Tuesday, July 17, 2018

√ Memahami Agresi Sebagai Sistem Evaluasi Pendidikan - 1

Memahami AKSI Sebagai Sistem Penilaian Pendidikan - 1 || Pada tahun 2017, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama dan Pusat Penilaian Pendidikan berafiliasi melaksanakan survei nasional yang disebut Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI). Mengambil sampel di dua provinsi yaitu DKI dan DIY dengan sasaran sasaran siswa kelas 8 SMP. Hasilnya senada dengan hasil studi internasional. 3 dari 5 siswa masih pada level kemampuan melaksanakan pengetahuan rutin. Perlu perbaikan yang bersifat komprehensif dan berkelanjutan, salah satunya yaitu dengan melaksanakan evaluasi formatif yang berkualitas, bisa mendiagnosa kelemahan siswa, sekaligus menawarkan umpan balik perbaikan pada pembelajaran.

Kenyataan di lapangan memperlihatkan masih ada pekerjaan rumah dalam meningkatkan capaian mutu pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan ini sanggup terlihat dari aneka macam indikator mikro, ibarat : hasil studi Trends in International Mathematic and Science Study (TIMSS) juga Programme for International Student Assessment (PISA).

Berikut ini disajikan ulasan mengenai Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia yang lalu disebut AKSI for School atau AKSI untuk Sekolah.

Pengertian AKSI for School

AKSI for School adalah salah satu upaya untuk melaksanakan perbaikan dan meningkatkan kompetensi siswa. Didesain  sebagai evaluasi formatif yang ringkas, meliputi topik-topik yang esensial dan fundamental, disajikan dalam bentuk aplikasi komputer, berupa modul, sehingga memudahkan replikasi (penggandaan) dan dokumentais data, AKSI for School diharapkan menjadi salah satu pengayaan sumber berguru bagi siswa dan guru.

AKSI for School terdiri dari 3 modul besar, yiatu Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Setiap modul terdiri dari paket tes yang meliputi satu topik spesifik dengan jumlah maksimal 20 butir sehingga cukup untuk dilaksanakan pada satu jam tatap muka pembelajaran. Format soal mengombinasikan format soal obyketif dan soal construct responsive. Modul aplikasi tidka hanya terdiri dari modul melaksanakan tes, namun juga modul evaluasi untuk memilih kebenaran tanggapan siswa, serta modul hasil analisis. Agar siswa mencicipi manfaat dari setiap modul untuk kehidupan mereka, pengaantar satu halaman yang mengupas urgensi topik tersebut pada kehidupan serta relevansi dengaan kompetensi dasar yang termuat dalam kurikulum disajikan.

Sebagai pendorong hasil AKSI for School menjadi umpan balik pembelajaran, maka modul resep mengupas setiap soal dan mendiagnosa kelemahan yang terjadi pada siswa yang salah mengerjakan soal. Diharapkan modul lengkap AKSI for School dapat menjadi model asesmen formatif yang menginspirasi pembelajaran. Ataupun nantinya bapak/ibu guru sanggup menciptakan soal yang serupa tipenya dengan soal yang ada pada aplikasi tersebut, walaupun bapak/ibu belum bisa menambahkan atau mengedit soal yang tersedia, namun paling tidak bisa menambah perbendaharaan model atau tipe soalnya.

Bahasan Selanjutnya;
Tujuan AKSI for School – [klik di sini]
AKSI Diwacanakan Pengganti UN - [klik di sini]

Demikian sajian isu mengenai; Memahami AKSI Sebagai Sistem Penilaian Pendidikan – 1 yang sanggup disajikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat !!!

Sumber http://www.tozsugianto.com/


EmoticonEmoticon