Thursday, November 29, 2018

√ Fraksi Desak Joko Widodo Copot Tito Karnavian Dari Jabatan Kapolri

Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua rekan rekan Guru di seluruh tanah air Indonesia,  berikut operatorguru.com  akan membagikan informasi mengenai FRAKSI Desak Jokowi Copot Tito Karnavian dari Jabatan Kapolri,   silahkan simak informasi selengkapnya.


Sekretaris Jenderal Front Gerakan Aktivis Indonesia (FRAKSI) Andi Awaluddin Mangantarang meminta penjelasan Kapolri Tito Karnavian terkait sebuah video yang belakangan menjadi viral.

Video itu menampilkan pidato Tito di Pondok Pesantren Annawawi, Serang, Banten, 8 Februari 2017. Dalam video itu, Kapolri melontarkan pernyataan yang seolah mengesampingkan ormas islam di luar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Kapolri dalam video tersebut Kapolri seolah mamantik dan menciptakan situasi panas apalagi ini jelang tahun politik, seharusnya kepala kepolisian republik indonesia justru menjadi pengadem (mendinginkan suasana) selaku pegawapemerintah Polisi Republik Indonesia apalagi pucuk pimpinan tertinggi dalam korps Tribrata tersebut,

“Kami menyarankan biar pak Tito untuk kembali membuka lembaran sejarah dan mencar ilmu kembali sejarah usaha bangsa ini, alasannya kalau benar pernyataan menyerupai ini tidak layak diucapkan seorang pegawapemerintah aturan apalagi posisinya selaku orang nomor satu di institusi kepolisian, alasannya hal-hal menyerupai ini berpotensi memancing suasana tidak aman apalagi jelang tahun politik, yang seharusnya seorang kepala kepolisian republik indonesia justru bisa menjaga stabilitas politik nasional,” tegas Andi Awaluddin

Lebih lanjut, Awal menilai video Tito yang viral itu sangat provokatif dan menyimpang dari fakta sejarah ihwal ormas Islam di Indonesia. Dia mengkritik pernyataan Tito dalam rekaman video itu yang menafikan keberadaan dan tugas ormas Islam di Indonesia selain Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Sekali lagi kalau video itu benar, saya heran kok Pak Tito bisa pidato yang provokatif dan ahistoris. Sulit ditolerir kalau Kapolri jadi pelontar gosip SARA dan hate speech. Tapi kalau tidak paham sejarah sih sanggup dimaklumi, toh Pak Anton Charliyan juga ketika tampil di ILC tidak tahu anggota-anggota Panitia Sembilan, saya berasumsi berarti sistem pendidikan yang ada di Kepolisian pada ketika mereka dibuat dan dididik menjadi Bhayangkara negara perlu di pertanyakan, kasian kalau para jenderal pengetahuan sejarahnya menyerupai itu sehingga ngomongnya ngelantur tidak terang yang ada bukan menangkap provokator malah jadi provokator,” jelasnya lagi

Awal menuturkan, banyak menerima masukan dari masyarakat biar melalui dewan perwakilan rakyat untuk mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Tito dari jabatannya sebagai Kapolri. Menurutnya, pernyataan Tito dalam rekaman video itu merupakan kesalahan sangat fatal dan jauh dari kepantasan seorang pengayom masyarakat termaksud pengayom semua elemen ormas,

“Jadi, kami dengan ini juga menyatakan sikap tegas dan mendesak presiden Jokowi untuk mencopot Kapolri, meminta dewan perwakilan rakyat melaksanakan pemanggilan dan hearing terhadap kepala kepolisian republik indonesia mengklarifikasi hal ini. Tahun ini, tahun politik tentu harusnya kepala kepolisian republik indonesia yang menjaga stabilitas politik nasional, bukan malah menjadi pemantik situasi gaduh, terlalu mahal institusi polri harus tercoreng oleh sikap oknum menyerupai ini, ada baiknya Kapolri Tito Karnavian dicopot saja, Polisi Republik Indonesia tidak kekurangan SDM yang lebih baik dan mumpuni,” tutup Awal memperlihatkan pernyataan Pers melalui surat elektronik Pada Sabtu 3 February 2018 


Demikian informasi yang operatorguru.com bagikan ke rekan rekan Guru , mengenai  FRAKSI Desak Jokowi Copot Tito Karnavian dari Jabatan Kapolri, semoga ada keuntungannya , silahkan simak juga informasi terbaru dan menarik lainya di bawah ini 


Sumber http://egoswot.blogspot.com


EmoticonEmoticon