Wednesday, July 11, 2018

√ Konsep Geografi Berdasarkan Asosiasi Geograf Amerika

Konsep geografi ialah bagain penting dalam memahami fenomena di permukaan bumi. Konsep geografi membantu kita melihat suatu gejala-gejala yang terjadi dalam suatu ruang. Asosiasi Geograf Amerika menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 konsep utama geografi yaitu lokasi, tempat, hubungan timbal balik, gerakan dan wilayah.

1. Lokasi
Lokasi atau location adalah konsep nomor satu dalam geografi. Lokasi mengatakan posisi suatu benda, tempat, atau suatu fenomena di permukaan bumi. Jadi, lokasi merupakan kata kunci utama dalam geografi. Dalam kehidupan, kita selalu berkutat dengan lokasi. Dimana lokasi kerja?, dimana alamat rumah?, dimana sekolah? dan lainnya. Baca juga: Indonesia sebagai negara kepulauan

Lokasi dibagi dua yaitu lokasi sewenang-wenang dan lokasi relatif. Lokasi sewenang-wenang merupakan lokasi yang ditunjukkan berdasarkan garis astronomis atau alamat. Dengan demikian lokasi sewenang-wenang ialah selalu pasti. Indonesia ada diantara 6 LU - 11 LS atau rumah aku berada di Jl. Mawar No. 5 Kecamatan Jatiasih. 

Lokasi relatif merupakan lokasi yang didasarkan atas situasi lingkungan disekitarnya. Kondisi ini sanggup dilihat dari sisi fisik, ekonomi, sosial, budaya atau lainnya. Contohnya: Indonesia berada diantara dua benua yaitu Australia dan Asia sementara secara lautan berada diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Baca juga: Zonasi bahari berdasarkan intensitas cahaya

2. Tempat
Tempat atau place memperlihatkan huruf fisikal atau sosial suatu wilayah. Tempat merupakan adonan antara komponen fisik (iklim, cuaca, tanah, udara dll) dan insan yang hidup di dalamnya. Nama tempat sanggup mencerminkan identitas kawasan tersebut. Nama tempat sesuai konsensus ibarat gunung atau gurun, tentu kita sudah sanggup mengenalinya secara umum. 

Tempat juga sanggup mencerminkan kondisi umum berdasarkan prinsip kesamaan fisik atau manusianya ibarat gurun, plato, dataran, pertanian hortikultura, perkebunan, hutan, pedesaan, metropolitan dan sebagainya. Tempat sanggup menginformasikan suatu pengertian wacana bentuk lahan dan kegiatan insan di permukaan bumi, ibarat Puncak (pemetik teh), Dieng (petani kentang) dan sebagainya.  Suatu tempat juga sanggup dibedakan dari lainnya dari segi ideologi, agama, bahasa dan kegiatan politik. Tempat sanggup mengatakan Brand image atau sense of place.

Dalam mengkaji suatu tempat kita sanggup melihatnya dari dua aspek yaitu site dan situasi. Site berkaitan dengan kondisi internal kawasan tersebut ibarat iklimnya, keadaan tanah, topografi, penduduknya dan segala sumberdaya yang terkandung di dalamnya. Situasi ialah kondisi eksternal suatu tempat, atau kondisi suatu tempat kalau dibandingkan dengan kawasan disekitarnya. Baca juga: Batuan beku intrusif dan ekstrusif

Contoh Kota Bandung, mempunyai kondisi internal iklimnya sejuk, morfologi dataran tinggi, jenis tanah vulkanis, kehidupan tanaman dan fauna tertentu  jumlah  penduduk,  kepadatan, gaya hidup, mata pencaharian, perkembangan penduduk, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kebudayaannya tertentu  pula yang berbeda dengan kawasan lain ibarat Bekasi, Majalengka, Cirebon, Surabaya dan sebagainya. Kondisi eksternal Bandung, berarti kita melihat fungsi dan peranan Bandung bagi kawasan sekitarnya mulai dari yang paling bersahabat hingga yang terjauh, ibarat halnya Bandung Raya, Ibukota Jawa Barat, hingga kiprahnya dalam Konferensi Asia Afrika. Melalui tempat, sanggup dilihat kiprahnya dan fungsinya baik secara lokal, regional, nasional maupun global (internasional). Baca juga: Rumus sec ratio dan dependency ratio
Konsep geografi ialah bagain penting dalam memahami fenomena di permukaan bumi √ Konsep Geografi Menurut Asosiasi Geograf Amerika
5 Konsep Geografi
3. Hubungan Timbal Balik
Setiap fenomena di permukaan bumi ini intinya merupakan hasil dari hubungan timbal balik atau relationship antara banyak sekali faktor baik itu fisik maupun non fisik. Contoh hubungan antar komponen fisik yaitu ketinggian dengan iklim mikro, kemiringan bukit dengan laju pengikisan dan jenis batuan dengan jenis tanah. Sementara hubungan antara komponen fisik dengan non fisik diantarnya kawasan pantai akan dihuni nelayan sehingga menjadi desa nelayan. 

Hubungan timbal balik yang intens dakan menghasilkan ketergantungan atau interdependesi. Contohnya antara desa dengan kota. Pasokan materi pangan sebagian besar berasal dari desa. Jika panen gagal maka kota akan kehabisan stok dan menjadikan inflasi harga kebutuhan pokok. Baca juga: Faktor perbedaan cuaca iklim suatu daerah

4. Gerakan
Gerakan atau movement mencerminkan adanya perpindahan objek di atas permukaan bumi. Contoh paling gampang ialah pergerakan awan di langit, pergerakan angin atau anutan sungai. Gerakan alami tersebut sanggup dijadikan pedoman untuk melihat tanda-tanda yang akan timbul kemudian. 

Sementara gerakan insan sanggup dilihat dari hilir mudiknya penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Kemacetan merupakan salah satu imbas gerakan yang tidak terakomodasi dengan baik.  Pergerakan insan banyak didasari banyak sekali faktor mulai dari faktor mencari penghidupan atau keluar dari kawasan berbahaya (perang) ibarat yang terjadi di Timur Tengah. 

5. Wilayah
Wilayah atau region adalah tema khusus geografi. Untuk memudahkan pemahaman maka muncullah studi pewilayahan. Pewilayahan ialah kegiatan mengelompokkan huruf kawasan yang mempunyai kesamaan ciri. Daerah gurun mempunyai ciri gersang curah hujan minim dan berpasir, kawasan metropolitan mempunyai ciri penduduk diatas 1 juta, kawasan tropis mempunyai ciri curah hujan tinggi dan lainnya. Dengan demikian permukaan bumi ini terbagi menjadi zona-zona tertentu yang sanggup dipisahkan berdasarkan kriteria pewilayahan itu sendiri. Baca juga: Bioma hutan gugur dan cirinya
Gambar: s2.thingpic.com

Sumber http://www.gurugeografi.id


EmoticonEmoticon