Monday, July 23, 2018

√ Memahami “Undak Usuk Basa Sunda” Dan Contohnya

Memahami “Undak Usuk Basa Sunda” dan Contohnya || Undak usuk bahasa Sunda ialah suatu sistem penggunaan variasi bahasa Sunda halus, sedang, dan kasar. Berdasar pada sejarahnya, munculny undak usuk bahasa Sunda disebabkan oleh imbas budaya Jawa pada kehidupan budaya Sunda. Kontak bahasa Sunda dan bahasa Jawa secara intensif terjadi ketika Sultan Agung menguasai tanah Pasundan. Salah satu unsur bahasa Jawa yang berupa unggah-ungguhing boso diadopsi ke dalam sistem bahasa Sunda. Jadi, undak usuk dalam ba-hasa Sunda muncul sehabis tempat Pasundan dikuasai Mataram.

Dalam Kongres Basa Sunda 1988 di Cipayung, Bogor, diputuskan bahwa tingkatan dalam undak usuk bahasa Sunda disederhanakan lagi menjadi dua macam, yakni (1) basa hormat (bahasa halus) dan (2) basa loma (bahasa kasar). Namun, hingga Kongres Basa Sunda VII tahun 2001 yang dilaksanakan di Garut belum terdapat kesepahaman di antara para pakar bahasa Sunda mengenai bentuk ragam dan kosakatanya. Yang gres disepakati ialah bahwa undak usuk bahasa Sunda terdiri atas dua ragam, yakni ragam hormat dan ragam loma. Perubahan tingkatan dan jumlah kosakata undak usuk bahasa Sunda meru-pakan suatu hal yang alami. Pembagiannya dirinci menjadi tiga bagian, yakni ragam hormat keur ka batur (ragam hormat untuk orang lain), ragam hormat keur ka diri sorangan (ragam hormat untuk diri sendiri), dan ragam loma (ragam akrab).

Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan undak usukbahasa Sunda ialah sistem penggunaan variasi bahasa Sunda menurut tingkat tutur, yakni ragam hormat untuk orang lain (ragam hormat keur ka batur), ragam hormat untuk diri sendiri (ragam hormat keur ka sorangan), dan ragam erat (ragam loma). Pemakain undak usuk bahasa Sunda ditentukan oleh kekuasaan, kedudukan (status relatif), dan keakraban; serta bekerjasama dengan tugas pembicara dan yang diajak bicara.

Adapun Tujuan Undak-usuk basa/ tatakrama Bahasa Sunda itu sendiri yaitu untuk saling menghargai dan menghormati antara sesama, dalam bahasa sunda. Tentu saja kata-kata yang diucapkan dikatakan hormat apabila disertai dengan raut muka/mimik, gaya pengucapan (lentong), serta gerakan badan (rengkuh). Di Tatar Sunda, Bahasa Sunda merupakan bahasa induk yang perlu dirawat dan dilestarikan (dimumule) lantaran merupakan identitas hidup masyarakat Suku Sunda. Saat ini banyak orang Sunda yang memakai bahasa pengantar sehari-hari dengan Bahasa Indonesia lantaran dinilai lebih simpel dan tidak mengenal undak-usuk basa/ tingkatan/ hierarki bahkan dengan Bahasa deungeun / bahasa luar negeri menyerupai Bahasa Inggris.

Download File Lengkap;
Ragam Kecap Tingkatan Undak Usuk Basa Sunda - [klik di sini]

Secara garis besar Undak-usuk Basa Sunda/ Tatakrama Bahasa Sunda dibagi menjadi 3 belahan yaitu :

Basa Kasar
Basa Kasar dipakai untuk binatang dan dipakai oleh orang yang sedang marah. Bahasa garang gotong royong kurang patut diucapkan di hadapan siapapun, namun bahasa garang ini masih sering dipakai ketika seseorang sedang murka atau beradu mulut. Akan ada kesan tidak sopan kalau Anda memakai tingkatan bahasa ini.

Basa Loma (akrab)
Basa Loma dipakai untuk orang/teman yang sudah erat dengan kita (loma/akrab ). Biasanya diucapkan ketika berbicara kepada orang yang seumuran atau sudah karib, contohnya sahabat atau orang yang usianya di bawah kita. Inilah bahasa Sunda yang umum dipakai kalangan anak muda. Takarannya sedang, tidak terlalu garang tapi tidak terlalu halus.

Basa Hormat (Lemes)
Basa Hormat biasa dipakai untuk berbicara dengan orang yang pantas dihormat menyerupai kepada orang yang lebih tua, guru, sesepuh, tokoh masyarakat, pejabat, atasan. Ketika seseorang memakai bahasa halus ini ketika bercakap dengan para sepuh asal sunda. Apalagi kalau ditambah dengan lentong (intonasi), pasemon (roman/ekspresi wajah), rengkuh jeung peta (sikap; gesture) yang baik, maka akan menjadi menaikkan gambaran diri orang tersebut.


Download File Lengkap;
Ragam Kecap Tingkatan Undak Usuk Basa Sunda - [klik di sini]

Demikian menu isu mengenai “Undak Usuk Basa Sunda” dan Contohnya yang sanggup disampaikan pada kesempatan ini. Semoga menu berikut ini bermanfaat !!!

Sumber http://www.tozsugianto.com/


EmoticonEmoticon