumbangan kegiatan Pendampingan Kurikulum 2013 terbagi menjadi enam gelombang.

(sumber: jpnn.com)

Sumber http://egoswot.blogspot.com


EmoticonEmoticon