Wednesday, January 23, 2019

√ Agresi Berujung Maut, Wisuda Janjkematian Di Limunjan Santri Tewas Terlindas

Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas √ Aksi Berujung Maut, Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas
Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas

DICARIGURU.COM – Sebuah video yang memperlihatkan kegagalan atraksi ketahanan badan yang dilakukan sejumlah santri beredar di Facebook.


Seperti video yang diunggah ke grup INFO WONG SOLO oleh akun Facebook Eva Chanel Indigo pada 4 Mei 2018.


Video itu memperlihatkan kegagalan atraksi yang dilakukan oleh santri di program wisuda sekolah mereka.

Parahnya, hal ini mengakibatkan seorang santri meninggal dunia.


Atraksi itu ingin memperlihatkan ketahanan badan para santri ketika dilindas oleh kendaraan beroda empat pick up.

Atraksi berujung tragis (Facebook)


Sebagaimana dijelaskan oleh Eva Chanel Indigo berikut ini:

“”ATRAKSI PERPISAHAN SEKOLAH YG GAGAL””


Momen perpisahan kelas IX yang digelar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Kholil di Jalan Limunjan, RT 21, Kelurahan Sambaliung pada Kamis (3/5) pagi, berujung maut.


Pasalnya, program yang dibalut dengan atraksi bela diri dari Pagar Nusa itu, mengakibatkan salah satu satu santri berinisial RA (16) meninggal dunia.


Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, membenarkan bencana yang menelan korban jiwa itu.


Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas √ Aksi Berujung Maut, Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas
Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas

“Benar ada yang meninggal dan ketika ini kami masih melaksanakan pendalaman,” katanya ketika diwawancara Berau Post, Kamis (3/5).


Kronologis yang diterima dari jajarannya, atraksi yang dilakukan RA bersama lima rekan santri lainnya, mengharuskan mereka dilindas sepeda motor dan kendaraan beroda empat pikap jenis L300.


Pada atraksi pertama, dilindas sepeda motor, enam santri itu berhasil melaluinya dengan selamat. Namun, pada atraksi selanjutnya adalah dilindas memakai pikap, RA dan santri lainnya berinisial JO, dibentuk tak sadarkan diri. Sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.


“Setelah hingga di rumah sakit, RA telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara JO pribadi menerima perawatan insentif di rumah sakit,” ucapnya.


Untuk mendalami masalah tersebut, pihak kepolisian telah menyidik daerah bencana kasus (TKP) dan mengambil keterangan dari pengurus Al-Kholil, ketua panitia wisuda, serta Ketua Pagar Nusa.

Selain itu, dua buah papan dan dua buah kerikil bata sebagai alat bantu dalam atraksi janjkematian itu, turut disita petugas sebagai barang bukti.


Seorang santri tewas (Facebook)

Sementara itu melansir dari TribunKaltim.co (4/5/2018) Polres Berau ketika ini tengah melaksanakan penyelidikan masalah meninggalnya seorang santri, dalam atraksi yang ditampilkan dalam program wisuda siswa MTS Al Kholil, di Pondok Pesantren Al Kholil hari Kamis (4/5/2018) kemarin.


Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas √ Aksi Berujung Maut, Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas
Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas

Seperti diberitakan sebelumnya, program wisuda yang dihadiri oleh Bupati Berau, Muharram ini, ada enam santri yang terlibat dalam atraksi, adalah Rangga, Jodi, Khairul, Ambar, Asdar, dan M Nur.


Awalnya mereka tampak baik-baik saja ketika mereka dilindas motor trail.


Namun agresi berlanjut ketika sebuah kendaraan beroda empat kolam terbuka, melindas badan mereka dengan ban depan dan belakang penggalan kiri.


Sementara ban penggalan kanan tetap berada di tanah.

Laju kendaraan sempat tersendat ketika melindas 2 orang pertama.

Setelah kendaraan beroda empat tamat melewati badan mereka, empat orang lainnya pribadi berdiri. Sementara Rangga dan Jodi terlihat tak sadarkan diri.


Keduanya dilarikan ke RSUD Abdul Rivai untuk menerima perawatan. Sayangnya, nyawa Rangga tak terselamatkan.


Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas √ Aksi Berujung Maut, Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas
Wisuda Maut di Limunjan Santri Tewas Terlindas

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit, melalui Kasatreskrim, AKP Andhika Dharma Sena mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari enam orang saksi.


Atraksi ini berujung pada perstiwa tragis, sesudah salah satu penerima agresi meninggal dunia.

“Saksi-saksi dari kelompok bela diri dan pengelola pesantren. Kami mengajukan pertanyaan, kegiatanya menyerupai apa, prosedurnya bagaimana? Itu yang sedang kami dalami,” ujarnya, Jumat (4/5/2018).


Ditanya apakah ada unsur kelalaian dalam bencana yang memakan korban jiwa ini, dirinya mengatakan, masalah ini masih dalam penyidikan sehingga belum sanggup menawarkan keterangan lebih lanjut.


“Kami akan melaksanakan gelar perkara. Saya sempat meninjau TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan ke rumah sakit. Informasi yang saya dapat, korban dalam kondisi pingsan ketika dibawa ke rumah sakit, kemudian meninggal. Kaprikornus meninggalnya di rumah sakit,” tandasnya.


Selain menyidik sejumlah saksi, Polres Berau juga mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman video salah satu stasiun televisi lokal yang merekam agresi tersebut.


Informasi yang beredar menyebutkan, beberapa penerima agresi belum pernah melaksanakan latihan sebelumnya, sehingga mereka pun tidak berpengaruh menahan beban kendaraan yang melindasnya.

“Kami akan dalami, penyidik masih melaksanakan penyidikan,” katanya lagi.


Sementara, Ketua Panitia Perpisahan Santri Al Kholil, Rohim mengaku tidak mengetahui bencana yang menewaskan seorang pesertanya.

“Saya tidak tahu, sebab tidak ada di lokasi. Saya sedang berada di dalam rumah sebab ada tamu dari Bulungan,” ungkapnya singkat.

Banyak pihak yang menyayangkan bencana yang menewaskan Rangga ini.


Menurut Amir, warga Kecamatan Sambaliung yang hadir dalam kegiatan itu, atraksi itu terbilang nyeleneh.

“Karena itu program lulusan pelajar MTS (setingkat SMP), masa menampilkan program begitu,” ujar Amir.


Menurut Amir Saat atraksi berlangsung memang cukup menegangkan sehingga lebih banyak didominasi para dewasa dan perempuan menentukan menutup mata sebab merasa ngeri melihat agresi itu.


“Saya saja ngeri, apalagi waktu dua orang itu tidak bangun. Orang-orang pribadi berlarian mendekat, ternyata benar, ada yang celaka,” tandasnya.




Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon