Monday, August 27, 2018

√ Anatomi Saraf Emosi

ANATOMI SARAF EMOSI
Para ilmuwan sering membicarakan belahan otak yang dipakai untuk berpikir, yaitu konteks. Kadang-kadang disebut neokorteks sebagai belahan yang berbeda dari belahan otak yang mengurusi emosi yakni sistem limbik tetapi gotong royong relasi antara kedua belahan inilah yang memilih kecerdasan emosional seseorang. Korteks terdiri atas empat lobus (belahan otak), dan kerusakan pada lobus tertentu akan menimbulkan problem tertentu pula. Lobus oksipilitas, misalnya, yang terletak di belahan belakang kepala merupakan belahan otak yang mengendalikan fungsi penglihatan. Luka di kawasan ini akan membuat  sebagian medan penglihatan seseorang lenyap, dan bergantung pada besarnya cedera, kerusakan pada lobus temporalis, yang terletak sempurna dibelakang indera pendengaran di kedua sisi kepala.

Akan menimbulkan problem pada memori jangka panjang. Memahami korteks dan perkembangannya membantu kita menghayati mengapa sebagian anak sangat mahir dan geometri, sedangkan yang lain mengeja kata saja susah. Selain dipandang sebagai belahan berpikir otak, konteks  juga berperan penting dalam memahami  korteks dan perkembangannya membantu kita menghayati mengapa memiliki perasaan perihal perasaan kita sendiri. Dengan korteks memungkinkan kita memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis mengapa kita mengalami perasaan tertentu, selanjutnya berbuat sesuatu untuk mengatasinya. Korteks yaitu belahan berpikir otak, dan berfungsi mengendalikan emosi melalui pemecahan maslah. Bahasa daya cipta, dan proses kognitif lainya. Sistem limbik merupakan belahan emosional otak. Sistem ini mencakup talanus, yang mengirimkan pesan-pesan ke korteks; hippocampus, yang berperan dalam ingatan dalam penafsiran persepsi; dan amindala sebagai sentra pengendali emosi.

Menurut lawrence otak insan sanggup mengolongkan dalam dua fungsi, yaitu (a) otak logika, dan (b) otak emosi. Kedua otak tersebut menjalankan fungsi yang berbeda dalam memilih sikap kita, namun keduanya saling bergantung. Bagian otak pengatur emosi bereaksi lebih besar lengan berkuasa dan lebih cepat, di bawah konntrol konteks khususnya lobus prontal memberi makna terhadap situasi emosi yang dihadapi sebelum bertindak. Itu sebabnya tanpa lobus prontal yang utuh, seorang kelihatantanpa normal, pandangan dari segi emosi orang itu dangkal. Tidak peduli, lesu, apatis dan sangat tidak peka terhadap orang yang lain sehingga tidak akan ada orang yang mau bergaul dengannya.

Bagian penting dari emosi otak yaitu sistem limbik. Sistem ini mengatur emosi dan implus. Bagian yang masuk dalam sistem ini yaitu hippocampus tempat berlansungnya pembelajaran emosi, tempat disimpannya ingatan emosi dan amigdala sebagai sentra pengendalian emosi.
#ANATOMI SARAF EMOSI

Sumber http://www.rijal09.com


EmoticonEmoticon