Sunday, October 14, 2018

√ Matematika Sekolah


1.     Pengertian matematika sekolah
Suherman dkk. (2003:55), mengemukakan bahwa “Matematika sekolah yaitu matematika yang diajarkan di sekolah, yaitu matematika yang diajarkan di jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.”
Matematika sekolah sering juga dikatakan sebagai unsur-unsur atau bagian-bagian dari matematika yang dipilih menurut atau berorientasi pada kepentingan kependidikan dan perkembangan IPTEK. Hal ini berarti, bahwa yang dimaksud dengan kurikulum matematika yaitu kurikulum pelajaran matematika yang diberikan di jenjang pendidikan menengah ke bawah, bukan diberikan di jenjang pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, matematika sekolah tetap mempunyai ciri-ciri yang dimiliki matematika, yaitu mempunyai objek kajian yang abnormal serta berpola pikir deduktif  konsisten.
2.     Fungsi matematika sekolah
Fungsi mata pelajaran matematika dan sekaligus dijadikan pola dalam pembelajaran matematika sekolah yaitu sebagai berikut.
a.      Sebagai alat
               Matematika sebagai alat berfungsi untuk memecahkan problem yang dihadapi, baik itu problem dalam mata pelajaran yang lain maupun problem dalam kehidupan sehari-hari dan dalam dunia kerja. Secara ringkasnya, matematika sebagai alat, berfungsi sebagai: (1) alat komunikasi (yaitu penggunaan bahasa matematika), (2) alat penyelesaian masalah, dan (3) alat bantu untuk pengembangan ilmu lain, misalnya teknik, ekonomi, kimia, fisika, dan sebagainya.
b.      Sebagai pola pikir
Pelajaran matematika yang berfungsi sebagai alat pola pikir, yaitu pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam kecerdikan sehat suatu hubungan di antara pengertian-pengertian itu. Dalam pembelajaran matematika, siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman wacana sifat-sifat yang dimiliki dan tidak dimiliki oleh sekumpulan objek (abstraksi).
c.      Sebagai ilmu
Fungsi terakhir dari matematika sekolah yaitu sebagai ilmu atau pengetahuan. Dalam hal ini, guru harus bisa menawarkan bahwa matematika selalu mencari kebenaran dan bersedia meralat kebenaran yang sementara diterima, jika ditemukan kesempatan untuk mencoba membuatkan penemuan-penemuan sepanjang mengikuti pola pikir yang sah.
Dari ketiga fungsi matematika sekolah di atas, sanggup disimpulkan bahwa matematika sekolah berfungsi membentuk pola pikir siswa dalam memecahkan suatu problem untuk mencapai  keputusan yang sah.
3.     Tujuan pembelajaran matematika sekolah
Tujuan pembelajaran matematika sekolah terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. Menurut Suherman dkk. (2003:58) tujuan umum matematika diajarkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah,  meliputi dua hal yaitu:
1.      Mempersiapkan siswa semoga sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif, dan efisien.
2.      Mempersiapkan siswa semoga sanggup memakai matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari banyak sekali ilmu pengetahuan.

Tujuan khusus pembelajaran matematika pada masing-masing satuan pendidikan yaitu sebagai berikut:
1.      Tujuan pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama yaitu agar: (1) Siswa mempunyai kemampuan yang sanggup dialihgunakan melalui acara matematika, (2) Siswa mempunyai pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah, (3) Siswa mempunyai keterampilan matematika sebagai peningkatan dan ekspansi dari matematika sekolah dasar untuk sanggup dipakai dalam kehidupan sehari-hari, dan (4) Siswa mempunyai pandangan yang cukup luas dan mempunyai perilaku logis, kritis, cermat, dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika.
2.      Tujuan pembelajaran matematika di Sekolah Menengan Atas yaitu agar: (1) Siswa mempunyai pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi, (2) Siswa mempunyai keterampilan matematika sebagai peningkatan matematika Pendidikan Dasar untuk sanggup dipakai dalam kehidupan yang lebih luas (di dunia kerja) maupun dalam kehidupan sehari-hari, (3) Siswa mempunyai pandangan yang lebih luas serta mempunyai perilaku menghargai kegunaan matematika, perilaku kritis, logis, objektif, kreatif, serta inovatif, dan (4) Siswa mempunyai kemampuan yang sanggup dialihgunakan (transferable) melalui acara matematika di SMA.
4.     Peranan matematika sekolah
Matematika sekolah mempunyai peranan sangat penting baik bagi siswa supaya mempunyai bekal pengetahuan dan untuk pembentukan perilaku serta pola pikirnya, warga negara pada umumnya supaya sanggup hidup layak, untuk kemajuan negaranya, dan matematika itu sendiri dalam rangka  melestarikan dan mengembangkannya.
Jadi peranan diajarkan matematika sekolah secara umum yaitu untuk memenuhi kebutuhan mudah dan memecahkan problem dalam kehidupan sehari-hari, yang ditujukan bagi siswa yang mempelajarinya.
5.     Faktor-faktor yang mempengaruhi matematika sekolah
Faktor-faktor yang mempengaruhi matematika sekolah yaitu faktor yang berkaitan dengan tujuan matematika diajarkan di sekolah dan peranan matematika sekolah. Faktor-faktor tersebut adalah:
a.      Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat mempengaruhi matematika yang diajarkan di sekolah atau matematika sekolah. Untuk sanggup memenuhi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, matematika yang diajarkan di sekolah pun harus sejalan dengan perkembangan tersebut. Sehingga, matematika yang diajarkan kini yaitu matematika modern.
b.      Perkembangan intelektual dan kognitif siswa.
Sejalan dengan perkembangan intelektual dan kognitif siswa, maka pengajaran matematika sekolah pun harus mengalami perkembangan. Hal ini ditujukan semoga siswa sanggup memenuhi peranan dari matematika sekolah tersebut.
ARTIKEL TERKAIT : HAKIKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA


Sumber http://www.rijal09.com


EmoticonEmoticon